スライム倒して300年、知らないうちにレベルMAXになってました
Prvních 200 řádků.
Langit yang cerah!
Hari seperti ini cocok untuk pesta jamur panggang!
Disingkat pesjapang!
Pesjapang kedengaran asyik!
Bukan daging...
Banyak yang belum aku tahu. Kamu yakin semuanya aman?
Tentu saja.
Saya memilih jamur-jamur yang bisa dimakan.
Saya sudah mengingat semua jamur hutan yang bisa dimakan dan yang tidak.
Pasti semuanya aman!
Dari mana ke-pede-anmu itu? Padahal sering kali salah.
Kalau sampai segitunya, aku percaya, deh.
Mari kita mulai pesjapang-nya!
Panaskan mentega di wajan, lalu panggang jamurnya.
Terus tuangkan Elvin.
Hasilnya pasti sangat enak!
Bagaimana?
A...
Ambilkan mirasnya!
Rupanya boleh juga.
Meski bukan daging, tapi ini enak.
Lezat.
Ternyata ada berbagai macam jamur.
Hutan memang luar biasa.
Silakan, Mbakyu.
Kombinasi jamur panggang, mentega, dan kecap asin maknyus!
Kecap asin?
Jamur apa ini? Kaya rasa.
Jamur dwarf hitam.
Saya memetiknya sebelum tumbuh terlalu besar.
Yang ini?
Jamur rumah gnome.
Tidak tumbuh di sekitar sini, jadi saya tanam di dalam kamar.
Bisa menjadi besar hingga menjadi tempat persembunyian gnome.
Apa ini sama?
Iya.
Itu juga jamur rumah gnome, oh, bukan, tapi jamur gnome.
Jamur beracun kalau dimakan akan menjadi kecil seperti gnome.
Barusan kamu bilang beracun?
Beracun katamu?
Senyum guru seram sekali.
Padahal kamu bilang semuanya aman!
Semua yang dari hutan aman-aman saja.
Itu yang saya tanam di kamar.
Persetan!
Guru?
- Bunda! - Mama!
Nona Azusa!
- Puanku! - Mbakyu!
A, apa yang terjadi?
Nona Azusa...
Mama imut!
Imut?
Eh? Apa ini?
Jangan-jangan...!
Inilah saatnya aku bisa hidup santai!
Aku hanya ingin menikmatinya tanpa diganggu siapa pun!
Masalah selalu saja berdatangan, tetapi aku tidak akan menyerah!
Sampai aku bisa merebut kembali hidupku yang tenteram!
"Tanpa Sadar Levelku Mentok Setelah Membasmi Slime Selama 300 Tahun"
Namun ketika aku ingin hidup damai, kekacauan datang silih berganti.
(Aku Menjadi Anak-anak Setelah Makan Jamur)
Tubuhku jadi tubuh anak-anak.
Penampilannya mirip balita.
Saya minta maaf!
Guru bisa tenang karena tidak ada efek samping selain mengecil!
Saya akan mencari tahu cara mengembalikan Anda ke semula!
Lakukan yang benar.
Baik!
Asal aku menjadi semula lagi.
Maaf, Nona Azusa, saya minta maaf sebelumnya.
Anda imut sekali!
Sampai segitunya?
Tinggi, tinggi!
Mana mungkin aku senang! Aku bukan anak-anak!
Meski tubuhnya mengecil, jiwanya tidak berubah, ya.
Apa yang kamu lihat, sih?
Syukurlah ada baju sejenis berukuran kecil dijual di desa.
Ini, Mama, buka mulut!
Sudah kubilang, aku bukan anak-anak.
Catatan Meditasi, jilid satu, Dasar Perbedaan Pengetahuan dan Pengalaman.
Buku apa itu?
Buku terkenal tentang kesadaran intuitif.
Itu bukan buku yang dibacakan untuk anak-anak.
Aku bukan anak-anak, sih.
Bisa mengantuk kalau dibacakan.
Balita bisa tidur siang karenanya.
Apa ini?
Porsi anak?
Saya menyesuaikan hidangannya dengan penampilan Nona Azusa.
Kamu senang, ya.
Di mana Halkara?
Mengurung diri untuk mencari tahu cara mengembalikan Anda.
Semoga dia bisa.
Maaf, Nona Azusa, apa boleh saya minta satu hal?
Hm? Apa?
Apa boleh saya mengelus kepala Anda?
Ya sudah, boleh.
Berhubung telanjur begini, manjakan saja sesukamu.
