Informace o verzi

조선로코녹두전 The Tale Of Nokdu E17-18
Komentář od DSS_Indo
NEXT

Tagy

other
Zveřejněno: 2019-10-31
Stažení: 42
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

-=Semua karakter, organisasi, tempat, kasus dan kejadian di drama ini fiktif.=-

Lengan pakaiannya sobek katamu?

Iya.

Hei, kau. Keluarlah...

Ya ampun. Ada apa ini?

Tak apa-apa.

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn! S

Damn! Su

Damn! Sup

Damn! Super

Damn! Super

Damn! Super S

Damn! Super Su

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub I

Damn! Super Sub In

Damn! Super Sub Ind

Damn! Super Sub Indo

Damn! Super Sub Indon

Damn! Super Sub Indone

Damn! Super Sub Indones

Damn! Super Sub Indonesi

Damn! Super Sub Indonesia

Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Eonni ~

- Tunggu. - Hentikan.

Aku mengenalnya.

Dia bukan orang yang kaucari.

Maaf?

Maafkan saya.

Saya akan mencarinya ke tempat lain.

Ayo.

Anda kepala Podocheong?

Iya. Aku tengah mengintai. Aku mencari seseorang.

Oh ya,

kalian mau melakukan apa di sini?

Apa?

Tak melakukan apa-apa.

Tapi, kau tahu nama orang ini?

Aku ingin tahu apa kau tahu siapa dia.

Kenapa aku harus tahu namanya?

Aku melihatnya di pasar, dan menggaetnya

jadi kuikuti dia dan bicara dengannya.

Aku bisa mengenalnya sedikit demi sedikit.

Kau memang berani.

= Episode 17 =-

Dari yang kudengar,

kau sudah lama di Hanyang.

Kau meninggalkan Hanyang karena masalah kesehatanmu.

Iya. Aku ke Hanyang untuk dikenal dunia...

meski orang tuaku berusaha menghentikanku.

Keluargamu jadi pejabat dari generasi ke generasi.

Tapi, kau rapuh, tapi bersiap ikut ujian militer.

Aku yakin mereka khawatir.

Tapi, kalau kau percaya diri,

kau harus terus berusaha.

Iya, harus.

Ah, iya.

Aku terlalu lama menemani kalian.

Aku harus pergi.

- Tapi... - Hati-hati di jalan.

Kalian berdua tampak serasi.

Terima kasih.

Aku tak punya waktu. Jadi persingkat saja.

Berhubung selesai, aku akan pergi.

Selamat malam.

Sudah kukatakan, aku tak akan membiarkanmu pergi.

Ada yang harus kulakukan di sini.

Karena itu kau meninggalkanku?

Apa yang harus kaulakukan?

Aku tak bisa katakan.

- Kenapa? - Seperti kau menyamar jadi wanita

dan kenapa kau ke Hanyang dengan nama samaran.

Aku juga punya alasan. Sudah?

Baik, lakukan saja semaumu.

Tapi tepati janjimu.

- Kau sudah cap jempol. - Apa ini?

Ini surat perjanjian?

Yang mengambil uangku akhirnya kutangkap,

jadi kenapa kau harus kulepaskan?

Sebelum melunasi hutang dan bunganya

aku tak akan membiarkanmu pergi, mengerti?

- Sana. - Hei.

Dia anakmu?

Iya, Jeonha.

Baginda ingat saya punya anak bungsu?

Setelah hampir 20 tahun lolos dari kematian, saya kembali.

Istri dan putra saya kabur bersama saya.

Nama yang kuingat...

bukanlah Nok Du.

Kami dalam pelarian,

jadi dia tak bisa menyandang nama aslinya.

Begitu?

Aku harus melihatnya.

Di mana dia?

Maaf mengatakan ini, tapi saya pun tidak tahu keberadaannya.

Dia mengira saya dikurung di sini...

lalu dia menghilang.

Aku mau kamar kosong.

