Prvních 200 řádků.
Instalasi ini dibuat dari
...peninggalan Konstantinopel saat Perang Punisia (Punic ) pertama
pada tahun 264...
Benar, perang kemaluan (pubic) pertama, perang terseksi yang pernah ada.
Hai, Dr. Albrin Einstibe.
Aku punya pertanyaan penting tentang Yunani kuno.
- Boleh kita bicara? - Tentu, Doktor...
Kau bilang Einstibe?
Ya, itu nama keluarga
- Ada apa? - Kapten Holt mengirimku..
Ikuti aku. Teorimu keliru.
Orang Yunani tidak menunggangi Kuda Trojan.
- Pakai ini. - Pakai topi, saat kerja?
- Orang akan anggap aku gila. - Pakai saja.
- Kevin, Dr. Einstibe. - Ah, Profesor McGonagall.
- Kenapa Boyle terlihat seperti aku? - Shh!
- Masuk. - Tapi...
Masuk!
- Profesor - Murid.
Halo, Kevin. Ini aku, Raymond Holt.
Kita perlu ke tempat yang aman. Hidupmu dalam bahaya.
Suami Kapten Holt sudah kita amankan. Saatnya membahas rencana selanjutnya.
Maksudnya membahas Kevin.
Cuma memastikan.
Kevin di rumah aman dengan Kapten Holt.
- Sampai kapan? - Divisi Kejahatan Berencana
...berusaha menangkap Seamus Murphy sejak lama dan tinggal selangkah.
Perkiraannya satu atau dua bulan lagi.
Maksudmu, Kevin harus menunggu?
Kalian tidak peka, ya? Tadi itu lucu.
Oke, dua bulan di rumah aman itu sulit.
Tidak sulit. Aku pernah tidak keluar apartemen 3,5 bulan.
- Itu saat Bunheads berhenti tayang? - Kenapa diungkit?
Kenapa tak taruh Kevin di WITSEC saja?
Komplotan Murphy bunuh 3 saksi di perlindungan federal.
Kapten tak mau ambil risiko.
Kita akan bergantian jaga Kevin.
Tidak, biar aku saja.
Itu salahku Murphy mengincar Kevin.
Kapten Holt pernah membantuku, kini giliranku balas budi.
Kita semua sibuk tapi ini gilranku balas budi.
Ini saatnya aku balas budi, Terry.
Kau akan terkurung di rumah aman,
jauh dari kami selama dua bulan? Sinting.
- Katamu tidak sulit. - Ini sinting, Gina.
Santai, aku masih bisa menghubungi kalian.
Aku tetap bisa menghubungi dunia luar.
Katakan selamat tinggal pada dunia luar. Kau di rumah aman, HPmu kusita.
- Kenapa? - Internet, jaringan telepon,
- mudah untuk dilacak. - Serius, tanpa HP?
Bagaimana aku menghabiskan waktu?
Belajar bahasa asing.
Tak mau.
Aku juga terkejut dengan aturan tanpa internet.
Tadinya ingin kupakai waktu melakukan penelitian untuk buku baruku.
Tapi ternyata tak bisa.
Maaf, ini demi keselamatanmu.
Peralta, kuajak keliling rumah ini.
Ini ruang tamu.
- Oh. - Berhenti!
Kau memasuki zona terbuka. Seseorang bisa melihatmu dari jendela.
Tutup saja tirainya.
Di siang hari? Itu malah mencurigakan.
Tirainya hanya boleh ditutup saat malam.
Kalau mau ke ruang tamu, kau harus merangkak.
Perhatikan.
Itu berlebihan.
Memang harus berlebihan untuk melindungi suamiku supaya tidak tertembak di kepala.
Aku berlebihan. Kevin, kemari.
- Silakan tertembak. - Tidak, baiklah.
- Kami merangkak. - Terima kasih.
Ini salah satu tempat di mana kau bisa berdiri bebas seharian.
Kau bisa bergerak bebas dalam kotak ini.
Wow, jadi cuma bisa bebas di sini?
Tanganmu bisa terlihat dari jendela ruang tamu.
- Kau membunuh Kevin. - Raymond...
Aku tak bisa mendegarmu, Kevin. Kau tewas.
Dia berdarah di pangkuanmu. Mau bilang apa kepadaku?
- Kita tak perlu melakukan ini. - Detektif Peralta, bagaimana Kevin?
Tunggu, kenapa kau di sini? Tengah malam begini, itu darah siapa?
- Oke, aku paham. - Itu darah Kevin? Oh, hancur hatiku.
Lalu aku bunuh diri.
Baiklah. Sepertinya ini akan jadi dua bulan yang menyenangkan.
MINGGU PERTAMA
Tak bisa online, kubawa koleksi DVD-ku.
- Kau suka filmnya Nic Cage? - Aku tak tahu siapa itu.
Hanya aktor terbaik sepanjang masa.
Seperti apa film-filmnya?
Oke, salah satunya tentang FBI yang menemukan teknologi ganti wajah.
- Tak tertarik. - Ada juga yang satu pesawat
- penuh dengan tahanan. - Tidak.
Di belakang Deklarasi Kemerdekaan AS ada peta harta karun rahasia.
- Stop! - Tapi itu yang paling ilmiah!
MINGGU KETIGA
Syukurlah, Kapten Holt mengizinkanmu berkunjung.
- Aku merindukanmu. - Aku juga.
Apakah ada cara supaya kita bisa agak sedikit leluasa?
Anggap saja aku tak ada di sini. Kau tahu aku seperti apa.
MINGGU KELIMA
Ini kau pasti suka. Nic Cage jadi seorang ahli kimia.
