Prvních 118 řádků.
Itu makanan pedas.
Makasih.
Cuma Penasaran
Kamu, 'kan? Gong Chanyoung.
Iya?
- Ya .... - Sudah lama, ya.
Ya, lama tak jumpa.
Hei.
Iya?
Kamu tak ingat aku?
Enggak, ingat, kok!
Kenapa formal sekali?
Yah, soalnya aku sedang kerja.
Begitu.
Senang bertemu denganmu.
Kamu yakin?
Kamu tampak tak senang.
Aku cuma terkejut, kok.
Aku ini mudah terkejut.
Aku juga terkejut bertemu denganmu.
Kenapa kamu di sini?
Aku kemari untuk ikut kelas 1 hari.
Begitu, ya. Semoga lancar.
Bukan, maksudnya gantungan kunci.
Ah?
Ah! Maaf, maaf.
Sampai jumpa.
Ya.
Sekian untuk hari ini.
Silakan beres-beres dan ...
... sampai jumpa dalam dua hari. Kerja bagus, semuanya.
- Sudah selesai? - Ya.
Terima kasih sudah menggantikan Inho.
Tak masalah.
Sisanya biar kuurus, kau boleh pulang.
Baiklah, sampai jumpa.
Kerja bagus.
Kamu mau pulang?
Hah? Ya.
Ayo jalan bareng.
Bagaimana kabarmu?
Kurasa,
sedang sibuk.
- Sibuk? - Ya.
Ah, iya!
Aku diterima di jurusan Musik Terapan Universitas Hokyung, itu yang ingin kuberi tahu.
Serius? Kamu masuk sana?
Ya, begitulah.
Baguslah. Kamu tampak bahagia.
Kamu bagaimana?
Aku baik-baik saja.
Sekolahnya?
Saat ini tidak.
Begitu, ya.
Aku melihatmu bernyanyi.
Di mana?
Di video.
Kamu pelangganku?
Tidak, kurasa bukan.
Aku akan berlangganan.
Tak apa.
Jujur saja, aku penasaran.
Kamu tiba-tiba keluar sekolah.
Kami mencemaskanmu.
Aku juga agak kecewa.
Maaf, aku tak bilang-bilang.
Kamu masih membuat musik?
Hei.
Ah?
Aku bertanya padamu, kenapa diam saja?
Ya, aku mau gabung band.
Kenapa tak bilang dari awal?
Ini seperti menit-menit akhir.
Loh?
Kalian saling kenal?
Kamu pernah bertemu dia?
Rumahnya dekat denganku, busnya sama.
Oh, teman sekomplek?
Jangan mengatakan hal bodoh.
Sejak kapan?
- Sejak kemarin. - Oh, kemarin.
Aku baru saja pindah.
Aneh, ya. Yoo-Ha biasanya tak mudah akrab dengan orang asing.
Begitulah.
Kudengar kau main piano.
Ya, aku main sejak kecil.
Oh, pasti jago, ya?
Tunjukkan permainanmu.
Sekarang?
Bu Guru bilang, 'kan?
Kami juga mengikuti audisi.
Bahkan orang seperti ini pun bisa lolos.
Memang aku tak meyakinkan?
Tapi kibornya sedang rusak.
Eh, masa?
Kalau gitu ....
Sudahlah, biarkan saja dia gabung.
Katamu tak boleh ada orang gila yang gabung.
Gila?
Tidak, maksudnya bukan kau.
Aku cuma iseng ngomong.
Kita putuskan dengan ini.
Ah ....
Loh, ini sungguh kau?
Hebat.
Kau jago banget.
Aku setuju, sangat setuju!
Aku juga, tak ada alasan untuk menolak.
Kenapa kau diam saja?
Dia begitu lagi, nih.
Berhentilah dan katakan sesuatu.
Ayolah.
Baiklah.
Ayo berjuang bersama.
Terima kasih, aku akan berusaha.
Nah, jadi si lamban ini setuju. Selesai, 'kan?
Oke, bagus. Mari kita rayakan ini sebagai grup.
Ayo jajan.
No comments yet. Be the first to leave one.