Prvních 200 řádků.
Amarah adalah emosi penutup, bukan?
Jika amarah adalah payung, di bawah payung itu ada rasa sakit.
Kebingungan.
Kekecewaan...
dan ketakutan.
Kenapa kau takut?
Karena otakmu memikirkan yang terburuk, bukan?
Kau membaca tentang ini dan mulai berpikir...
Apa yang bisa kulakukan yang lebih baik?
Apa yang bisa kulakukan
untuk mengubah hasil dari ini?
Kisah pertama kami menarik.
Ini bisa menjadi buku atau film.
Bagaimana ini bisa terjadi, membuat banyak orang bingung.
Ini pertandingan yang disiarkan secara nasional di ESPN
menampilkan tim kuat tingkat nasional IMG Academy.
Melawan tim SMA bernama Bishop Sycamore.
Bishop Sycamore.
Bishop Sycamore.
- Bishop Sycamore. - Dia seperti muncikari tua.
Bishop Sycamore.
Mereka masuk ESPN dan dihabisi.
Ditangkap Tate dengan satu tangan.
Lemparan rendah, tertangkap.
Mencapai garis gol, touchdown.
Bishop Sycamore adalah misteri dalam pertandingan ini.
Sejak kapan ESPN mulai memproduksi komedi?
Keluarkan sampah itu dari sini!
Keluarkan sampah itu!
Kembalikan sampah itu!
Bishop Sycamore bilang mereka punya beberapa prospek Divisi Satu.
Lihat sampah ini!
Banyak yang tak bisa kami verifikasi.
Laporan menyatakan bahwa Bishop Sycamore
bahkan bukan SMA sungguhan.
Tak ada fasilitas, tak ada gedung, para atlet tinggal di hotel.
Mereka bukan atlet SMA sungguhan?
Bagaimana ini bisa ada di ESPN?
Bagaimana itu bisa terjadi?
Sekarang sudah pada titik, Luke
kita perlu khawatirkan kesehatan dan keselamatan para pemain.
Aku memang sudah khawatir.
Sejujurnya, aku kasihan kepada mereka.
Jika kau sampai bisa melalui semua ini
hidupmu pasti berjalan buruk.
Gubernur DeWine meminta Bishop Sycamore diselidiki.
Semua dimulai dengan pelatih bernama Roy Johnson.
Roy Johnson menghadapi gugatan perdata
atas dugaan penipuan.
Ternyata semua itu penipuan.
ESPN hanya ingin uangnya.
Lihat mata liciknya.
Seolah dia merencanakan sesuatu.
Dia seperti bilang, "Singkirkan kamera itu dari wajahku."
Inisialnya adalah SMA BS.
Diam!
Mari kita tunjukkan di mana keajaiban terjadi.
Di sinilah kita tidur untuk beberapa hari ke depan.
Bagaimana perasaanmu?
Ketakutan.
Jangan biarkan semua alat ini membuatmu takut.
Ini hanya mesin.
Ya, itu yang Neo katakan.
Lihat masalah apa yang ditimbulkannya.
Hanya mesin, bukan?
Jadi, aku mengambil kursus kilat dalam bahasa tubuh.
Kau mau tanganku seperti ini, seperti ini, seperti itu?
Tidak, Bung.
Tidak, Bung, dengar, bahasa tubuh sangat penting.
Kau sadar jika aku duduk dengan cara tertentu
orang akan berpikir aku tidak peduli?
Bersikap alami saja. Kau tidak perlu berusaha.
Bagaimana kelihatannya?
- Bagus. - Kau yakin?
Ya, kau tampak keren.
Kau yakin aku terlihat keren?
Apa aku terlihat seperti penipu?
Bagaimana perasaanmu?
Itu yang kutanyakan. Apa aku terlihat seperti penipu?
Apa aku terlihat seperti orang biasa?
Kau tampak bagus.
Baik, itu tadi pertanyaan spesifik.
Kurasa Roy senang
tampil di film dokumenter.
Duduk di depan kamera dan bicara
mungkin adalah skenario idealnya.
Apa aku sungguh ingin
menjadi terkenal?
Apa aku sungguh ingin
orang melihatku?
Aku ingin dicintai dan dilihat, dan orang menyukaiku
dan semua perasaan positif itu mengalahkan segalanya.
Dahulu aku reporter berita lokal di Columbus, Ohio
dan salah satu orang pertama
yang meliput berita itu.
JURNALIS
Roy
bisa menjadi yang berikutnya
dalam antrean panjang orang
yang mencelakai dirinya sendiri
dalam skala nasional
karena dia terlalu banyak bicara dalam dokumenter.
Banyak kisah Roy Johnson adalah anekdot, bukan?
