Prvních 200 řádků.
SANGALA, AFRIKA
Kolonel Dubaku, kami baru pergi meninggalkan kota.
Berapa orang yang kau bawa?/ 5 orang.
Hanya 5 orang?
Saat kami tiba di lapangan, banyak anak-anak yang kabur.
Aku butuh pasukan secepatnya./ Aku janji akan bawakan lebih banyak lagi, pak.
Bawa mereka padaku.
Kalian akan belajar menjadi pria sejati. Aku yakin akan kemampuan kalian.
Ini akan membuat kalian semakin kuat, prajurit kecil.
Ini akan membuat kalian merasa bebas.
Ayo.
Ambillah.
Apa pendapatmu tentang belati ini?
Sangat tajam, kan?
Kemarilah.
Orang tua kalian telah membuat kalian menjadi lemah. Tapi, Jenderal Juma akan membuat kalian menjadi kuat.
Jadi kalian bisa merebut kembali negara ini dari kejamnya pemerintah kita.
Begitu juga dengan para pengkhianat rakyat seperti kecoa busuk ini!
Kecoa busuk ini bekerja untuk pemerintah kita dan juga orang kulit putih.
Tolong ampuni aku./ Mereka telah merebut tanah kita.
Tapi semuanya akan berubah.
Sebentar lagi tanah kita akan kembali menjadi milik kita.
Prajurit...
kita akan merebut kembali kebebasan kita dengan darah kecoa busuk ini.
Dan kalian harus tahu apa hukuman bagi pengkhianat.
Bunuh kecoa busuk./ Bunuh kecoa busuk!
Bunuh kecoa busuk! Bunuh kecoa busuk!
Terjemahan oleh : jameslango
24 PENEBUSAN
Kisah ini terjadi antara jam 3 sampai 5 sore.
Seluruh adegan dibuat dalam waktu yang sebenarnya.
Sudah kubilang padamu untuk dinginkan AC-nya.
Siap, pak. Akan kulakukan.
Kita butuh pemain tambahan./ Cepat cari orang lain.
Siapa? Tak ada yang bisa main bola sehebat dirimu. Itu benar. Tak ada seorangpun.
Kita tak boleh pergi ke kota tanpa Tn. Benton./ Tn. Benton terlalu cemas. Begitu juga denganmu.
Desmond. Cepat atau kau akan ketinggalan bis./ Ayo cepat.
Kau bukan ayahku./ Aku saudaramu. Lakukan apapun perintahku.
Tak mau!/ Baiklah kalau begitu.
Truknya sudah sampai!
Aku bersumpah aku tak mencuri. Aku hanya lihat-lihat.
Lupakan soal ini.
Indah sekali. Apa ini untuk wanita?
Suatu hari aku mau berikan itu pada anakku./ Kau punya anak perempuan?
Ya./ Dimana dia sekarang?
Rajasthan, India. Kau cerewet sekali.
Tn. Benton juga bilang begitu./ Aku tak kaget mendengar itu.
Kapan kau kesana?
Musim panas kemarin./ Sebelum kau kesini?
Sebelum kesana, kau ada dimana?/ Aku mengunjungi banyak tempat.
Kapan kau pulang lagi?
Aku takkan pulang.
Dengar, aku mau bantu anak buahku untuk bongkar muat truk, jika kau mau...
kau boleh ambil itu./ Sungguh?
Ya.
Willie.
Tolong kembalikan pisauku.
Willie. Truk PBB sudah datang. Kau bisa bantu mereka?
Lihatlah pemberian Jack ini.
Bagus sekali./ Ini dari India.
Jack, ini Frank Tramell. Dia kepala bidang politik di Kedubes.
Aku kenal dia./ Katanya dia punya pesan untukmu.
Aku sudah terima pesannya./ Ada apa, Jack?
Komite Senat bertanya soal penangkapan ilegal...
dan penyiksaan terhadap beberapa tahanan di penjara Tn. Bauer.
Aku telah mengirim surat panggilan padamu, tapi kau tak pernah hadir di pengadilan.
Jadi, tolong pikirkan kembali.
Aku ada janji untuk bongkar muat truk. Permisi.
Tidak memenuhi panggilan pengadilan adalah kejahatan federal, Tn. Bauer.
Hukum mewajibkan kau untuk merespon./ Kalau begitu katakan saja pada mereka bahwa aku tak bisa.
Jika mereka mau aku kembali ke Washington, mereka harus datang kesini menjemputku.
Kedubes bilang kau dan Bauer pernah bergabung dengan Pasukan Khusus.
Sudah berapa lama dia tinggal disini?/ Sudah beberapa bulan.
