Prvních 200 řádků.
Kita harus berbohong?
Tidak. Maksudku bukan berbohong.
Maksudku,
jika kita memberi kesan KMA mengadakannya,
para wartawan pun akan berkumpul di sana.
Lalu kita adakan pameran di Samdal-ri.
Bukankah itu berbohong?
Kau yakin KMA bisa berbohong seperti itu?
Tentu saja tidak.
Namun, hanya untuk sebentar.
Kita harus tenang sebentar.
KANTOR REGIONAL METEOROLOGI JEJU
Pameran mulai kurang dari satu jam lagi, tetapi belum dibatalkan.
Apa tetap diadakan?
KMA bersusah payah mengadakan pameran untuknya?
Mereka akan dicaci. Kau kira mereka mau?
Ya? Tak mungkin mereka adakan.
Mungkin kita harus ke Samdal-ri dan mencari Cho.
Kita bisa wawancara lebih cepat.
- Siapa itu? - Ada yang datang!
Apa kalian sungguh adakan pameran Nn. Cho di sini?
Kalian mau apa?
Waktunya tinggal satu jam. Katakan.
- Apa dia batalkan? - Beri tahu kami.
Jadi…
- Apa? - Tunggu!
Mereka takkan umumkan sampai hari-H.
- Acaranya batal. - Kau tak jawab.
- Mereka gila. - Ini salah.
Ini bagus untuk kita.
Cho Eun-hye dan KMA.
Kita punya dua berita kontroversi.
- Tepat. - Benar.
Semua wartawan akan berkerumun di KMA.
Lalu kita siapkan pameran begitu mereka tinggalkan Samdal-ri?
Ya, benar.
Dia akan melakukannya?
Di pusat meteorologi?
Lalu foto-fotonya?
Semuanya ada di KMA.
Bagaimana cara mengambilnya tanpa tertangkap basah?
Mereka akan kembali jika tahu.
Kita tak akan ketahuan. Jangan khawatir.
Kita di mana?
- Samdal-ri. - Benar.
Siapa yang ada di pihak kita?
Pasukan Jomnyeo.
Jadi, kami harus apa?
Ayolah, Ny. Ko.
Kau tahu kehebatan kita.
Melancarkan perang.
Dia benar. Kita lindas saja mereka.
- Benar. - Benar.
Sam-dal, jangan khawatir.
Percaya kami.
- Ya. Kami akan lindas mereka. - Ya.
Tunggu, Ibu-Ibu. Kalian tak boleh melindas siapa pun.
Tak boleh melukai.
Harap tenang.
Wartawan hanya menjalankan tugas. Tak perlu kita lawan.
Jangan berkelahi. Alihkan saja mereka saat kami ambil foto.
Baiklah.
Ny. Ko, kita pandai mengalihkan perhatian.
Baiklah. Aku mengerti.
Yong-pil, katakan kami harus ke mana.
Pasti ketahuan.
Siapa yang bisa masuk ke sana?
Firasatku itu bukan di sini.
Astaga, kukira para wartawan segera pergi.
Kenapa belum sampai?
Berapa lama kita menunggu?
Sebentar lagi dimulai. Pamerannya jadi atau tidak?
CHO YONG-PIL
Bagaimana? Aku harus lakukan sekarang?
Ya, sekarang, Pak.
Siap.
Perhatian!
Jadi…
Begini…
KMA telah…
- Di sana. - Ada apa?
Apa?
Apa yang mereka lakukan?
- Sedang apa kau? - Siapa kau?
Pasukan Jomnyeo akan muncul di depan mereka.
Kita akan menyelinap dari belakang.
Baek-ho!
- Astaga, Bu! - Maaf, hanya ini yang bisa kulakukan.
Tidak apa-apa. Terima kasih.
Hei, itu Cho Eun-hye.
Kameraku…
Hei. Tunggu.
Dia tak akan mau kita wawancarai.
Kurasa kita beruntung hari ini.
Tutup.
Kami ikut dengan kalian?
Tak perlu.
Kalian ulur saja mereka.
- Pergilah sebelum terlihat. - Terima kasih.
Mereka pergi. Cepat masuk ke dalam mobil.
