Prvních 200 řádků.
Dengar, ya. Selagi kamu diberondong peluru,
aku akan mengalahkan musuh.
Oi, Detektif Hebat.
Jangan buat rencana yang bisa mendekatkanku pada ajal.
Tenang saja.
Aku punya tanggung jawab untuk menghapus
riwayat pencarian komputermu.
Tunggu!
Eh? Kamu lihat?
Kamu melihat riwayat pencarian komputerku?
Dia detektif yang bertarung melawan dunia.
Aku yang jadi asistennya Siesta,
berdua bersamanya,
aku menjalani drama petualangan selama 3 tahun.
Hari-hari menyilaukan itu sudah berlalu satu tahun.
Aku yang sudah jadi murid SMA kelas 3
mulai memasuki keseharian normal
dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Apa kamu rela?"
Rela saja.
Aku tidak merepotkan siapa-siapa.
Benar, 'kan?
Si detektif sudah mati.
Kamu si Detektif Hebat itu?
Sekarang ...
(Episode 2 - Sekarang, Selamanya, Selalu Kuingat)
... aku diancam perempuan tak dikenal.
Bahkan, aku tidak tahu alasannya sama sekali.
Jangan diam saja. Jawab aku.
Kamu si Detektif Hebat yang dirumorkan, Kimizuka Kimihiko?
Detektif ....
Sudah setahun aku tidak mendengar itu.
Kata yang tidak mengenakkan.
Kamu salah orang. Permisi.
Tunggu!
Kalau tidak serius menjawab,
aku akan menyentuh uvulamu tanpa ampun!
Kamu Kimizuka Kimihiko, 'kan?
Jawab dengan suaramu!
Ih, parah banget.
Kamu membasahi jari gadis yang baru kamu temui dengan air liurmu.
Apa-apaan ancaman absurd ini?
Aku sedang dihukum apa, sih?
Ah, begitu.
Benar juga.
Kamu ingin dipeluk, ya.
Eh?
Tidak! Tidak! Tidak!
Apa yang kamu mau sejak tadi?
Sayang sekali.
Padahal, aku mau bermain denganmu lebih lama.
Jangan menempelkan tubuhmu begitu kalau cuma main!
Jangan dempetkan dadamu ke cowok tak dikenal!
Natsunagi Nagisa.
Bisa tidak kamu cuci tangan dulu?
Aku datang karena punya permintaan padamu.
Aku sedang mencari orang.
Kamu si Detektif Hebat itu, 'kan?
Sayangnya kamu salah orang.
Salah orang?
"Kelompok Penipuan Ditangkap! Atas Bantuan Laki-laki SMA!"
"Pencari Piaraan Profesional."
"Pengumpulan Informasi Penyerangan oleh Pemuda K."
"Muncul Pria Penyelamat!"
Jika kamu membantah bukan Detektif Hebat,
lantas kamu ini siapa?
Kamu bilang mencari orang, 'kan?
Kamu mau menerima pekerjaan detektif ini?
Aku tidak bisa jadi detektif.
Tapi ....
Tapi?
Akan kuterima kalau jadi asisten.
Apaan maksudnya?
Jadi, kamu mencari siapa?
Kamu ....
Aku ingin kamu mencari tahu siapa orang yang sedang kucari.
Ha?
Bagaimanapun caranya, ada orang yang harus kuajak bicara.
Tapi, aku tidak tahu itu siapa.
Umur, jenis kelamin, tempat tinggal ...
... sama sekali tidak aku mengerti.
Orang tak dikenal yang dicari Natsunagi.
Mari kita panggil dia "X".
Apa kamu tidak punya petunjuk apa-apa tentang X?
Tidak.
Aku tidak mengerti kenapa aku terobsesi dengan X.
Tapi, pada satu waktu, aku jadi ingin bertemu X.
Itu terjadi kurang lebih kapan?
Setahun lalu.
Apa yang terjadi setahun lalu?
Aku mengambil nyawa orang saat sekarat.
Tidak, aku menerimanya.
Detak jantung yang kamu dengar di ruang kelas,
itu bukan milikku.
Transplantasi jantung, ya?
Aku punya masalah jantung sejak kecil,
aku keluar-masuk rumah sakit sembari menunggu transplantasi.
Setahun lalu, akhirnya ada pendonor yang bersedia.
