Prvních 200 řádků.
JUNGRIMCHEON HATI-HATI ARUS DERAS
Kalungmu.
Sangat cantik.
Ayo.
Benderanya ada di sini.
Bendera satu.
Apa?
- Apa itu? - Apa?
Sepertinya sudah ada yang dapat.
Astaga.
Kau hebat.
Aku penasaran siapa yang berani masuk ke sana.
Ternyata kau?
Kau hebat.
Aku ingin jadi tanah pijakan.
- Hui-yeon. - Ya?
Apa maksudnya saat seseorang ingin jadi tanah?
Misalnya saat ditanya mau menjadi apa atau lakukan apa pada masa depan.
Mungkin maksudnya tuna?
Astaga. Sekarang aku lapar.
Mungkin maksudnya yang lain.
Siapa yang bilang? Kau tanya dia saja.
Itu...
Sulit untuk menanyakannya.
Apa itu Pak Park?
Kau seharusnya jangan begitu.
Suamiku mengatakan hal yang tak kumengerti dan tak bisa menanyainya juga.
Terutama antara sepasang kekasih,
harus berbagi target masa depan atau daftar keinginan!
Kau memenangkan karavan hari ini.
Bawa dia masuk ke mobil dan tanyakan kepadanya.
Apa yang kau katakan? Mesum sekali!
Wanita bersuami memang...
Aku tidak bisa melakukannya.
Min-hwan tidak bisa bersamaku malam ini.
Dulu, aku dapat nomor empat, yaitu tenda untuk satu orang,
sedangkan Su-min dapat nomor satu, karavan.
Malam itu...
Hei, aku tidak bisa tidur di kantong tidur.
Ayo tidur di tempat lain.
Kami pergi dan kembali saat fajar.
Aku bisa mati jika tidur di sini.
Kami minum alkohol, jadi, kami kepanasan. Mengerikan sekali.
Hei.
- Hei! - Jika aku di dalam karavan,
Su-min akan ada di tenda satu orang.
Jika begitu...
Hari ini bisa menjadi hari penentu.
Apa?
Bukan apa-apa.
Aku harus pergi.
Kau mau pergi lagi?
Kau menemukan nomor satu. Istirahatlah.
Kita masih punya waktu. Aku harus mengikuti aturan.
Astaga.
Dia sangat kaku.
Itu tadi berbahaya dan gegabah.
Aku tahu aku tidak akan mati tenggelam.
Hal yang paling membuatku takut
adalah menjalani hidup seperti dulu dengan kesempatan kedua ini.
Agar tidak seperti itu, aku bisa melakukan apa pun.
Jadi, karena kau punya bendera nomor satu,
apa takdir sudah berubah?
Atau ada kemungkinan Su-min merebutnya sebelum kau tidur di karavan?
Entahlah.
Kalau begitu...
Tapi ada satu hal yang pasti.
Park Min-hwan meminjam uang dariku
dan dia membeli kalung sebelum datang ke sini.
Dia bodoh.
Itu taktik andalannya untuk meniduri seorang wanita.
Aku juga dapat.
Cantik sekali, Sayang.
Ini bukan apa-apa.
Apa maksudmu dia membeli kalung yang sama?
Tidak, kalungnya agak berbeda. Yang ini...
Terlihat sangat mahal.
Aku pasti lebih mudah baginya.
Tidak apa-apa.
Kulakukan semua ini untuk lepas dari orang seperti dia.
Aku hanya akan menerima yang baik.
Sudah semestinya.
Begitukah caramu menjadikan hari ini penentu?
Ya. Pertama, akan kupastikan Su-min mendapat nomor empat.
Lalu aku akan membuat Min-hwan mabuk.
Baiklah, aku akan mendukungmu.
Sebanyak yang kubisa.
Baiklah, aku akan dukung...
Omong-omong, tadi kau bilang ingin menjadi apa?
Tuna? Tunas?
Kau bilang apa? Atau mungkin nanas?
Apa benar itu?
Jangan aku! Orang lain saja!
Tidak bisakah orang lain saja?
Orang lain saja!
Kau gugur.
Siapa yang punya nomor satu?
Di sini tak ada yang mau masuk ke air.
Kecuali Ji-won.
