Prvních 200 řádků.
Serial ini menggambarkan tuduhan orang-orang yang terlibat,
termasuk saat persidangan dan seperti yang dilaporkan.
Ini mencerminkan sudut pandang yang bertentangan,
dan tak berniat membenarkan tuduhan tertentu.
Karakter dan adegan diciptakan untuk tujuan dramatis.
Episode berikut meliputi kejadian yang dituduhkan oleh Natalia Grace.
Aku cari tahu soal waktumu dengan keluarga Barnett,
tapi aku mau dengar ceritamu sendiri.
Sebelumnya di Good American Family.
Itu sekolahmu untuk meraih sertifikat GED
dan tak lagi bergantung pada kami.
Jadi, pergilah ke sekolah, lalu pulang. Itu saja.
Ibu?
Ibu? Ibu, aku butuh alat bantu jalanku! Tunggu!
Jangan tinggalkan aku!
Ayah?
Astaga, Natalia, kau tak pernah bersih-bersih sejak terakhir aku kemari?
Sepertinya semua kebutuhanmu ada. Benar, Natalia?
- Benar, Natalia? - Ya, benar, semua kebutuhanku.
Ayah, tolong tunggu.
Di buku Ibu, dia bilang semua anak istimewa.
Kau bukan anak kecil.
Kalian bilang begitu,
tapi aku akan ingat semua usia lainnya, 'kan?
- Kumohon. Aku mau pulang. - Tidak.
- Natalia, hentikan! - Ayah bilang menyayangiku apa adanya.
Ibu?
Aku ingin tahu apa yang akan kau katakan saat mereka bertanya siapa kau?
Apa pun yang Ibu mau.
Aku ingin kau mengerti yang akan terjadi jika kau bohong lagi.
"Tulis tentang dirimu. Ceritakan tentang siapa dirimu."
Tak akan ada yang memercayaimu, Natalia.
Saat itu 2011. Kurasa aku sudah tinggal bersama keluarga Barnett
selama empat bulan.
Aku berusaha menjadi anak baik, tapi kemudian...
TAHUN 2011
Natalia?
Natalia.
Ibu? Ada apa? Apa ada masalah?
Ini soal yang kita bicarakan di mobil.
Aku terus menemukan kaus kaki berdarah di lemarimu, jadi kubelikan ini.
Apa ini untuk kaki?
Kukira kau tahu cara pakainya. Yang mana yang benar?
Aku bingung.
Aku tak tahu apa ini. Aku tak tahu cara pakainya.
Kalau begitu, akan kutunjukkan.
Bercanda! Aku tahu caranya.
- Tak perlu... - Cukup, Natalia.
REKAM
Jadi, kau sedang menstruasi saat itu?
Kristine bilang begitu.
Kristine bilang bahwa...
Bahwa kau sedang menstruasi, tapi...
Maaf, Natalia, aku tahu ini pertanyaan yang sangat pribadi...
tapi apa kau menyadarinya sendiri?
Hanya saat itu.
Setelah dia menunjukkan cara menggunakan tampon?
Itu satu-satunya saat kau melihat darah?
- Ini sangat menjijikkan. - Aku tahu.
Aku hanya...
Aku ingin mengerti kenapa dia berpikir kau...
Bisa ceritakan sedikit tentang penyebab momen itu?
Aku ingin membantu, Natalia.
Aku berusaha memahami.
Kau hanya...
Kau tak mau tahu.
"Saat aku tahu siapa diriku, aku akan bebas.
Dengan mengingat itu, tulis tentang dirimu.
Ceritakan tentang siapa dirimu."
Namaku Natalia dan aku
Ceritakan tentang siapa dirimu.
Sekian untuk hari ini, sampai jumpa pekan depan.
Saat itu bulan April 2013.
Kristine meninggalkanku di tempat baruku.
Aku masih sekolah, tapi agak sulit berteman
karena semua murid lain jauh lebih tua dariku.
Namun, kurasa tidak secara hukum.
Jangan ganggu orang-orang.
Pergilah ke sekolah, lalu pulang. Itu saja.
Karena jika aku ditelepon sekali lagi, jika aku tahu kau berbohong lagi,
bersikap seperti anak kecil,
aku akan kembali mendatangimu dan kau tahu apa artinya itu.
Tidak ada yang mau bicara denganmu, tak ada yang menginginkanmu.
Setiap kali kau mengganggu seseorang, mereka meneleponku.
Aku tidak bisa menerimanya.
Aku tak mau harus menyemprotmu lagi.
Aku tak akan melakukannya kecuali terpaksa.
Jadi, ulangi ucapanku,
"Usiaku 22 tahun. Aku hanya terlihat muda untuk usiaku."
LAYANAN SAMPAH INDIANA
Kau sudah dewasa dan jika tak mau aku kembali,
mulailah bersikap seperti orang dewasa.
Sayang, kau baik-baik saja?
Ya, aku hanya beristirahat.
