Prvních 200 řádků.
Hari itu,
aku tidak menyesali apa yang telah kulakukan padanya,
tapi aku menyesali apa yang kukatakan
padanya hari itu.
Nama dia...
Apa itu?
Ah, Kenny.
Aku tahu kalian memang ahli,
tapi tolong jangan hanya mencarinya,
juga harus mencatat kebutuhan pelanggan potensial sebanyak mungkin.
Baik, mari kita lakukan.
Aku menantikan untuk bertemu denganmu.
Aku bilang, apa kamu tidak sarapan?
Ah, sial.
Cewek itu...
tidak menyangka akan bersamanya sepanjang malam.
Lain kali, tidak akan lagi.
Benar-benar pusing.
Ini...
Aku akan jatuh.
Ah, maaf.
Sakit.
Apa kamu baik-baik saja?
Ah, aku baik-baik saja.
Ah, Maaf,
mengaitkanmu secara tiba-tiba, tidak terluka, 'kan?
Ah, tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Terima kasih, mungkin aku akan mati tadi.
Maafkan aku karena mencekik lehermu.
Itu, wajahmu terlihat tidak terlalu baik.
Ah, aku tidak enak badan.
Eh, apa kamu sudah sarapan?
Eh, aku belum makan.
Mungkin karena itu.
Sepertinya ada yang bisa dimakan.
Wah, sudah mau terlambat!
Ini, ini, untukmu!
Kalau begitu aku pergi dulu, hati-hati di jalan.
Ah, sudah mau terlambat.
Hari ini mau makan siang apa?
Pergi makan di luar?
Kamu tidak apa-apa, 'kan?
Seragamnya sama seperti Rio.
Bento daging.
Kakak, kamu sudah kembali.
Temanku datang.
Teman?
Ah, yang pagi ini.
Eh, kenapa?
Apa kalian berdua saling mengenal?
Ah, bukan. Daripada dibilang kenal,
dia adalah penyelamatku.
Ibu menelpon.
Tunggu sebentar, Ichika.
Ya.
Aku akan mendengarkanmu setelah selesai menelepon.
Ibu.
Tidak terpikirkan bahwa kamu adalah teman dari adikku.
- Itu... - Ah, namaku Arima Ichika.
Dipanggil Ichika, 'kan?
Namaku Ryo.
Karena kamu adalah teman adikku, aku harus banyak berterima kasih.
Ah, tidak perlu.
- Baju atau sepatu? - Ah, benar-benar tidak perlu.
Bukankah terlalu murah?
Kalau begitu,
bagaimana dengan ciuman?
Apa?
Tapi agak sulit untuk berciuman,
jika kamu seorang siswa SMA.
Bagaimanapun, kamu menyelamatkan hidupku,
pada dasarnya aku akan menyetujui apapun untukmu.
Tentu saja, pada dasarnya jika lebih lagi,
aku juga tidak masalah.
Itu harusnya cukup berkesan.
Bagaimana menurutmu?
Menjijikkan.
Huh?
- Menjijikkan. - Menjijikkan.
Balasan untukku setelah menyelamatkanmu adalah dirimu sendiri,
apa yang kamu pikirkan?
Aku tidak menyelamatkanmu untuk ini.
Ah, maaf,
aku benar-benar mengatakan apa yang kupikirkan.
Ah, bukan, kamu benar-benar tidak perlu merawatku.
Eh, suara apa itu tadi?
Benar-benar luar biasa.
Tidak hanya menyelamatkan hidupku,
tetapi juga memberikan makan siang bento untukku,
dan berkata dengan dingin kepadaku karena pikiranku yang dangkal,
sangat terharu.
Benar-benar terharu,
perasaan seperti ini pertama kali aku rasakan.
Ichika, kamu adalah dewi takdirku!
Ichika, maaf aku baru selesai menelpon.
Hei, di mana kakak?
Cepat lihat ke bawah!
Cepat tolong aku, apa yang sebenarnya terjadi?
Aku sudah kembali.
Ichika,
seseorang mengirimimu sebuah paket.
Apa komik yang dipesan sudah sampai?
Seseorang yang bernama Amakusa Ryo mengirimimu mawar.
Kakakku sungguh mengirim bunga ya?
Sangat lucu.