Aku tak mempercayaimu.

Jangan mengeluh, masuk saja.

Kau mengawasiku?

Kenapa? Kalau ada kesempatan kau mau kabur lagi?

Lukamu bagaimana?

Kau sungguh ingin tahu?

Bisa-bisanya kau pergi gitu saja?

Aku tak sadarkan diri. Kita mungkin tak pernah bertemu lagi.

Itu tak ada hubungannya denganku.

Kok ngomong begitu?

Baik.

Jangan cemaskan kondisiku, bayar saja hutangmu.

Mengerti?

Mengerti.

Jadi jangan pedulikan aku juga.

Siapa bilang aku peduli? Perasaanku padamu sudah menguap.

Aku malah tak punya perasaan padamu.

- Panasnyo! - Sabar dong ah.

- Kelihatannya enak. - Panas sekali!

Seekor ayam lagi siap.

Kau harusnya berhemat.

Anda tak bangga padanya?

Dia lulus ujian tahap pertama dalam kondisi sakit.

Setelah ujian di istana, bisa jadi dia peringkat 1.

Dia harus makan.

Sebelum ujian, perut harus kenyang.

Kalau mengenai ini, aku tak perlu berhemat.

Benar. Terlalu berhemat toh ujungnya jadi tahi.

Tapi 'kan, hanya kita berempat.

2 ekor ayam untuk sarapan......

Tolong hentikan!

Anda kenapa ngomel mulu?

Lha... kupikir...

kita harus siapkan lagi...

Permisi. Kau harus sarapan.

Pintunya akan kubuka.

Oh, astaghfirullah!

Ada apa? Apa yang terjadi?

Aduh, lihat itu.

Begini, dia punya kebiasaan tidur yang jelek sekali.

Saat tidur, jarak kami berjauhan.

Aku tak mau kalian salah paham dengan situasi ini.

Dia mengambil uangku.

Benar. Dia memergokiku.

Hubungan kami itu macam debitur dan kreditur.

Benar. Aku harus bayar bunga 70%.

Dia benar-benar lintah darat.

Kami sama sekali tak saling tertarik.

Iya, betul.

Eonni sudah kembali,

saat malam orabeoni tak menangis lagi.

Hei, Hwang Aeng Du.

Aku menangis karena lukaku sakit.

Iya, iya. Anggap saja begitu. Bisa kita makan?

Selamat datang lagi ya.

Aku senang bisa melihatmu lagi.

Kabar kalian baik?

Di Hanyang kau makan yang enak-enak, Aeng Du?

Aku makan untuk bertahan hidup.

Hei, bukan begitu.

Aku terus memikirkan...

yukjeon dan sanjeok.

Aku rindu Yul Mu orabeoni.

Ini makanlah.

Jangan bicara begitu.

Kalau dia kemari apa yang akan terjadi?

Sebelum bicara pikirkan dulu.

Tapi, Naeuri ada urusan apa kesini?

Apa urusanku kesini?

Apa? Apa?

Kupikir pria lugu ini...

mungkin akan menderita di Hanyang.

Tapi...

Itu bukan masalahku.

Kupikir secara moral sudah sepatutnya aku membantunya.

Baik!

Anggap saja begitu.

- Ayo makan. - Iya.

Ayo makan.

Aduh.

Ah, kalian ini.

Kalian ini, pagi-pagi sudah bikin puyeng.

Dia harus makan banyak

supaya bisa kerja untuk membayarku.

Oh ya, aku harus pergi.

Aku juga mau pergi dulu.

Jangan pergi.

Hati-hati di jalan.

Situasi macam apa ini.

Ini kuembat juga ya?

Prajurit kerajaan dan Neungyang-gun...

semua mengawasi Taeje dan ayahku.

Ini semua terjadi karena aku?

Sebetulnya siapa lagi yang terlibat?

Kudengar kau mengalami kesulitan tidur.

Obat ini bagus untuk suhad.

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left