Prvních 200 řádků.
Bagaimana aku menghadapi Cha Minhu?
Kenapa aku sangat gugup?
EPISODE 7
Tenanglah, Yesool.
Bersikap biasa.
BERDASARKAN WEBNOVEL KISS SIXTH SENSE KARYA GOT W
KSHC
Nona Hong.
Aku langsung ke kantor setelah semalaman di studio Sutradara Pilyo Lee.
Videonya luar biasa,
tapi klien mengirim banyak memo untuk diperbaiki pagi ini.
Keterangan, logo, dan slogan.
Mereka mengirimkan masukan buruk.
Bagaimana kita mengatakannya kepada sutradara?
Nona Hong, beri kami tips.
Tolong bantu kami.
Kami akan dimarahi Pak Cha jika memberitahunya.
Apa Pak Cha sudah datang?
Ya, dia sudah di sini sejak pagi.
Tampaknya dia tak tidur.
Ini kopimu.
Aku pergi dahulu.
Tunggu...
Mari minum kopi.
Minta tiga gelas kecil espreso lagi.
Pintu menutup.
Apa? Dia tak ada di sana.
TIM PERENCANAAN 2
Astaga!
Ada apa, Pak Cha?
Aku tak melihat tab anggaran terbaru di lembaran anggaran Mopix.
Itu...
Seharusnya ada di fail final.
Maaf. Akan kukirim ulang.
Kau sudah menyerahkan formulir presentasi yang akan digunakan untuk PPM
dan salinan yang kita minta dari Tim Produksi 3?
Sudah kuberikan kepada Pak Kim. Kau belum melihatnya?
Akan kuperiksa.
-Hong Yesool. -Ya?
Kirimi aku via surel proposal yang sudah direvisi yang kau periksa tempo hari.
Baik.
Kenapa dengan pria itu? Apa kami benar-benar berpacaran?
Haruskah kita mulai berpacaran?
Seperti saranmu, Pak Cha,
mari berpacaran.
Menyarankan kita berpacaran...
Itu karena masa depan yang kau lihat
atau karena perasaanmu terhadapku sekarang berbeda?
Entahlah. Hanya saja,
aku selalu memikirkanmu,
dan aku juga ingin memastikan perasaanku.
Aku sudah mendengar semua yang ingin kudengar.
Baiklah.
Mari berpacaran.
Kenapa kau melamun sepagi ini?
-Mari rapat. -Baik, Bu.
Kami akan menyerahkannya sekarang.
-Sampai jumpa besok. -Sampai jumpa besok.
Tunggu. Kami seharusnya berpacaran.
Dia sama sekali tak menghubungiku.
Apa Pak Cha keluar kantor seharian?
Tidak, dia di kantornya seharian. Kenapa?
Aku ada pertanyaan untuknya. Baiklah.
KETUA CHA MINHU
Ya?
Kenapa kami ada di hotel?
-Naik. -Kami mau ke mana?
Kau menunggu telepon dariku?
Maksudmu, kau menunggu teleponku.
Membuatnya sangat jelas kalau ini kencan pertama kita?
Kau terlalu banyak menonton drama. Ini sangat klise.
Tidurmu nyenyak semalam?
Ya, tidurku nyenyak. Aku tidur nyenyak belakangan ini.
Karena kini aku di Tim Perencanaan 2, tak ada yang menggangguku.
Aku juga punya banyak waktu untuk tidur.
Baguslah.
Yesool, kenapa kau berlebihan?
Aku ingin membicarakan sesuatu, Pak Cha.
Silakan.
Mari buat persyaratan.
Kita memulainya dengan cara yang tak biasa,
dan kau juga seniorku di kantor.
Jadi, kurasa kita harus buat perjanjian jika ingin mulai berpacaran.
PERJANJIAN PASCAKEJADIAN
Mengesankan.
Kau menyiapkan semua ini?
Itu...
Aku belajar banyak dari mentorku.
Bukan ini yang ingin kubicarakan, tapi mari kita dengar.
Aku ingin merahasiakannya.
Aku sudah menduganya.
Mari patuhi pasal ini,
dan tak menanyakan rahasia yang tak ingin kita katakan
atau ikut campur kehidupan pribadi. Jangan tanya, jangan ikut campur.
Kecuali ada acara khusus, mari hanya bertemu di akhir pekan.
Agar pekerjaan kita tak terganggu.
Baiklah. Tapi aku tak bisa menemuimu pada Sabtu ketiga tiap bulan.
Kenapa?
