Prvních 200 řádků.
Alih bahasa oleh : Ry@Di, Samarinda, 6 Maret 2014.
Berikutnya, silakan.
Berikutnya!
Jangan main- main!
Oke.
Tidakkah kau dengar apa yang kukatakan?
Aku hanya ingin mendokumentasikan perjalanan kita ke Amerika.
Berikutnya, silakan. Berikutnya.
Hai... Apa kabar? Bisa ku lihat dokumen- dokumenmu?
Apa keperluanmu berkunjung ke Amerika?
Untuk liburan selama dua minggu.
Apa kamu sudah punya tiket untuk kembali?
Maaf. Tidak boleh mengambil gambar di dalam area F.I.S.
Apakah dia bepergian bersamamu? Kalian berdua bepergian bersama?
Iya.
Tuan, kemarilah. Bergabung bersama kami.
Ada masalah?
Tidak. Jika kalian bersama aku ingin berbicara dengan kalian berdua.
- Bisa ku lihat dokumen- dokumenmu? - Tentu.
Passpor, tolong. Kalian berdua ada hubungan?
Iya. Dia temanku.
Kau warganegara Ceko dan kau warganegara Rusia.
Bagaimana kalian berdua saling mengenal?
Kami bertemu di Praha.
- Berapa lama kalian akan di Amerika? - Dua minggu.
Aku ingin dia sendiri yang menjawab pertanyaannya.
Tapi dia tak bisa berbahasa Inggris.
Tidak, tuan. Bahasa Inggrisku cukup bagus.
Aku kesini untuk film.
Untuk film? Aku tak mengerti.
Ketika aku masih kanak- kanak, Aku menonton sebuah film di sekolahku...
sebuah film yang berjudul "It's Wonderful Life..."
di sutradarai oleh Frank Capra...
dan sejak itu aku ingin sekali datang ke Amerika...
Tanah kebebasan, rumah bagi para pemberani...
sebuah negara dimana setiap orang dapat menjadi apa saja.
Omong kosong!
"Abandoned baby in Times Square."
Ayolah, itu terlalu lembut.
Itu tak akan berhasil, dan itu tak akan menaikkan rating.
Kau menyarankan kita membuat berita- berita yang jelek?
Untuk itulah mereka menonton.
Kita menayangkan berita-berita tabloid. Penonton suka dengan berita-berita yang kasar.
Jaringan sudah menyerahkan padaku untuk mengadakan perubahan.
Para pemirsa, ibu rumah tangga, dan para politisi...
Mereka menjerit (protes) tentang penayangan berita kekerasan di jam- jam tayang utama.
Kita harus memperluas format beritanya.
Perluas format beritanya.
Berita yang akan disiarkan haruslah sesuatu yang lebih menarik.
Mereka juga ingin rating seperti yang kuinginkan.
Jika itu yang berdarah- darah, itulah yang akan jadi berita utama. Apa yang kau punya?
Masih tentang Eddie Flemming.
- Sialan, dia lagi?! - Berita sampul majalah "People."
Dia bukan barang baru.
Eddie adalah kawan baikku, tapi kita sudah cukup menyiarkan berita tentangnya.
Tidak, ini bagus.
Sang psikiater akan disidang besok.
Dan rating akan mencapai puncak. Apa yang Eddie lakukan?
Dia menangkap pembunuh serial dari Jamaika.
Itu bagus.
Aku tak ingin darah dan kekerasan! Perluas format beritanya!
Aku tahu mereka membawamu masuk untuk menjadi jurnalis polisi- -
- Maaf! - Kau membunuh acaraku!
Jangan lupa, Eddie selalu menjadi berita yang bagus untuk TV.
Tidak ketika dia sudah menjadi pemabuk.
Dia sudah mendapat pengobatan untuk itu.
- Kapan? - Besok saat makan siang.
Siap, set.
Ayo pergi.
Perburuan yang menegangkan.
Lihat, Times Square. Seperti di dalam film!
Jangan bicara bahasa Rusia!
Kenapa aku harus selalu berbicara bahasa Ceko kepadamu?
Karena aku tak suka dengan bahasamu yang jelek, oke?
Taksi!
"Fuji colour..."
"kecepatan dapat diatur..."
"pengelihatan malam, infra merah..."
"hitam putih."
"Buat sendiri filmmu."
Sialan! Lihat-lihat jalanmu!
Kemana perginya orang yang besar bersama video itu?
Hei... Dia mencuri kameraku! Hentikan orang yang masuk ke taksi itu!
- Pergi! Pergi! - Hentikan orang yang di taksi itu!
Bryan, kita pergi sekarang. Ini penting.
Aku perlu berita yang baru dari Eddie malam ini...
Kau langsung masuk begitu ada tanda dariku dengan kamera hidup.
Kau mengerti?
Jadi apa itu Unique?
Bukan apa, tapi siapa. Dari Jamaika.
Pacarnya terlalu lama berdandan.
Sehingga mereka terlambat datang ke pesta.