Sedikitpun tidak lucu.
Rio kenapa kamu memberikan alamatku kepadanya?
Ibuku bertanya segala macam pertanyaan, benar-benar menyebalkan.
Karena kakakku sangat serius,
jadi tidak sengaja.
Tidak sengaja kepalamu!
Kemarin dia memberiku coklat premium melalui Rio,
dua hari yang lalu boneka mainan.
Dari hari bertemu satu sama lain, dia memberiku berbagai hadiah setiap hari.
Apa Ryo selalu mengungkapkan perasaannya seperti ini?
Tidak, dia sangat acuh tak acuh.
Selain itu, dia sepertinya tidak pernah mengambil inisiatif untuk menembak duluan.
- Benaran? - Benar.
Bukankah itu bagus? Kalian cepatlah berkencan.
Sangat sembrono,
apa menurutmu bagus,
sahabatmu dan kakakmu sendiri berpacaran?
Jika Ichika, tidak masalah.
Apa?
Kakakku tampan, pintar, dan kaya.
Orang yang baik.
Meskipun cowok bajingan.
Maaf, aku barusan sepertinya mendengar kamu bilang bajingan.
Selain itu, jika kalian berdua berpacaran
aku rasa akan mena...uh.
Sangat senang.
Kamu tadi ingin katakan menarik, 'kan?
Apa kamu sudah mengomeli kakakku?
Eh, masih belum.
Jika kamu tidak mengomel,
aku khawatir dia akan terus mengirimimu bunga di masa depan.
Eh?
Ini, nomor telepon kakakku.
Ah, terima kasih.
Sekarang seharusnya dia sedang bekerja,
coba nanti hubungi dia di malam hari.
Ya.
I..Itu...Pengganti Wakil Kepala Amakusa.
Suzuki, kenapa?
Terima kasih atas bantuanmu selama pertemuan.
Ah, tidak apa.
Aku hanya menambahkannya saja.
Penyesuaian saldo harus dikerjakan dengan baik.
Kamu sudah bekerja keras.
Ah, penggantinya sangat tampan.
Terlalu tampan.
- Bergaya. - Menakjubkan.
Halo.
Ah, halo.
Eh, apa Ichika?
Kenapa hanya mendengarkan suara sudah tahu bahwa itu aku?
Ichika, suaramu yang indah
sudah terukir di hatiku
dan itu akan masuk jauh ke dalam otakku.
Pernyataanmu ini sangat kubenci!
Itu, tentang bunga yang kamu berikan untukku...
Sudah sampai ya?
Apakah kamu tidak suka bunga mawar?
Eh, bukan aku tidak menyukainya.
Baguslah,
aku mengirimkan bunga terlebih dahulu untuk mengungkapkan cintaku,
aku secara khusus memilih bunga mawar.
Ah, bukan, bukan itu yang ingin kubicarakan.
Aku mengerti,
kamu tidak suka warna merah, 'kan?
Jika tahu lebih awal, aku akan memilih mawar merah muda.
Itu, aku bukan mau berbicara tentang bunga atau warnanya.
Apa kamu kira aku Tuxedo Mask, Chiba Mamoru?
Bukan.
- Jadi... - Apa mengganggumu?
Apakah semua yang kulakukan
membuatmu merasa sangat terganggu?
I...Itu,
jika ada yang mengirimiku bunga,
aku juga tidak tahu apa yang harus aku perbuat,
sebenarnya sedikit terganggu.
Begitu ya.
Maaf.
Tapi aku tidak akan berhenti di sini.
Apa yang kamu katakan?
Ichika, aku tidak bisa mengendalikan perasaanku padamu,
aku ingin melangkah lebih jauh
dan memperkuat hubungan antara kamu dan aku.
Eh?
Entah itu sesuatu yang kamu suka atau benci,
aku ingin menggunakannya untuk mengungkapkan cintaku padamu,
mohon bantuannya.
Itu berarti
tidak peduli apakah aku terganggu atau tidak,
kamu akan selalu datang untuk mendekatiku?
Benar, jadi Ichika, kamu bisa marah padaku,
juga bisa memarahiku,
aku tidak akan sedih.
Dia sangat baik, tapi dia bajingan.
Benar-benar cowok bajingan!
No comments yet. Be the first to leave one.