Prvních 200 řádků.
Halo, selamat datang ke tempat panas
bernama Kamboja ini.
Ada banyak cara untuk melintasi negara menarik ini.
Bisa pakai kuda, tuk-tuk, atau traktor,
tetapi Tn. Wilman memutuskan untuk bertemu di tempat ini
dengan tiga perahu.
Itu tak disukai oleh para kolegaku.
-Tidak. -Ini dia.
Aku benci perahu...
Aku dari Birmingham, sudah kujelaskan,
yang paling jauh dari laut di Inggris.
-Penuh kanal! -Tak suka perahu!
Orang Birmingham selalu bilang,
"Venesianya Utara."
Orang Venesia bilang "Kami Birminghamnya Selatan."
Kanal hanya untuk batu bara.
Itu pun tak mau. Aku dari Birmingham.
Tak suka ski dan perahu. Titik.
-Aku mau acara mobil. -Ya.
Bukan acara masak, restorasi lukisan, dan bukan perahu.
Tak suka. Perahu tak bisa dipercaya.
-Itu kata tepat. -Tak percaya kendaraan
yang pindah tempat
dari terakhir diparkir, masalah pertama.
Bisa tenggelam. Mobil tidak.
-Apa kata pemirsa nanti? -Apa?
-Tak ada... -Tonton Jamie Oliver,
pikir, "Aku suka acara masaknya!
"Dia melukis dengan cat air."
Kita pernah di lori! Juga di sepeda motor.
-Lori kendaraan! Di darat! -Di kuda pilar.
-Kendaraan darat. -Itu berjalan lancar.
Apa pun itu, jangan berfokus
ke prasangkamu, karena tantangannya
sebetulnya cukup sederhana.
Kita di sini, ya? Dekat Siem Reap, sebelah utara Kamboja,
dan harus pakai
banyak jalur air. Tak semuanya.
Harus cari jalur melalui ini ke Vung Tau,
di bagian bawah delta Mekong
di Vietnam.
Namun, ada satu masalah kecil.
Sudah kubilang, aku bukan ahli perahu,
tetapi, tak ada air?
-Tak ada. -Apa jembatan apung itu...
Itu tempat pertemuan Tn. Wilman?
-Ya. Sekarang, di lapangan. -Dia bodoh?
Masalahnya,
airnya tak cukup untuk tenggelamkan penyihir.
-Tidak. -Coba kita cari kendaraan
dan cari perairan? Naik perahu dari sana.
Betul.
Setelah menemukan kendaraan, kami mulai mencari.
Betapa memalukannya.
Namun, sejalan dengan zaman.
Benar sekali!
Ada pemanasan global, perubahan iklim.
Jika memandu acara mobil sekarang, akan terasa konyol.
-Mobil sial, dasar gila -Astaga!
-Kau kenapa, Gila? -Orang gila egois!
Tabrak dia! Mobilnya!
Orang gila!
Beberapa km yang melelahkan kemudian,
sungai itu masih kosong dengan menyedihkan.
Masalah kita, ini bulan Juni,
dan seharusnya di sini hujan. Amat lebat.
Turun terus-menerus.
Namun, tidak. Sudah berbulan-bulan.
Saat kami tiba di desa nelayan,
besarnya masalah kami jadi jelas.
Rumah-rumah ini, sebagaimana terlihat, di atas egrang
sebab seharusnya ada sungai di situ.
Berhenti di sini. Lihat.
Itu tingkat airnya.
Betul-betul habis, ya?
Itu pun bukan hanya kesalahan perubahan iklim
karena ada masalah lain.
Tiongkok.
Mereka membendung sungai yang mengisi sistem perairan di sini.
Tak masuk akal, diam di sini
di rumah egrangmu, tanpa ada airnya
mengetahui Tiongkok curi airmu?
-Dunia yang lucu, ya? -Yang lucu...
Tidak, lucunya,
Tiongkok buat pembangkit tenaga batu bara, tiap 20 menit,
dan semua teriak,
"Kalian bunuh planet!"
Saat buat bendungan listrik hidro ramah lingkungan,
semua teriak, "Lihat! Kalian membunuh planet!"
Akan bagus jika tak usah mencuri air orang.
Namun akhirnya, kami menemukan danau.
-Lihat itu. -Halo!
Namun, begitu meluncurkan perahu dan menuju ke jembatan apung terdekat,
musim hujan datang
dengan amat dahsyat.
Ya Tuhan!
