Prvních 200 řádků.
Maafkan aku.
Selir Kerajaan.
Kamu membuatku hilang ingatan?
Kenapa?
Untuk membalasku karena mencoba membunuh ayahmu?
Itukah alasanmu
menerimaku meski tahu aku pembunuh?
Dia bukan Putra Mahkota!
Dia roh jahat!
Atau kamu melakukan itu karena kamu roh jahat?
Apa ada masalah?
Kamu tampak sedih.
Jika semua baik-baik saja, aku lega.
Yang Mulia.
Aku akan menuruti perkataanmu.
Aku akan tetap di sini sampai ingatanku pulih.
Putra Mahkota dirasuki roh jahat.
Apa ini hukumannya?
Hukuman karena memusnahkan keluargaku.
Apa hukuman itu menimpamu?
Ayah!
Kini kamu satu-satunya bangsawan di negara ini.
Pastikan kamu tetap hidup agar bisa menyiapkan masa depan.
Ayah.
Ibu.
"Episode Empat"
Kenapa firasatku buruk terus?
Aku merasa sangat gelisah.
Aku yakin ritual pengikatnya berjalan lancar.
Dari semua dewa di timur
sampai semua roh di gunung...
"Ak Hee"
Hei, kamu masih belum selesai?
Teruslah berdoa.
Apa?
Kamu harus berdoa dengan khidmat.
Para roh dan dewa, kumohon...
Tidak.
Aku yakin semua berjalan lancar. Ya.
Apa? Kasim Neung?
Chung Ta?
Jika ritual pengikatnya berjalan lancar,
dia seharusnya kembali menjadi Sajo Hyun, Putra Mahkota.
Kasim Neung.
Yang Mulia?
Kamu kembali, Yang Mulia!
Kamu harus mencuci pakaian. Beraninya menginjakkan kaki di sini?
Kumohon, aku hanya...
Aku datang
untuk mengambil beberapa barang. Itu saja.
Maafkan aku, Yang Mulia.
Gye Ra.
Kendalikan dirimu.
Aku akan membalaskan dendam keluargaku, apa pun yang terjadi.
Bawakan aku anggur lagi.
Kubilang ambilkan lagi...
Kamu
istri Yeon Poong Hak.
Kamu senang?
Setelah memusnahkan keluarga teman lamamu,
kamu menjalani hidup penuh hedonisme tidak terkendali
yang dimungkinkan oleh darah dan keringat rakyat. Kamu menikmatinya?
Apa kamu merasa memiliki dunia di kakimu
saat kamu bahkan tidak bisa melihat apa yang ada di depanmu?
Ada orang di sana? Siapa pun?
Binatang buas rendahan tidak lebih hina darimu.
Jiwa banyak orang yang mati karenamu
akan mencabut nyawamu malam ini.
Kamu akan berakhir di api penyucian,
Sajo Seung!
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Beraninya kamu! Hentikan!
Kenapa kamu terus menghantuiku seperti ini?
- Yang Mulia... - Kenapa kamu
masih berkeliaran di dunia nyata?
Yang Mulia.
Kamu bermimpi buruk lagi?
Ini aku,
ratumu, Yang Mulia!
Yang Mulia!
Yang Mulia!
Panggil tabib kerajaan sekarang juga.
Itu hanya mimpi, Yang Mulia.
Itu semua hanya mimpi, Yang Mulia.
Aku harus minum.
Bawakan aku arak.
Yang Mulia, ini sudah sangat larut.
Yang Mulia, aku akan memberikan pengobatan akupunktur.
- Silakan beristirahat. - Bawakan aku arak sekarang juga!
Arak! Bawakan kepadaku sekarang!
- Sekarang. - Yang Mulia.
Bawakan aku arak!
- Yang Mulia. - Astaga.
Bawakan arak dan camilan! Kamu tidak mendengarnya?
Yang Mulia.
- Aku sangat kesakitan. - Yang Mulia.
Yang Mulia.
Aku sudah memesan makanan dan minuman untuk dibawa.
Mohon bersabar.
Anda bisa segera bersantai.