Tekadku sudah bulat!
Nona Azusa imut sekali.
Muka ngambeknya juga lucu.
Tidak adil! Kok Laika saja?
Aku bisa mengelus lebih baik.
Cara mengelusku lebih lembut.
Itu tidak benar!
Saya yang lebih baik!
Elusanku yang lebih nikmat!
Antara bersaing atau mengelus, pilih satu, dong.
Tidak sampai.
Mbakyu, silakan.
Terima kasih, Rosalie.
Mbakyu, bisa aku sisirkan kalau mau.
Sampai kamu pun ikutan, ya.
Baiklah, tolong.
Rasanya seperti nostalgia, saat tinggal di rumahku dahulu,
aku merasa pernah bermain boneka seperti ini.
Boneka...
Maaf lama!
Oh, ketemu cara mengembalikanku?
Iya!
Eh?
Maaf, saya tidak tahu!
Kenapa mukamu kelihatan bahagia!?
Saat memutuskan jujur untuk minta maaf, saya hanya bisa memasang muka begini!
Saya hanya bisa bersujud minta maaf.
Tidak menyelesaikan apa pun.
Kalau begini, minta bantuan iblis saja.
Bosanosanon nzisidau beiani enlira!
Air panas yang nikmat.
Sudah terbiasa muncul di bak mandi, ya.
Siapa? Kok mirip Azusa?
Anak Azusa, ya?
Ini aku, Azusa sendiri.
Aku mengecil gara-gara jamur beracun.
Imut sekali! Sangat imut!
Jangan perlakukan aku kayak anak-anak!
Menolak diperlakukan begini malah bikin tambah imut!
Rupanya begitu.
Karena ini, dikau ingin meminjam pengetahuan kaum iblis.
Tolong lakukan sesuatu.
Susah kalau begini terus.
Apa iya?
Bukankah bagus bisa hidup sebagai anak terkuat?
Oke, aku beberkan bahwa Beelzebub sang Iblis Agung kalah oleh balita.
Curang sekali!
Apa boleh buat.
Mari cari tahu caranya di Istana Vanzeld.
Dikau harus ikut juga.
Baiklah.
Ajak juga Shalsha dan Falfa.
Kenapa?
Agar aku bahagia.
Momen-momen serasa di surga.
Comelnya cetar membahana.
Anu, bisa rahasiakan ini kepada Pecora?
Pasti akan semakin rumit kalau ketahuan.
Apa kabar, Ayunda?
Aku sudah menunggumu.
Mohon jangan meremehkan kekuatan Penguasa Iblis.
Ayunda menjadi imut begini!
Aku ingin kembali semula.
Eh! Mubazir, dong!
Tetaplah begini sampai aku bosan!
Pecora!
Mari tanya keluarga terdekatmu.
Falfa, Shalsha, apa kalian ingin mama kalian tetap begini?
Atau ingin dikembalikan seperti semula?
Kalau ingin tetap begini, aku beri jajan sesuka kalian.
Bagaimana, ya?
Pilihan yang sulit.
Jangan mau disuap dengan jajan!
Aku ingin kembali semula!
Anu...
Kita kesampingkan candanya.
Canda?
Aku tawarkan cara mengembalikan Ayunda menjadi semula.
Di kawasan Tanah Iblis,
di dalam hutan jauh dari istana,
ada pohon raksasa yang disebut dengan Pohon Dunia.
Di puncak terdapat apotek yang menyediakan berbagai obat.
Pohon Dunia?
Harus pergi sejauh itu, ya?
Tak apa lama, yang penting manjur.
Lebih baik daripada pengobatan mencurigakan, bukan?
Baiklah.
Aku akan memanjat Pohon Dunia.
Tempatnya bagaimana?
Di dalam Pohon Dunia sangat luas dan memiliki labirin yang rumit.
Puncaknya lantai 108.
Dalam perjalanan ke atas terdapat area-area yang dihuni hewan buas.
Dungeon raksasa dengan 108 lantai, ya.
Tidak ada pilihan selain ke sana.
Vania, tolong antar Ayunda ke Pohon Dunia.
Saya tidak punya pilihan menolak, ya? Sudah pasti, sih...
Izinkan saya ikut karena saya cemas jika hanya adik saya yang ditugaskan.
Omong-omong, Beelzebub punya banyak pekerjaan yang ditinggal saat absen, 'kan?
Daku mengerti.
Aku pergi dulu, ya.
Falfa juga mau ikut.
No comments yet. Be the first to leave one.