Prvních 200 řádků.
Selamat datang di Vanderpump Villa: The Reunion…
Astaga.
Marciano, kau mengatakan dengan jelas yang ingin kau lakukan padaku.
- Caramu ingin melakukannya. - Apa?
Dalam hal seksual?
- Astaga. - Astaga, Bung.
Mari keluarkan semuanya.
Astaga.
Kau gila.
Aku seperti ada di Pulau Ngeri selama tinggal di kamar itu.
- Kau… - Pulau Ngeri.
- Menurutmu aku tidak? - Ya, ngeri.
- Kau yang Pulau Ngeri. - Apa itu Pulau Ngeri?
- Kau menyelinap kamarku dua kali. - Astaga.
Kau gemetar.
Ya, karena aku marah, Lisa.
Aku ingin dengar romansa Andre dengan Bridget.
Sebenarnya, ada rekaman yang belum pernah dilihat.
Astaga…
Jika jadi kau, jangan bicara dengannya lagi.
Kita tanyakan para istri Mormon.
Marciano, apa yang menarik perhatianmu tentang Demi?
Dia sudah menikah.
Demi dan aku sangat saling tertarik
yang mengarah kepada sesuatu di luar kastel.
Apa-apaan…
Ini para istri Mormon, Semuanya.
Mereka para wanita ambisius.
ORVIETO, ITALIA
Enam bulan telah berlalu sejak kita berpisah
dengan Castello Rosato yang memikat.
Sore ini, aku memanggil stafku, bukan hanya untuk mengenang,
tetapi untuk menguak dan memeriksa musim panas para orang Italia.
Acara dimulai.
Merekam.
Selamat datang di Vanderpump Villa: The Reunion.
STASSI PEWARA
Aku tahu kalian menatapku berpikir
menjadikanku pewara tindakan berani.
Jujur saja, aku terlahir untuk peran ini.
Lalu ada ratu keramahan
dan pemimpin pemberani kita, Lisa Vanderpump.
Bersiaplah, Semuanya.
Malam ini akan menjadi malam tak terlupakan.
Terlihat lebih menarik.
Kurasa mereka takut.
Baiklah. Benar-benar terasa luar biasa
untuk melihat kalian semua lagi.
Kini mari fokus ke intinya.
Ini bukan pekerjaan biasa.
Kalian membawa namaku, merekku, dan visiku.
Kini aku melihat ke depan dan memutuskan
siapa yang mendapatkan tempat di sisiku musim panas depan,
jika kita semua beruntung.
Semuanya tercekat.
Baiklah. Stassi, silakan memimpin.
Terima kasih, Lisa.
Baiklah. Italia sangat romantis.
Jujur saja. Lalu romansa Rosato cepat memanas,
secepat hari pertama.
Namun, seiring musim panas berjalan, tak semua kisah cinta lancar.
Kita mulai dari siapa?
Romansa Andre dengan Bridget.
Aku merasa mereka menutupinya.
- Ada apa? - Astaga.
Aku hanya tiga hari. Mau romansa apa?
Andre, mau menjelaskan atau aku saja?
Maksudku, Bridget datang. Menurutku dia menarik
dan kudengar dia juga tertarik.
Kami berbincang sekali.
Sebenarnya, ada rekaman yang belum pernah dilihat
yang tak dimasukkan. Siap menontonnya bersama?
Aku siap.
BELUM PERNAH DILIHAT
Kau tahu, aku dan Bridget saling tertarik, bukan?
B-R-I-D-G-E-T
kencan denganku.
Ada gadis lain yang meminta ciuman selamat malam.
- Warna favoritku warna matamu. - Karena itu terus kau tanyakan?
Ya, aku mencari perhatianmu.
Itu berhasil.
Aku dan Gabriella saling peduli.
- Namun, aku juga… - Ingin melakukan kesukaanmu.
Ingin mengejar opsi lain.
Aku tak mau berbohong, tetapi sudah beri tahu Gabriella…
Ini jelas taktik manipulasi.
Aku beri tahu Gabriella, "Aku selalu memilihmu."
Apa?
Sudah kubilang. Kau tak percaya.
Kubilang aku tak terkait.
Jangan bicara dengannya
jika kau pintar.
- Andre sangat palsu. - Tunggu.
Gabriella, bukan hanya kau yang dipermainkan, sudah jelas.
Ya. Tunggu!
Marciano, kali ini, kau bukan orang jahat.
Bergiliran. Gabriella, seberapa dari rekamannya
yang kau sadari?
Tak satu pun.
Astaga!
Dalam situasi sulit, Bung?
Astaga.
Andre. Giliranmu untuk membela diri
dan kau harus berusaha sangat keras
karena kami semua jelas Tim Gabriella.
