Informace o verzi

Joseon Shooter E09 LIMO
Komentář od leavest
kunjungi http://idfl.me, orang-gak-penting.blogspot.com

Tagy

other
Zveřejněno: 2014-07-26
Stažení: 38
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Yeon Ha? Maksudmu gadis kecil yang barusan terjual?

Terjual? Apa maksudmu?

Kakak!

- Apa yang kau lakukan? - Ini aku! Aku Yeon Ha!

Gadis gila!

Apa Dia benar-benar kakakmu?

Kita harus keluarkan dia sekarang. Sesuatu bisa terjadi jika dia tetap di sana.

Tuan Song sangat menyukai Yeon Ha.

- Jangan lakukan itu. - Kita tak punya cara lain.

- Ayah! - Kita tak boleh menyerah.

- Membuat ledakan yang hanya menciptakan asap? - Ya, asap yang cukup mengaburkan pandanganmu.

Aku mohon padamu.

- Tidak! - Kemarilah.

Yeon Ha!

Yeon Ha!

Kakak...

Yeon Ha!

- Yeon Ha! - Kakak!

Kau baik-baik saja?

Apa kau terluka?

Maafkan kakak.

Maafkan perbuatan kakak.

Jangan kehilangan mereka!

Di sana!

Yeon Ha, keluarlah lewat sana.

- Bagaimana dengan Kakak? - Aku akan segera menyusulmu.

Cepat!

Yeon Ha...

Kakak.

Ya. Ya, ini aku.

Aku Kakakmu!

Kupikir aku takkan bisa melihat Kakak lagi.

Takkan bisa...

Sekarang tidak lagi.

Sekarang... Aku akan melindungimu.

Kakak...

:: Episode 9 ::

Hyungnim! Hyungnim!

Ya...

Ini adalah hyungnim yang kuceritakan. Dan dia adiknya.

- Anda sudah datang jauh-jauh. - Kami akan menjadi beban Anda.

Beban apa? Anda adalah penyelamat adikku.

Saya akan menyiapkan pakaian yang nyaman untuk kalian.

Saya akan segera kembali. Anggap saja ini rumah sendiri.

Kak, biarkan aku ikut!

Kita di mana?

Kau akan tinggal di sini untuk sementara waktu.

Sendirian?

Ini hanya sementara waktu.

Tunggulah untuk beberapa saat, suatu saat akan kujemput.

Kau percaya Kakak, bukan?

Bagus.

Maafkan aku, Yeon Ha.

Kenapa Kakak minta maaf?

Seharusnya aku... mendatangimu lebih cepat.

Aku tak apa.

Aku bisa bertemu Kakak lagi.

Aku tak punya keinginan atau kebencian lagi.

Tapi, kenapa dengan rambut Kakak?

Hah?

Agak aneh?

Sedikit.

Jika Ayah melihatmu, Beliau pasti sangat marah.

Benar juga.

- Selamat datang kembali. - Oh, tentu.

Tuan Hanjo!

Kerja bagus. Masuklah ke kamar kalian dan istirahatlah.

- Ya. - Ya.

Ayo.

Apa Kau baru pulang?

Ya. Apa yang membuatmu ke sini selarut ini?

Ada masalah mendesak yang ingin kudiskusikan denganmu.

Tapi, Kau berpakaian seperti ini larut malam begini...

Dari mana Kau datang?

Aku datang dari Anseong.

Jaraknya jauh, jadi aku mengenakan pakaian yang nyaman.

- Anseong? - Ya.

Aku menemui pedagang gandum.

Tapi, apa yang sebenarnya terjadi?

Hal mendesak apa yang ingin didiskusikan?

Ya, ini tentang Tuan Song...

Apa Kau mendengar kabar?

Kabar apa?

Tuan Song tertembak mati oleh seorang penembak kemarin malam.

Tuan Song tewas? Apa yang sebenarnya terjadi?

Itulah yang kumaksud.

Selain itu, orang yang menembak Tuan Song menghilang bersama budaknya.

- Seorang budak? - Ya.

Kau sangat tahu Dia, Tuan Hanjo.

Dia adalah gadis yang salah menganggapmu sebagai kakaknya waktu itu.

Apa kau ingat dia?

Ya, aku ingat dia.

Dia mengucapkan omong kosong, jadi dia mendapat tamparan dariku.

Ya, itu benar.

Aku bertanya-tanya...

apakah Yoon Kang memang menjadi penembak dan mendatangi adiknya.

Tak masuk akal.

Bukankah katamu dia sudah meninggal?

Tapi kami tidak menemukan mayatnya.

Jadi, dia mungkin masih hidup di suatu tempat.

Jika dia masih hidup...

dia mungkin bertekad untuk membunuh orang yang membunuh ayahnya.

Tapi, apa alasanmu menceritakan ini?

Apa Kau... mencurigaiku saat ini?

Tak mungkin.

Aku hanya berpikir bahwa akan lebih baik jika Kau juga tahu.

Jadi, aku hanya memberitahu saja.

