Prvních 200 řádků.
MAD CONCRETE DREAMS
SEPULUH HARI LALU
SELAMAT ULANG TAHUN KE-70 UNTUK JEON YANG-JA
Otot perut mereka bukan main.
Lihatlah mereka.
Selera ibumu sama sekali belum berubah.
Sudah berubah sedikit.
Dia lebih terobsesi dengan "defi" daripada otot besar.
"Defi"?
Definisi.
Lekuk otot.
Kau tidak tahu?
Lupakan. Berikan saja hadiahmu.
Dia akan menyukainya, 'kan?
Apa dia pernah menyukai sesuatu?
Tetap saja.
Apa yang harus kuucapkan?
Berikan saja kepadanya.
Lagi pula, aku yang membayarnya.
Memangnya kau beli apa?
Bukan hadiah kecil, 'kan?
Benda yang bisa dia gunakan untuk menandatangani kontrak.
Pena.
Aku mengukir inisialnya.
Ada berlian juga.
Buatan Jerman.
- Bu Jeon. - Ya?
Selamat ulang tahun ke-70.
Ya, terima kasih.
Aku membelikanmu hadiah istimewa yang penuh pertimbangan.
Untuk saat kau menandatangani dokumen.
Pimpinan datang.
Halo.
Kau mau makan?
- Apa? - Di mana uangku?
Aku juga punya otot.
Dia akan membayarku jika aku bertelanjang dada?
- Ototmu kurang berlekuk. - Lalu kenapa?
Baik, mari bicara di luar.
- Bu Jeon! - Kenapa kau melakukan itu?
Kenapa kau memanggilnya?
Aku harus menarik perhatiannya jika ingin meminta uang.
Menantu satu-satunya meminjam uang dari rentenir
dan mungkin harus menjual semua organnya.
Aku memintamu memberiku sedikit waktu.
Tidak sopan datang kemari untuk membuat keributan.
- Tidak sopan? - Ya.
Itu tidak sopan.
Tunggu, sakit.
- Begitukah? - Ya.
Aku akan membayarmu kembali.
Kuberi waktu sepekan.
Beri tahu ibu mertuamu, Bodoh.
Atau aku yang akan memberitahunya.
MAD CONCRETE DREAMS
EPISODE 2
SURAT RESMI TERKAIT UTANG ANDA DAN LELANG GEDUNG SE-YOON TERKIRIM
Silakan ucapkan perpisahan terakhir kepada mendiang.
Kami akan membawanya sekarang.
Hei.
Apa yang kau lakukan?
Hei, kau.
Bukankah kau bilang akan di rumah duka semalaman?
Ya, tapi aku datang untuk mengambil sesuatu.
Benarkah?
Ambil dan pergilah.
Tunggu.
Kenapa Yi-gyeong...
Apa yang terjadi? Kenapa dia seperti ini?
Aku menculiknya.
Apa-apaan ini...
Apa maksudmu?
Aku menculiknya.
KHUSUS PIHAK BERWENANG AREA INI DIAWASI
KANTOR MANAJEMEN SEDANG ISTIRAHAT
Jadi, kau kehilangan berapa?
Apa itu penting?
Kau mau membantuku?
Kau sudah gila?
Kau tahu apa yang telah kau lakukan?
Ini belum terlambat. Antar Yi-gyeong pulang.
Akan kupanggilkan taksi, ya?
Jika ada yang bertanya
katakan seseorang menculiknya dan kau menyelamatkannya.
Itu bodoh.
Aku, menyelamatkannya?
Aku bukan Tom Cruise.
Dengarkan aku baik-baik.
Aku tidak bercanda sekarang.
Ini kesempatan terakhirmu.
Kesempatan terakhir apa?
Sampai kapan kau akan hidup seperti ini?
SATU MILIAR WON
Kau boleh ikut.
Lima ratus juta won.
Lupakan saja.
Aku akan menelepon junior Gyun.
Mereka akan membantumu mencari jalan keluar yang legal.
Su-jong.
Su-jong.
Ini tidak seperti yang kau kira.
Aku hanya mengambil uang yang seharusnya warisanku.
Selama aku mendapatkan uangnya, tidak akan ada yang terluka.
Tidak perlu merasa bersalah atas apa pun.
- Hei. - Jangan bertindak bodoh.
Kembalikan ponselku.
- Tidak mau. - Kembalikan.
Kembalikan sekarang juga.
Berikan ponselku.
Tidak mau.
Sialan.
Lepaskan, Berengsek.
- Lepaskan. - Tidak akan.
Lepaskan!
Kau baik-baik saja?
Apa ini?
Kenapa kau mengambil ponselku?
Ini. Ambillah.
Lakukan sesukamu.
Berutanglah seumur hidupmu.
Kenapa kau bilang begitu?
Kau hanya punya otot tapi tidak punya otak.
Lalu bagaimana dengan ini?
Seka darah dan bersihkan lukanya.
Kau sangat menyebalkan.
Aku akan mengurus sisanya.
Jaga saja Yi-gyeong di ruang pendingin.
Selama dua hari saja.
Selama dua hari?
Yang harus kau lakukan...
ambil ini.
Tiga kali sehari.
Suntik dia dengan ini.
Apa dia akan baik-baik saja?
Hei.
Dia aman.
Dia istriku, bukan?
Kau sudah memutuskan?
Kau yakin itu aman?
Hwal-sung, bedebah gila.
Apa yang kulakukan ini?
Astaga.
Kau kedinginan.
Maaf.
KANTOR MANAJEMEN SEDANG ISTIRAHAT
AYAH DI MANA?
Sial.
RUANG PENDINGIN
Hei.
Sedang apa kau di sini, Da-rae?
Di dalam sangat berdebu.
Kondisi Ibu tidak baik.
Begitukah?
Ayo pulang.
BUBUR
Makanlah, Bu.
Ayah membelikannya untuk Ibu dari restoran bubur favorit Ibu.
Gi Da-rae.
Ibu tahu apa yang kau lakukan.
Ada yang ingin kau katakan?
Maafkan aku.
Itu saja?
Aku akan menebusnya.
Bukan itu intinya.
Belakangan ini, sikapmu aneh.
Kau dan Gyun seperti saudara.
Tapi kau tidak menangis selama pemakaman.
Saat peti matinya dibawa
kau terus menatap ponselmu seolah-olah kau sibuk.
Begitu kremasi selesai, kau langsung kabur seperti buron.
Bagaimana bisa?
Kau sama sekali tidak sedih?
Gyun...
Gyun sudah meninggal.
Aku tahu kau mengkhawatirkan soal gedung.
Tapi apa yang paling penting?
Keluarga.
Kau harus menjaga kami.
Kau harus ada saat kami membutuhkanmu.
Setelanmu kotor.
Gantilah pakaianmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Kau mengikuti tren
jika mencari properti di area ini.
Kau tahu kafe ini, 'kan?
Ini tempat paling populer di area sini.
Halo.
- Pak Oh. - Hai.
Bagaimana jika kau melihat lantai atas dahulu, lalu ke basemen?
Kau bilang ingin memakai gudang pendingin, bukan?
Ya, aku ingin melihatnya.
GEDUNG SE-YOON
Mari pesan daging rebus dan tahu dengan kimci untukmu.
AGEN PROPERTI HEE-JU
Tempat ini belum berubah.
Gyun suka makan di sini.
Benar.
Dia suka daging rebus dan selalu memesan soju.
Pemilik gedung tidak menjawab.
No comments yet. Be the first to leave one.