Prvních 200 řádků.
1000 peluru, .357 Magnum, inti baja.
1000 peluru, .380 soft points.
Bagus. Nomor rekening 65934752.
Transfer ke rekening 619718
5753.
- Sudah. - Terima kasih.
Sir?
- Apa? - Aku ingin membacakan sesuatu.
- Aku sedang bekerja, Marcella. - Kau harus mendengarnya.
Baiklah.
"Dear Alumni SMA Pointes.
"Bisakah kau percaya sudah 10 tahun kau tinggalkan Grosse Pointe?
"Di mana kau sekarang?
"Kau sedang naik kano di Outward Bound seperti Brook Stinson?
"Atau menjadi humas NFL,
"seperti Leslie Gunther.
"Sandy Glasser punya toko keju.
"Melihat buku tahunan dan foto membangkitkan lagi kenangan.
"Ada yang bagus, ada yang buruk, tapi semuanya menarik.
"Saat kabar tentangmu terdengar,
"sekolah merasa antusias dan bangga atas pencapaianmu."
Tunggu sebentar.
"Sebagai lulusan angkatan 1986,
"kau seorang yang istimewa.
"Ingat, tak ada tempat yang kau kunjungi
"dimana kau tak belajar pergi tepat waktu."
- Apapun maksudnya itu. - Robek saja.
Kupikir bagus untukmu.
Membuka rekening baru, koneksi.
Jangan mengejekku. Kau tahu pekerjaanku.
Aku baru ditelepon pelanggan yang tak puas.
Tanyakan padanya kenapa itu masalahku.
Aku dibayar untuk satu, pengendara sepeda. Bukan dua.
Sebaiknya kau cari tahu yang dilakukan Grocer di sini,
- dan mungkin kami bisa bicara. - Mr. Grocer terhubung. Tanya dia.
Sambungkan dia.
Martin, di mana kau?
- Budapest. - Kota Katedral.
Kulihat kau di jembatan Danube.
- Aku ingin bicara denganmu. - Kenapa tak kirim surel?
Aku ingin empat mata, berhadapan muka.
- Kau ingin bicara pribadi? - Aku ingin menemuimu.
- Bagaimana kabarmu? - Bagaimana kau?
- Bagus. - Bagus.
Telepati mental, proyeksi astral.
Di sinilah kamu.
Apa yang kau inginkan?
Aku punya rencana yang memungkinkan
orang-orang seperti kita tidak berebut pekerjaan.
- Seperti serikat? - Tidak. Seperti klub.
- Kerja sedikit, hasil banyak. - Ide bagus, tapi tidak.
Tidak.
- Ingat Burma? - Ya.
Si gila itu, Jenderal Kwang?
Kau kolonel dalam tentara itu.
Dia menjual kepadamu semua tanknya.
- Dikirim ke Alabama. - T-34. Aku mandi uang.
- Itu menyenangkan. - Itu yang kumaksud.
Kita bisa kerjasama lagi.
Mendapat untung besar, membunuh orang penting.
Akan kubuat pengaturan dimana kau dapat,
bagian langsung dari bawah.
Dan kau jadi presiden organisasi ini,
atau figur bapak bagiku.
Kau ingin ayah, kugebuk bokongmu.
Lupakan saja.
Pelanggan membayar kian murah.
- Ada banyak seperti kita. - Setelah Berlin, kau bisa apa?
- Blok Soviet runtuh. - Pasar kebanjiran.
Itu yang kuinginkan. Posisi tawar lebih baik.
Paham?
Aku tak ingin bermusuhan denganmu.
- Perkumpulan ini nyata. - Seberapa nyata?
Morango bersaudara. Mereka mantan Stasi Jerman Timur.
- Aku tak suka mereka. - Wanita Filipina lesbian.
- Si kecil... kurcaci... - Si penusuk.
- Ratu pembunuh hotel. - Anggotamu keren.
- Semuanya ikut. - Aku tidak.
Jangan menarikku ke dalam serikat kotormu.
Hidup penuh kesempatan kedua.
Ini kesempatan keduamu. Tolong pikirkan gabung denganku.
- Kau renungkan, paham? - Akan kupikirkan.
- Aku pasti mendapatkanmu. - Dapat apa? Mundur.
- Dar der dor. Popcorn. - Terserah.
- Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu juga.
Kau suka desa Pacific Northwest itu, kabut dan semuanya?
Belum pernah ke sana cukup lama.
- Ketemu lagi. - Ya. Kau tampak keren.
Senang bertemu. Hati-hati.
- Ya. - "Jadi kembalilah
ke pohon ek, biji ek.
"Tertanda, Komite Reuni SMA Pointes."
Kau dipecat. Jangan pernah bacakan itu lagi.
Jangan tutup. Kau baca tawaran kemarin?
Tunggu sebentar.
Di Perancis.
Perahu Greenpeace. Pasti mudah.
Tak mau.
Aku merasa keberatan.
Semua sudah siap untuk kedatanganku di Miami?
