Prvních 200 řádků.
TOKOH, LOKASI, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI FIKSI
SEMUA AKTOR ANAK DIJAMIN KEAMANANNYA
- Ya? - Orang yang membeli syalnya
adalah Kwon Dojun.
Aku bicara dengan penjualnya.
Cari lokasinya dan kabari aku.
Hubungi Junyoung juga.
Jadi, kupindai lukisannya dengan sinar-X.
Lalu aku menemukan ini.
Ada tanda tangan yang bukan milik Pak Noh.
Di balik lukisan Pak Noh,
kenapa tanda tanganmu disembunyikan?
Letakkan itu.
Aku yang dipukul, kenapa malah kau yang pucat?
Hentikan dan letakkan itu, ya?
Aku tak ingin memukulmu.
Aku belajar MMA secara profesional.
Sekarang, katakan.
Kenapa kau melakukannya?
Sepuluh tahun...
Selama sepuluh tahun,
aku melukis untuknya.
Menyembunyikan tanda tanganku
untuk menandai bahwa ini lukisanku.
Aku melihatnya terkenal lewat karyaku
dan menjadi pesuruh istrinya.
Dia bahkan merebut lukisan rekanku.
Bahkan saat Yeseon bunuh diri,
aku mengabaikannya dan tetap bertahan.
Pak Kwon sudah terpilih
untuk beasiswa belajar ke luar negeri?
Astaga,
entah bagaimana mengatakannya.
Portofolio yang diserahkannya,
semuanya hasil menjiplak.
Sebagai pendidik yang jujur,
kurasa aku harus memberitahumu ini.
- Aku akan pergi, Pak. - Baik.
Aku mempertahankan impianku
untuk sukses sebagai seniman hebat.
Sial.
Usai sudah.
Mengecewakan sekali.
Aku selalu iri pada seniman.
Mereka tampaknya bekerja keras demi impian mereka
sesulit apa pun keadaannya.
Tapi kau coba memanfaatkan Pak Noh demi kesuksesanmu
dan membunuhnya setelah gagal.
Apa katamu?
Kenapa lukisan itu karyamu?
Lukisan itu tenar karena diterbitkan atas nama Noh.
Kau sembunyi di balik nama itu dan diam-diam memberi tanda tanganmu.
- Menyedihkan. - Kau tahu apa?
Kau tak tahu apa-apa!
Kau punya segala yang kau inginkan
dan bisa melakukan apa pun.
Tidak denganku.
Kau hidup seperti itu sepuluh tahun.
Terlalu lama bagimu mengatakan bahwa kau bebas dari kesalahan.
Berdirilah.
Aku tak bawa borgol, tapi jangan pernah berpikir untuk kabur.
Kwon.
Jin?
Apa yang terjadi?
- Dia menusuk dirinya. - Minggir.
Jin, si berengsek itu.
Dia harus didisiplinkan.
Aku akan bicara dengannya.
Ikuti saja ambulansnya, ya?
Kutelepon nanti.
Kenapa kau di sana?
Soal itu...
Aku membeli lukisan dari Pak Noh
dan menemukan keanehan di dalamnya.
Lalu?
Kupindai dengan sinar X dan menemukan tanda tangan
yang pernah kulihat di sini.
Lalu?
Lalu...
Aku datang untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Kenapa Kwon Dojun
bisa menusuk dirinya sendiri?
Itu hanya...
Dia kumarahi karena menceritakan kisah sedihnya.
Kepalaku juga dipukul.
Dia menyerangku lebih dulu.
Aku tahu kau kekanak-kanakan dan kasar,
tapi kau lebih buruk dari dugaanku.
Aku tak menduga dia akan begitu.
Kita menangkap penjahatnya dan lukanya tak parah.
Kau masih anggap ini lucu?
Seseorang terluka.
Kau tahu aku tak berniat begitu.
Aku hanya tak menduganya.
Polisi harus menduga hal itu dan bertanggung jawab.
Baik, aku akan bertanggung jawab.
Polisi
tak pernah bekerja sendiri, tapi sebagai organisasi.
