The Way He Looks (Hoje eu quero voltar sozinho)

The Way He Looks (Hoje eu quero voltar sozinho)

Hoje Eu Quero Voltar Sozinho

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

The Way He Looks [Hoje Eu Quero Voltar Sozinho] 2014 All WEBRip & WEB-DL
Komentář od AngelTouch
IDFL™ Subs Crew

Tagy

Web-DL
web-dl
webrip
web
WEB-DL
BRip
Zveřejněno: 2014-09-01
Stažení: 133
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Diterjemahkan oleh: AngelTouch

Berapa tingkat kemalasanmu sekarang?

Hmm...

6 tingkat.

Kau?

8...

...setengah.

8 setengah?! Sebanyak itu?!

Ah... Matahari, liburan, kolam...

...membuatku malas berpikir kalau ini akan berakhir.

Ah, aku malas karena tak berbuat apa-apa.

Aku malah senang tak berbuat apa-apa.

Kita selalu santai di hari libur. Tak ada yang terjadi.

Memangnya apa maumu?

Entahlah.

Tapi drama besar, percintaan...

...tak terjadi di hari libur kita.

Lalu siapa cintamu itu?

Kau selalu bilang teman kelas kita Kodok (jelek) semua.

Dia tak perlu jadi Pangeran.

Kau sendiri tak memikirkannya?

Apa?

Apa? Kau mau menjalani hidupmu tanpa mencium siapa pun?

Giovanna!

Itulah kenyataannya. Tidur dan...

...mendengarkan Beethoven di hari libur takkan mengatasi hal itu.

Kau harus mencium gadis, supaya hidupmu tak sia-sia.

Kalau aku harus mencium gadis, kenapa tak kucium saja kau?

Tapi aku tak mau ciuman pertamaku seperti itu.

Uh, Leo. Kau takkan mencium siapa pun.

Siapa yang mau menciumku?

Si Penyihir Karina pasti mau.

Tapi kau akan jadi Kodok.

Konyol.

Dia selalu memperhatikanmu.

Mengerikan bila satu-satunya orang yang...

...jadi pacarku itu Karina.

Dia selalu membual.

Membosankan.

Bayangkan jika kami pacaran, dia akan selalu mengikutiku.

Benar, tidak?

Gi?

Giovanna...

Hei.

Kau bilang apa?

Kau tak mendengarku?

Tidak.

Lompatlah, Leonardo. Berhentilah bersikap membosankan.

Aku tidak membosankan!

Kau yakin tak mau masuk, Gi?

Tidak, aku harus mengerjakan tugasku.

Berikan kuncimu, Leo.

Ini.

Sampai besok./ Dah.

Ibu?

Aku pulang.

Hai, Leo.

Makan siang sudah siap.

Sebentar.

Hei, Leo.

Bagaimana hari ini?

Baik./ Hanya baik?

Tidak.

Luar biasa.

Mukamu hangus. Kau pakai krim matahari?

Ya, bu.

Mataharinya panas sekali.

Benarkah?

Ibu 'kan tahu aku tak suka krim matahari.

Badanku jadi lengket.

Sebaiknya aku tak berjemur.

Bagus. Karena mukamu bisa hancur nanti.

Tenanglah, bu.

Tenang...

Tugasmu sudah selesai?

Belum. Aku masih menunggu rasa malasku pergi.

Memikirkannya membuatku tambah malas.

Hei, Singa Kecil./ Hei, ayah.

Mukamu hangus. Dari mana kau?

Dari rumah Gi.

Kau tahu? Ayah kaget melihat Gi kemarin.

Kenapa?

Dia sudah besar. Sudah jadi gadis.

Apa maksud ayah?

Kemarin kalian berdua masih anak-anak,...

...kini kalian sudah besar. Seperti orang lainnya.

Kursinya, Leo.

Ayolah, ayah.

Aku ini hebat.

Aku sudah sering melakukannya dan tak pernah jatuh.

Jangan bergurau.

Leo, ibu sudah bicara dengan nenekmu.

Rabu nanti dia mau ke dokter, jadi...

Tak apa. Aku bisa pulang sendiri.

Kau sendiri di rumah?

Kenapa?

Kau makan apa nanti?