- Menikamnya dengan sebuah botol. - Yesus Kristus.
Itulah yang unik. Sialan.
Dia tetap pergi ke pesta.
Lantai atas, kamar belakang.
Eddie, tolong tanda tangani, bung.
Nomor telepon.
Kenapa bukan fotomu yang ada disini?
- Pergilah. - Baik.
Hey, Unique. 5- 0 (polisi) sedang dalam perjalanan, bro.
- Polisi? - Ayo pergi.
Aku sayang padamu juga, bung.
Dipikirnya siapa Leon itu?
Itu tak jadi masalah.
Dia mendengar polisi akan datang dia langsung kabur.
- Ayo. Jangan berisik. - Baik.
- Stand by. - Stand by.
Eddie, kamu ada di rumah malam ini?
Kami memutar ulang acara Stephen Geller.
Lagi? Kalian sudah memutar itu ribuan kali.
Jadi kenapa? Dia akan dibawa ke pengadilan besok.
Pengadilan Sang psikiater akan dimulai.
Rating akan menembus batas tertinggi.
Hey, keluarlah.
Tolong bantu aku. Hapuskan wawancara untukku.
Untuk apa? Yesus Kristus.
Kau mendapat itu dari mereka yang di tengah kota? Sialan mereka.
Kau satu- satunya yang membuat kasus besar di kota ini.
Aku membawa kasus besar, kasus besar menjadi berita besar.
Ruginya sama banyak dengan untungnya.
Biarkan mereka iri padaku.
Tetap di belakangku.
Ku harap bangsat ini tidak lari. Lututku sakit sekali.
Jangan berisik. Mundur.
Kau khawatir dengan keselamatanku? Aku terharu.
Pergi! Pergilah!
Suruh mereka menyingkir dari jalanku.
- Kau siap? - Robert, kami sudah siap.
Kau siap? Ayo pergi.
Pergi! Pergilah!
Ayo! Kalian rekam itu!
Kenapa tergesa- gesa? Mau pergi ke pesta?
Untuk apa kau mengejarku?
Kau selalu meninggalkan rumahmu dengan cara seperti itu?
Itu bukan rumahku!
- Kau tinggal disini? - Aku tidak tinggal disini!
Kendengarannya seperti sebuah perampokan untukku, bung.
Eddie, ada kesempatan lain kita mendapat yang seperti itu lagi?
Lain kali aku tak ingin melakukannya lagi.
Kau mengejekku ya? Matikan benda itu!
Kau sudah tak waras ya? Kemana saja kamu?
Kalian berdua hanya membuang- buang waktuku saja! Sial!
Tidak, Emil, bersiap di posisimu.
- Apa? - Adegan pertama untuk film baruku.
Mengambil bagian kita dari hasil kerja di bank.
Dan... Eksyen.
Tunggu sebentar!
Siapa itu?
Itu Emil.
Bagaimana kabarmu?
Senang bertemu denganmu.
Olga bilang dia tak tahu di mana kau berada.
Jika kau bermaksud untuk sembunyi,
kau tidak seharusnya menuliskan alamatmu di kolom pengirim!
Kalung yang cantik.
Efek. Video efek.
Itu bukan salahku jika kalian berdua tertangkap.
Aku tahu.
Tolonglah, itu salahnya. Itu benar- benar salahnya.
Mencoba untuk mendapat nomor telepon teller bank itu.
Bagaimana aku bisa menunggu?
Hey, kau tidak bilang ke kita kalau dia adalah istrimu!
Itulah mengapa aku tak mau bilang padamu! Karena apa yang sudah kau lakukan!
Mari lupakan semua kekacauan ini!
Tenang. Santai.
Kau tahu apa?
Berikan uangku.
Emil, sudah kami habiskan.
Apa?
Lihatlah bagaimana keadaan kami.
Aku hanya seorang tukang ledeng.
Jam yang bagus.
Kau pikir aku akan bekerja jika aku punya uang?
Apa yang terjadi? Berikan saja bagianku.
Aku akan membantumu.
Kau akan membantuku?
Akan kuberi kau pekerjaan.
Pekerjaan?
Gajinya lumayan.
Pekerjaan untuk tukang ledeng?
Kerjanya mudah. Uangnya bagus.
Kau pikir aku datang ke Amerika untuk bekerja?
Jangan mimpi.
Kita mulai lagi. Kau juga bisa.
Emil, tolonglah. Aku sahabatmu.
Aku sahabatmu- -
Maaf.
Itu memang salahku. Emil, tolonglah- -
Emil, letakkan pisaunya!
Kau habiskan semua uangku sementara aku di penjara?
Dan kau menyuruhku untuk mencari pekerjaan?
Sebagai tukang ledeng, memperbaiki toilet?!
Ku mohon, letakkan pisaunya!
- Kau sahabatku! - Iya!
Kau sahabat karibku!
Ku mohon, letakkan pisaunya. Emil, tolonglah.
Diam!
Diam!
Dia melihatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.