Prvních 163 řádků.
Ujian latihan para kandidat astronot selanjutnya adalah Comeback Competition.
Itu adalah kontes di mana kami harus menyelesaikan tugas
mulai dari membuat sistem pembentangan parasut sampai ke rover.
Kita bisa buat rodanya dari spons!
Apa?
Aku tak pernah memikirkan itu!
Selanjutnya soal parasut.
Soal parasutnya, akan kuberi satu bantuan kecil.
Sedang apa kau?
Ah, tidak.
Pak Pico mengundangku untuk minum-minum dengannya.
Pico mengundangmu?
Ya, entah kenapa hanya aku saja.
Lima hari lagi.
Aku tinggal menghabiskan waktu lima hari lagi.
Hibito dan astronot lainnya akan kembali dengan Orion lima hari lagi.
Saat parasutnya terbentang
aku akan terbebas.
Kecepatannya akan kutambah.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Kau selalu ada di dalam hatiku
Tapi kau tak bicara sepatah kata pun, tersenyum pun tidak
Selama ini kita selalu bersama
Kita ini memang bebal, tapi kita percaya
Semua waktu yang kuhabiskan bersamamu
Terasa bagaikan mimpi
Kita menghubungkan bintang-bintang dan melukis gambar
Ke dalam lubuk hati kita
Biarkan saja hati kita bergetar bergelora
Gunakan saja langit sebagai kanvas
Dan jadikan gambar yang kekal
#58 Kegagalan Fatal
#58 Kegagalan Fatal
Lihat! Hancur berantakan.
Berarti ledakannya besar, ya!
Sial.
Padahal aku sudah yakin akan berhasil.
Ini 'kan roket kita, Penguin 14.
Jangan menangis, Pico.
Aku ak menangis.
Tapi, ini pengalaman yang bagus juga.
Kegagalan fatal pun masih ada artinya.
Ini adalah batu loncatan roket kita selanjutnya.
Ayo potong bagian ini untuk kenang-kenangan!
Dia tak panik?
Dia...
Reaksinya tak seperti yang kuharapkan.
Dasar.
Aku disuruh masuk saja, lalu dia malah 'ngebut.
Sudah dua kali ini terjadi.
Kau mau permen?
Tapi, kalo dibandingkan dengan Deneil Young,
Tuan Vince sepertinya lebih aman.
Lagi pula, dia jarang kelewat kencang.
Tn. Nanba, pembicaraan ini hanya di antara kita saja.
Aku ingin kau jawab dengan jujur.
Siapa yang kauanggap musuh?
Musuh?
Ah, musuh... Eh, musuh...
Mm...
Menurutku, media adalah musuhku.
Kebanyakan dari mereka sedikit menaruh minat pada pengembangan antariksa dan pesawat antariksa.
Sebelum pengembangan antariksa mengumumkan hasil yang nyata melalui pesawat antariksa,
mereka akan terus mengkritik para astronot.
Ada musuh lainnya.
Para peneliti yang menjadi penyokong pesawat antariksa tanpa awak,
industri robot, dan
para ahli astronomi.
Mereka sering mengeluh kalau program pesawat tak berawak itu menguras dana pemerintah.
Hal itu terjadi sejak para ahli astronomi membuat pencapaian,
sehingga uang untuk pesawat tanpa awak hanya membuang-buang dana.
Kau pernah menuliskan salah satu nama seorang astronomi yang kauhormati, 'kan?
Ya.
Aku tak mengerti sebabnya.
Ah, tidak. Bibi Sharon itu...
Dengarkan, Tn. Nanba.
Tujuan pengembangan antariksa adalah untuk mengirim manusia ke luar angkasa.
Itulah yang kuyakini.
Siapa pun yang mau menghalangi, dianggap musuh.
Tiga astronot yang telah mendarat di bulan sedang berangkat ke markas bulan.
Mereka sedang mengendarai rover bulan milik Rusia, Shkvali, dengan kecepatan 30 km/jam.
Mereka akan segera tiba di markas bulan.
Sepertinya kita terlalu cepat, ya?
Benar juga.
Tentu saja cepat. Kau 'kan 'ngebut.
Anu, Tuan Vince.
Soal yang tadi kaukatakan,
kau tanya siapa yang kuanggap musuh?
Ya.
Kita memiliki para insinyur yang bekerja membuat satelit dan robot,
para ahli astronomi dan ilmuwan juga.
Sudah pasti, para astronot.
Kita semua suka dengan luar angksa, jadi kita ada di pihak yang sama, 'kan?
Jadi, kau merasa tak punya musuh.
Tidak, bukan begitu juga.
Selama ini, musuhku adalah diriku sendiri.
Orang yang menunda-nunda impiannya untuk ke luar angkasa
adalah aku sendiri.
Aku tak punya musuh lain.
Dan orang yang membuatku sadar akan hal ini
adalah ahli astronomi yang bernama Sharon.
Kalau kau bisa bertemu dengannya,
kau pasti takkan anggap dia sebagai musuh.
Selamat datang.
Cih!
Kau malah duluan, dasar tak sabaran.
Coba tebak Mutta mau bilang apa.
Entah.
Dia punya ide buat memakai spons sebagai rodanya.
Awalnya, kukira itu ide yang bodoh.
Memakai bahan seperti spons itu takkan mungkin berhasil.
Tapi lumayan kuat juga untuk jarak dekat dari pendaratan ke titik tujuannya.
Ditambah lagi, mudah dibuat pula.
Apa itu sebabnya kau jadi suka Tn. Nanba sekarang?
Sudah layak untuk minum dengannya?
Mana mungkin aku suka orang ini?
Hanya saja, dia itu sangat berpikir positif soal kegagalan.
Dan itu...
Ingat?
Kalau gagal total,
kegagalan fatal pun masih ada artinya.
Kegagalan fatal pun
masih ada artinya.
Hei, Vince.
Apa kau yang memotong ini?
Potongannya rapi.
Tidak, bukan aku. Rick yang potong.
Pagi, sob!
Hari ini, kita akan buat roket yang baru, Penguin 15!
Ayo semangat!
Main engine on.
10.
9.
8.
7.
6.
5.
4.
3.
2.
1.
No comments yet. Be the first to leave one.