Prvních 200 řádků.
Seharusnya ini... Bukan kelinci, ‘kan?
Meski pertama kali bertemu makhluk hidup seperti ini,
tapi, lebih baik jangan menganggunya.
Hiraukan saja itu.
Gu...
Gu...
Ya ya, aku mengerti! Ya ampun!
Wortel, aku berikan kamu wortel, oke?
Aku adalah Saltorine.
Panggil aku Sally saja.
Meski ini sedikit tiba-tiba, tapi ini adalah perintah tuan putri, ya.
Tapi, sekarang aku sudah bukan tuan putri lagi.
Apakah kamu mengerti perkataanku?
Sedikit.
Aku ingin bertanya beberapa pertanyaan.
Siapa namamu?
Frau.
Frau, ya?
Kalau begitu...
Frau, kamu adalah monster, ya?
Bukan monster.
Manusia kelinci.
Manusia kelinci?
Iya.
Ternyata inilah monster setengah manusia.
Meski aku pernah mendengar bahwa di luar sana
terdapat banyak makhluk yang berbeda dari manusia,
tapi pakaianmu memang unik sekali.
Hobi.
Kalau begitu, pertanyaan terakhir.
Apakah kamu pernah melihat orang ini?
Tidak.
Seperti itu, ya.
Wortelnya sangat lezat.
Oh, baiklah.
Sangat lezat.
Terima kasih.
Frau, kalau begitu,
aku pergi dulu ya.
Jangan pingsan lagi ya.
Aku pergi bersamamu.
Frau ingin pergi bersama Sally.
Ah?
Begitu tiba-tiba? Kenapa?
Ini adalah imbalan atas wortelnya.
Tidak perlu. Ya ampun...
Dia benar-benar ikut.
Kamu tidak tahu harus pergi ke mana?
Tidak.
Meskipun begitu, jangan mengikuti aku.
Aku didekati oleh makluk aneh.
Bepergian sendiri sangat berbahaya.
Meski begitu,
bepergian berdua bersama monster setengah manusia juga tidak jauh berbeda, kan?
Ya sudahlah.
Aku akan berjalan bersamamu sebelum memasuki desa.
Sebelumnya tidak pernah bertemu kamu.
Kamu adalah wisatawan ya?
Iya.
Begitu ya, datang dari jauh.
Ah...
Monster setengah manusia!
Ternyata memang sangat jarang ditemui.
Keluar!
Tidak boleh membiarkan monster setengah manusia masuk ke desa!
Hei, tunggu sebentar. Meski penampilannya aneh,
tapi dia bukan orang jahat.
Nona, jangan tertipu.
Monster setengah manusia adalah musuh umat manusia.
Tidak boleh berteman dengannya.
Cepat, datang ke sisiku.
Frau, ayo kita pergi.
Tidak boleh, cepat kemari!
Sally, desa ada di sebelah sana.
Jangan katakan itu lagi. Ikut aku.
Ini adalah perintah tuan putri.
Bagus sekali.
Pintu masuknya tidak ada orang.
Kita harus masuk desa sekarang juga.
Baik.
Lihat, sudah masuk, kan?
Selanjutnya adalah mencari penginapan.
Oh.
Aku tidak pernah melihat kalian.
Kalian adalah wisatawan, ya?
Iya... Iya.
Kami baru tiba di desa ini.
Seperti itu, ya.
Desa kami tidak ada apa pun.
Silakan nikmati waktu kalian dengan nyaman.
Wortel!
Frau, kamu...
Wortel.
Tahanlah sedikit.
Maaf jika kurang sopan,
apakah kalian lapar?
Lapar.
Jika tidak keberatan,
silakan pergi ke penginapanku yang sederhana.
Aku akan menyajikan makan malam untuk kalian berdua.
Apakah Anda adalah pemilik tempat ini?
Menyambut wisatawan juga merupakan tugasku.
Mohon jangan sungkan.
Oh iya, di mana orang yang datang bersamamu?
Itu...
Sepertinya dia sedikit lelah.
Sekarang dia sedang beristirahat di dalam kamar yang Anda siapkan.
Sangat disayangkan.
Padahal aku ingin makan malam bersama kalian.
Maaf.
Namun, meski ini adalah penyambutan,
tapi hanya ada masakan rumahan saja.
Hari ini sangat lelah, kan?
Mohon beristirahatlah dengan baik.
Terima kasih banyak
atas semua yang Anda lakukan untuk kami.
Mohon jangan sungkan.
Bisa menyambut wisatawan seperti ini
adalah hal yang sangat sulit dibayangkan di masa lalu.
Dahulu kala, tempat ini ditinggali oleh monster
dan membunuh warga yang tinggal di sini.
Itu adalah masa-masa yang sengsara.
Tapi...
Seorang wisatawan yang muncul secara tiba-tiba
membunuh semua monster itu
dengan mengandalkan kekuatannya sendiri.
Wisatawan yang kamu katakan
memiliki rambut hitam panjang yang...
Benar.
Kamu kenal dia?
Benar.
Pasti adalah Mikoto.
Wisatawan itu pergi ke mana?
Maaf sekali.
Aku tidak tahu kemana dia pergi.
Seperti itu, ya.
Bagaimanapun itu,
karena rasa terima kasih terhadap wisatawan itu,
seharusnya penduduk di sini
akan selalu menyambut kedatangan wisatawan.
Keluar!
Tidak boleh membiarkan monster setengah manusia masuk ke desa!
Bagaimana dengan monster setengah manusia?
Eh?
Jika itu adalah monster setengah manusia,
maka tidak akan disambut, benar?
Tidak ada desa yang akan menyambut monster setengah manusia.
Tapi itu adalah pemikiran yang sangat menarik.
Wisatawan monster setengah manusia.
Kenapa?
Ternyata seperti itu.
Anak muda mungkin tidak tahu.
Monster setengah manusia
sangat ganas sejak lahir.
Kecerdasan intelektualnya rendah.
Menurut umat manusia, mereka tidak ada bedanya dengan monster.
Dengan kata lain,
monster setengah manusia adalah musuh umat manusia.
Meskipun menurutku
dia bukan orang jahat...
Ya, sudahlah.
Sejak awal juga sudah sepakat
untuk tetap bersama hingga sebelum masuk desa.
Setelah keluar dari desa...
Monster!
Monster datang!
Monster?
Dulu tidak membunuh hingga tuntas, ya?
Ti... Tidak...
Cepat lihat, itu memiliki tanduk!
Itu bukan monster yang biasa.
Itu adalah Oni!
Tapi, hanya ada satu ekor.
Seharusnya ada solusi.
Omong kosong apa itu?
Bukan monster,
tapi Oni?!
Datang lagi.
Perasaan seperti ini.
Sama seperti saat itu.
Tubuhku...
Panas sekali...
Bahaya! Cepat pergi!
Apa?
Aku...
Kenapa?
Aku...
Akan mati...
Oh?
Frau, terima kasih.
Itu adalah monster setengah manusia.
Tanpa senjata, dia membuat monster itu...
Terlalu menakutkan...
Hei.
Frau telah melindungi desa ini!
Tapi, hanya karena dia adalah monster setengah manusia...
Ganas hingga bisa mengalahkan Oni.
Monster setengah manusia memang sangat menakutkan.
Tuan pemimpin...
Cepat,
No comments yet. Be the first to leave one.