Prvních 164 řádků.
Hoi.
Di sini berbahaya.
Terbanglah
ke suatu tempat yang jauh.
Falco.
Kakak, ada apa?
Bagus.
Kalau bisa bicara, berarti tak apa-apa.
Kita lari. Pegangan.
Falco.
Colt, bagaimana situasinya?
Serangan langsung artileri berat,
menghempaskan pasukan Eldia di garis depan.
Paritnya?
Mustahil digali maju lebih dari ini.
Mustahil?
Apa itu perintah?
Orang Eldia memerintahku?
Hoi, Kau. Bicara apa kau pada Komandan Magath?
Tetapi kalau seperti ini terus...
Falco, kau mabuk?
Kepalanya terbentur keras, ya.
Apa kau ingat kalau kita terus berperang selama empat tahun?
Kalian ini siapa?
Sebentar.
Lo? Barusan kalian lihat pedang terbang?
Gedebuk, begitu. Lalu, Raksasa...
Kalau begini, strateginya harus dijelaskan lagi dari awal.
Dengar baik-baik ya, Falco.
Selama empat tahun terus berperang, akhirnya akan usai sekarang.
Kalau bisa jatuhkan Benteng Slava.
Ya, yang pasti,
kalau bisa tenggelamkan Armada Aliansi Timur Tengah tepat di bawah benteng itu,
itu berarti, kita, Marley yang akan memenangkan perang ini.
Tetapi untuk mencapainya,
rebut dahulu Benteng Slava yang lindungi pelabuhan militer.
Mustahil untuk serang langsung pelabuhan itu.
Apa angkatan laut Marley tak bisa datang dari laut, ya?
Zofia. Memangnya apa yang bisa diharapkan dari angkatan laut itu?
Untuk rebut kendali saja, sampah tak berguna itu butuh empat tahun.
Lebih dari setengah kapal perang kita saja berhasil ditenggelamkan.
Terus bilang, "Kalau kalian tak segera jatuhkan benteng itu, kami bisa repot."
Kurang ajar mereka.
Udo, jangan memecahkan kepala Falco, dong.
Ah, maaf.
Terus, kenapa kita, kadet pejuang, disuruh maju ke garis depan seperti ini?
Tentu saja untuk memastikan.
Siapa di antara kita,
yang akan jadi pejuang selanjutnya.
Waktunya sudah dekat.
Komandan Magath memutuskan untuk melakukan ujian terakhir di sini.
Berfokus pada tujuan besar selanjutnya,
memilih orang yang akan jadi pasukan utama untuk operasi perebutan Pulau Paradis.
Yaitu pewaris Raksasa Berzirah.
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Nasibmu sendiri yang melihat
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Keadilan yang hidup
Justice, justice, la vivida
Mari mulai hidup baru dari kegelapan
Let's start a new life from the darkness
Hingga cahaya menyinari akhirnya
Until the light reveals the end
Wajah berdosa, kutukan yang tumbuh
Sinister faces, growing curses
Inilah perang terakhirku
This is my last war
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels playing disguise Malaikat menyamar
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
With devil's faces Memakai wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling to their coins Anak-anak berpegang pada koin
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Squeezing out their wisdom Menyerap semua kebijaksanaan
La-La-La-La-La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels planning disguise Malaikat menyamar
La vida sola vivirás (justice, justice) Nasibmu sendiri yang melihat (keadilan)
With devil's faces Dengan wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling onto their Anak-anak mempertahankan
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Very last coins Koin terakhir mereka
Destruction and regeneration Kehancuran dan regenerasi
You are the real enemy Kaulah musuh yang sebenarnya
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Perang
War
Perang (milikku)
War
Perang (milikku)
War
Monster, monster, monster, monster
Sisi Lain Lautan
Raksasa Berzirah.
Kira-kira siapa yang akan terpilih, ya?
Apa sih, Gabi?
Kau seolah sesumbar bahwa tak ada yang sebanding denganmu.
Habis, memang tak ada, 'kan?
Ya, kita bukan tandingan Gabi, sih.
Apalagi prestasinya saat ini.
Tidak, bukan soal prestasi, Udo.
Aku sudah sering bilang, 'kan?
Yang membedakan aku dengan kalian adalah tekad.
Tekad untuk memikul takdir orang Eldia dan membantai para iblis dari pulau itu.
Yang sudah membuat kita menderita.
Lalu, akan kubuktikan pada dunia,
bahwa yang tersisa di dunia hanyalah orang Eldia yang baik,
dengan menangkan perang ini.
Aku tak akan kalah.
Akan kubebaskan semua orang dari distrik penampungan.
Lalu, apa yang dari tadi kau lakukan?
Ini? Bagus, 'kan?
Kenapa, Komandan Magath?
Kekuatan kita, pasukan infanteri,
sama sekali tak akan bisa hancurkan rel kereta di belakang senjata mesin itu.
Parit musuh dalam siaga penuh, tak ada celah yang bisa dimanfaatkan.
Ditambah lagi, ada serangan bantuan dari benteng.
Kalaupun tetap diam di sini,
kita cuma bakal dihujani artileri berat.
Sepertinya kau punya ide ya, Colt.
Kita gunakan saja Raksasa Rahang dan Raksasa Pengangkut.
Galliard dan Pieck pasti mau melakukannya.
Harusnya bisa musnahkan musuh di parit dan gardu pertahanan dalam sekejap.
Tak bisa.
Kalau salah menggunakan kartu, kita bisa kalah.
Komandan Magath, "dia" sudah muncul.
"Dia" siapa?
Itu...
Kereta lapis baja, terdapat total empat meriam di depan dan di belakang.
Senjata baru aliansi, meriam anti-Raksasa.
Kalau peluru penembus baja dilepaskan dari kaliber 150mm itu,
Raksasa bakal tumbang dengan sekali serang.
Meski Sembilan Raksasa sekalipun.
Tetapi kedua Raksasa kita sangat cepat.
Tak akan bisa tembak tengkuknya...
Kalau kena bagaimana?
Kita akan kehilangan pejuang beserta kekuatan Raksasa.
Dan tak ada jaminan bisa mengembalikan kekuatan Raksasa.
Benar.
Rencana merebut leluhur sembilan tahun yang lalu, berakhir dengan kekalahan.
Dan kita jadi kehilangan Raksasa Kolosal dan Raksasa Wanita.
Melihat adanya penurunan pada kekuatan militer Marley,
pemicu perang yang terus berlangsung hingga hari ini,
yaitu operasi Pulau Paradis, jadi dikesampingkan.
Apa yang membuat tanah air kita, Marley, menjadi negara adidaya?
Kekuatan Raksasa.
Benar. Kalau kita kehilangan lebih dari ini, negara ini tak akan bisa bertahan.
Kekuatan Raksasa adalah absolut.
Tak tergantikan.
Pasukan Eldia, segera siapkan serangan.
Siap.
Komandan Magath, itu...
Apa, Orang Eldia?
Kalian pejuang yang bersumpah setia pada Marley, 'kan?
Ini kesempatan meraih kehormatan tanah air kita.
Untuk 800 orang Eldia yang ada di sini.
Maju, lalu serbu sampai mati.
Semuanya, berdiri. Bersiap untuk menyerang.
No comments yet. Be the first to leave one.