Wyeth

Wyeth

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Wyeth 2018 1080p WEBRip x264 AAC5 1-[YTS MX]
Komentář od SugijoDwiarso

Tagy

webrip
web
x264
BRip
1080
TS
YTS
Zveřejněno: 2022-07-11
Stažení: 28
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Dia melukiskan jiwa, bukan sekedar gambar.

Itulah yang luar biasa perihal ayahku.

Dia melihat hal-hal yang orang lain tidak bakal lihat.

Dia punya kepekaan yang sangat besar.

Abstraksi dalam lukisan-lukisannya.

Komposisi yang fantastik.

Dan unsur kegigihan di dalamnya.

Dalam beberapa sisi ada unsur kesedihan,

meditasi, kematian dan alam...

... lukisan-lukisan itu begitu khas abad ke-20.

Ada sisi gelap dalam karya Andrew Wyeth.

Ada sebuah drama.

Jika kau sungguh memperhatikan karyanya, lukisan-lukisan itu sedikit menakutkan.

Seperti layaknya puisi Robert Frost.

Katakanlah itu seekor kuda di hutan dengan gerobak luncur

dan salju, tapi benar-benar terbaca,

jauh lebih hebat daripada itu.

Membuat bulu kudukmu berdiri.

Dan lalu kau sadari ada sesuatu yang lebih hebat lagi terjadi.

Andrew Wyeth adalah salah seorang pelukis Amerika yang dihormati

jika bukan malah yang paling dihormati.

Andrew Wyeth, seniman terdepan Amerika,

diberi kehormatan di Gedung Putih.

Ini adalah Whitney Museum di New York.

Kedatangan para pecinta seni per harinya, 500.

Untuk pameran Wyeth baru-baru ini, rata-rata 5.000 per hari.

Rekor kehadiran terpecahkan di Philadelphia,

Baltimore, dan juga Chicago.

Di tahun 60-an, Andrew Wyeth adalah seniman paling top.

Ada sesuatu pada diri Wyeth yang menarik bagi orang awam

dan juga para penikmat seni.

Dia memiliki penonton besar yang mungkin bisa lebih besar

dibanding dengan seniman lain yang masih hidup.

Di satu sisi, kepopuleran yang menyertai adalah sebuah kutukan.

Dia punya banyak penonton, dia punya banyak kolektor,

dan dia dikritik karena itu.

Andrew Wyeth yang malang.

Dia telah melakukan dosa besar

terhadap kemapanan seni.

Orang-orang menyukai karyanya, dan kini dia menghasilkan banyak uang

bukannya 400 tahun setelah kematiannya.

Terjadi antrean panjang di sekeliling Whitney,

tapi itu juga sebuah ciuman maut.

Saat pertama kali aku bertemu keluarga Wyeth di awal tahun 70-an.

Aku datang ke Chadds Ford untuk bertemu Betsy dan Andrew Wyeth,

dan ternyata keduanya orang yang sangat menarik.

Menurutku, seperti yang pernah kubayangkan bahwa Andrew Wyeth

lebih mirip orang udik, atau pertapa atau tipe petani,

tapi ternyata dia adalah seseorang yang menjamuku

koktail paling hangat yang sudah lama kutunggu-tunggu,

yang membuatku tertawa,

dan ternyata istrinya cantik, tetapi juga nampak sangat jelas,

Aku harus selalu dapatkan persetujuannya,

karena dia hanya ingin yang terbaik bagi Andrew Wyeth.

Tapi juga terlintas dalam pikiranku hal ini jauh lebih rumit

dan seniman yang lebih menarik dari yang kupikir telah aku pahami

dari apa yang telah ditulis tentang dirinya di masa lalu.

Satu hal yang menonjol dari karya Andrew Wyeth

dibandingkan dengan karya dari sebagian besar seniman sezamannya

adalah bahwa dia tumbuh dan tinggal di dua tempat dan hanya dua tempat itu saja

selama kehidupannya sebagai seniman yang panjang dan produktif itu --

Chadd Ford...

