Prvních 200 řádků.
KANTOR OSIS
Untuk hobiku,
aku suka semua jenis otaku.
Aku tahu anime dan manga
yang populer belakangan ini.
Itu saja.
Terima kasih.
Dengan ini, Kuze menjadi anggota resmi OSIS.
- Kau bisa bekerja dengan Mariya hari ini? - Tentu.
Maaf merepotkan. Begini,
kau pernah menjadi wakil ketua OSIS saat SMP,
pasti cepat beradaptasi.
Sementara ikuti para anggota
dan pelajari tugasnya.
Apa kalian kekurangan anggota?
Ya, sejujurnya, kami kekurangan orang.
Maaf menyela obrolan kalian.
Mengenai pameran itu,
aku ingin membahasnya dengan klub seni.
Aku mengandalkanmu.
Baiklah.
Selain itu,
karena kita akan membahas anggaran,
aku ingin bendahara Alisa ikut denganku.
Apa?
Baiklah.
Ketua, aku akan segera kembali.
Baik, terima kasih.
Kalau dari situasinya, dia pasti punya tujuan lain.
Seharusnya aku yang lebih dahulu membahas ini.
Suou.
Kau punya waktu sebentar?
Tentu.
Jika tak bisa bicara di sini,
bagaimana kalau memakai kelas kosong itu?
Aku memutuskan
mencalonkan diri sebagai ketua OSIS bersama Kuze.
Ya, aku tahu.
Masachika memberitahuku soal itu kemarin.
Begitu rupanya.
Inikah yang ingin kau bicarakan?
Ya. Aku tidak melakukan kesalahan.
Jadi, tidak berniat minta maaf.
Aku hanya ingin memberitahumu secara langsung.
Begitu rupanya.
Benar,
kau tidak perlu minta maaf kepadaku.
Karena itu pilihan Masachika.
Aku tak masalah soal itu.
Aku juga tak ingin melampiaskan kekesalanku kepadamu.
Meski begitu,
sangat disayangkan dia tidak memilihku.
Suou. Apa Kuze itu...
Tidak, bukan apa-apa.
Aku mencintainya.
Lebih dari siapa pun di dunia ini.
- Lebih dari siapa pun? - Ya.
Dibandingkan ibu
dan ayahku,
cintaku kepada Masachika
jauh lebih besar.
- Kalau kau, Alisa? - Apa?
Bagaimana perasaanmu terhadap Masachika?
Aku...
Kuze adalah temanku.
Teman yang sangat penting.
Kau menyukainya?
Apa?
Lantas apa?
Kau menyukainya?
"Suka"?
Perasaan ini...
Sudah kutegaskan bahwa aku mencintainya.
Alisa,
kau juga harus jelas.
Meski aku tidak tahu
jika menyukainya atau tidak,
aku tidak akan membiarkanmu
memiliki Kuze!
Begitu rupanya.
Sudah cukup bagiku
mendengarmu berkata begitu hari ini.
Kalau begitu, ayo ke klub seni.
Baiklah.
Hampir lupa.
Jika tak masalah,
boleh aku memanggilmu Alya juga?
Aku selalu mendengar Masha dan Masachika memanggilmu itu.
Menurutku panggilan ini sangat manis.
Kalau itu, boleh saja.
Tolong panggil aku Yuki juga mulai sekarang.
Yuki.
Aku senang sekali.
Kurasa
aku baru saja mengatakan sesuatu yang berbahaya.
Masha, tentang bagian ini...
Ada kesalahan di sini.
Begitukah?
Kalau begitu, akan kuperbaiki.
Benar, tolong, ya.
Astaga, orang ini...
Dia hebat dalam tugasnya.
Di sisi lain...
Ini. Kurasa aku pernah melihatnya di sini.
Tunggu, kenapa begini?
Chisaki.
Perpustakaan akan mengganti koleksi bukunya hari ini.
Mereka kekurangan staf.
Serahkan kepadaku!
Maaf, Kuze.
Begitulah Chisaki.
Mungkin meragukan,
tapi dia sangat pandai berkoordinasi
- antara komite dan klub. - Sudahlah.
Tempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat.
Mari istirahat.
Kubuatkan teh hitam.
Ya, biar kubantu.
Tidak perlu.
Duduk dan tunggu saja.
Aku suka membuat teh.
Kuze, kau suka teh dengan susu?
Atau gula?
Ada selai juga.
Selai?
Mungkinkah itu teh Rusia?
Kalau begitu, tambahkan selai.
Baiklah.
Ketua, kau mau bubuk protein, kan?
Kata siapa?
Aku tidak tahu Masha membuat lelucon seperti itu.
Apa?
Di Rusia, bukankah teh hitam itu minuman musim dingin?
Kurasa berbeda di setiap keluarga.
Setidaknya keluargaku,
kami juga minum teh hitam di musim panas.
Karena ibuku suka teh hitam.
Lagi pula, ibumu orang Jepang.
Kuze,
kau tahu banyak tentang Rusia?
Tidak juga.
Aku hanya pernah menonton beberapa film Rusia dengan kakekku.
Begitu rupanya.
Tapi itu hanya sekilas.
Sebenarnya aku mempelajari dengan giat
hanya untuk bicara dengan gadis itu.
Ini, terima kasih sudah menunggu.
Terima kasih.
Ini enak.
Benarkah? Terima kasih.
Kalau dipikir-pikir,
sepertinya Ibu
juga suka teh hitam.
Ternyata selainya tidak ditambahkan langsung ke teh.
- Tergantung orangnya. - Begitu rupanya.
Manis sekali.
Kami kembali.
Aku kembali.
Selamat datang.
Kau mau teh?
Aku mau.
Ya.
Baiklah.
Tunggu sebentar.
- Ada apa? - Bukankah kau terlalu dekat?
Di Rusia,
akan menjadi kesialan bagi wanita muda kalau duduk di pojok.
- Begitukah? - Ya.
Tidak, tapi ini terlalu dekat!
Apa? Cinta segitiga?
Apa ini cinta segitiga?
Hei, Masha.
Mengenai perkataan Alya,
apa ada kesialan begitu di Rusia?
Tentu ada.
Tapi tepatnya,
dia akan terlambat menikah.
Apa Alya sudah bertemu orang yang ingin dia nikahi?
Tentu saja belum.
Itu keinginan sesaat.
Hei, benarkah?
Kau sangat menyebalkan.
Jika "pernikahan", itu terlalu cepat.
Ya, usiamu baru 15 tahun.
Tapi cara bicaramu menggangguku.
Kakakmu di sini! Kenapa bicara bahasa Rusia?
Ini, Alya.
Makan ini dahulu.
- Ada apa? - Bukan apa-apa.
Baiklah, sekian untuk hari ini.
Ada yang ingin kami bahas dengan guru.
Anak baru bisa pulang sekarang.
Terima kasih, Semua.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Yuki pasti mengatakan sesuatu kepada Alya.
Alya.
Ada apa?
Jika tak keberatan, maukah mampir?
Apa?
- Kenapa? - Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.