Prvních 132 řádků.
Lubang yang tiba-tiba muncul menelan dua orang bersaudara itu.
Yahiko, Konan dan Nagato, yang sebut diri mereka Tim Jiraiya,
segera datang untuk menolong mereka.
Tapi, Shikamaru tak memulai pergerakan.
Ini buruk.
Kita harus segera selamatkan kedua anak itu!
Tunggu!
Kita tak boleh pergi ke sana.
Kenapa?
Shikamaru!
mempersembahkan
ZainuddinAri
mempersembahkan
ZainuddinAri
"karena cuacanya amat cerah" itulah satu alasan yang kulemparkan
"sekkaku hareta kara" tte iiwake wo hitotsu hourinage
ku keluar dari garasi dan pergi dengan andalkan tenagaku
GARAGE kara ikioimakase tobidashita
tujuanku adalah selatan kukayuh pedal menuju arah laut
mokutekichi ha minami he fumikondeiku PEDAL ha umi no hou
tanpa lihat peta ataupun ikuti rute yang telah ditentukan
chizu nante minai kimerareta you na ROUTE wa iya
ku merasa terganggu saat harus ikuti kebiasaan orang lain
dareka no wadachi ha ashi ga torarete komaru
garis lurus yang kugambar dengan sepenuh hatiku
isshifuron ni egaku icchokusen LINE ha
kan terus jadi panorama yang hanya bisa kulihat
boku ni shika mirenai PANORAMA he tsudzuku
ku kan tembus masa kini menuju 0,2 detik masa depan!
COMMA nibyou no mirai he ima wo kirihiriteyuke!
yang penting bersemangat
tonikaku koge
Prioritas Perintah
Musuh ada di depan! Berhati-hatilah!
Apa itu?
Bagaimana, Hinata?
Sepertinya ada tanah longsor.
Apa kau lihat Shikamaru dan anggota timnya?
Tidak, tak ada tanda keberadaan mereka di sana.
Aku tak bisa lacak bau mereka karena tanah longsor itu.
Aku takkan bisa melakukannya sampai debu-debunya menghilang.
Aku tak yakin kalau tanah longsor itu hanya kebetulan saja.
Hoi, kalian bisa dengar suaraku?
Anak-anak!
Hoi!
Tolong jawab panggilan kami!
Kalian ada di mana?
Kami ingin selamatkan kalian!
Jangan-jangan mereka terbawa arus?
Ayo!
Aku... Mataku melakukannya lagi.
Kedua anak itu...
Nagato.
Dengar.
Pertama kita harus temukan kedua anak itu.
Saat ini kita harus fokus pada hal itu saja.
Apa ini tak apa-apa?
Apa kau yakin kita tak perlu selamatkan mereka berdua?
Orang-orang itu sudah pergi selamatkan mereka.
Bukan itu masalahnya.
Hanya saja ini terasa tak benar.
Pikirkan soal prioritas kita.
Saat ini, kapten tim kita sudah diculik dan misi kita masih terus berjalan.
Prioritas kita saat ini adalah bergabung dengan tim lain dan pikirkan rencana yang baru.
Aku tahu, sih.
Shinobi yang ada di desa ini sudah pergi untuk selamatkan mereka.
Kita harus lakukan apa yang harus kita lakukan di sini.
Meski kita terpaksa melakukannya.
Kita harus bertindak tegas.
Ayo kita pergi ke daerah yang lebih luas
di mana Kiba dan Akamaru bisa lacak keberadaan kita dengan mudah.
Orang-orang Konoha itu tak kejar kita.
Sekarang kita tahu bagaimana sifat mereka yang sebenarnya.
Ini pasti sudah cukup.
Aku akan biarkan dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Yahiko, Konan!
Terowongan ini...
Hoi!
Ada apa, Konan?
Dinding ini, terowongan ini...
Apa dinding dan terowongan ini tercipta secara alami?
A-Apa ini?
Moyang Mashima, Moyang Mashima.
Kumohon lindungi anak-anakku!
Kumohon, kumohon.
Kumohon lindungi dan selamatkanlah mereka!
Maaf, karena sudah ganggu Anda panjatkan doa.
Kami hanya lewat sini,
tapi tempat apa ini?
Ini adalah tempat Moyang Mashima.
Dia terbaring di dasar bumi dan lindungi desa kami.
Apa ada sesuatu yang terjadi di desa ini?
Kami terus pertahankan kehidupan kami yang sederhana dan damai,
agar tak bangunkan Moyang Mashima.
Tapi akhir-akhir ini,
beberapa orang asing datang ke desa kami dan peringatkan kami akan adanya perang.
Mereka suruh kami selamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Kami dipaksa tinggalkan desa.
Tapi...
Kedua putraku kembali ke desa ini.
Aku sudah coba kejar mereka,
tapi mereka lebih cepat dan akhirnya kami pun terpisah.
Karena itulah aku mohon kepada Moyang Mashima demi keselamatan mereka.
Moyang Mashima?
Dia datang!
Besar sekali!
Itu...
Ini gawat!
Kita terjebak!
Kami selamat berkat dirimu, Nagato.
Terima kasih.
Hampir saja.
Makhluk apa itu tadi?
Aku tak tahu.
Kita harus segera temukan anak-anak itu.
Apa itu?
Guru Kakashi!
Guru Kakashi.
Kalau kalian ingin selamatkan mereka, datanglah kemari.
Kalau tidak, aku akan habisi mereka.
Jangan bergerak!
Guru Guy!
Tenanglah!
Jangan termakan oleh jebakan mereka!
Kita harus segera laporkan hal ini ke Desa Konoha.
Ya.
Kita akan bagi tim jadi dua.
Satu tim tetap di sini, sisanya laporkan hal ini.
Jangan, ada kemungkinan mereka akan serang kita di tengah perjalanan.
Kita harus hemat kekuatan tempur sebisa mungkin.
Demi ikuti aturan, kalian abaikan teman-teman kalian.
Ternyata sikap asli dari Desa Konoha
No comments yet. Be the first to leave one.