Dia tak cerita apapun soal ini? Dia telah keliling dunia untuk bersmebunyi...
selama setahun lebih. Washington menyuruh Kedubes untuk membawa dia pulang.
Sekarang Kedubes memohon padamu./ Jika Bauer tidak mau pulang sendiri ke AS...
maka mereka akan menjemput paksa./ Itu kesalahan besar.
Kau telah cukup melakukan pekerjaan mulia disini, Carl. Tentang malaria dan semua perang disini.
Anak-anak ini tak bernasib baik. Kau telah memberikan harapan bagi mereka.
Sayang sekali jika dana untuk disini dihentikan pemerintah.
Jangan coba mengancamku, Frank./ Faktanya memang begitu.
Kau temannya. Cobalah bujuk dia.
Ini, Jack!/ Terima kasih, Thomas.
Ini dia. Ksatria hebat yang menukar senjatanya dengan gerobak.
Sedang apa kau disini? Mau menebus dosamu?
Kau takkan mau bahas soal ini. Aku tak menyalahkanmu.
Hati-hati. Jangan sampai jatuh.
Pemerintah tak bisa menahan kita lebih lama lagi.
Kecuali jika kita punya banyak senjata dan pasukan.
Kita harus serang pasukan utama mereka di barat.
Ada ladang ranjau disini dan disini.
Aku akan segera merekrut banyak anak kecil dan bergabung bersama pasukan kita untuk hajar mereka.
Ayah pasti bangga padamu, Youssou. Sangat bangga.
Tentara anak sudah siap.
Ini Kolonel Dubaku./ Ini Hodges.
Kudengar ada masalah disana, Kolonel.
Perekrutan tentara anak ini tak sesuai harapan. Kau harus tahu. Tawaranku masih berlaku.
Aku punya pasukan di dekat perbatasan.
Mereka siap berangkat 1 jam lagi./ Itu tak perlu.
Coba pikir baik-baik, Kolonel. Aku butuh tentara profesional.
Bukan anak-anak yang tak punya pengalaman tempur.
Kau telah memberi kami senjata. Biarkan kami berperang sendirian.
Terserah. Ini tanah kalian./ Segera akan menjadi milik kami.
Ada lagi, Tn. Hodges?/ Ya. Beritahu pada Jenderal Juma untuk segera hubungi aku.
Akan segera kusampaikan./ Bagus.
Dia bajingan keras kepala./ Itu tanah dia.
Tapi aku akan segera membelinya.
Aku tak mau transaksi itu bisa dilacak, Tn. Nichols.
Entah itu Otoritas Jasa Keuangan, Ditjen Pajak, atau bahkan mantan istriku.
Kau mengerti?
John, kau butuh informasi apa? Kau harus sabar, teman.
Ya. Aku tahu. Tunggu dulu! Keadaan ini akan segera berbalik.
Ya, tentu saja. Kau harus beri waktu.
Dan bersabarlah sedikit. Ya. Baik.
Oke. Baiklah.
Chris. Bisa kesini sebentar?
Siapa dia?/ Seorang klien.
Cepat tutup proyek di Abu Dhabi dan Eritrea. Dan bakar semua data kita disana.
Cepat lakukan.
Jack. Boleh bicara sebentar?/ Tentu. Willie, ambil lagi paketnya.
Kurasa kau harus lihat ini./ Tak perlu. Aku sudah tahu isinya.
Jangan kuatir, Carl. Aku akan pergi saat gelap.
Aku tak memintamu untuk pergi, Jack. Aku hanya ingin bicara denganmu.
Tramell bilang sudah setahun surat panggilan ini ditujukan padamu.
Cepat atau lambat, mereka akan menjemputmu./ Aku tak mau pulang.
Bukan begitu maksudku. Tapi mereka sudah setahun mencarimu kemana-mana.
Dipenjara seumur hidup bisa membuatmu gila./ Aku akan menanggung semua yang telah kulakukan.
Yang kupunya sekarang hanyalah kebebasan. Aku takkan biarkan mereka merebut kebebasanku.
Kebebasan? Kebebasan macam apa ini, Jack? Kau selalu kabur dari mereka.
Lalu aku harus bagaimana, Carl?
Aku mau kau percaya padaku, Jack. Karena aku temanmu.
Maafkan aku./ Saat pertama kali kau hubungi aku...
sudah 10 tahun kita tak bicara. Kuharap kau mencari lebih dari sekedar tempat tinggal.
Kau mencoba menenangkan diri. Itu normal.
Khususnya untuk orang seperti kita./ Ya, jika kau berhasil menemukan apa yang kau cari.
Ya.
Carl?
Carl! Ini sangat berbeda bagiku.
