Prvních 200 řádků.
Nirwana begitu tinggi nan jauh sekali
Ten takaku haruka kanata he
Menjulang tinggi anak tangga yang kutanjaki bersama perasaan ini
Sobietatsu kaidan wo miageidaku kono omoi wo
Takdir yang tak dapat dilawan
Sakerarenai Destiny
Hingga ini berakhir, segalanya akan kupertaruhkan
Kono mi hateru made subete wo kakete
Tak kulepas dirimu, tak kulepas dirimu
Never let you go, never let you go
Perjalananku kan berlanjut hingga cahaya menerangi
Saranaru hikari ga terasu made I go
Bisa beri tahu?
Can you tell me?
Sampai di mana kita bisa hidup?
Doko made oretachi ga ikeru ka tte
Sampai tak seorang pun tahu tingkatan yang kita capai?
Daremo ga shiranai Level mezashite iku
Jawaban ini buktikan kita menanjak dengan sepenuh jiwa
Kotae nara kono mi de shoumei noboritsume zenshin
Lampaui lagi tantangan yang kan datang
Hade ni mata chousen shite koeru tsuukaten
Ya, cuma perlu dihadapi saja
Yeah, norikoete iku dake
Bukan mustahil bepegangan tangan satu sama lain
Tagai ni tetori kaeru fukanousa he
Walau sesuatu terjadi, kita takkan berhenti
Tatoe dou nattemo tomaranai
Siap melawan
Ready for fight
Tetap teguh ialah bukti perkataanku
I’ll be last one that standing
Nirwana begitu tinggi nan jauh sekali
Ten takaku haruka kanata he
Menjulang tinggi anak tangga yang kutanjaki bersama perasaan ini
Sobietatsu kaidan wo miageidaku kono omoi wo
Takdir yang tak dapat dilawan
Sakerarenai Destiny
Hingga ini berakhir, segalanya akan kupertaruhkan
Kono mi hateru made subete wo kakete
Tak kulepas dirimu, tak kulepas dirimu
Never let you go, never let you go
Perjalananku kan berlanjut hingga cahaya menerangi
Saranaru hikari ga terasu made I go
Tak ada jalan kembali
No turning back
Maju saja
Go up
Jangan lihat ke belakang
Furikaerazu
Lihat ke atas langit, dan teruskan
Look up in the sky, keep up
Maju saja
Go up
Tak kulepas dirimu, tak kulepas dirimu
Never let you go, never let you go
Perjalananku kan berlanjut hingga cahaya menerangi
Saranaru hikari ga terasu made I go
Sang Raja Menara, Jahad.
Orang pertama yang menaiki Menara.
Seorang Raja Agung yang membentuk kerajaan ini.
Lalu, ada wanita yang dapatkan pemberian khusus dari Jahad.
Mereka disebut sebagai Putri Jahad.
Para Putri yang dikumpulkan dari seluruh Menara,
bukanlah anak kandung Jahad, dan tak punya hubungan darah.
Setelah terima kekuatan Jahad, mereka dilarang lakukan hal tertentu.
Mereka tak boleh berhubungan badan, serta melahirkan anak.
Itu untuk mencegah penyebaran kekuatan yang mereka terima.
Putri-putri itu seperti sepatu yang dipajang di toko milik Raja.
Indah, tapi takkan dipakai siapa pun.
Terkadang, terdapat sepatu yang keluar dari tempatnya.
Kau temukan permata yang indah, ya.
Putri kecilku.
Sepertinya kau salah paham.
Yang melanggar perjanjiannya adalah mamamu.
Diam!
Itu pelanggaran yang sangat besar.
Dengan melahirkanmu serta sebarkan kekuatan Raja.
Pelanggaran? Itu bodoh sekali!
Benar juga.
Orang yang tak pernah bekerja keras sepertimu takkan mengerti.
Aku tak pernah bekerja keras?
Yang benar saja!
Itu benar, 'kan?
Kau dapatkan kekuatan hanya dengan dilahirkan oleh Kak Anaak!
Aku bekerja dengan sangat keras demi jadi Putri Jahad!
Benarkah? Kalau begitu, kerja bagus untukmu.
Sampai jumpa, Tante!
