Prvních 145 řádků.
Semuanya, dengarkan perintah!
Jangan biarkan orang ini
memasuki aula istana!
Bunuh!
Targetku bukan kalian.
Minggir!
Bunuh!
Kenapa tiba-tiba jadi senyap?
Sebenarnya apa yang terjadi?
Orang macam apa
yang bisa menerobos ke aula istana?
Pengawal Kerajaan bisa menghentikannya atau tidak?
Yang Mulia.
Pengawal Kerajaan pasti akan melakukan yang terbaik.
Cepat! Cepat cari orang untuk melindungiku!
Cepat pergi!
Baik, baik, baik.
Bu... bukankah kamu sudah mati?
Mati?
Bagaimana aku bisa mati
di tangan kalian para bajingan Yongzhao ini?
He Lianxi, dengarkan aku.
Bukan aku yang membunuhmu,
Feng Yuan-lah yang membunuhmu.
Feng Yuan?
Kamu pikir aku akan melepaskannya?
Matilah!
Aku akan segera memberikan perintah.
Mulai saat ini, Linchuan
sejajar dengan Negara Yongzhao.
Kamu bukan hanya Tuan Muda Linchuan,
tetapi juga adalah Pangeran Negara Yongzhao.
He Lianxi.
Penghinaan masa lalu yang berlarut-larut,
kebencian atas genosida di Linchuan,
aku tidak akan pernah melepaskan
satu pun orang Yongzhao yang bersalah.
He Lianxi, yang tidak berbakti ini,
datang untuk meminta maaf.
Suatu hari,
aku pasti akan menemukan kembali Ranting Lianli yang lain
untuk membangkitkan Pohon Suci,
lalu melepaskan segel anggota suku
di setiap sudut alam semesta.
Aku pasti akan membuat si pelaku,
Feng Yuan,
hancur berkeping-keping.
Putri Mahkota.
Hari ini, Putra Mahkota kembali mengutus orang untuk
mengantarkan contoh baju pengantin baru kemari.
Aku sudah memilihkan baju mana saja
yang disukai Putri Mahkota.
Anda dapat mencobanya lagi nanti.
Dari beberapa baju pengantin itu,
aku bisa pakai yang mana saja.
Kalau begitu, akan kubawa kembali ke kamar dulu.
Dongli.
Baju pengantin mana yang paling disukai oleh Putra Mahkota?
Hamba tebak,
itu adalah baju yang hari ini.
Baju ini terbuat
dari sutra dan benang sulam yang dipilih sendiri
oleh Putra Mahkota.
Kalau begitu, di hari pernikahanku nanti,
aku akan memakai yang ini saja.
Baik.
Putra Mahkota.
Kemarin, tabib baru bilang
Putri Mahkota kekurangan energi dan darah.
Hari ini, Anda langsung membawa pulang seekor rusa
untuk Putri Mahkota.
Cepat sampaikan perintah.
Selagi masih segar,
gali jantung rusa itu agar
dimasak sebagai sup untuk Liang Chan,
untuk menutrisi energi dan darah.
Putra Mahkota tenang saja.
Sudah kusampaikan sejak awal.
Putra Mahkota.
Di antara baju-baju pengantin itu,
Liang Chan pilih yang mana?
Lapor, Putra Mahkota.
Putri Mahkota memilih baju yang hari ini.
Aku juga suka baju yang ini.
Sudah kuduga,
seleranya sama denganku.
Liang Chan.
Pohonmu ini
makin digambar, makin terlihat hidup.
Putra Mahkota.
Dua hari lagi,
kamu dan aku akan menjadi suami istri.
Panggil saja aku Xijiu.
Liang Chan.
Maaf.
Setelah sekian lama mencari,
aku masih belum bisa membantumu menemukan
sebenarnya di mana pohon ini berada.
Yang bisa dipastikan sekarang adalah
ini tidak terdapat
di seluruh Shuoyun bahkan hingga seluruh
wilayah Daratan Utara.
Putra...
Xijiu.
Apakah kamu tahu soal Daratan Timur?
Negara Yongzhao di Daratan Timur selalu makmur.
Jika ada pohon yang menjulang tinggi seperti ini,
pasti sudah tersebar sejak lama.
Mengenai Linchuan...
Ada apa dengan Linchuan?
Di antara seluruh suku di Daratan Timur,
hanya Linchuan yang merupakan
tempat paling menakutkan dan misterius.
Dengar-dengar, 3 tahun yang lalu,
seluruh anggota Suku Linchuan
menghilang dalam semalam.
Setiap orang asing yang ingin masuk dan
mencari tahu kebenarannya,
tidak bisa kembali lagi.
Tiga tahun yang lalu?
Kamu menyelamatkan dan membawaku kembali ke Shuoyun
juga 3 tahun yang lalu.
Yang hilang dariku
juga adalah semua ingatan dari 3 tahun lalu.
Selama 3 tahun ini,
aku sering memimpikan 2 pohon ini.
Mungkinkah ini berhubungan dengan latar belakangku?
Namamu adalah Liang Chan.
Sejak kecil, lahir di Shuoyun.
Kita berdua sudah dijodohkan dari lahir,
teman masa kecil yang tumbuh bersama.
Tiga tahun yang lalu pada hari itu,
kamu dikejar oleh binatang buas,
lalu jatuh ke sungai dan hilang ingatan.
Itulah kamu.
Pohon ini
mungkin memang ada,
tetapi mungkin hanya sebuah mimpi.
Baiklah.
Kesehatanmu selalu kurang baik,
kelak, jangan terkena angin lagi di halaman.
Lukisan ini
sebaiknya kuserahkan pada Dongli,
agar dia membantuku
menjualnya di pasar.
No comments yet. Be the first to leave one.