Begitu.

Terima kasih.

Tapi... Aku sangat lelah sekarang. Kita bicara lagi esok hari.

- Apa tak masalah? - Ya.

Begitu juga bisa.

Selamat malam.

Saya yakin. Hanjo... adalah penembak itu.

Kirim seseorang ke Anseong.

Periksa apakah Dia memang menemui pedagang gandum.

Baik.

Menteri Peradilan tertembak?

Apa sebenarnya maksudmu?

Hamba hanya melapor, Yang Mulia.

Seorang penembak muncul kemarin malam dan melarikan diri setelah membunuh Menteri Peradilan.

Bagaimana itu bisa terjadi...

Kabar itu sudah tersebar di kota.

Rakyat menjadi ketakutan.

Mohon perintahkan Pengadilan Istana untuk menyelidiki kasus ini.

Benar, Yang Mulia. Seorang Menteri telah ditembak mati.

Keamanan seluruh pejabat istana bergantung pada hal ini.

Lakukanlah.

Pengadilan Istana harus memulai penyelidikan dan menangkap penembak itu

dan ungkapkan setiap detail kasusnya.

Baik, Yang Mulia.

Ini perbuatan penembak misterius.

Tampaknya Dia mengambil jalan berbeda

dari para penembak yang diperintah oleh pihak konservatif.

Cari tahu dengan cepat.

Kita sedang menyelidiki Menteri Peradilan.

Dia tak seharusnya mati seperti ini.

Bergeraklah dahului Pengadilan Istana.

Kita harus mencari tahu siapa yang melakukan ini.

Baik, Yang Mulia.

Di malam kematian Tuan Song

Kudengar kau mengirim para penembak ke kediamannya.

Apa kau lupa akan perintahku... untuk tak mengutus para penembak untuk sementara waktu?

Maafkan saya, Tuan.

Namun, saya baru menemukan bahwa penembak yang membunuh Moo Duk

sedang mencari putri Park Jin Han.

Saya kebetulan mendengar bahwa putrinya dikirim ke kediaman Tuan Song sebagai budak

jadi saya bersiap siaga.

Tutup mulutmu!

Kau tak seharusnya membuat keputusan dan bergerak menanggapi hal ini!

Aku tuanmu. Apa kau sudah lupa itu?

Jika sampai kau melawan perintahku lagi...

ingatlah bahwa Kau juga takkan bisa selamat.

Baik, Tuan.

L 3 a v 3 s t

Namanya Yeon Ha. Dia budak berusia sekitar 13-14 tahun.

Kudengar Dia dibeli Kepala Kelompok Pedagang

dan dibawa ke sini beberapa hari yang lalu.

Seperti yang saya katakan, saya sungguh tidak tahu!

Ada beberapa budak yang melarikan diri di tengah-tengah kekacauan.

Pikirkan lagi hal itu!

- Pergi, pergi, pergi! - Baik, baik.

Jadi, apa Kau mengetahui sesuatu? Bagaimana dengan saksi?

Orang-orang mendengar suara tembakan...

tapi tak satupun yang melihatnya.

Apa yang kau katakan?

Ada kebakaran kemarin malam dan itu sangat kacau.

Beberapa budak juga melarikan diri di tengah-tengah kekacauan itu.

Kebakaran?

Di mana kebakaran terjadi?

Ada asap dari gudang tempat menyimpan hadiah.

- Gudang? - Ya, gudang.

Asap yang bermula dari gudang menutupi seluruh kediaman.

Saya juga mendengar baunya seperti telur busuk.

Telur busuk macam apa itu...

Cari tahu penyebab asap.

Mana kutahu itu?

Dia selalu membuatku melakukan hal-hal yang sulit...

Asap ya asap!

Bubuk mesiu?

Kenapa kau ingin mempelajari tentang bubuk mesiu? Itu berbahaya.

Itu tidak berbahaya.

Setelah jumlah pencampurannya tahu, takkan ada bahaya apapun.

Berhentilah sekarang!

Jika Ibumu mengetahui hal ini. Dia akan sangat khawatir.

Ayah, aku sangat ingin mempelajari ini.

Bubuk mesiu tak selalu berbahaya. Ayah sangat paham itu.

- Itu bisa sangat berguna. - Soo In...

Ayah, sudah lama aku tak merasakan seperti ini.

Perasaan ingin belajar sesuatu.

Aku hanya akan belajar. Perkenankan aku, Ayah.

Jika Kau memang merasa seperti itu, Aku takkan menghentikanmu belajar.

Tapi jangan hanya fokus pada hal itu terlalu lama.

Ibumu akan khawatir.

Sungguh, Ayah? Aku diberi ijin?

Terima kasih, Ayah. Terima kasih banyak!

Ada percakapan menyenangkan apa antara ayah dan anak ini?

Ibu di sini juga.

Tak ada. Kami hanya berbincang tentang ini dan itu.

Kalian tidak merencanakan sesuatu di belakangku lagi, kan?

More Indonesian subtitles for The Joseon Gunman

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left