Prvních 177 řádků.
KALENDER BINTANG, 27 AGUSTUS 2148
Tidak apa-apa. Mau bagaimana lagi.
Terima kasih.
Itu punya Kino dan yang lainnya?
Ya.
Hanya unitnya Chise yang tak ditemukan.
Jadi…
Bahkan puingnya pun tak ketemu?
Ya, dia menelan tembakan meriam bulat-bulat.
Ya.
Mungkin kau tak merasa resah, tetapi lebih baik kuberi tahu saja.
Ini semua bukan salahmu.
Kukira setelahnya mereka akan langsung mengincar markas, tetapi…
ternyata tidak.
Serangan hari ini mungkin hanya untuk menguji model baru mereka.
Empat anggota kita pun gugur, ya.
Saat model baru mereka sempurna, jangankan empat orang,
seisi republik pun bisa binasa.
Itu memang bukan urusan kita,
tetapi Mayor pasti tak berpikir demikian.
Apa?
Bukan apa-apa.
Yang jelas,
sekarang model baru itu masih belum bersuara.
Kau bisa tahu?
Aku masih ingat suaranya.
Selain itu, kemungkinan komandan mereka tak akan menembak lagi.
Dia menemukanku.
Kakakmu, ya?
Sepertinya dia juga menyadari keberadaanku.
Setelah ini, dia akan langsung mengincarku.
Bagiku, ini skenario yang ideal, tetapi…
bagi kalian, ini kemungkinan terburuk.
Kalian pilih yang mana?
Gantung diri hari ini atau mati di esok hari?
Jangan bercanda.
Kami akan bertarung bersamamu sampai akhir!
Dewa Kematian kami!
Kami akan dibinasakan.
Dan eskadron inilah tempat eksekusinya.
"Misi pengintaian khusus"?
"Tujuan, titik terjauh yang bisa dituju.
Batas waktu, tanpa batas. Tanpa bala bantuan.
Mengundurkan diri akan langsung dieksekusi."
Tujuannya adalah agar semua eskadron bertempur sampai tak ada yang tersisa.
Dan di sinilah tempat pembuangan terakhir kami.
Kami semua akan mati di sini.
Ada apa, Lena?
KALENDER BINTANG, 28 AGUSTUS 2148
Misi terakhir dengan peluang selamat nol persen, ya?
Itu memang terdengar seperti sesuatu yang khas di negeri kita.
Kumohon, bantulah aku!
Kita harus menghentikannya!
Dengan cara apa?
Lebih tepatnya, kita bisa apa?
Berpidato di televisi?
Minta bantuan orang penting?
Jika itu memang bisa mengubah sesuatu, dari awal ini tak akan pernah terjadi.
Biarkan saja.
Kita tak bisa apa-apa.
Semuanya akan sia-sia saja.
- Makanya… - Hentikan!
Berhentilah menutup mata dengan bersikap seperti orang jahat!
Justru kau yang harus berhenti!
Hentikanlah…
Aku mohon, berhentilah.
Tak ada yang bisa dilakukan.
Kita tak punya kapabilitas untuk menyelamatkan mereka!
Annette…
Kolega penelitian ayahku tinggal di rumah sebelah.
Kami sempat punya relasi keluarga.
Namun, setelah peperangan dimulai, semuanya pun berakhir.
Ternyata mereka sekeluarga adalah Eighty-Six.
Mereka punya dua anak laki-laki. Kakaknya lebih tua dariku,
tetapi adiknya seusia denganku.
Dan kami satu sekolah. Kami sering main bersama.
Kami sempat berteman.
Namun, saat kusadari, tak ada lagi Eighty-Six yang menghadiri sekolah,
aku pun jadi bahan rundungan di sekolah.
Mereka bilang aku berteman dengan orang berwarna kulit yang nista.
Benar-benar memuakkan.
Aku tak bisa apa-apa.
Namun, tanpa tahu hal itu, dia masih mengajakku bermain.
Aku menolak dan kami bertengkar, lalu…
mulutku keceplosan.
Dasar orang berwarna kulit nista!
Aku merasa takut…
pada diriku yang tega berkata demikian pada temanku.
Karena itulah,
saat ayahku berniat mengambil risiko untuk menampung mereka di sini,
aku pun menentangnya.
"Aku tak kenal anak itu.
Aku tak mau kita terancam bahaya hanya karena anak itu."
