Prvních 196 řádků.
[Diadaptasi dari novel “Pemantik dan Tuan Putri” dan “Pemantik dan Tuan Putri: Api Abadi” dari Jinjiang Literature City. Penulis asli: TWENTINE]
Ternyata rumah makan ini masih buka.
Aku dari dulu hanya tahu beberapa rumah makan.
Benar,
dulu kamu tidak pernah membawaku
makan ke restoran yang bagus,
beruntung sekali kamu.
Kamu mengingatnya dengan begitu jelas
Apa ini?
Kronologi peristiwa.
Bukankah kamu sibuk?
Berapa lama kamu menulis ini?
Kronologi peristiwa yang kamu tulis terlalu umum.
Itu semua peristiwa bersejarah
yang bisa diakses oleh semua orang.
Permainan seperti ini harus ada sesuatu yang baru,
harus ada lebih banyak detail.
Aku telah mengumpulkan beberapa e-book dan
unggahan di forum,
serta beberapa sejarah yang belum diautentikasi.
Sejarah yang belum diautentikasi?
Aku paling suka membaca itu.
Aku mengumpulkannya agar kamu bisa mempelajarinya,
bukan untuk bahan gosipmu.
Kamu juga jarang bermain game, kan?
Game terakhir yang
aku mainkan waktu itu...
Jangan bilang game terakhir yang kamu mainkan adalah
game yang mati menyeberangi sungai?
Game?
Kamu punya 3 kesempatan,
kalau kamu tidak mati, aku akan pergi ke sesi pagi belajar mandiri.
Aku juga menemukan beberapa
game yang serupa dengan Invincible Generals,
file instalasinya ada di dalam USB flash drive.
Besok akhir pekan,
kamu tidak perlu ke kantor untuk kerja lembur,
gunakan waktumu untuk memainkannya saja,
carilah ide.
Kamu begitu impulsif dan
tidak memperhatikan kemampuanmu sendiri.
Apa kamu bisa mati kalau memujiku?
Jadi, kamu sudah siap untuk melawan Gao Jianhong, ya?
Ya.
Invincible Generals adalah amunisi pertama kita,
kerjakan dengan sepenuh hatimu.
Aku mengerti.
Bos,
tolong berikan 1 botol Erguotou.
Tunggu sebentar,
kamu mau minum arak?
Ya,
ayo kita rayakan ini.
Baik.
Sebentar,
jangan sajikan araknya.
Mengapa kamu ikut campur?
Siapa yang menyuruhmu minum arak?
Itu bukan urusanmu.
Jangan sajikan araknya,
aku tidak akan membayarnya.
Kalau dia tidak bayar, aku yang akan bayar,
sajikan saja.
Anu,
jadi,
aku harus menuruti siapa?
Aku,
aku ketua tim.
Sajikan saja, Bos,
terima kasih.
Mengapa kamu tidak mau merayakannya?
Sebenarnya, kamu tidak perlu mengantarku,
arak sesedikit itu bukan apa-apa bagiku.
Saat aku di luar negeri...
Kamu malah belajar ini di luar negeri.
Ini tidak ada hubungannya dengan ke luar negeri,
kamu yang menyesatkanku.
Kamulah yang mengajarkanku
minum pertama kalinya.
Pertama kali minum,
pertama kali bermain game,
pertama kali mengambil alih Invincible Generals,
pertama kali berjuang mati-matian,
sangat luar biasa.
Bagaimana kehidupanmu di luar negeri?
Cukup baik,
hanya berubah dari berbicara bahasa Mandarin jadi Bahasa Inggris,
makanannya sedikit tidak enak.
Tapi aku bisa mengerjakan pekerjaan yang kusukai dan
mempelajari hal yang kusukai,
sangat menyenangkan.
Lalu, kamu tidak mau kembali lagi?
Kamu memutuskan untuk menyerah begitu saja?
Bagaimanapun juga,
kita pasti akan melewatkan banyak hal dalam kehidupan.
Aku tahu apa yang kuinginkan,
jadi aku akan terus melangkah ke arah itu
dan tidak akan pernah menyesalinya.
Ini juga hal yang kamu ajari padaku.
Jangan bilang aku menyesatkanmu lagi.
Apa kamu sudah sadar?
Sudah.
Aku tinggal di atas,
terima kasih sudah mengantarku.
Aku pergi dulu, ya.
Sampai jumpa besok.
Hari ini mau makan apa?
Hari ini mau makan apa?!
Terserah.
Kalau begitu, tidak usah makan saja.
Siapa itu?
Siapa kamu?
Aku mencari Li Xun.
Dia mencari Li Xun.
Lama tidak bertemu.
Ada urusan apa?
Apa kamu tidak mau mempersilakanku masuk?
Apa kamu ada waktu luang?
Ayo kita keluar makan.
Aku tidak ada waktu luang,
aku sedang masak.
Baik,
mari kita makan di rumah saja.
Aku tidak memasak porsimu.
Tidak apa-apa,
biar aku yang menyiapkannya.
Lauk sudah selesai dimasak,
silakan makan.
Pulangkan Pak Wang dulu saja.
Makanlah, jangan sungkan.
Baik.
Bagaimana kabar perusahaan Feiyang-mu?
Apa benar-benar sudah bangkrut?
Lebih baik kamu tanyakan hal ini ke suamimu,
dia setiap hari memantau kami berdua.
Bagaimana dengan Zhu Yun?
Jika kamu penasaran soal dia,
tanyakanlah langsung padanya.
Aku juga tahu
dia pasti akan memilihmu.
Tapi bukankah memulai seperti ini
terlihat sedikit buruk?
Aku akan meninggalkan kunciku di sini,
nanti pakai mobilku saja.
Ayahku
punya sebuah apartemen kosong,
tidak ada penghuninya,
lebih baik kamu tinggal di sana saja,
tidak perlu sempit-sempitan di sini.
Kamu datang untuk menyabotase, ya?
Ingin merawatku, ya?
Apakah kamu pernah berpikir
jika saat itu kita bersama,
segalanya akan berbeda dari sekarang.
Lalu, apa sekarang hubungan kita masih bisa diperbaiki?
Tidak,
tidak bisa.
Aku merasa sedikit jijik.
Li Xun,
apa kamu tidak tahu perasaan menyesal sama sekali?
Xu Lina,
terima kasih sudah datang ke tempat seburuk ini
secara khusus
untuk memperingatkanku.
Jika ada satu hal yang tidak kusesali,
itu adalah menolakmu.
Kamu tidak sebanding
dengan Zhu Yun sama sekali.
Hati-hati di jalan, aku tidak mengantarmu.
Kak Gao baru pergi dinas beberapa hari,
aku harus memberi tahu ini pada Kak Gao.
Untuk apa kamu ke sini?
Kamu tahu jelas
tujuanku ke sini.
Selain menggunakan cara rendahan seperti ini,
apa lagi yang bisa kamu lakukan?
Hal rendahan ini juga merupakan
ide suamimu,
ini tidak ada hubungannya denganku.
Kamu benar-benar anjing yang penurut,
dasar bedebah tidak berguna.
Dilihat dari ekspresimu sekarang,
apa yang telah dia lakukan padamu?
Dasar menjijikkan.
Xu Lina,
jangan lupa akan orang yang menafkahimu sekarang.
Ayo pergi.
Baik.
Serta, orang yang membeli mobilmu itu.
Ibu, ayo makan.
Lukisan Xiuzhu ini
begitu hebat.
Bibi sangat menyukainya.
Terima kasih, Bibi.
Ayo, Bibi,
cicipilah
No comments yet. Be the first to leave one.