Prvních 200 řádků.
- Oke, ayo berangkat. - Baik.
- Sampai jumpa. - Dah.
SEGAR
Aku kembali.
Selamat datang.
Keajaiban sauna itu bohong.
- Apa? - Kenapa?
Sepertinya…
Aku tanya, "Jika kau ingin yakiniku,
tapi pacarmu ingin susyi, apa yang kau lakukan?"
Lalu dia bilang…
RURU (26) MODEL
"Tidak, aku ingin yakiniku,
jadi, aku pilih itu.
Aku takkan mengalah."
- Benar. - Sungguh? Itu keterlaluan.
Ya. Aku tak menyangka dia jadi sangat berbeda
saat bicara berdua dengannya.
Ya, bicara empat mata memang beda.
Aduh. Dia lebih kekanak-kanakan dari dugaanku.
Itu dia!
Dia jauh lebih kekanak-kanakan dari dugaanku.
Entahlah…
ASSUN (30) WIRASWASTA /HOSTES
Sudah pasti tidak.
Sangat mengecewakan.
Ma-kun cuma modal tampang.
Surat itu mendebarkan.
HIKARU (23) HOSTES
Benar.
- Kau menulis untuk siapa? - Aku?
TAI-CHAN (22)
- Dia pikir surat itu dari Hikaru. - Ya.
Ya.
Ma-kun.
Jadi, siapa yang menulis kepadaku?
Seharusnya sudah jelas, kan?
Jadi, Maririn?
Begitu rupanya.
Benar!
Sebenarnya aku mengira itu darimu.
Kau kira begitu?
Apa aku merusak suasana?
- Tidak juga? - Yakin?
Kita baru sehari di sini.
- Ya. - Baru sehari.
Apa sudah cukup jelas jika aku memikirkanmu?
Sudah jelas.
Jadi, aku punya dua pilihan.
Aku serbacepat. Termasuk dalam mengungkapkan perasaanku.
Benar.
Itu baik dan buruk.
Benar.
Aku serbacepat.
- Serbacepat? - Ya, itulah aku.
Aku sempat tertarik kepada Ruru karena dia seorang model.
Tapi sekarang, aku fokus sepenuhnya kepada Hikaru.
Peringkatnya melonjak naik.
ACARA REALITAS KENCAN YANKII SAAT CINTA DIPERTARUHKAN
RAPER DARI SAGAMIHARA MELANTUNKAN LIRIK CINTA
ARI
HOSTES DARI KAWASAKI MENCARI PRIA SEJATI
HIKARU
PEMILIK BAR KYOTO BERJUANG DEMI WANITANYA
PEKERJA BAR NANIWA MENCARI CINTA SEJATI
MARIRIN
YANKII KURUME BESAR DI SEL
BO
PETARUNG MMA EKS YAKUZA MENCARI JODOH
MA-KUN
HOSTES NO. 1 NAGOYA PENAKLUK PARA PRIA
ASSUN
PENATA GAYA YANG TULUS MENCINTAI
TAI-CHAN
MODEL JUJUR MENCARI CINTA
RURU
SAATNYA BERJUANG SAATNYA JATUH CINTA
MABUK CINTA
Ayo makan!
- Ayo makan! - Ayo makan!
Kelihatannya enak.
Pasta apa ini?
Karbonara?
- Bukan? - Bukan itu?
Mari kita kenal Maririn lebih dekat.
- Setuju. - Setuju.
MARIRIN (25) PEKERJA BAR
Tanpa minuman keras?
Sulit tanpa alkohol?
Aku tak keberatan bercerita, tapi…
Apa kalian mau mendengarkan?
- Aku mau. - Benarkah?
- Kau juga, Maririn. Apa kisahmu? - Ya, ceritakan.
Tapi jangan memaksakan diri. Ini baru hari kedua.
Benar.
Cerita jika siap saja.
Mungkin lebih baik dibahas sambil minum.
Nanti saja sambil minum? Tak harus hari ini.
Ya.
Ada apa?
Tunggu, kenapa?
Ada apa?
Saat mengingat masa lalu…
Kau baik-baik saja, Maririn?
