Prvních 198 řádků.
Sebelumnya di Mighty Ducks: Game Changers
Aku jatuh di kamp ini.
Bisa menganalisis statistik di sini.
Jace Cole.
Terima kasih memilih putraku.
Evan Morrow.
Kau pilih Evan. Sangat berarti baginya.
Sebaiknya beri kesempatan tim ini.
Kelompok anak yang bagus.
Ya, pasti makanya anakmu antusias pindah ke tim ayahku.
Aku sepertimu.
Jadi, kau juga?
Itu kakakku. Dia sajian utama di keluarga kami.
Dari situlah julukan, Fries.
Jarang main dengan anak lain.
Pilih dari terbawah di papan? Merekrut pemain terburuk di sini?
Kupilih karena mereka tim terbaik.
Kami akan menang karena kami tim.
Kami Mighty Ducks.
Halo, EPIC!
Besok, seperti kalian tahu, adalah awal dari turnamen. Ya!
Tempat kosong di sana bukan hanya untuk juara tahun ini.
Tidak, itu adalah kesempatan.
Kesempatan bagi tim pemenang tahun ini untuk mencatatkan nama mereka
dalam buku sejarah lembaga besar ini.
Kesempatan untuk menunjukkan pemain masa depan bahwa kau tak terkalahkan.
Pelatih, bagikan kaus tim resmi itu.
Visualisasikan.
Mimpikan.
Bayangkan.
Semua kata itu berarti sama, bukan?
Lalu kau keluar dan lakukan.
Dia menutupnya.
Kalian siap?
Nama kita akan di spanduk itu.
Kau tanya apa aku siap?
Aku selalu siap menyerang.
Format bergiliran, berarti dua tim teratas akan berhadapan
dalam pertandingan akhir untuk bersaing dalam Tanding Musim Panas.
Ini saat semua dimulai.
Ya? Ayo mulai!
Apa kita punya peluang?
Ya! Tentu saja berpeluang.
Kita Mighty Ducks, jangan dikeluarkan.
Aku juga takkan memasukkan kita.
Ayolah, ada map rekrut Asisten Manajer Nick.
Semua pemain kuatur dari timnya,
agar bisa kenali strategi berdasarkan yang dihadapi.
Coba lihat. Tema umum,
mereka semua kuat, cepat,
dan satu nama depan gadis adalah Rambo.
Aku tahu kamp ini sulit,
tetapi kita punya yang tak dimiliki tim lain. Hati.
- Kena embusan napasmu. - Maaf.
Hei, Morrow!
Lihat jadwalnya? Kita berhadapan dua hari lagi.
Aku lihat. Maju...
Maju saja.
Desak di arena!
Ayo, Dominasi!
Desak di arena!
Hei, Rich Eisen lagi.
Agenku bilang bahwa tak aneh untuk kembali
dan mengomentari turnamen kamp musim panas.
Jadi, ini dia.
Menurut catatanku, Evan Morrow jadi pemain cadangan kali ini
karena dia abaikan latihan untuk pesta ulang tahun.
Itu untuk sahabatnya.
Ini tak terasa seperti akhir karierku.
Operan bagus kepada AJ Lawrence.
- Ya! - Ya!
Tim Dominasi sesuai dengan namanya.
Minggir!
Kau baik saja?
Bagus! Tambah lagi!
DOMINASI 8 KEGIGIHAN 2
NIAT 5 MIGHTY DUCKS 0
Ya, Semua! Ini alasan kita hidup. Ini makanya kita kejar.
Masa? Itu sebabnya kita kejar?
Hei, mau gantikan?
Belum dengar? Aku barang rusak.
Baik, kau yang minta.
Jace!
Jace Cole, prospek peringkat atas dalam kelompok usianya tahun lalu.
Tampaknya tak bisa bagus belakangan ini.
Rasanya para bebek ini mungkin harus tahu cara berenang
karena hoki kurang baik.
Baik, ternyata tingkat keterampilan dari bakat pilihan
dari seluruh negeri sangat tinggi.
Ya, tim-tim di Negara Bagian bagus, tetapi ini berbeda.
Seperti piza biasa versus piza tebal Chicago.
Bisa pesan piza ke kamp ini?
Benar, ya, tetap pada topik.
Pasti ada yang bisa kita lakukan. Aku omong besar dengan Pelatih Cole.
Saat kau dalam masalah, yang jelas kita begitu,
harus tetap pada angka. Kembali ke analitis.
Coba lihat.
Tim berikut yang kita hadapi, Tim Serang.
