Prvních 200 řádků.
Aku tak pernah mengerti alasan Ariel meninggalkan laut
demi pangeran membosankan.
Aku betah di dalam air.
Dulu, maksudku.
Aku gemuk.
Aku ini bukan tembam atau gempal. Aku ini berbobot.
Aku makan tempat.
Ada Gempa Bumi! Awas!
Awas, ada Gempa Bumi!
Sebulan penuh jauh dari semua ini.
Pasti tidak akan seru.
Entah aku sanggup atau tidak.
Inilah alasanku akan sangat merindukan sekolah.
Alasan pertama, tempatnya sangat inklusif.
PUDING GEMBUL INILAH SAATNYA!
Puding Gembul!
Marcelo berciuman dengan Felipe di depan.
Felipe Brito atau Felipe Gendut?
Alasan kedua,
aku merasa dihargai dan dicintai di sini.
Ayo, Gendut. Kau masuk timku.
Tidak bisa main dengan dua bola.
Suruh dia jaga gawang.
Alasan ketiga,
tempat yang cocok untuk menenangkan pikiranku.
Kau bahkan tak bisa melakukan itu?
Tempat ini begitu damai dan indah, bukan?
Punya tubuh gemuk di sini jelas bukan masalah.
DIANGKAT DARI BUKU TERLARIS KARYA VITOR MARTINS
Aku sudah siap meninggalkan tempat ini.
Aku akhirnya bisa menyendiri tanpa diganggu orang lain.
Aku juga tak perlu keluar rumah.
HERE THE WHOLE TIME
Aku bisa melakukan apa pun sesuka hati.
Main gim video, baca manga, tidur siang,
dan menikmati apa pun yang ditawarkan Gambar Hidup.
"Jalanku menuju hatimu."
Sepertinya buruk.
Seleraku.
Cintaku,
aku memutar ulang momen ini ribuan kali dalam pikiranku,
tapi rasanya tetap saja salah.
Pergi terasa seperti kehilangan sesuatu yang tak akan pernah kutemukan lagi.
Jika kau masih memikirkan tentang kita,
kau tahu di mana menemukanku.
Terima kasih.
Tunggu!
Jangan naik!
Andai hidup seperti komedi romantis.
Kau melepas kacamatamu dan langsung jadi keren.
Ada hal terakhir yang ingin aku sampaikan.
Kenyataannya, pria seperti itu tak akan mencintai pria sepertiku.
Sayang.
Ya.
Kolamnya bagus. Kau yakin tak mau berenang?
- Tidak, aku mau menonton. - Kenapa tak mau berenang?
Kau tahu aku benci kolam.
- "Aku benci kolam." - Jangan, Ibu.
- Aku akan membalasmu! - Cukup. Sekolah sudah libur.
Kalau kau hanya mengurung diri di kamarmu…
Astaga! Setidaknya, bereskan kekacauan ini.
- Anak itu akan segera datang. - Siapa?
- Halo. Apa kabar? - Siapa, Ibu?
Di dasar laut yang dalam Aku melihat seekor kepiting.
Berbincang dengan ikan sarden Sepanjang hari.
Di dasar laut yang dalam Pesta digelar dengan meriah.
Ada juga gurita yang memasak Untuk seluruh awak.
Lumba-lumba menari Ketukan siripnya di dasar bahari.
Cumi-cumi berputar seperti gasing.
Kerang-kerang bertepuk tangan.
Bergoyang-goyang, si kerang tiram.
Udang karang memainkan kastanyet Bernyanyi dalam paduan suara.
Laut, laut, laut Aku ingin menuju ke dasar laut.
Laut, laut, laut Aku ingin menuju ke dasar laut.
Mau ke mana? Laut, laut, laut, aku ingin…
- Dia menginap di sini? - Bukankah Ibu sudah bilang?
- Sandra akan pergi berlibur. - Konferensi.
- Ibu tidak bilang. - Sudah.
- Kau tak bertanya. - Gula?
Kopi hitam saja.
Tadinya mau ke kakakku, tapi ada kendala.
Hanya 15 hari.
Lima belas hari? Dia akan menginap selama 15 hari?
- Aku tahu pasti begini. - Caio Luiz!
Maaf. Aku bahkan tak tahu harus bilang apa.
Maaf sekali.
Ayo. Kita harus bicara.
Yang benar saja. Ayo.
Berhenti mengeluh. Pelankan suaramu.
Aku tak mau orang lain dengar.
Itu hampir seluruh liburanku.
Dia menyiram tanaman kita saat kita ke Gramado.
- Sulit menolak. - Dia membunuh tanaman kita!
- Dia terlalu sering menyiramnya. - Ya!
Ini akan bagus untukmu. Kau jadi bisa bersosialisasi.
Aku justru tak akan keluar kamar.
Usianya 16 tahun. Dia bisa mengurus dirinya.
Kau baru 16 tahun!