Banyak yang menjadi legenda.
Aku seorang putra, kakak, keponakan, pelatih, motivator, ayah.
Itu jawaban yang serius.
Tapi untuk jawaban lebih mudah yang bisa dicerna orang
aku selalu merujuk pada Tim A.
TIM A
Amy Allen, aku Hannibal Smith.
Kudengar kau ingin menyewa Tim A.
Aku menjadi perwujudan acara itu.
Kukira aku Hannibal
sampai aku mau merokok cerutu.
Aku benar-benar mengira kalau aku Hannibal.
Aku mengutak-atik elektronik kecil
- Ya. - dan aku punya rencana.
Hannibal selalu membuat rencana
dan rencananya gila.
Meski tidak berjalan seperti yang seharusnya
rencananya berhasil.
Aku suka saat rencana berhasil.
Ceritakan soal pengalaman rugbimu.
Apa itu...
Kawan.
Kupikir tidak sulit bicara tentang rugbi.
Rugbi itu sendiri mudah dibicarakan.
Tapi keberanian untuk melakukannya dengan baik itu
sangat berakar dalam.
STADION OHIO
Aku mencoba masuk Ohio State.
Tidak berhasil.
Lalu akhirnya aku magang di New York Jets.
Itu memberiku peluang berada di dekat Pelatih Belichick
Bill Parcells, Leon Hess.
Aku ingin menjadi GM.
Aku ingin menjadi manajer umum.
Aku terpesona dengan itu.
Bahkan saat seusia itu, aku melihat Pepper Johnson
Brian Cox, Frost
dan berkata bahwa mereka adalah gladiator
mahakarya fisik.
Dalam kitab suci disebutkan kita diciptakan dalam citra Tuhan.
Pasti maksudnya ini.
Dua orang tua ini mengendalikan mereka.
Kau mau lari malam ini atau bersikap seperti kelinci?
Luar biasa untuk ditonton.
GEREJA BAPTIS 16TH STREET
Aku lahir di New York dan dibesarkan di Long Island.
Saat tumbuh dewasa, kami pergi ke gereja di sudut dua jalan ini
dan aku bisa dengar ibuku bernyanyi sekarang.
Saudaraku dan aku selalu gelisah
dan berusaha untuk menghindari misa malam
sebelum lampu jalan menyala agar bisa bermain rugbi.
Saudaraku pemain rugbi terbaik yang pernah kulihat.
Cepat, kuat, tak kenal lelah, dan dia berdarah dingin.
Sebagai kakak, aku ingin memastikan
aku bisa membawa bakatnya ke tingkat yang lebih tinggi.
Aku bilang ke anak kecil
anak bertubuh kecil di New York
"Kau mau main untuk Ohio State suatu hari nanti?
Kau yakin, Roy?
Ikuti aku."
Berapa kali aku bicara dengan guru
karena mereka tak meluluskannya, lalu saat dia tak bisa main rugbi
aku harus memohon kepada guru untuk menaikkan nilainya.
Saat saudaraku bersekolah di Ohio State
aku melihat rugbi SMA bisa mengubah hidup seseorang
karena memberi peluang untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
Saat aku memulai semua ini
bagiku itu jadi kesempatan untuk mengambilnya
dari saudaraku atau dua atau tiga anak
untuk membantu seluruh tim rugbi
seluruh sekolah.
Aku bekerja untuk Gereja Episkopal Metodis Afrika
tiga atau empat tahun, membantu dalam proyek acak.
Jadi, mereka datang padaku dan berkata
kami berniat membuka sekolah bernama Christians of Faith
untuk membantu anak muda mendapat pendidikan, masuk kuliah.
Saat itu, setelah bertahun-tahun bekerja dengan saudaraku
membantunya dan anak muda lain masuk universitas melalui jalur rugbi
aku tak keberatan mengerjakan proyek ini
tapi kita harus menambahkan elemen rugbi.
Hari pertama aku bertemu Roy
itu setelah pertandingan rugbi.
Dia selalu bilang
dia ingin punya tim
dan ingin berpengaruh bagi anak-anak.
Aku sudah lama jadi pelatih
dan kubilang, "Itu mudah. Aku bisa ajari caranya."
Bagiku itu kesempatan untuk memiliki sekolah Kristen yang kuat
dan tak ada tempat selain Ohio yang lebih cocok untuk melakukannya.
Kami membahasnya setiap hari
terkadang sampai malam
dan istriku bilang, "Hei, katakan.
Ada apa antara kau dan Roy? Apa yang terjadi?
Dia Roy atau Regina?"
Ceritakan tentang John Branham Sr. dan perannya.
Siapa?
John Branham Sr.
No comments yet. Be the first to leave one.