... Port Clyde dan Cushing.

Tempat-tempat yang bisa menggambarkan hidupnya

adalah dua masyarakat pedesaan ini.

New York memang pusatnya dunia seni.

Itu bukan dunia Andy.

Melukis bagiku...

adalah persoalan kejujuran

dan...

barangkali kenangan.

Dia punya masa kanak-kanak yang luar biasa.

Kebanyakan seniman berjuang demi menemukan diri mereka sebagai seniman.

Wyeth dibesarkan sejak kecil sudah menjadi seniman --

Disediakan tempat, dipupuk.

aku membayangkan dirinya seperti seorang atlet olimpiade.

N.C. Wyeth, sang ayah, mengembangkan bakatnya,

melatihnya, mendorong semangatnya.

Beliau mengajariku kehidupan sehari-hari, melihat segala sesuatu di sekitarku.

Melatih imajinasi tentang apa yang bisa kau wujudkan dari awal.

N.C. Wyeth adalah seorang ilustrator klasik yang terkenal.

Dia membuat ilustrasi dengan wujud berani dan besar-besar.

N.C. Wyeth pindah ke daerah ini

untuk belajar kepada Howard Pyle yang memiliki

sekolah musim panas di Chadds Ford di dekat Lembah Brandywine.

Howard Pyle dikenal sebagai bapak ilustrasi Amerika.

Kata orang, N.C. Wyeth adalah murid terbaiknya.

Howard Pyle menanamkan pada semua muridnya

beberapa hal yang bisa dikenali dalam seluruh karya Wyeth,

dan salah satunya adalah Lembah Brandywine.

Jelajahilah bumi, dan kau akan temukan medan perang

dan kau temukan darah dan kau temukan tentara

dan serbuk mesiu Revolusi pada celana-celana mereka.

N.C. Wyeth terpukau oleh keadaan daerah ini.

"Di antara kelabu kabut perbukitan Chadds Ford itu,

di sepanjang bentang padang rumput yang lezat itu

dengan ternak mereka yang hidup damai, dan pepohon besar yang tampak menyedihkan itu,

dan rumah pertanian batu sederhana yang janggal

terselip di bawah mereka, semangat

yang sungguh menarik apresiasi terdalam jiwaku.

Bagiku, semua itu bagaikan

musik yang luar biasa lembut dan musik yang indah."

N.C. Wyeth, dengan sangat cepat, dalam waktu enam tahun atau lebih,

menjadi sangat terkenal sebagai seorang seniman 'Western'.

Buku-buku Scribner adalah salah satu yang jadi langgan utamanya.

Pada tahun 1911, mereka menawarinya sebuah komisi

untuk membuat ilustrasi "Pulau Harta Karun."

Karya-karya itu menjadi pusat perhatian, hingga dekade berikutnya,

dia terbitkan buku-buku Scribner ini --

semua karya klasik -- "Robinson Crusoe,"

"The Boy's King Arthur."

Menurutku saat ini kita punya pemahaman yang jauh lebih luas

tentang N.C. Wyeth.

Dia punya reputasi saat ini

yang tidak terlalu dia nikmati dalam hidupnya sendiri.

Dia begitu ingin menjadi seorang pelukis, bukannya ilustrator.

Dan di paruh pertama abad ke-20,

itulah perbedaannya

yang dilakukan hampir semua orang dalam urusan seni.

"Aku ingin menjadi seorang pelukis.

Aku menghormati ilustrasi, tapi aku sadar,

lebih yakin dari sebelumnya, kebiasaan buruk yang kulakukan.

Yang juga berbahaya.

Aku akan terus membuat ilustrasi apa pun itu,

yang punya nilai komersial, periuk nasiku,

tapi aku ingin bisa menciptakan sebuah lukisan.

Dan ini jauh dari dunia ilustrasi

seperti hitam dengan putih.

Aku ingin melukis hanya dengan jiwaku.

Lukisan-lukisan N.C. Wyeth

Dia adalah seorang dermawan, dia bukan orang yang egois,

sedang kau harus jadi egois bila jadi pelukis.