Kau masih tak mengerti itu.
Aku tak punya kuasa atau hak untuk menolakmu.
Aku harus membimbingmu sebagai ketua tim.
Ini terasa seperti
ada bom di kepalaku.
Setelah pemilihan,
kau akan pergi dan hanya itu harapanku.
Apa yang kau lakukan?
Ganghyun.
Apa permintaanku berlebihan?
Berhenti membuat kekacauan!
Kau bahkan tak bisa awasi Jin Isoo?
Bagaimana jika putra calon wali kota terluka?
Bagaimana jika dia ditikam dan dibunuh oleh penjahat?
Maaf, Pak.
Pak.
Anda harus berangkat sekarang.
Siapa yang jadikan si berandal ini ketua tim?
Pindahlah ke kantor lain.
Kau terlalu banyak buat keributan.
Kenapa aku harus pindah?
Kau tahu alasan
aku membencimu, 'kan?
Kau tak bisa sembunyikan
dari mana asalmu.
Ayahku dijebak.
Kau salah paham terhadapnya.
Kau tahu siapa ayahku.
Kau sangat mengenalnya.
Dahulu dia atasan langsungmu.
Kau tak pernah tahu sifat asli seseorang.
Aku belajar itu selagi bekerja di bidang ini.
Kau lebih baik
berhenti melindungi ayahmu
dan hadapi kasus ini secara realistis.
Kau baik-baik saja?
Kau tampak lelah.
Bergadang semalaman?
Tidak, bukan itu.
Ada hal yang harus kupikirkan.
Mari periksa lukamu.
Tak perlu. Ini tidak parah.
Bersiaplah untuk pergi.
Ayo.
Aku baik-baik saja.
Pada hari itu,
aku keluar
dan kembali lewat pintu belakang.
Di dekat pintu belakang,
tak ada kamera pengawas.
Dan aku menusuknya.
Astaga, Dasar Berengsek.
Aku sangat ketakutan
dan kabur begitu saja.
Itu saja?
Ya.
Bagaimana soal catnya?
Itu bukan aku.
Aku kembali untuk meminta maaf kepadanya
atau mengungkap bahwa semua lukisan itu milikku,
tapi aku melihatnya sudah mati.
Aku tak tahu harus berbuat apa.
Aku hilang akal dan menabrakkan mobil.
Lalu kasus cat itu membuatku sadar.
Aku tak menusuknya terlalu dalam.
Kupikir mungkin saja
bahwa ibu Yeseon membunuhnya untuk balas dendam.
Kau kembali karena bisa menjebaknya sebagai pembunuh?
Asumsi kami berbeda.
Kami pikir kau berencana menyamar sebagai Oh Gyeongsun
dan membunuh Pak Noh sejak awal.
Tidak, itu hanya tindakan impulsif.
Lalu, kenapa kau membeli syal?
Syal?
Syal ini?
Kau beli ini untuk menyamar sebagai Oh Gyeongsun, 'kan?
Tanggal 13 September di Saseok-dong.
Kami memastikan kau pembelinya.
Tunggu. September...
13 September.
Itu perintah dari istri Pak Noh.
Dia memintaku mengambil barangnya.
Jadi, aku mengambilnya.
Apa itu syalnya?
Jika kau tak membunuhnya,
kenapa menusuk dirimu?
Intinya, aku memang menusuk Noh
dan hidupku kini usai.
Jadi, Joo Hwayoung pelakunya?
Dia mungkin merencanakannya
setelah menetapkan hari untuk mengganti kamera pengawas.
Dia menyuruh Kwon membeli syal dan menyamar sebagai Oh Gyeongsun.
Dia sengaja naik taksi.
Namun,
dia tidak menyangka Kwon menikam Pak Noh di hadapannya.
Sayang...
Tolong hubungi ambulans.
Kwon Dojun
baru saja menikamku.
Tapi kita tak punya bukti untuk membuktikannya.
Kwon Dojun, satu-satunya saksi,
adalah tersangka lainnya.
No comments yet. Be the first to leave one.