Aku tak tahu cara parkir perahu. Jujur.
Mencoba parkir.
Berhentinya bagaimana? Kucoba lagi.
Tunggu. Mesinku... Tidak, sekarang aku...
Ya. Sepertinya tadi berjalan lancar.
Betul.
Berhenti bergerak-gerak!
Kau sudah kuparkir!
Aku tadinya akan lompat dari perahu dan bilang,
"Baru dari Miami Vice..."
Perahu. Tajam, artinya, itu perahu yang cepat...
Kakiku tersangkut.
Di titik ini, Jeremy muncul dari kegelapan.
Sebab cuma dia yang bisa menyetir perahu di tim ini,
aku mengira ketibaannya akan lebih mulus.
Kita mulai. Memarkirkan PBR.
Tidak!
Tidak!
Cerdas!
Anginnya amat kencang.
Aku akan mundur.
Tidak, bukan...
Amat tak terkendali.
Sudut ini lebih baik.
Baik!
Tolong ambil tambang itu?
Bisa menarikku?
Tolong tarik aku.
Ini bukan waktunya bercanda!
Kita melakukan pekerjaan berbahaya!
Syukurlah kau tiba, karena tampaknya akan hujan.
Sial!
Apa?
Perahu dari film Apocalypse Now?
Memang itu! PBR. Perahu Patroli, Sungai. Mark dua.
Apa itu tepat? Kita akan ke Vietnam.
-Tak bisa pakai itu. -Bisa!
Karena, mungkin kau tak tahu, tetapi, Vietnam menang.
Jadi, mengemudikan itu
melalui Vietnam seperti di Old Trafford,
tempat Manchester United main,
pakai baju Charlton Athletic. Tak apa, kau pecundang.
-Ya? -Mereka tak keberatan.
Kau percaya itu?
Apa itu... Itu perahu Scarab?
Ya.
Hammond, kau tak sengaja memilih perahu yang cukup bagus.
-Apa? -Jika di perairan antarpantai
-di Miami. -Kau paham, itu keren.
Ada dua mesin V8 di dalamnya.
Ada dua mesin V8 di dalamnya.
Tenaga kudanya?
Total 850 tenaga kuda, 425 tenaga kuda per mesin.
Terlalu banyak.
Kau punya apa?
Tiap sisi 350 tenaga kuda.
-Total 700. -Delapan ratus lima puluh.
Ya, tetapi itu lebih baik.
-Tidak! -Menurutmu, May bagaimana?
-Tenggelam. -Mungkin. Kalau beruntung.
Segera, keterlambatannya jadi masuk akal.
Dia datang dari abad ke-18.
Lihat itu!
Itu hal yang paling tak pantas di dunia!
Apa yang dia pikirkan? Seberapa tua benda itu?
James, sekitar 60?
Tambang ini siap.
Tunggu, itu mundur. Kenapa?
Perahu yang amat tak bisa diharapkan.
Itu punya satu kenop dan satu kemudi.
Ini dia datang. Dia mencoba teknik baru.
Tiang benderanya rusak.
-James? -Ya?
Itu hal paling tak pantas yang pernah kulihat.
-Maksudnya? -Itu sungguh
tak dirancang untuk tempat kita ini.
Itu perahu sungai.
-Untuk pelesir. -Kita di danau.
Ya, tetapi akan ke sungai, dan danaunya tenang.
-Tak badai atau apa pun. -Sungguh?
Mesin V8 besar?
-Tentu tidak. -Apa itu?
Diesel empat silinder.
-Tenaganya? -Ya.
Sebesar 99 tenaga kuda.
Kapan perahumu dibuat?
Tahun 1939.
-Tunggu, usianya 80 tahun? -Ya.
-Itu 80 tahun? -Lebih tua dari Perang Inggris.
-Jadi, itu antik. -Antik, betul.
-Apa itu... -Kau berlayar dengan lemari?
-Kurang lebih. -Harganya?
-Harganya 16.000 pound, termasuk... -Apa? Itu 16 ribu?
Itu... Seharga Ford Focus.
Dengan mesin baru.
Benda vulgar yang tak sudi kulihat itu milikmu?
-Ya. -Berapa harganya?
Dua puluh tiga.
-Ya? -Masuk akal.
Harga perahu raksasa 23...
-Itu 23 ribu pound? -Ya.
-Berapa itu? -Apa?
-Beli di tempat rongsokan? -PBR?
-Punyaku? Berapa? -Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.