Prvních 184 řádků.
Uap merah.
Uap darah yang muncul saat kedelapan gerbang terbuka.
Tapi, kalau dilihat-lihat,
lebih mirip warna daun musim gugur yang mati karena sudah terjatuh dari pohon.
Kau memang benar.
Tapi, daun itu jatuh bukan tanpa alasan.
Daun itu akan jadi pupuk untuk daun hijau yang segar.
Dan jadi jembatan pengantar tunas daun segar pada musim semi yang datang.
Itulah puncak dari masa muda saat sedang membara!
saat datang kesempatan yang bergulir, ku harus jadi yang pertama
dondengaeshi deta toko shoubu nerau ha ittoushou
kubisa rasakan dan percaya pada cahaya itu kapan pun
I Can Feel it donna toki datte hikari o shinjiteru
ZainuddinAri
mempersembahkan
ZainuddinAri
mempersembahkan
ku teringat saat mimpi yang kupeluk erat terasa mungkin kan jatuh
nigirishimeta yume ga koboreochisou na toki ni kagitte omoidasu no
senyuman baiknya itu terasa bisa jadi kuat di dalam hatiku
aitsu no ano yasashii kao mune no oku ga mata tsuyokunareru no
di hatiku yang kasar, api tiba-tiba datang dan ingin jejal hari esok
bukkirabou no kokoro ni fire gutto kuru ashita o tsukamitainda
yang belum terlihat tidaklah menakutkan, kau percaya masa depan, 'kan? ayo coba!
mada minu sekai ha kowakunai shinjita mirai deshou hora Let's try !
air mata yang tak terhitung jumlahnya itu kan jadi pelangi
kazoekirenai ano namida ha sou sa niji ni kawaru darou
akankah suatu hari nanti
osaekirenai kanashimi mo
ku dapat hadapi kesedihan yang tak bisa kukendalikan
itsuka ha dakishimerareru kana
bila hatiku yang lemah ini mulai sakit
yawa na Heart ga uzukidashitara
ku kan berikan ciuman pada hari esok dengan segalanya
arittake asu ni Kiss shiteageyou
dan genggam erat lagi kepalan tangan kecilku yang gemetar
furueta mama no chiisa na kobushi o tsuyoku mata nigitte
saat datang kesempatan yang bergulir, ku harus jadi yang pertama
dondengaeshi deta toko shoubu nerau ha ittoushou
kubisa rasakan dan percaya pada cahaya itu kapan pun
I Can Feel it donna toki datte hikari o shinjiteru
Formasi Pelepasan Delapan Gerbang
Tahap satu!
Berjuanglah, Guru Guy!
Aku
takkan...
Guy, apa itu-
Itu Sekizo milik guru Guy!
Tahap dua!
Dia berhenti di udara?
Sekizo seharusnya jadi serangan beruntun
yang bisa ubah kecepatan dari tahap satu sampai tahap kelima.
Jadi begitu, rasanya sakit sekali.
Tapi, aku sudah terbiasa sekarang.
Selanjutnya, aku akan terus seperti ini tanpa memberinya peluang sedikit pun.
Bahkan hanya buka Tomon saja,
tubuh akan rasakan sakit yang luar biasa.
Aku yakin rasa sakit Shimon,
pasti jauh dari apa yang kubayangkan!
Gerakan Taijutsu yang membombardir lawan dengan cara memukul di udara.
Atau disebut dengan meriam udara.
Kalau terkena serangan itu empat atau lima kali, akibatnya akan fatal.
Aku harus segera hindari serangan yang dia buat.
Apa dia berhasil?
Bisa bertarung langsung dengan pengguna Hachimon memang kesempatan yang langka!
Baiklah! Aku akan bermain denganmu!
Ternyata, dia masih belum tumbang.
Apa yang digunakan Maito Guy?
Formasi pelepasan delapan gerbang!
Jurus yang memungkinkan seseorang untuk keluarkan kekuatan maksimalnya dengan lepaskan pembatasnya.
Ini adalah tahap akhir dari jurus yang Lee gunakan saat melawanmu
di Ujian Chunin beberapa tahun yang lalu.
Pelepasan gerbang kedelapan akan buat kekuatannya jadi sepuluh kali lebih besar dari kelima Kage.
Tapi, kekuatan itu hanya bersifat sementara.
Setelah gunakan teknik ini, penggunanya akan
mati.
