Prvních 200 řádků.
Sepertinya ada
rapat umum OSIS tempo hari.
Kudengar,
Masachika dan pewaris Taniyama Heavy Industries terlibat.
Ya.
Lagi pula,
dia pesaingmu sampai saat terakhir di SMP.
Kukira dia lebih mampu.
Tapi sepertinya dia pergi di tengah rapat.
Aku yakin dia punya alasan.
Bagaimanapun,
reputasi Masachika telah meningkat.
Dengar.
Siapa pun lawanmu,
kau tidak boleh kalah.
Aku mengerti, Kakek.
Kau mungkin tidak berbakat seperti Masachika,
tapi
kau tahu tanggung jawab datang dengan kompetensi.
Dalam hal itu,
dia tak tertolong.
Dia memiliki bakat melebihi siapa pun
dan lingkungan istimewa yang unik,
tapi malah melepas tanggung jawabnya.
Itu sebabnya kau tidak boleh kalah
dari orang seperti dia.
Kau mengerti, Yuki?
Ya, Kakek.
Yuki?
Ibu?
Apa ada masalah?
Apa kau
dan Masachika akur?
Ya, tentu saja.
Begitu rupanya.
Itu…
Apa ada masalah dengan kakakku?
Tidak, bukan apa-apa.
Kau ada kelas bahasa Mandarin, bukan?
Ya, kelas jarak jauh.
Semangatlah.
Baik.
Ayano.
Ya, Nona Yuki?
Biarkan aku memelukmu.
Ya, sesuai keinginanmu.
Bagus, aku sudah sembuh sekarang.
Itu saja?
Terima kasih.
Astaga.
Payudara memang hebat, bukan?
Hei, Kuze.
Rapat umum pekan lalu luar biasa.
Saat mendengar argumen awal Taniyama,
kupikir sudah berakhir.
Bagian mana
yang menjadi strategimu?
Biar kutaruh barang-barangku dahulu.
Selamat pagi, Alya.
Selamat pagi.
Reaksinya sama seperti biasanya.
Alya.
Mereka ingin mendengar aksi heroikmu pekan lalu.
Apa?
Kalau begitu, tanya saja detailnya kepada Alya.
Ada gacha yang menungguku.
Kujou.
Apa kau sudah mempersiapkan pidato
di rapat umum pekan lalu?
Apa?
Ya, bisa dibilang begitu.
Itu membuatku terkejut.
Aku tidak tahu kau pandai berpidato.
Terima kasih.
Kau tidak bertanya.
Apa itu strategimu?
Ya.
Itu yang kami putuskan sebelumnya.
Lalu,
kenapa Kuze menyelak di tengah?
Aku juga tidak menduganya.
Omong-omong,
Taniyama kabur di tengah acara.
Dia kabur dari tantangan yang dia mulai.
Payah sekali.
Kuze,
mari bicara.
Setelah kuingat,
OSIS butuh bantuan tambahan.
Maaf, kita bicara lagi nanti.
RUANG OSIS
Jadi,
ada apa?
Kau tak mau mendengar
Taniyama dikritik keras?
Karena Taniyama…
Benar,
kita tahu alasan Taniyama melakukan itu.
Namun,
kita memenangkannya dengan adil, jadi, itu bukan salah kita.
Apa pun perkataan orang, tak perlu mengkhawatirkan Taniyama.
Bukankah begitu?
Aku tahu itu.
Tapi kita tidak benar-benar menang.
Kalau begitu, kau ingin apa?
Jika ingin memulihkan reputasi Taniyama,
berarti
kemenangan kita di rapat umum percuma.
Aku juga tahu itu.
Jadi, begitulah dari perspektif rasional.
Tapi itu tidak penting.
Apa?
Yang penting apa yang ingin kau lakukan.
Tentu saja, aku ingin membantu Taniyama.
Tapi itu…
Aku tahu.
Mari kita lakukan.
Apa? Tidak apa-apa?
Ya.
Daripada ditahan sekarang,
lebih baik selesaikan semua dan sambut upacara penutupan.
Maafkan aku.
Aku merepotkan.
Jangan khawatir.
Sudah kubilang, 'kan?
Aku mendukungmu.
Kuze.
Ada se seorang di sana.
Mendekatlah.
Tapi…
Ini seperti komedi romantis.
Sebagai junior kompeten,
aku harus pura-pura tak tahu dan pergi di saat ini.
Apa yang terjadi?
Aku juga memicu komedi romantis?
Ini gawat.
Apa yang gawat? Tentu semuanya.
Saat ini,
aku tidak punya pilihan selain mengubah
alur acara dengan paksa!
Jadi,
sampai kapan kalian akan sembunyi?
Ketua, Sarashina.
Apa?
Maafkan aku.
Kami melewatkan waktu untuk keluar.
Benar.
Kami sedang mencari sesuatu yang jatuh ke lantai.
Kalau begitu,
mari kita berpura-pura tidak melihat
atau mendengar apa pun kali ini, ya?
Baiklah.
Kau benar. Mari lakukan itu.
Kalau begitu, sepakat.
Ayo, Alya.
Begini, aku…
Aku masih ada urusan lain.
Hei, Nonoa.
Bukankah rilis baru Fymel sangat manis?
Itu tidak cocok denganku.
Begitu rupanya.
Jika kau tidak suka,
lupakan saja.
Karakter sosial yang kuat.
Aku tak bisa mendekat.
Lupakan itu, Nonoa.
Bisakah kau hadir
ke pesta rumahku hari Minggu ini?
Tapi ujiannya sebentar lagi.
Kalau begitu, hadirlah, lalu ikut remedial.
Apa?
Bukankah kau agak dingin belakangan ini?
Tidak… Aku hanya bercanda.
Pesta rumah?
Aku pasti ikut.
Bagus!
Hei, jika Nonoa ikut, aku juga mau ikut.
Kuzecchi, kau perlu sesuatu?
Ya, begitulah.
Begitu rupanya.
Tak bisa dibahas di sini?
Ya, ayo pergi ke tempat lain.
Baiklah.
Jadi?
Jika mau menyatakan cinta, kuterima.
Tapi bukan itu, 'kan?
Ya.
Tunggu, kau menerima cintaku?
Aku sedang jomlo.
Lagi pula, aku tak membencimu.
Tidak, jangan memacari orang yang tak dibenci.
Pacarilah orang yang kau suka.
Aku belum pernah menjalin hubungan dengan orang yang kusuka.
Pernyataan itu terdengar agak aneh.
Apa boleh buat?
Aku tidak tahu apa itu cinta.
Aku tak bermaksud mengkritik pandanganmu tentang cinta,
tapi menurutku kau tak boleh merendahkan dirimu.
Sayacchi juga mengatakan itu.
Dia juga menamparku saat mengatakannya.
No comments yet. Be the first to leave one.