Entahlah. Aku makan di sekolah, buat sandwich.

Tidak. Ibu khawatir.

Ibu...

Memangnya apa yang akan terjadi?

Baiklah.

Tapi Leo, telpon kami bila sudah di rumah./ Baik.

Dan pastikan baterai ponselmu sudah diisi.

Baik.

Sampai.

Apa maksud gurauanmu itu, Tn. Guilherme?

Tak ada, bu.

Maaf, tapi mereka berdua takkan bersama lagi.

Fabio, duduk di belakang Leo.

Tidak, Prof./ Ya, Fabio.

Ibu 'kan tahu kami tak bisa duduk di belakangnya.

Harus mendengarkan "tik tak" tiap saat...

Kau memang brengsek.

Jaga saja Manusia Tongkatmu.

Fabio, kau memang bajingan.

Nanti kuperlihatkan apa itu bajingan.

Diam, brengsek!

Apa-apaan ini, anak-anak?!

Kalian pikir ini di mana?

Prof.

Kalau aku duduk di belakang Leo, aku harus membantunya tiap hari.

Dia tak bisa bekerja sendiri.

Cukup, Fábio.

Kau tak perlu bantu siapa pun di kantor Kepala Sekolah. Bawa tasmu.

Wow, Prof... Jahat sekali.

Bagaimana dengan Giovanna? Apa dia takkan menemui Kepala Sekolah?

Bagaimana denganmu? Mau menemaninya?

Tidak, terima kasih.

Fábio...

Apa ini ruangan 211?

Ya, benar.

Siapa namamu?

Gabriel.

Masuklah.

Boleh aku duduk di situ?

Anak-anak.

Ya, silakan.

Selamat datang, Gabriel.

Mau bergurau lagi?

Hah?

Tidak.

Kuncinya, Leo.

Dah, Gi.

Dah.

Jangan pikirkan Fabio, oke?

Oke.

Dengar. Anak baru itu manis sekali.

Mungkin ini tahun keberuntunganku.

Mungkin.

Mungkin dia adalah Pangeranku.

Jangan berlebihan, Giovanna.

Dia baru masuk. Kau belum terlalu mengenalnya.

Kau cemburu, Leo?

Ya, Giovanna. Aku sangat cemburu.

Astaga. Apa-apaan...

Apa?/ Karina menggoda semua orang.

Apa maksudmu, Gi?

Dia duduk di sebelah Gabriel dan sudah menggodanya.

Tak cukup menggodamu, anak baru pun dia goda.

Sel terbagi dalam 2 bentuk...

Boleh pinjam penghapus?

Aku tak pakai penghapus.

Maaf./ Tak apa.

Ah, tunggu.

Terima kasih.

Sama-sama.

Kalau aku Pluto lalu seseorang berkata padaku...

"Hei, kau bukan Planet lagi!"

Aku pasti marah. Serius.

Kuncinya, Leo.

Dah.

Dah, Leo.

Dah, Gabriel.

Baiklah. Sampai besok.

Kau tak ke sana?

Tidak, aku tinggal 2 blok di belakang. Aku selalu mengantar Leo ke rumahnya.

Sampai besok kalau begitu.

Ya, bu. Aku sudah di kamarku.

Baiklah, bu. Aku akan makan siang.

Kau pernah berpikir sekolah di luar negeri, Gi?

Apa maksudmu?

Pertukaran pelajar.

Tinggal di luar negeri.

Tidak. Malas.

Kenapa?

Aku sempat memikirkannya.

Entahlah...

Pindah ke Amerika.

Ah, jangan Amerika, Leo.

Prancis lebih bagus. Bayangkan, liburan di Paris.

Tapi maksudku bukan liburan.

Dan... Amerika, Prancis... Terserah di mana saja.

Aku hanya mau pergi.

Tapi kenapa sekarang, Leo?

Ini bukan pertama kali aku memikirkannya.

Sudah lama.

Bayangkan kau pergi ke suatu tempat tanpa ada yang mengenalmu.

Tak ada yang tahu siapa kau.

Kau bahkan bisa membuat kepribadian baru.

More Indonesian subtitles for The Way He Looks (Hoje eu quero voltar sozinho)

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left