Rasa cintanya pada keluarga mengalahkan dirinya.

Dia dan istrinya akhirnya membangun keluarga dengan lima anak.

Ada tiga anak perempuan dan dua anak lelaki.

Sebuah keluarga yang sangat kreatif.

Henriette, Carolyn, dan Andrew nantinya menjadi pelukis ,

Nat, seorang insinyur kimia, dan Ann, seorang komposer.

N.C. Wyeth berpendapat orang dewasa yang kreatif itu

harus tetap punya semangat kanak-kanak.

Jadi sangat penting baginya untuk menciptakan masa kanak-kanak

hingga setiap anaknya menjadi begitu berharga

lewat kenangan.

N.C. punya kemampuan mengubah peristiwa biasa

menjadi drama yang lebih besar dan lebih bagus

dibanding yang sebenarnya.

Natal-natal yang dia ciptakan bagi anak-anaknya.

Dia berpakaian seperti Santa Claus.

Bukan St. Nick tradisional seperti yang kita kenal.

Dan yang dia kenakan lebih berupa topeng yang agak aneh.

Si Kris Tua, begitu kami menyebutnya, bagiku adalah lelaki yang menakutkan.

Beliau adalah seorang lelaki besar.

Dan aku ingat saat usiaku sekitar 8 tahun sedang berbaring di tempat tidur

dan kami mendengar langkah kaki di atap.

Dan aku begitu ketakutan...

sampai-sampai aku mengompol.

Aku ceritakan kisah ini kepadamu hanya karena dengan begitu dia yakin

mampu memancing imajinasi kita.

N.C. Wyeth sadar bahwa dia sangat ingin melibatkan dirinya

dalam mengasuh anak-anaknya,

makanya dia membangun studio ini,

yang hanya 25 langkah jauhnya dari rumah.

Aku hanya bisa membayangkan sebuah tempat yang ajaib

pastinya bagi seorang anak kecil

berlarian di ruang-ruang ini

dan bisa menyaksikan apa yang dilukis ayah,

karena dia sering melukis karya berukuran sangat besar

figur-figur yang lebih besar dari ukuran manusia asli.

Studio itu penuh dengan peralatan

yang dibutuhkan N.C. Wyeth sebagai ilustrator.

Ada pedang. Ada senapan.

Ada banyak kostum -- Robin Hood, Raja Arthur.

Jadi semua ini tersedia bagi anak-anak.

Semua yang bisa merangsang imajinasi mereka.

Aku mengarang ceritaku sendiri tentang apa yang terjadi di sekitarku.

Bukit-bukit ini menjadi Hutan Sherwood,

desa di pinggiran Inggris,

atau medan perang di Prancis.

Semua imajinasi ini melayang-layang di pikiranku.

Salah satu yang paling membuat Andrew Wyeth terpesona

adalah sejumlah objek Perang Dunia I

yang ada di sini, di studio.

N.C. Wyeth tidak ikut bertempur selama Perang Dunia I,

tapi dia sangat memahami pertempuran yang tidak dia alami

seperti yang berlaku pada banyak seniman,

jadi dia habiskan banyak waktu untuk menyimpan foto-foto

medan perang di Prancis, parit-paritnya,

desa-desa yang luluh lantak oleh bom.

N.C. Wyeth juga menyimpan di studionya berkotak-kotak kartu stereo,

dua foto yang diambil dengan kamera ganda.

Dia letakkan foto ini dalam alat genggam,

dua gambar di kartu itu lalu akan menyatu,

maka kau akan menyaksikan gambar 3-D yang luar biasa di hadapanmu.

Ada tubuh-tubuh manusia.

Ada bangkai-bangkai kuda.

Ada, tentu saja, bermacam mesin rusak.

Sungguh, sebuah kengerian perang

yang ditampilkan dalam foto-foto ini.

Andrew Wyeth muda duduk di studio, di sini

dan halaman demi halaman dibukanya.

Wyeth subtitles in other languages

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left