Prvních 200 řádků.
-Ada rekaman rahasia. -Tak mungkin!
-Apa-apaan ini? -Ya.
-Kau konyol sekali. Kau tahu itu. -Astaga.
Bersulang untuk musim tiga, Jalang!
Sudah tujuh bulan sejak kami meninggalkan Taman Rosecroft.
-Aku tak mengenalmu! -Kau 30 tahun dan mabuk.
Lewis!
Kembalilah, sial.
Jelas, masih banyak yang harus dihadapi.
-Apa-apaan? -Putar lagi rekamannya.
Astaga.
Jadi, aku di sini untuk membantu meluruskan masalah.
Apa menurutmu Jordan dari Secret Lives of Mormon Wives
mencoba untuk tidur denganmu?
Kurcaci itu?
Kau meniduri wanita lain tepat setelah melihatnya,
lalu tak mandi dan meniduri wanita lain?
Maaf, apa?
Jika aku masih mencintai seorang wanita,
aku akan beri tahu temanku bahwa kau "pikir" aku…
Jika kau temanku, itu seharusnya bukan pilihan sama sekali.
Jangan lupa, Sayang-Sayangku. Aku bosnya.
Jangan mengajariku cara menjalankan bisnisku.
Kau menyudutkan aku
dan kau tak akan suka akibatnya.
-Hati-hati bicara. -Aku tak peduli.
Sebaiknya kau hati-hati sekarang.
Ini dia.
-Kau sangat ikonis. -Ya.
Jujur, aku agak gugup. Ada banyak masalah dalam grup ini.
Semua saling membenci. Gabriella dan Chef.
-Hei, Chef, kau dengar? -Dia seperti Tom Cruise.
Menurutmu Hagen dan Hannah bisa rukun?
Aku akan melahap semuanya.
Mari kita mulai.
-Kurasa setan itu datang. -Tidak, dia menakutkan.
-Dom dan Alyssa. -Astaga.
-Kami belum bicara. Tidak. -Sama sekali?
Kau tak butuh pria pendek.
-Aku tak akan memaafkannya. -Gabriella?
Untuk episode jakuzi?
Jakuzi itu, lalu perkataannya bahwa aku sakit jiwa.
-Kau harus bekerja keras. -Itulah yang seru.
-Ini seru? -Ya.
-Menurutmu ini seru? -Ya.
Tidak.
Aku hidup untuk ini. Hari ini Super Bowl-ku dan aku Tom Brady.
Kuharapkan yang terbaik, tetapi cemas akan yang terburuk.
Sebelum Hagen memaki seseorang.
Mereka tiba. Ini akan jadi hari yang melelahkan.
Ini dia. Waktunya beraksi.
Kalian tampak luar biasa.
-Bagus. -Aku rindu kalian!
-Semua tampak spektakuler. -Hai.
-Senang melihatmu. -Senang melihatmu juga.
-Senang melihatmu. -Hai.
-Hai. -Hei, Kawan.
Aku memimpikan momen ini.
-Astaga. Lihat dirimu. -Ya.
-Apa dadamu baru? -Kau lihat ini, Lisa?
-Tampak luar biasa. -Baik, semuanya bicara.
Kalian bicara sekarang, atau diam selamanya.
Harap tenang di set. Mulai.
Tuhan tolong kami.
Halo dan selamat datang, Semua.
Aku sangat senang bisa kembali sebagai pewara kalian
untuk reuni paling jujur sepanjang sejarah Vanderpump Villa.
-Baiklah. -Ayo mulai.
Aku punya beberapa pertanyaan untuk reuni ini.
Bahkan untukmu, Stassi.
Baik, aku terbuka. Jadi, terserah.
Baik, kita siap?
-Tarik napas dalam… -Ya.
-Stassi, Sayang, lanjutkan. -Baiklah.
Dengan tamu acara realitas legendaris di Taman Rosecroft musim panas ini,
rasanya ini seperti White Lotus milik Lisa Vanderpump.
Ada rahasia yang mengejutkan, pertengkaran hebat,
dan banyak adegan mesra.
Mari kita lihat sekilas cinta dan hasrat di vila,
termasuk beberapa momen yang belum pernah ditayangkan.
Banyak adegan mesra.
Ini seperti pesta seks besar-besaran.
Aku membayangkan pesta teh siang.
Bukan adegan ranjang di mana-mana.
KAMAR TAMU JOHN ALIAS KAMAR FANTASI #1
Astaga, ini Buckinghamshire, bukan tempat bercinta. Ada apa ini?
Alyssa melihat pedang John B.
Pedang? Apa maksudmu pedang?
Penisnya.
-Kau bertanya kepadaku. -Aku tak mau jawaban sebrutal itu.
Marciano bersenang-senang dengan istri Mormon.
Kini giliranku.
Tidak.
Aku muak dengan Hannah Birahi ini.
Kau sangat seksi.
Aku tahu mereka akan menunjukkannya.
Jika Mercedes itu Mormon, kau akan bilang kau mencintainya?
MARCIANO PRAMUSAJI
-Aku terangsang. -Apa?
Dia dan Marciano bercinta di kamar mandi.
-Menjijikkan. -Dia bilang, "Oh, Mercedes."
-Sial. -Baik, bisa dikatakan
dia staf paling genit yang pernah kau miliki, Lisa.