Aku belum pernah punya barang bagus, jadi, melindungi ini sangat sulit.
Maaf, Ji-won!
Lepaskan!
Kau mengagetkanku!
Gelangku tersangkut!
Diamlah. Jangan bergerak.
Sakit!
Apa kau marah?
Ini hanya permainan.
Ini tidak akan terjadi jika kau tidak berusaha menyerangku.
Ada apa denganku?
Kenapa aku cemas?
Ji-won, kau gugur!
Sudah kuduga kau akan kembali.
Apa kau sungguh masuk ke air?
Jadi, inilah alasan kau membuat semua terkesan.
Cari orang yang berkemah mewah.
Terima kasih atas ini.
Halo, Semua.
Semoga kalian bersenang-senang.
Aku tidak tahu kalian akan berpartisipasi dengan begitu antusias.
Kalian semua sangat hebat.
Sekarang,
karyawan wanita mana yang akan tidur di karavan?
Nomor satu, keluarlah!
BERDASARKAN SERIAL WEBTOON NAVER MARRY MY HUSBAND KARYA SUNGSOJAK
Siapa?
Apa? Sungguh?
Aku!
Silakan maju ke depan.
Aku akan berikan kunci untuk karavanmu!
Selamat!
Cari orang yang berkemah mewah.
Terima kasih atas ini.
Bukankah tidur di karavan lebih baik dari kemah mewah?
Karavan itu ada di depan mataku,
jadi, buat apa berkemah mewah?
Selamat, Bu Kang Ji-won dari Tim Pemasaran 1!
Mari kita beri dia tepuk tangan!
Selamat!
Selanjutnya, karyawan pria mana yang memenangkan karavan.
Siapa yang menemukan bendera nomor satu?
Silakan maju ke depan!
Ayo berdiri!
Senang sudah mengalahkanku?
Aku itu tidak bisa tidur di mana saja.
Aku juga sama.
Benarkah?
Lalu kenapa aku berpikir kau bisa tidur di mana saja?
Karena kulakukan itu untukmu.
Apa?
Tidak ada, aku pergi dulu.
Kenapa kau begini kepadaku?
Apa maksudmu?
Kau tidak membiarkanku menang.
Mau berapa lama lagi kau akan seperti ini?
Sekarang aku merasa seperti menjadi orang jahat.
Belakangan kau terlalu kasar padaku.
Aku sudah...
tidak menyukaimu lagi.
Aku berusaha menutupinya, tapi gagal. Akan kukatakan saja.
Aku baru saja mulai membencimu.
Kau merengek dan sok manis.
Kau merasa barangku adalah milikmu. Menyebalkan.
Kau menyerahkannya kepadaku!
Apa salah jika kuanggap itu remeh?
Kau yang membuatku begini. Sekarang aku harus bagaimana?
Kau benar. Aku selalu menyerah
dan membiarkanmu merengek.
Jadi, aku akan berhenti.
Aku akan menikahi Min-hwan.
Aku akan memulai keluarga baru.
Aku tidak bisa terikat denganmu selamanya.
Terima kasih sudah mengungkitnya. Sampai jumpa.
Aku merasa seperti orang jahat.
Dialah yang salah.
Dia yang jahat. Aku mengatakan yang semestinya, tapi...
Kau hanya terlalu baik.
Kau tidak tega menyakiti orang lain.
Tapi aku lebih tahu dari siapa pun.
Kau melakukan yang semestinya.
Kerja bagus.
Su-min pasti ingin menghukumku.
Jika dia berpikir sikapku seperti ini karena Min-hwan,
sudah jelas bagaimana dia akan menghukumku.
- Aku tak bisa minum lagi. - Apa? Kau harus habiskan minumanmu.
- Astaga, aku... - Minum.
Sedang apa kau di sini?
Kau mau bicara?
Bagaimana kau tahu kalau aku ingin...
bicara denganmu?
Aku tahu dari wajahmu.
Apa kau banyak minum?
Apa kau sedang banyak pikiran?
Hanya sedikit.
Aku merasa gelisah.
Hanya sedikit.
Apa kau ingin...
tidur denganku?
Apa itu bisa mengubah keadaannya?
Kau pacarnya Ji-won dan aku belahan jiwanya.
No comments yet. Be the first to leave one.