Tolong aku!
Aku akan jatuh dan mati!
Lepaskan!
Tolong, satu-satunya keponakanku!
Aku masih punya tante-tante yang lain!
Aduh!
Matilah!
Ikutlah bersamaku, Keponakanku!
Dasar sialan!
Permainan sudah berakhir.
Ini buruk sekali!
Kakiku pasti patah!
Diam, Bodoh.
Kalau kakiku yang indah terluka, aku takkan memaafkanmu.
Kaki yang indah?
Maksudmu batang kayu itu, Nenek Tua?
Nenek tua? Sebutan jelek untuk orang secantik aku?
Jangan berisik. Sakitku akan makin terasa.
Eh.
Apa?
Ini soal kakak...
Kenapa kau peduli soal mamaku?
Jangan menyelaku.
Dia sangat baik kepadaku ketika aku baru jadi Putri.
Eh, beri tahu aku.
Apa kakak tak pernah sekali pun menyesal?
Dengarkan ini.
Apa pun yang terjadi jangan sampai lepaskan tangan paman.
Mama pasti akan menyusulmu.
Karena kau anak yang baik.
Jangan menangis, kau adalah anak yang baik.
Sini.
Sudah.
Pergilah.
Ini sudah cukup!
Kalau kau tak menurut, Mama akan marah!
Ini untukku?
Mungkin, tak pernah.
Aku minta maaf.
Karena selalu bertengkar papa.
Tak apa, teruslah bertengkar.
Eh?
Karena setiap bertengkar, papa selalu membuat pai ayam.
Ada-ada saja.
Itu yang aku percayai.
Ah.
Kau sudah buat beberapa kemajuan, ya.
Terima kasih banyak.
Lozeal juga.
Terima kasih.
Selanjutnya, Yoru dan Grey.
Baik.
Yoru.
Pengendalianmu masih sedikit kurang, tapi itu tak buruk.
Terima kasih.
Selanjutnya, Grey.
Lauroe!
Akhirnya aku berhasil mengenai balon itu.
Itu semua berkatmu, Lauroe.
Berkat Lauroe?
Ya.
Dia mengajariku beberapa trik.
Ha?
Kemarin, aku berutang kepadanya.
Bantalmu?
Mungkin ada di situ.
Kau ingin aku jadi model di Menara ini?
Ya, aku tahu.
Bantalku sudah tercemar.
Lauroe.
Tidurku yang nyenyak.
Ini terlihat aneh, tapi bisa jadi pengganti bantalmu.
Dan yang ini akan aku bersihkan.
Oh, begitu.
Oi, Yoru!
Khun!
Apa kau sudah dengar?
Mendengar apa?
Tak seperti dirimu saja, Lauroe.
Dengan membantu musuh.
Apa itu tak boleh?
Bukankah aku sedang bantu yang lemah, ya?
Tak juga.
Apa kau baik-baik saja?
Maksudmu seperti apa?
Sial!
Endorsi dan Anaak?
Ya, kemarin mereka bertarung dan sekarang mereka sedang cedera serius.
Bertarung? Padahal mereka sama-sama Putri Jahad.
Karena sama-sama Putri, mereka bertarung.
Itulah yang terjadi ketika terlalu bergantung kepada Raja.
Dan juga, hubungan mereka berdua juga terlihat rumit.
Bagaimanapun, mereka tetaplah bodoh.
Bodoh? Aku tak suka itu.
Kalau ingin bertahan,
kau harus bisa kalahkan orang lain.
Membahayakan diri sendiri karena punya kekuatan berlebih,
itu tak lebih dari bodoh.
Tapi...
Melihat teman sendiri gugur, akan sangat menyedihkan, bukan?
Shibisu!
Apalagi kalau orang yang sangat dekat sepertiku,
akan gugur, bukankah itu menyedihkan!
Apa ujianmu tak berjalan dengan baik?
Tinggal sedikit lagi.
Batasnya hari ini!
Sudah tak ada waktu lagi!
Maaf, ini semua salahku.
Jangan berkata sedingin itu!
Kita kan teman.
Apa tak ada yang bisa kita lakukan?
Yoru?
No comments yet. Be the first to leave one.