Prvních 200 řádků.
SERIAL DRAMA INI HANYA FIKSI DAN TIDAK TERKAIT
DENGAN LOKASI, ORANG, ORGANISASI, LATAR, DAN PERISTIWA SUNGGUHAN
SELURUH AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DI KONDISI YANG AMAN
PUSAT GAWAT DARURAT
Permisi!
Sebelah sini!
Ini.
Pak?
- Dokter! - Ya?
Dia mengalami luka robek tujuh sentimeter di sisi kiri.
Mungkin melukai limpanya.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Dia jatuh dari lantai tiga dan tertusuk logam.
Mari pindai CT dahulu. Harus dioperasi jika luka limpanya parah.
Kita membawanya ke CT.
- Pasang infus. - Baik.
Pak?
Bisa tanda tangan dahulu? Tuliskan informasi pribadi pasien.
Apa kau keluarganya?
Ya.
Kau?
Apa yang kau lakukan di sini?
Kode biru!
Tolong keluar!
Menyingkir.
Apa yang kau lakukan? Minggir!
Tidak! Lepaskan aku!
- Lepaskan aku! - Daya 150.
- Daya 150! - Minta maaf!
Apa-apaan ini? Yang benar saja?
Tolong minta maaf.
- Kumohon... - Dia bisa saja mati di tempat lain!
Mulai!
Satu, dua, mulai!
Sekali lagi.
- Naikkan daya ke 200. - Baik, Pak. Mengisi.
Daya 200 volt.
Satu, dua, mulai.
- Siapkan USG. - Ya, Dokter!
Sekali lagi!
Sekali!
Satu, dua, mulai.
Denyut nadinya kembali.
Periksa tanda vitalnya.
- Pindai CT otak. - Baik, Dokter.
EPISODE 6
Hei...
Aku tidak mau melihat...
ada yang mati.
Apa yang kau lakukan di sini?
Bagaimana denganmu?
Aku sedang mencari seseorang.
Keluarga mereka?
Bajumu.
Kenapa ada banyak darah?
Jangan terlalu usil.
Kau pikir kau berarti bagiku...
hanya karena memberiku diari itu?
Kak Soohyun?
Bagaimana keadaan pasiennya?
Dia sudah bebas dari bahaya.
Tapi kami harus terus mengawasinya.
Apa tidak ada harapan untuk dia bangun?
Mungkin tidak.
Dia sudah cukup lama seperti ini dengan kerusakan otak.
Tapi
terkadang keajaiban terjadi.
Apa mungkin
dia punya keluarga lain?
Dia punya seorang putra.
Putra.
Jika ya, apakah pengirim foto itu putranya?
Operasinya berjalan lancar.
Namun, dia kehilangan banyak darah.
Kita harus tetap mengawasinya.
Kami akan mengawasi dan memindahkannya ke bangsal umum setelah dia sadar.
Baik, aku mengerti.
- Terima kasih. - Ya.
Hei, Gwon Seonyul!
Hei!
Sudah kubilang berhati-hati!
Jangan berlari seperti ini. Pikirkan tentang jantungmu!
Yang benar saja.
Kau yang harus hati-hati.
Kau kehabisan napas saat ini.
Jika bukan karenamu, tidak ada alasan jantungku berhenti.
Bagaimana keadaannya?
Operasinya berjalan lancar.
Dia belum sadar. Mereka harus mengawasinya beberapa hari.
Aku masih tidak mengerti.
Kenapa kau mencari seseorang yang tak ada artinya bagimu?
Aku akan ke rumah sakit untuk saat ini.
Jangan khawatir tentang itu.
Tidak perlu.
Turuti saja ucapanku. Kau sangat kaget kemarin.
Hei.
Saat kita dirawat bersama karena jantung kita yang lemah,
aku sangat takut saat itu.
Aku tidak akan sanggup menahannya tanpamu.
