Prvních 153 řádků.
Eh.
Aku bukan...
Namaku Fizel, calon suster di Gereja Axiom.
Lalu, ini sesama calon suster juga.
Aku Linel.
Jadi, apa penyusup dari Tanah Kegelapan yang kami dengar itu adalah kalian berdua?
Aku tak ahli berhadapan sama anak kecil.
Kuserahkan ini padamu.
Jadi, kami...
Sebenarnya kami berasal dari wilayah manusia.
Tapi soal kami penyusup itu, tak salah, sih.
Apaan coba, kok mereka mirip seperti manusia biasa sih, Nel?
Tak ada tanduk sama ekornya, tahu.
Aku sudah bilang kalau itu penggambaran dari buku!
Yang seenaknya menyimpulkan itu kau, Zel!
Eh...
Apa kalian tak bakal dimarahi kalau bicara sama kami?
Pagi ini, semua pendeta, suster, dan murid lain
diperintahkan untuk mengunci diri di kamarnya masing-masing.
Jadi, sekalipun kami mengobrol sama penyusup takkan ada yang tahu!
Mereka manusia, lo?
Ya, manusia.
Katanya kalian sudah dimasukkan ke penjara, tapi berhasil putuskan rantainya dan kabur
apalagi sampai bisa kalahkan dua Kesatria Perbawa
kukira kalian makhluk dari Tanah Kegelapan
atau Kesatria Kegelapan yang menyerbu ke sini, makanya kami penasaran.
Kalau begitu, yang terakhir, boleh kami tahu nama kalian?
Namaku Eugeo.
Dan yang di belakangku ini, Kirito.
Tak ada nama panjang?
Tidak, kami anak dari desa kecil soalnya.
Apa kalian juga sama?
Tidak.
Kami punya nama panjang, kok.
Nama lengkapku adalah Linel Synthesis Twenty Eight.
karenai tsuyoi omoide kagayaku Pride
kupunyai kebanggaan yang bersinar abadi bersama semangatku
unmei ni aragatte yuke
dan kan terus melawan takdir hingga akhir
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
kimi no koe ga todokanai basho de ha
di suatu tempat di mana suaramu tak menggapaiku
daremo oshiete kurenakatta yuganda Rule
kulawan aturan yang tak dikatakan seorang pun padaku
osanai koro ni tsuyoku negatta
perjalanan demi temukan kebenaran
yume no arika wo sagasu tabi ha hajimatta bakari
dari mimpi masa kecil kita yang indah baru saja dimulai
nageita jikan ha mou iranai
waktuku tak boleh kusia-siakan dalam ratapi nasib
genkai no kabe wo ima sugu kowashite
saatnya tuk lewati batasan diriku
karenai tsuyoi omoide kagayaku Pride
kupunyai kebanggaan yang bersinar abadi bersama semangatku
donna itami ni fureta to shitemo kawaranai kioku
mau kupahami rasa sakit ini pun ingatanku takkan berubah
shikai wo hirogete mitsuketa chikai wo daite
sumpah ini kudekap saat pikiranku terbuka
kumori naki me de eranda michi wo kimi ni tsunagu kara
karena jalan tak pasti ini telah kupilih tuk menuju padamu
koe wo hibikasete
membuat suaramu jadi terdengar
unmei ni aragatte yuke
dan kan terus melawan takdir hingga akhir
proud of myself
bangga akan diriku
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Jajaran Kesatria
Euge...
Dan aku, Fizel Synthesis Twenty Nine.
Kalian...
Kesatria...
Tak perlu setakut itu kok, Kak Eugeo!
Ini hanya racun pelumpuh, kok.
Lagian, yang berbeda hanyalah kalian akan mati di sini atau di lantai 50.
Kau pasti penasaran, 'kan?
Kenapa dua anak kecil seperti kami bisa jadi Kesatria Perbawa?
Kami ini lahir dan dibesarkan di katedral.
Administrator memerintahkan para pendeta dan suster untuk ciptakan kami.
Demi lakukan eksperimen untuk kembalikan
nyawa yang hilang dengan Seni Mulia Pembangkit.
Kami terima tugas Panggilan dari umur 5 tahun.
Tugasnya adalah saling membunuh.
Kami pun diberikan pedang yang mirip mainan
dan kami dipasangkan untuk saling menusuk satu sama lain.
Seni Mulia Pembangkit milik Administrator pada awalnya sama sekali tak bekerja, 'kan?
Ada anak yang meledak berceceran
ada juga yang jadi segumpal daging aneh.
Sampai ada yang hidup kembali, tapi malah jadi orang yang berbeda!
Kami berdua tak mau rasakan sakit dan gagal hidup kembali
jadi, kami lakukan penelitian bersama.
Lalu jadi tahu, kalau kita membunuh dalam satu serangan, rasa sakitnya akan berkurang
sehingga kemungkinan bangkit kembalinya jadi lebih tinggi.
Tapi
cara menyerangnya yang kami bingung.
Kalau saja kami bisa tebas kepala atau menusuk jantung secepat mungkin...
Tapi pada akhirnya, tetap saja sepertinya sangat sulit untuk kuasai mantra kebangkitan
dan di saat kami berumur 8 tahun, eksperimen pun dihentikan.
Pada awalnya ada 30 orang lebih, tapi pada akhirnya hanya tersisa kami berdua.
Lalu, karena kami berhasil bertahan hidup
Administrator secara khusus jadikan kami Kesatria Perbawa.
Tapi katanya kami masih kurang pengetahuan kalau dibandingkan Kesatria Perbawa yang lain
jadi, selama dua tahun terakhir kami belajar berbagai aturan dan Seni Mulia.
Jujur, kami sudah muak.
Saat kami sedang berdiskusi bagaimana cara dapat naga dan Objek Bertuah sendiri
ada peringatan kalau katedral sudah disusup oleh makhluk dari Tanah Kegelapan.
Jadi, kami pikir, kalau berhasil menangkap dan membunuh mereka sebelum yang lain
Administrator pasti bakal jadikan kami Kesatria Perbawa secara resmi
makanya kami tunggu di tangga.
Maaf ya, sampai gunakan racun segala.
Soalnya kami mau bawa kalian ke lantai 50 dalam keadaan hidup.
Oh, tapi tenang saja.
Kami ini sangat ahli dalam membunuh, kok!
Jadi, takkan terasa sakit!
Yang berdiri di sana adalah para anggota dari Empat Pusaran Pedang
bersama dengan Wakil Komandan Fanatio Synthesis Two.
Kalau sampai Tn. Fanatio sang Bilah Penusuk Surga sampai repot-repot muncul kemari
pasti para dewan lebih panik dari yang kita duga.
Apa yang para murid seperti kalian lakukan di medan perang terhormat para kesatria ini?
Omong kosong!
Karena kalian bawa tradisi dan kehormatan dalam pertarungan itulah
Kesatria Perbawa yang hebat sampai kalah dua kali!
Tapi tenang saja.
Demi cegah Kesatria Perbawa mempermalukan dirinya lebih dari ini
kami sudah tangkap penyusupnya untuk kalian!
Dan sekarang, kami akan penggal kepala para penyusup ini
jadi, tolong perhatikan baik-baik dan laporkan pada Pendeta Tertinggi!
Kesatria Perbawa yang terhormat takkan curi jasa yang sudah kami perbuat, 'kan.
Kok bisa?
Badanku kaku.
Efeknya akan hilang sebentar lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.