Baiklah.
Selain itu,
soal kontak fisik, jika terkait ciuman...
Aku juga
benci dicium diam-diam. Ingat itu.
Hei, aku juga benci itu!
Kau tahu betapa traumatisnya
mencium seseorang dan melihat masa depannya?
Selain itu, kenapa kau pikir aku mau diam-diam menciummu?
Kenapa?
Kau tersandung dan menciumku waktu itu,
dan berusaha menciumku waktu aku sakit, dan meminta ciuman waktu kau mabuk.
Kenangan itu masih sangat jelas bagiku.
Mari tak berciuman.
PASAL 3, KERAHASIAAN
KETENTUAN TAMBAHAN
Aku tak setuju pasal ini.
"Akhiri hubungan kita setelah masa depan tertentu terwujud"?
Kata siapa?
Aku akan tidur denganmmu, dan terus menemuimu setelahnya.
Jika kau juga menginginkan itu, tentu saja.
Kau masih ingin mengakhiri semua setelah tidur denganku?
Aku mau ke toilet.
Kenapa aku membiarkannya memimpin diskusi?
Kenapa dia sangat lugas?
Kenapa aku tak mengatakan apa pun? Apa aku bodoh?
Astaga. Yang benar saja.
Haruskah kita lanjutkan pembicaraan?
Lakukan saja yang kau mau.
Aku akan melakukan yang kumau.
Jadi, kapan kau mau ke rumahku?
Minhu?
Kami bertemu klien,
tapi mereka harus ke toilet.
Kami sedang membahas detail kontrak...
Tapi Nona Hong, kupikir kau sudah keluar dari proyek Mopix.
Itu...
Jiyoung.
Kami sedang berkencan.
Bisa tinggalkan kami?
Kenapa kau memberitahunya?
Minhu!
Kau memberi tahu dia rahasiamu?
Apa dia berpacaran denganmu setelah mengetahuinya?
Kau sudah memberi tahu dia?
Kita sudah terlambat rapat, Jiyoung.
Ayo.
Aku sudah lama ingin bertanya.
Bagaimana kau bisa mengenal Nona Oh?
Dan rahasia apa yang dia sebutkan?
Kau punya rahasia yang tak bisa kau beri tahu?
Tadi kau bilang kita tak seharusnya menanyakan rahasia
dan masalah pribadi. Sekarang kau ingin mendengar tentang itu?
Tidak.
Tidak perlu membagi masalah pribadi.
Kita bukan anak muda berusia 20-an.
Tapi kita tak seharusnya menciptakan situasi yang membuat salah paham, 'kan?
Dia adikku.
Apa?
Cha Minhu. Oh Jiyoung.
Nama belakang kalian berbeda.
Dia seperti
adik yang kukenal sejak kecil.
Kenapa dia tampak sangat familier?
Kau tak masuk? Mau di sini lebih lama?
Apa?
Mereka belum menangkap perampok yang membobol rumahmu.
Haruskah aku menginap malam ini?
Kau pasti sudah gila.
Ada apa dengannya?
Apa dia mabuk?
Dia benar-benar berbeda.
Dingin.
Aktris cilik di iklan Ayah adalah Oh Jiyoung?
Dia seperti adiknya?
Cha Minhu.
Kupikir aku mengenalnya dengan baik,
tapi dia terus membuatku bertanya-tanya.
Apa? Kalian berpacaran?
Sungguh?
Kau sungguh berpacaran dengan Nona Hong?
Ya.
Ini berita besar!
Hei, sejak kapan?
Tidak, bagaimana itu terjadi? Tidak, Kenapa? Kenapa?
Nona Hong minum terlalu banyak Red Bomb lagi, ya?
Astaga.
Cha Minhu, lihat dirimu. Tidak mengherankan.
Aku sudah mencurigaimu
sejak kau tak pernah mengangkat teleponku.
Dan lihat yang terjadi.
Dasar licik. Cha Minhu, lihat dirimu.
Aku seharusnya tak memberitahumu.
Hei, siapa lagi yang membicarakan ini denganmu?
Jadi, kau sudah memberi tahu dia?
Karena kini kalian berpacaran, kau harus beri tahu dia kondisimu...
Tidak akan.
-Apa? -Itu tak akan mengubah apa pun.
Malah akan membuat canggung. Kenapa aku harus memberitahunya?
Lantas?
Kau tahu, lalui bersama! Kau harus jujur!
Indramu lebih berkembang dibanding yang lain.
No comments yet. Be the first to leave one.