- Terakhir kali Ibu meninggalkanmu… - Aku sudah menebusnya.
- Tidak adil meninggalkanku dengannya. - Setuju.
Ibu juga merasa ini bukan pilihan terbaik untukmu.
- Felipe agak… - Ibu.
Apa, Sayang? Dia tak berusaha menyembunyikannya.
Ini usaha terbaikku.
- Kalian berteman. - Itu dulu.
Kami sudah lama tak bicara. Dia membenciku.
Tentu aku membencinya. Kau lihat dia?
Dia mengabaikan sapaan pagiku di lift.
Selamat pagi.
Dia gemar olahraga.
Dia pria lurus yang hanya suka hal-hal lurus.
Gim baku tembak, buku fantasi. Dia suka sepak bola, Ibu.
Gol!
Pria lurus terburuk.
Apa ada pria lurus yang baik?
Jangan bercanda setelah menusukku dari belakang.
Ibu paham, Felipe. Ibu tahu kau menentang ini, tapi…
Kau menginap di sini! Titik.
- Kau terlalu tua untuk drama ini. - Sekarang, aku terlalu tua?
Barang-barang sudah di mobil. Kita sudah terlambat.
- Kita harus pergi atau kita… - Ya.
Ada masalah?
- Tidak ada. - Tidak.
- Kita berangkat? - Ayo.
- Ucapkan selamat jalan. - Selamat jalan.
- Sampai nanti. - Jaga sikapmu.
- Jaga sikapmu. - Ayo.
Bersihkan kamarmu. Bereskan tempat tidur.
Kau yang mengundangnya. Dia harus tidur di kamarmu, bukan kamarku.
- Astaga! - Aku tidur di sofa.
- Maaf. - Permisi.
- Permisi. - Silakan!
Terima kasih.
Hei.
Apa kata sandi Wi-Fi-nya?
Merylstreep1979. Tahun dia menang Oscar pertama.
Bagaimana mengejanya?
HARI PERTAMA
OLIVIA, AKU HARUS BICARA DENGANMU.
KAPAN KAU BISA MENEMUIKU?
TENTU, FELIPE. PUKUL BERAPA KAU…
Ibuku membawa pria ke rumah.
- Selamat siang, Felipe. - Selamat siang.
Maaf. Aku tak sabar menunggu sesi kita.
Ibumu berhak berkencan.
Kita sudah membahas ini.
Bukan itu. Itu anak tetangga. Dia akan menginap selama 15 hari.
Kau tahu rasanya tinggal di rumah selama 15 hari dengan orang asing?
Apa ada yang lebih buruk?
Selama 20 tahun jadi psikolog, aku yakin ada yang lebih buruk.
Aku tak akan bertahan. Kalau aku mati, itu salahmu.
Kau tak akan mati.
Dan kau perlu belajar menghargai batasan.
Kita bicarakan ini pekan depan, ya?
Hidupku yang paling buruk.
Jasadnya seperti keju Swiss.
- Kita berurusan dengan monster. - Benar.
Itu sebabnya aku menugaskan rekan untukmu.
Rekan? Maaf, Kapten. Aku lebih baik bekerja sendiri.
Tentu.
Dia jelas akan menghambatku. Ini ide yang buruk.
- Apa maksudmu? - Seperti yang kau pikirkan.
Cukup. Kalian tak punya pilihan.
Mulai sekarang…
Itu dia.
- Baik. - Aku di belakangmu.
Lumpuhkan dia.
- Aku akan ke sana. - Dapat.
Kau butuh sesuatu?
Bisa berhenti main gim? Filmku jadi terputus-putus.
Bukan, ini bukan ayahku.
Ini gim daring. Tidak bisa dihentikan.
Tonton lain waktu saja.
Jangan bodoh. Jangan ke sana sendirian. Aku datang.
- Ayolah! - Tunggu!
Aku datang. Jangan naik ke sana!
Selamat malam.
HARI KEDUA
…dan dia akan mengejarmu.
- Kenapa musiknya keras sekali? - Lagunya enak. Selera Caio bagus.
Selamat pagi.
PUTRA TERBAIK
Ibu.
- Kau lihat handukku? - Caio memintanya untuk ke kolam.
Dan kau memberikannya? Ibu!
Hai, Pak Francisco.
Baik, aku segera ke bawah. Terima kasih.
Apa harus handukku? Yang benar saja!
Itu hanya handuk. Dia minta, aku berikan.
Bisa ambil paket di bawah?
- Ibu sedang kotor. - Ibu!
Tolong.
Hai, Felipe.
Ada di sini.
Ini dia. Tanda tangan di sini.
Ini untuk Caio.
- Dia di kolam. - Kau tak bisa mengantarnya?
- Berbahaya kalau aku pergi. - Tidak.
Lebih aman daripada ke tempat yang kubenci dan menemui orang yang tak kusukai.
- Apa orang itu bersenjata? - Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.