Dia datang ke arahku dengan menendang ke udara!
Dia
adalah murid berhargaku yang paling kucintai.
Lee, apa kau-
Aku tak sedih!
Menunjukkan rasa kasihan pada orang
yang sudah tentukan takdirnya sendiri adalah sebuah pelecehan!
Kita harus bantu Guy.
Dengar.
Guru.
Benda hitam itu adalah masalahnya.
Itu bukan tipe senjata yang perlu diaktifkan,
tapi tipe yang bisa berubah tanpa perlu diaktifkan.
Mungkin dampaknya sudah hilang,
tapi aku masih bisa rasakan sensasinya kalau benda itu bersentuhan dengan kalian.
Dan juga, dia hanya bisa buat benda itu melayang 70 meter darinya.
Kalau lebih dari itu, dia tak bisa mengendalikannya.
Karena benda itu memang nyata dan bisa dilihat dengan mata kita,
Kamui-mu pasti bisa digunakan.
Dengan kirim benda itu ke tempat lain,
kita bisa cegah Madara menggunakannya.
Jujur saja, mata kiriku sudah tak bisa melihat dengan baik.
Aku harus berada di jarak yang cukup agar Kamui-ku bisa mengenai target dengan akurat.
Gaara, apa kau bisa siapkan beberapa pasir?
Kau ingin aku pindahkan Kakashi dengan pasirku, 'kan?
Tapi, pasirku tak cukup cepat untuk hindari serangannya.
Jangan khawatir.
Karena itu aku di sini.
Kakashi akan bawa salah satu kunai-ku.
八門遁甲の陣
Hachimon
Hachimon
Hachimon
Tonkou
Tonkou
Tonkou
第六景門
Dai
Dai
Dai
Roku
Keimon
Roku
Roku
Keimon
Keimon
開
Kai
Kai
Kai
Lee!
Kau juga bisa gunakan Hachimon?
Aku hanya bisa sampai gerbang keenam.
Aku tak pernah sadari kekuaranganku sampai saat ini!
Tidak, itu sudah cukup, Lee.
Karena kau masih
daun baru yang dilindungi Guy dengan nyawanya sendiri!
Lee, aku ingin kau tetap di sini dan lindungi Gaara.
Dan satu hal lagi, bawa salah satu kunai-ku.
Tahap satu!
Dia cepat sekali!
Tahap dua!
Tahap tiga!
Tahap empat!
Aku tak bisa bergerak!
Tahap lima!
Apa pun yang terjadi, tetaplah seperti itu, Guy!
Ini dia!
Waktu yang tepat, Lee!
神威
Kamui
Kamui
Kamui
Kau orang pertama setelah Hashirama yang buatku bersemangat seperti ini!
Kau masih bisa mengejutkanku, 'kan?
Apa kau masih punya jurus lain?
Hibur aku lebih lama lagi!
Dia masih bisa bangkit meski sudah terkena Sekizo beruntunku?
Di mana aku?
Apa aku sudah mati?
Kenapa kau berpikir kau sudah mati?
Sudut pandangmu soal kematian jauh berbeda dengan orang-orang pada masaku.
Dengan mudahnya bilang kata mati.
Ketabahanmu lumayan mengagumkan.
Siapa kau?
Pertanyaan itu cukup realistis untuk saat ini,
tapi aku cukup khawatir apa kau bisa
hubungkan namaku dengan aksiku sebagai seorang pembawa pesan.
Aku adalah orang yang akan ciptakan kedamaian dan aturan.
Namaku Hagoromo.
Di sisi lain,
aku sudah lihat bahwa kau akan bereaksi seperti itu.
Entah kenapa, aku tak mengerti apa yang dia katakan.
Memang selalu ada, ya? Seorang kakek-kakek yang menyebalkan.
Kakek, maaf. Tapi, aku...
Baiklah.
Eh? Mata itu...
Rinnegan!
Matamu cukup jeli untuk amati orang lain.
Kalau kau bisa amati lebih detail lagi,
kau akan bisa pahami apa yang terjadi padamu saat ini.
Kau masih belum mati.
Tempat ini adalah dunia dalam pikiranmu.
Aku mengerti kegelisahanmu.
Kakek ini bukan musuh?
Tapi saat ini, lebih baik kita menenangkan diri.
Tapi...
Bisakah kau bicara lebih lembut dan gunakan kata-kata yang mudah dipahami?
No comments yet. Be the first to leave one.