MA-KUN (28)
Tak perlu bercerita hari ini.
Jangan memaksakan diri.
BO (27)
Ya, kan?
Jangan memulai surat dengan " Wassup ."
ARI (29) RAPER & MODEL
Siapa yang mengawalinya dengan "Wassup"?
Kami melihatnya dan tertawa.
Siapa orangnya?
- Ayo merokok. - Ayo.
- Aku ingin bersama Hikaru. - Ayo.
Mau ikut?
Mau pergi?
JALANI HIDUP
Di dalam kelas?
Membuatmu bernostalgia?
Mari bicara berdua.
Empat mata?
Ya. Kenapa kau menangis tadi?
- Kau tak perlu cerita. - Aku tahu.
Jadi…
Aku tak tahu harus mulai dari mana.
Ya.
Tapi semua mantanku melakukan kekerasan fisik.
Yang terburuk dari semuanya
adalah mantanku yang anggota geng.
Dia mencengkeram kepalaku…
Di kamar mandi, dia bilang…
"Akan kukuras darahmu dan kucabut kukumu,
jadi, enyahlah dari sini."
Dia pernah membunuh orang dan menodongkan pistol ke wajahku.
Dia mengambil semua uangku dan semua yang aku punya.
Apa?
Hanya saja…
Belum pernah ada yang mencintaiku.
Aku tak mengerti kenapa hidup harus seberat ini.
Aku tak tahu siapa dia sebenarnya. Semua, bahkan namanya, bohong.
Dan…
Sulit membicarakan hal berat seperti ini.
Itu membuatku murung dan terkekang.
Aku tak tahu apa-apa soal hubungan.
Aku takut dipukul, jadi, aku menuruti segalanya.
Akhirnya aku hanya mendengarkan masalah orang lain.
Lalu aku pun berhenti untuk terbuka.
Itu…
Maaf. Terima kasih.
Ya, aku mengerti alasanmu tak bisa bercerita tadi.
Tapi tetap saja…
Aku ingin dicintai seseorang.
Aku tak tahu seperti apa cinta tulus itu.
Kupikir di sini…
seseorang akan menyatakan cinta kepadaku.
Terima kasih memandangku,
- dan mendengarkan. - Sama-sama.
Aku lebih lega setelah mengatakannya.
Aku jarang menceritakannya.
- Berat sekali, ya? - Tidak.
- Benarkah? - Ya.
Bagaimanapun, terima kasih.
Mari temukan cinta sejati di sini.
Tai-chan sangat baik.
Aku senang kau mengajakku.
- Apa? - Senang kau mengajakku.
Sama-sama.
Ternyata Maririn punya luka batin yang cukup dalam.
Hei, kamera Instax!
Ayo berfoto seperti ini.
- Yang benar. - Ikuti aku.
- "Satu, dua, wassup, man!" - Satu, dua…
- Wassup, man! - Wassup, man!
Hasilnya bagus!
Ini pertama kalinya aku berfoto begini dengan seorang gadis.
- Sama. - Benarkah?
Sepertinya kita berisik dan konyol di kelompok ini.
Jadi, aku penasaran seperti apa jika hanya kita berdua.
Ya, kita seperti badut kelas.
Ya, pasti.
- Seolah kita bodoh atau apa. - Aku juga berpikir begitu.
Apa aku lebih serius dari kelihatannya?
Maksudku, soal berpacaran.
Ya. Aku bekerja di klub hostes, kan?
Jadi, aku selalu dianggap murahan.
Tapi tidak. Aku punya prinsip.
Boleh bilang murahan di acara ini?
Kali ini kubolehkan.
Benarkah?
- Kau Kanagawa. - Ya.
Dan Kawasaki cukup dekat.
Kabar bisa tersebar ke mana-mana.
Tapi kau bisa bertanya dan takkan menemukan
rumor bahwa aku murahan.
- Benarkah? - Ya.
Aku mengerti maksudmu.
Aku tak siap mendengarnya.
Saat kau bilang tak ada rumor tentangmu.
No comments yet. Be the first to leave one.