Sudah, sir.
Bagus.
Sir? Kau tak apa?
Kau aneh akhir-akhir ini.
Boleh tanya, sir, apa karena pekerjaan?
Kerja mempengaruhimu?
Saat kau mendapat undangan
reuni 10 tahun SMA.
waktu bagaikan mengejar.
Kau bicara tentang firasat kematian atau takut kematian?
Aku tak berpikir seperti itu.
- Kau pernah ikut reuni? - Ya.
Semua orang menjadi sombong.
Kenapa ingin sekali aku ikut reuni?
Kurasa lucu kau punya kampung halaman.
Sampai jumpa.
Sialan.
Apapun perbuatanku yang tak kau sukai,
Akan kuhentikan.
Bukan aku.
- Pagi. - Hai.
Sir, boleh aku masuk?
Tunggu.
- Sir, mereka tak puas. - Aku tak puas.
Harusnya seperti serangan jantung. Dia mati saat tidur.
Dia bergerak.
Riset pola tidurnya menunjukkan dia nyenyak pada jam itu.
- Tak ada lagi yang bisa dilakukan. - Mereka firma berharga.
- Kemarilah. - Kita sering berbisnis dengan mereka
dan mereka menyalahkan kecerobohanmu.
Mereka ingin ganti rugi.
- Kapan? - Aku mendapat info.
Mereka menjadwalkan deposisinya pada Senin pagi.
- Kau harus melakukannya akhir pekan ini. - Akhir pekan ini?
Mustahil. Katakan padanya aku butuh waktu jeda.
Di mana?
Aku merasa pekerjaan ini sebagai kebetulan yang aneh.
Di Detroit.
Kau bisa bekerja dan mampir di Grosse Pointe untuk reuni.
Aku tak mau membicarakannya lagi.
Sir, itu di luar kendaliku.
Tuhan ingin kau mudik,
dan kau harus menyirnakan seseorang selagi di sana.
Menurutmu mereka tidak fleksibel?
Keras kepala, sir.
Aku pesan tiket penerbangan pertama untuk besok pagi.
Berkasnya.
Akan kutelepon kau dari Detroit,
dan pastikan kau ambil cucian serta memberi makan kucing.
- Jangan lupa identitasmu. - Terima kasih.
Bisa kau hubungi Dr. Oatman bahwa aku ke sana?
- Tentu saja. - Baiklah.
- Bye-bye. - Bye.
Aku diundang ikut reuni sekolah.
Aku bimbang. Aku tak tahu apakah ingin pergi.
Di Detroit. Aku tumbuh di sana,
tapi aku tak tahu apakah masih punya
kesamaan dengan mereka lagi.
Maksudku dengan siapa pun.
Mereka punya suami dan istri
anak-anak dan rumah dan anjing.
Mereka menjadi bagian dari sesuatu.
Mereka bisa bicara tentang pekerjaan. Apa yang akan kukatakan?
"Aku membunuh presiden Paraguay dengan garpu.
"Bagaimana kabarmu?"
Kupikir itu membuatku depresi.
Akan membuatku depresi.
Bukankah kau harusnya mencatat?
Aku tak mencatat, Martin, karena aku bukan dokterku.
Jangan hal itu lagi.
Martin, aku terlibat secara emosional denganmu.
Bagaimana bisa?
- Aku takut padamu. - Takut.
Itu artinya terlibat emosional.
Tidak etis bekerja dalam keadaan itu.
Kupikir kau kecewa karena kuceritakan pekerjaanku,
dan hal itu mengganggu hubungan kita?
Kau tak pernah menceritakan pekerjaanmu.
- Pernah. - Kau tak pernah bercerita
tentang pekerjaanmu. Lalu saat kau ceritakan dan kukatakan,
"Aku tak mau bekerja dengamu."
Kau tetap datang setiap pekan pada waktu yang sama.
Itu sulit bagiku.
Selain itu, Jika kau berbuat kejahatan
atau berpikir untuk berbuat kejahatan,
- aku harus melapor pihak berwenang. - Aku tahu hukumnya.
Tapi aku tak mau menghalangi. Aku serius tentang proses ini.
- Dan aku tahu tempat tinggalmu. - Nah, kau lihat?
Ucapan itu tak bagus. Membuatku merasa tak nyaman.
Ancaman tersamar seperti itu,
dan aku gugup saat kau bicara tentang sesuatu seperti itu.
- Maksudku... - Aku hanya bercanda.
- Aku tak pernah memikirkannya. - Kau memang memikirkannya.
Kau memikirkannya dan mengatakannya.
Dan kini aku merasakan dampaknya,
berpikir, "Aku harus kreatif dalam cara yang menarik
"atau Martin menembak kepalaku." Kau seperti menyanderaku.
- Itu tak benar. - Aku hanya ingin bekerja.
Ada sejumlah masalah yang harus kuselesaikan dalam hidupku.
Aku sudah baca bukumu. 20 buku bestseller.
No comments yet. Be the first to leave one.