Jadi, turuti ucapanku
karena aku akan melakukan apa pun untukmu!
Mengerti?
Dahulu kau mengeluh dan menangis tentang betapa sakitnya itu.
Kapan kau tumbuh dewasa?
Kau baru menyadarinya sekarang?
Aku bertemu wanita itu...
di rumah sakit kemarin.
Apa kau tidak penasaran?
Seperti apa ekspresinya nanti
saat dia bertemu putranya?
Apa alasan dia menaruh alamat itu di foto?
Kenapa?
WANITA MENYEBERANG SEMBARANGAN KRITIS SETELAH DITABRAK TRUK
PENYEBERANG SEMBARANGAN YANG TERTABRAK TRUK DIBAWA KE RUMAH SAKIT
Menurutku itu bukan kecelakaan, tapi kejahatan terencana.
Bukan kecelakaan...
tapi kejahatan terencana?
POLISI
TIKUNGAN TAJAM DI DEPAN
Ada tikungan tajam dan penyeberangan tepat setelahnya.
Semua orang melambat, jadi, tidak banyak kecelakaan.
JALUR SEHYUN-DONG
Tapi lokasi penyeberangan dan halte bus di sana ambigu,
jadi banyak orang menyeberang sembarangan.
- Hei, cepat! - Cepat.
- Cepat! - Lari!
Hei! Ayo cepat!
BATAS KECEPATAN
Ya, halo?
Ya.
Aku ingin membaca putusan sebuah kasus.
Ke mana dia pergi seharian?
Ibu.
Masuklah.
Aku minta maaf, Ibu.
Aku tidak akan berkata
itu sebuah kesalahan.
Tapi aku bersumpah...
itu hanya sekali.
Maafkan aku telah mengecewakan Ibu.
Kau seharusnya menolak.
Setelah Gunwoo meninggal,
Soohyun berada dalam kondisi itu.
Kau seharusnya menjaga sikapmu.
Aku juga kehilangan anakku.
Tapi Ibu...
Aku tak bisa bersedih seperti yang kuinginkan.
Aku takut
kehilangan Soohyun juga.
Aku bahkan tidak bisa menangis kencang.
Seharusnya aku melakukannya.
Seharusnya aku yang membunuhnya.
Seharusnya aku yang masuk penjara, bukan dia.
Aku terus memikirkan hal itu.
Aku menyesal dan menyalahkan diriku sendiri.
Aku menenggelamkan diri dalam alkohol setiap hari.
Saat aku akhirnya sadar...
tidak ada seorang pun yang tersisa di depanku.
Soohyun...
dan Gunwoo sudah tidak ada lagi di rumah kosong itu.
Terasa sangat dingin dan sepi.
Aku tahu seharusnya tidak melakukannya.
Aku pasti sudah gila, Ibu.
Aku sangat menyesal.
Aku minta maaf.
Yuri.
Hei, Kak!
Hei, Kak!
Kau datang!
Kenapa kau datang?
Kau datang untuk menemuiku?
Sudah lama aku tidak ke sini.
Kau selalu
berdiri tepat di sana.
Saat Ibu memukulku
dan aku melarikan diri,
atau duduk sendirian
karena tidak punya teman,
kau berdiri di sana
dan memegang tanganku seperti ini.
Serius, kenapa kau begitu baik padaku?
Apa kau kasihan padaku?
Karena kau cantik.
Terserah. Ibu kandungku memperlakukanku seperti beban.
Bagiku,
kau seperti hadiah.
Itulah yang akan terus
kuyakini.
Aku tahu kau dan Ibu
selalu sedih karenaku.
Kau juga melihatku menangis beberapa hari lalu.
Tapi Yuri...
Aku...
akan menyelesaikannya dengan caraku sendiri.
Aku akan melewati ini.
Jika bukan demi aku, demi kau dan Ibu.
Tentu saja.
Baik.
Makan ini sebelum pergi.
Maafkan aku, Ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.