Bergeraklah lebih cepat, Bodoh!
Yoong, kamu yang terbaik. Hanya kamu yang kumiliki.
Benar, Yang Mulia?
Pangeran Yoong kita yang terbaik, bukan?
Yoong kita berjaga di kamar sebelah setiap malam.
Karena takut sesuatu akan terjadi kepadamu.
Yang Mulia.
Pangeran. Ada apa?
Bukan apa-apa.
Ha Rang.
Tuan Yang.
Kamu meninggalkan ini.
Aku gagal dalam misi dan kehilangan ingatanku.
Aku belum bisa kembali.
Aku akan melakukannya.
Bahkan jika itu berarti aku mengembalikan mayat, kali ini
aku akan membunuh Sajo Seung.
Selir Kerajaan.
Kamu bahkan lebih cantik hari ini dari saat upacara pemberian takhta.
Putra Mahkota pasti memperlakukanmu dengan baik.
Ya. Wajahnya secantik bunga Lagerstremia Indica.
Terima kasih.
Dia putra hina raja.
Kenapa putra raja mendukung sekelompok pembunuh?
Karena kelahirannya yang hina?
Kamu tidak terlihat di mana pun semalam.
Aku yakin kamu tidak peduli ayahmu hidup atau mati.
- Aku minta... - Yang Mulia.
Putra Mahkota tidak sehat semalam.
Lupakan saja.
Apa gunanya pria lemah?
Jika sudah selesai menyapa ayah, pergilah.
Baik, Yang Mulia.
Yang Mulia.
Anda merasa tidak nyaman di sini?
Dari atas sini ke bawah sini.
Rasanya seolah-olah aku ditikam.
Lalu bagaimana
jika Anda menekan seperti ini di tempat Anda merasa paling sakit?
Beraninya kamu, Selir Kerajaan?
Ingat posisimu.
Yang Mulia.
Maukah Anda membantu?
Lakukan sendiri.
Kamu tidak mendengarku?
Kemarilah dan lakukan sendiri.
Lihat dirimu. Rasa sakitnya makin parah.
Minggir.
Selir Kerajaan.
Bertahanlah, Yang Mulia.
Bagaimana perasaan Anda, Yang Mulia?
Tidak bisa begini.
- Panggil tabib... - Aneh sekali.
Seolah-olah rasa sakitnya hilang.
Selir Kerajaan.
Kamu belajar kedokteran?
Selirku
tertarik pada kedokteran saat kecil,
dan dia mempelajarinya di waktu luangnya.
Begitukah? Luar biasa.
Kamu belajar di waktu luangmu,
tapi kamu lebih terampil daripada tabibku.
Sepertinya istana punya tabib hebat lainnya.
Aku merasa senang.
Yang Mulia.
Apa aku tertarik pada kedokteran saat masih kecil?
Aku tidak tahu.
Kamu hilang ingatan.
Aku harus mencari alasan.
Begitu rupanya.
- Terima kasih. - Aku yang harus berterima kasih.
Karena kamu, aku mendapatkan poin dengan Raja.
Tapi Tuan Putri Mahkota akan merasa tidak puas.
Ini Putra Mahkota atau roh jahat?
Apa yang kamu pikirkan?
Sejak semalam.
Kamu ingin tahu aku roh jahat atau bukan?
Ya.
Kasim Neung bilang kamu berganti kepribadian
setiap kali kamu tidur.
Jadi...
Menurutmu siapa pria
yang berdiri di hadapanmu sekarang ini?
Aku tidak tahu.
Aku tidak tahu yang mana roh jahatnya,
tapi aku menyadari suhu tubuhmu berbeda.
Suhu tubuhku...
Terkadang itu terasa sedingin es.
Terkadang itu panas saat disentuh.
Kalau begitu,
bagaimana dengan sekarang?
Sekarang...
Kamu tidak panas atau dingin.
Benarkah?
Menarik sekali.
Siapa pun kamu, aku tidak bisa memaafkanmu.
Jika kamu roh jahat, kamu harus membayar karena menghapus ingatanku.
No comments yet. Be the first to leave one.