Bukankah hari ini ada pameran di sini?
Itu sebabnya kami kemari. Di mana parkirannya?
Pak.
Ya?
Apa parkirannya cukup luas untuk kami semua?
Kurasa tidak.
Tidak, parkiran kami tak cukup!
Benarkah?
- Parkiran mereka tak cukup. - Tak cukup.
Kalau begitu, kita kembali lain kali.
Ayo.
- Baiklah! - Baiklah!
Ayo.
Senang bertemu kalian semua!
Kita aman, kan? Semoga ibu-ibu sudah pergi dari sana.
Tentu saja. Jangan mengkhawatirkan mereka.
Pasukan khusus, Kopaska, atau Marinir boleh menantang berkelahi.
Pasukan Jomnyeo pasti akan menang.
Kau benar.
Baiklah.
Mari kita ke pameran pertamamu, Nn. Cho?
Baiklah! Kita laksanakan!
Mereka datang.
- Di sini! - Sini!
Ya, di sini!
Ayo.
Cepat masuk ke dalam.
- Ayo. - Hati-hati.
Dia hanya datang mengambil foto? Dengan semua orang itu?
Dia adakan di sini?
Kenapa repot-repot untuk kembali dengan pameran di Jeju?
Tidak.
Ini bukan muncul kembali.
Dia punya alasan mengadakannya di sini.
Aku pastikan akan dapat eksklusif.
Kau tampak yakin meskipun pernah dipermalukan olehnya.
Aku tak pernah dipermalukan!
Baiklah!
Kita menerobos saja ke dalam.
Sudah hampir waktunya.
- Ayo. - Baiklah.
- Ayo. - Ayo masuk.
Itu mereka.
Apa? Kenapa tak diadakan di lobi? Apa ini dibatalkan?
Maaf atas kami terlambat mengabari.
Pameran fotografi KMA…
dibatalkan.
- Apa? - Apa?
- Apa? - Apa katanya?
Tunggu.
Kalian beri kesan akan diadakan, tetapi batal?
Mereka tak mengadakannya?
Ayo kembali ke Samdal-ri.
- Kurasa kita tertipu. - Ayo.
- Kita sudah menunggu lama. - Ayo kembali.
- Ayo. - Ayo.
- Apa-apaan? - Ayo. Kita pergi.
Apa kita katakan terlalu cepat?
- Mereka kembali ke Samdal-ri. - Entahlah.
Yong-pil merencanakan hal besar. Aku yakin mereka siap.
Hal besar?
Dia pengacara dari keluarga ayahku.
Dia wartawan. Kerabat jauh ibuku.
Ayo.
- Ayo masuk. - Ayo masuk.
Kenapa Eun-hye tak menjawab?
Waktuku sedikit.
Mereka sedang apa di sini?
Itu dia.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa?
Kita tekan Cheon Chung-gi.
- Bukan Bang Eun-ju? - Tidak.
- Cheon Chung-gi? - Kenapa dia?
Apa-apaan ini? Bajingan itu terlibat?
Tidak. Dia pengecut, aku meragukan itu.
Namun, dia pasti tahu sesuatu.
Ada cara agar kau kembali dan semua mendukungmu.
Aku punya rencana.
- Apa? Katakan. - Kau tetap di sana.
Aku punya rencana.
Aku ceritakan jika kau mau membantu.
Dia tak bisa menyimpan rahasia. Tekan saja dia, pasti dia buka mulut.
Astaga. Kenapa kalian lakukan ini?
Kalian berdua juga?
Hei.
Ceritakan.
Kau tahu Eun-ju dibayar diam-diam untuk mempromosikan barang.
Kau bicara apa?
Hei, Chung-gi.
Aku sering melihatnya di TV.
Jangan mengoceh terus, ini akan jadi membosankan.
Kami tahu tak ada penganiayaan
dan Bang Eun-ju menerima uang diam-diam.
Apa…
Dia pasti dibayar juga.
Itu sebabnya kau beri wanita inkompeten proyekmu dan membawanya kemari.
Jangan asal tuduh. Aku baru tahu dua hari lalu.
Apa?
Pasal 32, ayat 1 KUHP.
No comments yet. Be the first to leave one.