Bagus. Kupelajari semua pemain mereka.
Bukan dengan cara yang aneh.
Hal terbaik kita adalah menyesuaikan, dan hanya perlu sesuaikan...
- Semuanya? - Ya.
Lihat ke depan! Pergi ke tempat bolanya berada.
Bagus, Morrow!
Morrow kecil itu meluncur dengan bolanya.
Mengorbankan badan seperti yang bisa dilakukan di hoki anak.
Pelatih, kau mencariku?
Ya, masuklah.
Jadi, Evan,
aku tahu awalmu sulit dengan tim ini.
Namun, harus kukatakan kau sungguh membaliknya, Teman.
Kau hebat tadi,
dan aku selalu senang dengan orang yang memberi 150%.
Kau gigih dan sangat ingin ini, ya?
Ya, terima kasih banyak.
Aku suka semua tentang tempat ini. Maksudku,
sampo di ruang ganti, rambutku jadi mengembang.
Benar.
Bagaimana seluncurmu?
Tampaknya jarimu retak saat menghadang tembakan itu.
Ya, hanya perlu diplester.
Atau...
Terkadang aku mendapat barang dari sponsor,
tongkat, sarung tangan, seluncur terbaru dan terbaik.
Cobalah. Nomor berapa, 8,5?
Ya.
Jadi, kita panaskan dan akan langsung pas di kakimu.
Terima kasih banyak.
Ini lebih baik daripada cetakan untuk kawat gigi.
Mereka bukan apa-apa!
Masuk arena dan kalahkan mereka. Ayo.
Jangan dicemaskan.
Ingat yang dipelajari saat tanding pertama.
Kita akan baik saja.
SERANG 9 - MIGHTY DUCKS 0 babak 3
Apa yang terjadi?
Bagaimana dengan kekuatan dan kelemahan Serang?
Juga penyesuaian kita?
Ya, kurasa kita salah.
Istirahat!
Hei.
Tim, lari di tempat.
Ducks, bernapas. Masuk dan keluar. Yang dalam.
Hai, apa kabar?
Apa kabar?
Jadi, apa hasil dari memilih dari bagian bawah papannya?
Bagus sekali. Aku senang.
Sungguh?
Bukannya skor kalian 0-2?
- Ya, kalau kau? - Skor 2-0.
Angkanya sama, urutan yang berbeda.
Baik.
Jika masih lama, boleh kami duduk?
Tidak, kita berdiri.
Kurasa kita akan berhadapan besok.
Ya! Kalian berlari ekstra, mencoba bersiap-siap?
Tidak. Kami menang tadi,
jadi aku janji untuk lari perayaan keliling danau.
Silakan bergabung.
Tak usah. Kami rayakan dengan lompat nanti.
Baiklah. Dominasi, berangkat!
Ducks, ikut aku, hati-hati.
Berlindung!
Kita memang buruk, tetapi menyakitkan melihatnya.
Ya, kucoba memperingatkan kalian.
SERANG 9 MIGHTY DUCKS 0
Kucoba memikirkannya begitu buruk sampai jadi lucu.
Namun, air mata panas mulai keluar.
Ya.
Lawrence akan terus mengungkitnya,
juga saudara kami Duke dalam senam.
Maaf kami mengecewakanmu.
Apa? Tidak!
Koob, kau tak mengecewakanku.
Kami mengecewakan.
Kami mencoba yang terbaik, tetapi kamp ini meremukkan kami.
Baik, aku punya ide.
Aku tahu ada banyak emosi negatif,
dan kita di sini karena
aku mau berbagi tradisi kamp lamaku.
Semuanya, cari ranting di tanah dan ambil.
Harus tajam?
Tidak, kita takkan saling tombak, tetapi bagus.
Kini kita bergiliran
mengatakan emosi negatif yang dirasakan dan kenapa,
lalu operkan rantingnya. Gertie, mau mulai?
Baiklah,
di Alaska tak masalah apa yang kupakai
atau apa tindakanku, tetapi di sini,
agak sulit mengetahui apa aku jadi terkesan aneh.
Hanya aku yang pernah mengasuh anak walrus, bukan?
Tak pernah, tetapi aku mau itu.
Itulah emosiku.
Bagus. Sam?
Pada dasarnya aku merasa kita payah.
Aku bukan mau menuding. Ini bukan salah siapa pun.
Bicara soal menuding, jariku lepas saat tanding terakhir.
Baik, kita akan langsung ke medis setelah selesai.
No comments yet. Be the first to leave one.