Kau tahu? Sepertinya aku tak menemukan apa yang kucari. Tapi aku menemukan bagaimana cara untuk hidup tenang.
Memang butuh waktu lama. Hal pertama yang kulakukan adalah berhenti berlari.
Itu benar, Jack. Kau bisa tinggal disini.
Jangan kuatir soal Trammell. Bukan hanya Deplu saja yang bisa menghasilkan uang.
Aku menghargai apapun pilihanmu, Carl. Tapi ini masalahku sendiri.
Dan aku tak mau kau ikut terlibat masalahku.
Dedikasimu untuk tempat ini, sekolah disini, merawat anak-anak disini, itu harus terus berjalan.
Kita berdua tahu bahwa, akan lebih baik lagi jika aku pergi dari sini.
Maafkan aku, Jack./ Aku juga.
Aku juga.
Terima kasih atas semuanya, Carl./ Sama-sama.
Itu hanya rumor. Mereka panik karena hal sepele ini.
Ini bukan rumor. Ini fakta./ Mereka masih anak-anak. Itu omong kosong.
Juma membantai anak-anak disana./ PBB tak punya bukti kuat soal itu.
Kau tahu apa soal itu? Ini bukan negaramu./ Hei. Ada apa?
Thomas menyebarkan berita bohong. Dia bicara rumor tentang Juma.
Rumor? Itu bukan rumor.
Pasukan Juma melewati perbatasan dan menculik semua anak-anak disana.
Juma tak punya pasukan. Dan tak punya senjata. Semua orang tahu itu.
Sepupuku hilang. Kemarin dia pergi ke pasar. Tapi tak pernah kembali.
Mungkin penyelundup senjata pelakunya. Atau buruh tambang berlian.
Kakakku pergi ke kota bersama James./ Sekarang anak-anak disini menjadi takut gara-gara kau.
Dia memang harus kuatir. Semua orang harus kuatir.
Cukup, kalian berdua! Cepat selesaikan pekerjaan kalian. Aku akan ke kota untuk cari tahu apa yang terjadi disana.
Baiklah. Tapi itu hanya buang-buang waktu saja./ Kau kan sudah kusuruh awasi anak-anak agar jangan ke kota.
Desmond memang keras kepala. Dia tak mau ikuti perintah siapapun. Dia bermain bola.
Ada lapangan bola, didekat jembatan.
Aku segera kembali./ Benton!
Kau sudah gila? Jika Juma buat masalah, kita harus lakukan sesuatu, kan?
Mungkin. Tapi ini Sangala. Aku tak mau ambil resiko.
Apa yang kau lakukan?/ Aku tak sengaja.
Apa maksudmu tak sengaja?/ Sungguh. Tidak sengaja.
Wah, dia sangat kuat. Dia membuang bolanya. Cepat bantu dia.
Kau mau minta bantuan? Cepat ambil sendiri bolanya.
Lari!
Kalian sekarang adalah tentara di Pasukan Kebebasan Rakyat. Kalian mendapat kehormatan untuk berperang melawan imperialis.
Sampai kita berhasil merebut kembali tanah kita.
Samuel bilang kalian berasal dari sekolah Amerika di Okavango.
Orang-orang Amerika telah membuat rakyat kita menjadi budak mereka. Kami disini untuk membebaskan kalian.
Dan kami juga akan membebaskan anak-anak lainnya. Jadi kalian bisa bergabung menjadi tentara bersama kami.
Bawa mereka.
Siapa namamu?/ Sive.
Lebih keras./ Sive!
Apa kau masih bayi, Sive?
Aku bertanya padamu. Apa kau masih bayi?
Tidak./ Bagus. Karena kami butuh prajurit, Sive.
Bukan bayi yang masih suka mengompol.
Berhentilah menangis. Atau kubuat kau berhenti menangis.
Komandan!/ Naikkan mereka ke truk!
Apa yang kau lakukan? Dasar bodoh! Mereka tak berguna jika mati!
Pelantikan akan berlangsung 2 jam lagi. Presiden Daniels dijadwalkan untuk...
menemui penggantinya di Gedung Putih untuk serah terima jabatan.
Komisi Pemilihan Umum telah bekerja keras selama hampir seminggu...
agar pelaksanaan pelantikan berjalan dengan aman dan lancar.
Jangan menatapku seperti itu.
Bukankah kau harus siap-siap?/ Masih banyak waktu.
Hentikan.
Halo?/ Aku ingin bicara denganmu, Rog.
Chris?/ Ya. Dengar, aku punya masalah.
Kau memakai narkoba lagi?/ Bukan soal itu.
Kau tak menjawab pertanyaanku./ Aku tak bisa...
Aku tak bisa bahas di telepon. Oke? Aku ingin kita bertemu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.