Bridget, aku tertarik kepadanya.
Aku memberinya sorakan. Ya, benar.
Aku dan Gabriella terhenti
seperti kataku, hingga hari ini. Tak pasti.
Maafkan aku.
Saat kau melakukan Village People,
kau tak terlihat seperti jatuh cinta dengan Gabriella.
Benar. Jika kau menyorakinya dan berbisik kepadanya
soal kecantikannya dan berbincang seperti ini,
lalu sepekan kemudian kau menangis tersedu-sedu,
bicara kepada Lisa, mengatakan jatuh cinta denganku,
hal ini dan lainnya tidak konsisten.
Saat kau jatuh cinta dengan mendalam, semua itu omong kosong.
Semuanya palsu. Saat ini aku senang dengan diriku.
Keputusanku tepat.
Ini masalahnya.
Karena kau duduk di sana dan bersikap seolah paling penting.
Berkali-kali, aku sering…
Tidak benar.
- Dia wangi. - Benar, 'kan? Kalian tahu.
Baunya seperti bunga.
Diam. Itu bahkan tak berbau.
Kau dan aku berbincang soal kau suka Gabriella,
tetapi kau takut berusaha karena kau pikir sudah berakhir.
Tak ada peluang.
Bagaimana ada peluang
jika menyerah tanpa berusaha?
Kalian tak sadar bahwa ini hari kedua.
Aku dan Gabriella tidak berbincang
soal kegiatan kami sama sekali.
Aku bertanya secara spesifik kepadamu.
BELUM DILIHAT MALAM 1
Aku tak berencana menjalin romansa atau intim dengan siapa pun di sini.
Aku ingin tahu pendapatmu.
Kau membuatku jengkel,
tetapi kau tahu,
kau punya tempat istimewa di sisi kiri.
- Di hatimu. Tunggu. - Kenapa kau ke kanan?
Itu kirimu.
Maksudku, kisahnya sudah ditutup dan kau tak berharap lagi
karena kau tak punya urusan.
- Selesai. - Berharap?
Lisa, saat Andre menangis kepadamu soal Gabriella,
apa menurutmu itu tulus?
Aku benci mengatakannya, tetapi menurutku tidak.
Aku selalu terhubung kepadamu atau menurutku begitu.
Namun, kini memang tampak seperti omong kosong sepele, Andre.
Saat kau butuh sesuatu.
Kau selalu menggendong Donut.
Astaga!
AWAL HARI INI
Kau sering dengan Donut daripada Gabriella.
Hubungan kalian nyata.
Entahlah, aku tak sanggup.
- Kau sudah berpaling dari Gabriella? - Tentu. Ya.
Gabriella, kau mengencani seseorang?
- Ya. - Ya, ceritakanlah!
Teman dari Miami. Kami sudah setahun berteman,
kami jatuh cinta, setahap demi setahap,
- itu bagus. - Jatuh cinta.
- Ada "Aku mencintaimu"? - Ya.
Cepat sekali.
- Marciano, diamlah. - Hanya bilang cepat sekali.
- Beda jika cocok. - Ya,
hanya cepat sekali.
Grace, Dom, aku ingin membahas hubungan kalian.
Aku mendukung kalian. Kami semua mendukung kalian.
- Ya. - Kami tidak bercinta.
- Aku tak bercinta dengannya. - Benar.
Tak ada hubungan seksual dengannya. Biar kuperjelas.
Aku tak bercinta, kecuali punya koneksi dengannya.
Itu yang coba kurasakan selama ini.
Baiklah.
Jangan bicara seolah kubilang, "Aku ingin bercinta dengan Dom."
Kau menyelinap masuk dua kali.
Astaga, jangan begitu.
Jangan begitu.
Kau menusuk bokongku di tangga,
di bar, dan menyentuhku. Jangan begitu.
Aku merasa bukan tak sopan seperti yang kau pikirkan
karena pria lain…
- Karena kau tak melihatnya. - Boleh aku bicara?
Karena pria lain akan bercinta denganmu di kasur itu dan…
Astaga, Dom, terima kasih banyak tak mau bercinta denganku.
Seperti itu sikapmu saat ini,
seolah kau sangat menolongku.
- Tidak, kau berlebihan. - Apa-apaan…
- Kau gemetar. - Karena marah, Lisa.
Aku tak merasa nyaman di dekatnya.
Kau menyesatkannya. Aku melihatmu dan aku tahu perasaanmu mendalam.
Kau bilang, "Aku dalam masalah. Aku sangat menyukainya."
- Aku tak suka merasa rentan. - Aku tahu.
- Aku tak suka menunjukkan itu. - Butuh waktu untuk merasa nyaman
dan dia menginjak-injaknya.
Kau menyesatkan gadis manis saat dia layak tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.