Namun, aku ingin mulai dengan hubungan Hannah
dan Marciano yang penuh lika-liku.
Hannah, apakah kau
-dan Marciano berkencan? -Tidak.
-Semua itu? -Astaga!
-Semua sia-sia. -Semua itu?
Untuk itu? Ayolah.
Mau tahu apa hebatnya kami berdua?
Mereka tak punya bahan obrolan lain karena hidup mereka hampa.
Mereka hanya membicarakan kami untuk melihat nilai di sini.
Kau yang menyeret kami.
Sepulang dari Inggris, apa kalian mencoba memperbaikinya di rumah?
Ya. Kami berusaha memperbaiki, bahkan sempat membahas terapi.
Saat itu, hubungan kami berjalan baik.
Lalu Mormon Wives tayang.
Itu jadi pemicu besar baginya sampai dia tak kuat berada di dekatku
saat acara itu akan tayang.
Begitu tayang…
Dia tak bisa menerima apa yang kulakukan kepadanya,
aku bahkan belum minta maaf kepadamu, setidaknya di depan umum.
Jadi, kau menunggu kamera?
-Kau berengsek. -Maksudku, ayolah.
Kenapa kau tertawa? Kau…
Mereka cuma ingin disorot. Tak apa.
-Ya. -Kalian suka melakukan itu.
Aku sungguh minta maaf atas perbuatanku kepadamu.
Lalu melihat betapa besar dampaknya kepadamu,
sementara mereka tak paham kenapa kau bersikap begitu,
itu benar-benar merusak musim panasmu.
Aku jelas berharap itu tak terjadi.
-Maafkan aku. -Terima kasih.
Gabriella, kau amat frustrasi dengan Hannah sepanjang musim panas.
Tentu. Datang ke musim panas ini, aku ingin sekali mendukungmu, tetapi…
Kau dan aku jelas mengalami musim pertama yang sulit.
Kita saling membenci, ya.
Kita coba memperbaiki di musim kedua.
Kau selalu bercerita kepadaku soal Andre.
Aku berteman dengan kalian berdua. Aku tak pernah ikut campur.
-Tak pernah bilang, "Kau sedang apa?" -Itu maksudku.
Aku tak akan pernah menghakimimu.
Aku tak mau ikut campur. Itu maksudku.
Kau mencoretku sebagai teman.
-Jika kalian… -Dia mencoretku sebagai teman.
-Karena perlakuanmu. -Kau menjelekkannya.
-Kau pembohong. -Kau bohong dan memanipulasi.
Kau orang yang jahat.
Itu kau. Kau bicara apa?
Kau sedang dimarahi.
-Kau menyebutku "jalang kulit putih." -Apa itu salah?
-Tunggu. -Kalian mau lihat?
-Aku suka diriku di cermin. -Kau marah karena itu dia.
-Kurasa kau tidak. -Ya.
-Baik. -Hentikan itu.
Boleh aku jujur? Aku bersikap seperti tikus liar musim ini.
Aku akan mengakui itu tentang diriku.
-Itu dia. -Aku mabuk setiap saat.
Aku minta maaf.
Aku bahkan tak ingat mengatakan setengah dari ucapanku.
Masalahnya, ini reuni ketigamu. Kau selalu minta maaf kepada orang…
-Itu tak menghapus kesalahanmu. -Yang ini berbeda.
Kau perundung! Benar.
-Kau perundung terbesar di sini, Jalang! -Tidak.
-Kau bilang persetan denganku. -Akan kukatakan lagi. Persetan!
Kau tahu betapa sulitnya duduk di sini
dan berkata, "Ya, aku tahu aku bersikap seperti tikus liar."
Kau juga tahu apa yang kualami selama musim panas.
Aku tak mau kembali ke acara karena anjingku.
-Kau tahu itu! -Aku tahu, tetapi kau bisa berpikir.
Kau wanita.
Saat aku mulai tak dihormati, aku tak menerimanya.
Kapan aku tak menghormatimu?
-Kau menjelekannya dengan Marciano. -Siapa peduli?
Semua orang begitu. Kita di acara realitas, Bodoh!
Diam!
-Diam. -Hannah, kau juga harus dengar.
Ini menyedihkan.
-Menyedihkan. -Kau menangis. Kau yang sedih.
Karena aku membahas anjingku yang kubicarakan denganmu itu.
Baik, dengar.
-Anjingmu adalah alasan kau kasar? -Kau bercanda?
Hati-hati bicara.
-Hannah, kembali. -Aku sudah muak.
Kehilanganmu, kesulitanmu, aku tak peduli.
Aku tak bercanda. Sebaiknya kau hati-hati.
-Ya. -Kau bercanda!
-Kau bisa apa? -Kau adalah lelucon.
-Pergilah. -Kau tak punya hati.
-Apa-apaan? -Astaga.
Itu gila.
-Kau bercanda. -Kau bisa apa?
Mereka akan bercinta di kamar mandi.
-Kau tak punya hati. -Pergi.
Bagaimana bisa orang sejahat itu?
Jahat sekali.
Kutelepon dia sehari setelah kehilangan Mario.
Dia hanya jalang yang sedih dan lemah.
Dia bajingan.
No comments yet. Be the first to leave one.