Padahal ayahku sebenarnya ingin aku mendukungnya,
tetapi aku justru berlabuh pada pilihan berbeda.
Keesokan harinya, mereka dibawa ke distrik penampungan.
Tak ada yang bisa diperbuat.
Sejak awal memang tak ada yang bisa dilakukan.
Hanya itu yang bisa kurasakan.
Sedangkan dirimu selalu saja…
Hei, Lena.
Kau berlagak seperti sang santa, tetapi…
kau juga sama bersalahnya.
Tempat ini…
Ibu dan kakak-beradik yang tinggal di sini
memiliki kekuatan misterius.
Kudengar tanpa bertukar kata pun, mereka bisa saling memahami perasaan.
Ayahnya tertarik dengan kekuatan itu.
Di sinilah tempat awal mula dari segalanya.
Awalnya eksperimen berupa permainan dengan mesin seperti mainan ini,
di mana mereka menebak apa yang dipikirkan si ibu
yang berada di balik gorden.
Saat militer tahu bahwa ada metode komunikasi yang baru,
mereka pun memerintahkan ayahku untuk mengembangkannya,
tak peduli apa pun ganjarannya.
Lalu, hasil jadinya adalah…
perangkat RAID yang dirimu pakai.
Menurutmu, berapa orang Eighty-Six yang terbunuh untuk menyempurnakannya?
Apa?
Itu alat penyampai kata-kata,
jadi, hewan tak bisa dijadikan eksperimen, 'kan?
- Jangan-jangan… - Benar!
Eksperimen manusia!
Eighty-Six tak dianggap sebagai manusia.
Benar-benar praktis, 'kan?
Subjeknya selalu anak-anak.
Karena hasil adalah prioritas utama, keselamatan pun diabaikan.
Mereka semua mati menderita.
Ayahku tak sanggup memikul beban itu, sehingga dia pun bunuh diri.
Jadi, bukan karena kecelakaan?
Ayahku tak mungkin salah menyetel Para-RAID, 'kan?
Dia selalu bilang,
bahwa dia yang menelantarkan temannya, dan membiarkan banyak orang mati,
lebih pantas mati menderita dibanding siapa pun.
Berarti,
aku yang menelantarkan anak itu juga sama berdosanya, 'kan?
Karena itulah aku meneruskan riset ayahku.
Namanya Undertaker, 'kan?
Dia yang membuat seorang Handler bunuh diri, 'kan?
Ya.
Kalau Prosesor penyebab bunuh diri itu dibawa kemari,
mungkin dialah satu-satunya orang yang terselamatkan.
Namun, itu hanya wujud kemunafikan.
Untunglah para sampah itu menolaknya.
Lihat sendiri? Memang tak ada yang bisa diperbuat, 'kan?
Aku tak bisa menyelamatkan siapa pun.
Namun,
itu juga berlaku untukmu!
Jangankan tak bisa berbuat apa pun,
gara-gara perbuatan sia-siamu, mereka jadi hidup lama,
dan sekarang, mereka pun diperintahkan untuk mati!
Coba saja dirimu memperlakukan mereka semestinya
dan menyuruh mereka cepat mati…
Gara-gara dirimu, sekarang mereka pun disuruh mati!
Aku amat membencimu, Lena.
Jangan tunjukkan wajahmu di hadapanku lagi.
Aku tak akan membiarkan kalian mati.
Tak akan kubiarkan lagi…
siapa pun mati.
KALENDER BINTANG, 10 SEPTEMBER 2148
Ada apa gerangan?
Tolong cabut misi pengintaian khusus yang diberikan pada Eskadron Spearhead!
Makanya kutegaskan padamu.
Jangan berurusan dengan mereka lebih dari yang diperlukan.
Ini tidak masuk akal!
Apa kau ingin mereka terus bertugas sampai mati?
Eighty-Six harus dibinasakan.
Itulah yang diyakini pemerintah
dan juga rakyat sebagai pilihan terbaik untuk negeri ini.
Dengan kata lain,
itulah kehendak negeri ini.
Apa…
Saat peperangan ini berakhir,
kalau perbuatan kita pada Eighty-Six terkuak ke ranah publik,
republik akan kehilangan kredibilitas.
Dan selamanya akan dicap sebagai penindas.
Semua demi menghindari persoalan rumit ke depan.
No comments yet. Be the first to leave one.