Sepertinya kau berdarah.
Mau pakai plester?
Tidak. Aku baik-baik saja, terima kasih.
Tidak apa-apa.
Anakku selalu jatuh terjerembap saat berjalan di trotoar,
jadi aku selalu sedia banyak.
Terima kasih.
Jadi, kau menunggu seseorang?
Tidak, aku baru pulang sekolah.
Baiklah. Kau tinggal di dekat sini atau...
Tidak jauh, dekat dari Salem.
Dengan kaki terluka itu?
- Biar kuantar. Itu searah denganku. - Tidak, terima kasih.
Aku sangat suka berjalan, aku akan menghitung langkah.
Baiklah.
Adakah yang bisa kutelepon? Mungkin ibumu?
Tidak, aku baik-baik saja.
Usiaku 22 tahun, aku hanya terlihat muda untuk usiaku.
Baiklah.
Aku butuh nomor telepon dokter kulitmu.
Baik, kedengarannya dekat.
Tidak hari ini. Entah bagaimana denganmu,
tapi aku tak mau mati seperti ini,
jadi, bisakah kau masuk ke mobil sebelum kita tertembak? Ayo.
Baiklah.
Benar, begitu.
Omong-omong, aku Cynthia.
Kurasa kau juga punya nama.
Maaf, aku...
Namaku Natalia Grace.
Sudah berapa lama kau di Lafayette, Natalia Grace?
Beberapa bulan.
Kau menyukainya?
Ya, ini bagus.
Bagus? Ini daerah rawan.
Aku suka pepohonannya,
orang-orangnya,
dan anjing-anjingnya, awalnya, beberapa menakutkan,
tapi sekarang menurutku mereka cukup keren.
Aku menyukaimu, Natalia Grace.
Kau punya watak ceria sepertiku,
gadis yang optimis.
Ya.
Keluargamu, kau tinggal bersama mereka?
Tidak, sudah kubilang usiaku 22 tahun, aku tinggal sendiri.
Orang tuaku tinggal di Kanada.
Kanada? Jauh juga.
Tidak apa-apa. Semua kebutuhanku tersedia.
Mereka meneleponku setiap hari untuk menanyakanku, kami sangat dekat.
Biar kubantu, Sayang.
Aku baik-baik saja. Aku hanya lelah.
Ayo, setidaknya biar kubawakan tasmu.
Tentu, tapi aku harus pergi, banyak yang harus kulakukan.
Tak masalah, aku akan mengantarmu masuk dan langsung pergi.
- Kau yakin tak mau kubantu? - Tidak, terima kasih. Aku bisa.
- Mau kubantu mengambil suratmu? - Ya, tentu.
Itu hanya tagihan dan katalog biasa.
Aku juga. Aku bisa menutupi dinding rumahku dengan katalog JC Penny.
Tidak, aku baik-baik saja!
Tidak apa-apa.
Terima kasih untuk semuanya. Ini sangat menyenangkan.
Senang bertemu denganmu.
Boleh aku pakai kamar mandimu?
- Ayo! - Aku...
Aku tahu kau sibuk, tapi aku kebelet.
Aku belum bersih-bersih sama sekali.
Ayolah, rumahku berantakan. Aku tak akan menghakimi.
Demi ibuku.
Kumohon? Aku tak akan lama.
Aku akan bersih-bersih hari ini.
Aku tak mengira akan ada tamu. Maafkan aku.
Aku mengalami pekan yang melelahkan.
Kau punya ponsel?
Katamu orang tuamu menelepon tiap hari. Mana bisa jika mati?
Aku menggunakan telepon tetanggaku.
Kukira kau kebelet pipis.
Pasti sudah masuk kembali.
Kapan terakhir kali kau ke toko kelontong?
Induk semangku membawaku ke sana beberapa waktu lalu.
Beberapa waktu lalu, ya?
Apa yang kau inginkan dariku?
Aku ingin mengajakmu ke toko kelontong.
Aku tak punya uang.
Kau punya. Kau dapat kartu EBT ini lewat surat.
Kau tak perlu malu. Aku juga punya.
Yang ini baru, kau akan kaya.
Ayo, akan kutunjukkan caranya.
Orang tuaku ingin aku tetap di sini.
Jika mereka datang dan aku tak di sini, mereka akan khawatir.
Kukira mereka di Kanada.
Baiklah, begini saja.
Aku butuh bantuanmu.
Anak-anakku bilang jika aku membuat pierogi lagi,
mereka akan rusuh. Kau tak mau melihat apa yang terjadi
saat seseorang dilempari pierogi beku.
Percayalah.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Ikutlah denganku dan bantu aku berpikir harus membuat apa,
agar aku tak mati karena trauma benda tumpul.
Kau kenal ibuku?
Tidak. Haruskah?
Tidak, itu... Kau yakin?
Ya, aku yakin.
Baiklah.
Aku akan ikut.
Begitulah aku bertemu suamiku,
No comments yet. Be the first to leave one.