Menarik, teruskan.
Yang harus menyelinap ke penjara Alcatraz...
Tidak jadi!
Apakah tak ada aktor lain?
MINGGU KESEMBILAN
Ini Kapten Holt.
-Halo, Kapten. -Dan... kalian berdua tewas.
Kau tidak menanyakan kata kunci.
Bagaimana jika aku ternyata pembunuh bayaran pakai topeng karet?
Atau kau pakai teknologi ganti wajah.
Apa?
Aku bosan, lalu menonton satu film yang dibawa Peralta.
Tidak. Kutonton semua filmnya. Termasuk pria dengan tengkorak yang menyala.
Ghost Rider dan Ghost Rider 2.
Keduanya seru.
- Ya, aku perlu bantuanmu, Raymond. - Aku datang bawa berita bagus.
Temanku di Unit Kejahatan Berencana bilang kasus Murphy dituntaskan malam ini.
- Oh, benarkah? - Kau serius?
Maksudmu ini akan segera berakhir? Peralta, bersiap.
Kumpulkan semua, kita akan menonton penyergapan live
dan mengadakan pesta
"Tie a yellow ribbon round the old oak tree,
'cause this boy's comin' home."
Con Air.
Kenapa aku begini?
Ya, manusia.
Manusia-manusia nyata selain Kevin.
- Aku ingin menyentuhmu. - Tingkahmu aneh.
Maaf. Aku lupa caranya jadi manusia.
Oh, Charles! Aku rindu suaramu. Aku ketinggalan kabar apa di Nine-Nine?
Neneknya Terry sakit, dirawat di rumah sakit berbulan-bulan.
Kasihan sekali.
Mauku cerita-cerita lucu di kantor.
Scully menduduki pai ceri dan dia tak tahu selama enam jam.
Bungkusnya menempel di bokongnya.
Nah, itu. Ada fotonya?
Jujur saja, aku tak melihatnya. Aku ke pemakaman neneknya Terry.
Diam semua. Siaran dimulai, penyergapan dimulai 60 detik lagi.
Satu menit lagi, Kevin dan aku bisa meninggalkan tempat terkutuk ini.
Meski tetap bermimpi buruk.
Mimpi buruk itu akan terus ada.
Wah, tampaknya cukup serius?
Ya. Tempat ini seperti neraka.
- Oke. - Mereka sudah mulai.
Bravo team bersiap.
Seru. Seperti Ellen menonton produsernya masuk rumah berhantu.
- Bobol, bobol! - Mereka masuk.
- Tidak ada orang di sini. - Rumahnya kosong!
Tidak. Di mana Seamus?
Aku tak paham, ini apa?
Pasti ada yang membocorkan.
Penyergapan gagal, Murphy masih berkeliaran.
- Jadi... - Semua, merunduk!
Oh tidak, aku menduduki pai lagi.
Sialan! Sekalian saja duduk di pai dari awal.
Divisi Kejahatan Berencana
sedang memburu Murphy. Kita jangan diam saja.
Diaz, sampai mana penyelidikanmu?
Mereka bilang pacar Seamus, Nikki bekerja di salon rambut di Bay Ridge.
- Bagus, profesi murahan. - Hei, pacarku juga penata rambut.
- Kau menduakan mantan istrimu dengannya. - Kau cerdas.
Nikki takkan bicara pada polisi. Harus ada yang menyamar jadi pelanggannya.
Buat dia mengoceh, bergosip.
Aku saja. Aku ahli gosip.
Bisa dapat apapun dari siapapun.
- Kau tak bisa menyamar, kau bukan polisi. - Bukan polisi? Karena tak punya lencana?
- Jadi polisi itu yang penting jiwanya. - Tentu tidak.
Diaz, misi ini milikmu.
Aku memang suka rambutku dipegang-pegang.
Maaf, kau tak punya pilihan. Bubar!
Sebenarnya, aku juga punya petunjuk.
Aku menemukan tempat pencarikan kertas yang dipakai perusahaan Murphy.
Kuperoleh carikan kertas mereka. Kita bisa menyusunnya kembali.
Bagus, berapa banyak?
Lumayan.
Oh, sial.
Menurut Divisi Kejahatan,
Murphy menghilang, tak ada petunjuk.
Bagus. Kalau dia kabur, berarti sudah lupa dengan Kevin.
"Kalau jadi umpan dan dilempar ke hiu, kau bisa selamat," kata si umpan yang sekarat.
Selama Murphy masih berkeliaran, dia masih ancaman.
Jadi aku akan terkurung di sini selamanya dengan penjagaan ketat?
- Tidak - Syukurlah.
Penjagaannya akan lebih diketatkan lagi. Tak boleh cari udara segar.
Tapi, kami perlu udara segar.
Aku seperti isian dari... apa itu yang sering kau makan?
- Pizza bagels? Pizza rolls? - Bukan.
- Pizza poppers? Pizzaritos? - Bukan.
- Pizza pockets? - Nah.
Sampai kapan aku hidup seperti isian pizza pockets?
Tinggal beberapa minggu lagi saja. Aku berusaha jujur.
Raymond, kumohon beri aku waktu dua jam
ke perpustakaan mengerjakan buku baruku, cuma dua jam. Cukup itu.
Kutemani dia, menjaganya aman.
Tidak. Anak buah Seamus bisa mengintai dari rak.
- Itu mustahil. - Tetap saja, tak kuizinkan.
Baiklah, ternyata kita tidak sepaham.
Aku pergi dulu.
Maaf, kau harus menyaksikan pertengkaran ini.
- Itu tadi bertengkar? - Masa tak lihat?
No comments yet. Be the first to leave one.