Aku pun jadi bisa operasi transplantasi jantung.
Sejak saat itulah ...
... keberadaan X mulai berkecamuk di otakku.
Begitu.
Transfer ingatan.
Identitas X yang dicari Natsunagi ...
... adalah orang yang ingin ditemui mantan pemilik jantung itu.
Mana mungkin.
Jika kamu sanggah,
lantas kenapa kamu membicarakan transplantasi jantung?
Eh?
Fenomena transfer ingatan belum bisa dibuktikan secara ilmiah.
Ada beberapa kasus yang terjadi karena operasi donor organ.
Misalnya, makanan yang kamu benci jadi kamu sukai
atau merasa familier dengan tempat yang belum pernah kamu datangi.
Lalu, maksudnya apa?
Bukan aku yang ingin bertemu X,
tapi jantung ini yang ingin bertemu X?
Kemungkinan begitu.
Jadi, identitas X adalah
keluarga, kekasih, atau teman pendonor di kehidupan sebelumnya.
Kira-kira di antara itu.
Begitu.
Yah, untunglah cuma begitu.
Dengan begini masalah ini sudah selesai.
Ha? Kamu mau ke mana?
Pembicaraan kita sudah selesai, 'kan?
Bukan kamu yang ingin bertemu X,
tapi pemilik jantung itu.
Itu cuma ingatan kehidupan sebelumnya.
Tidak ada hubungannya—
Bukan!
Ini bukan ingatan semata!
Ini penyesalan hatinya!
Meski raganya sudah mati, jantungnya diberikan padaku.
Dia ingin bertemu dengannya sampai sejauh itu!
Aku menerima kehidupan berkat jantung ini.
Jadi, aku ingin berbalas budi.
Aku ingin jantung ini bertemu dengan X!
Itu egois.
Benar! Memang egois!
Jantung ini milikku!
Itulah kenapa aku ingin bertemu dengannya!
Perkataanmu kontradiktif dengan yang tadi.
Berisik!
Pokoknya, bantu aku!
Ada bayarannya, 'kan?
Aku sudah bayar dengan membiarkanmu menyentuh dadaku tadi, 'kan?
Ada-ada saja bayarannya.
Maaf lama.
Tolong jangan menatap mesum cewek seangkatan yang bukan pacarmu.
Cewek yang menempelkan dadanya
ke cowok seangkatan yang bukan pacarnya ngomong apa tadi?
Padahal senang.
Tidak, itu sih kelewatan.
Tidak, bukan dadamu.
Aku lihat itu. Tulang selangka.
Aku mengobservasinya.
Seram!
Masih mending kalau dadaku yang dipelototi.
Natsunagi, selangkamu bagus walau masih muda.
Mana kutahu kaitannya selangka dengan umur!
Bukankah kita pernah mengobrolkan hal yang sama?
Jika obrolan ini diulang berkali-kali, rasanya kayak masuk neraka!
Yah, berangkat sekarang ....
Oh?
Tangkap orang itu! Dia perampok!
Eh?
Eh?
Astaga, kamu lagi ya, bocah tengik.
Kamu terlibat dengan 70% kejahatan di kota ini.
Memang beginilah nasibku.
Jadi, kamu bergerak sendiri sekarang?
Tidak, aku tidak bisa apa-apa kalau sendiri.
Apalagi, mereka tidak memedulikanku.
Ah, dingin sekali.
Orang mati tak bisa bersaksi, ya.
Aduh!
Kamu ngapain, sih?
Tidak, pengin saja.
Lagian ....
Ah, dia Bu Fuubi.
Aku Kase Fuubi.
Orang dari kepolisian, 'kan?
Dia asisten polisi.
Orang yang baru mau kita temui.
Eh?
Bu Fuubi, aku ingin konsultasi tentang cewek ini.
Oh, cewekmu?
Cuma sapaan.
Salam kenal.
Saya Natsunagi Nagisa.
Konsultasi, ya?
Kenapa ke aku?
Kupikir Bu Fuubi bisa melakukan sesuatu.
Bego! Memangnya aku bisa apa?
Bu Fuubi.
Kamu berbeda dari polisi biasa.
Berbeda? Apanya?
Keteguhan hatimu.
Oh, begitu.
Aku paham ceritanya.
No comments yet. Be the first to leave one.