Rise of the Conqueror

Rise of the Conqueror

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Rise of the Conqueror
Komentář od CemonK
Semoga suka

Tagy

webdl
Zveřejněno: 2026-04-26
Stažení: 509
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Diterjemahkan Oleh: CemonK

Soediro Capital Region

SEKOLAH SETELAH JENGGIS KHAN,

KAISARAN MONGOL BERPURA SAAT WABAH HITAM.

PARA KHAN, DALAM PERANG, MENUNJUK RAJA BONEKA,

DENGAN PUTUS ASA UNTUK MEMPERTAHANKAN KENDALI

ATAS JALUR SUTRA, PENOPANG HIDUP ASIA DAN EROPA.

DI PUSAT KONFLIK,

TIMUR MUDA, DARI KLAN BARLAS, MENENTANG KLANNYA,

BERSUMPAH SETIA KEPADA PENGUASA MONGOL UNTUK MENJAGA PERDAMAIAN YANG RAPUH.

SEMENTARA KEKUASAAN BERPINDAH DAN PARA PANGLIMA PERANG MUNCUL,

NASIB KAISARAN

DAN JALUR SUTRA DIpertaruhkan.

Timur...

KOTA SAMARKANDA

Berdiri!

CUCU PEREMPUAN RAJA

KOMANDAN TENTARA RAJA

Kita harus melindungi raja.

Akhirnya kau datang.

KAICOSROES LETNAN TIMUR

Kakek...

Siapa yang melakukan ini?

Bangsa Mongol.

Dia ditunjuk oleh Tugluk Khan sendiri.

Mengapa bangsa Mongol membunuh seorang raja yang membayar upeti kepada mereka?

Apa yang terjadi di sini?

KEPALA KLAN BARLAS

Belati Barlas?

Apa kau yang melakukannya?

Bukan aku.

Dia hanyalah boneka di bawah kendali Mongol.

Mereka membuatnya seolah-olah dari Barlas,

klan kita!

Aku akan kumpulkan anak buahku, dan kita bicara dengan saudaramu di Khorasan,

untuk mempersiapkannya menjadi raja kita berikutnya.

Dan kau...

Kau akan mencari tahu siapa yang melakukan ini.

Dan jika aku tidak tahu, keponakanku?

Sebarkan berita bahwa raja telah terbunuh.

Raja telah mati!

Dan jika dia mencoba merebut tahta untuk dirinya sendiri?

Yakinkan para bangsawan untuk menunggu kepulangan kami bersama Hussayn.

Karena, jika mereka tidak menunggu,

Samarkanda akan berperang.

Tugluk Khan akan datang.

Timur,

kapan giliranmu?

Kaicosroes...

Lupakan itu.

Raja telah mati!

Raja telah mati!

Raja telah mati!

Raja telah mati!

Selama ketidakhadiran kami, ketakutan kami untuk Samarkanda menjadi kenyataan.

SETAHUN KEMUDIAN

Kaicosroes menghilang, diduga tewas.

Pamanku Hadji memimpin pemberontakan ceroboh melawan bangsa Mongol,

menarik murka Tugluk Khan ke seluruh kota.

Aku memilih untuk setia kepada bangsa Mongol, kepada Tugluk Khan.

KHAN DARI CHAGATAI

Keponakanmu bersumpah setia pedangnya kepadaku.

Timur adalah orang bodoh.

Dia mengkhianati bangsanya sendiri.

Lihatlah aku!

Aku bertanya-tanya apakah aku bisa mencegah semuanya malam itu,

jika aku tidak percaya pada pamanku.

Namun, dengan napas terakhirnya, dia bersumpah bahwa dia tidak membunuh raja.

Kau memaksaku melakukan ini.

Bukan aku.

Tugluk Khan mengirim putranya Ilias untuk menjemput kami di Jalur Sutra,

di mana para perampok, didorong oleh kekacauan,

menyerang kafilah dagang yang menopang kami.

Pergi, sebelum kita kehilangan segalanya!

Gerobaknya, Tuan! Bubuk mesiu!

Di mana para baghatur?

Sekarang, kami menunggu akhir pertikaian,

kabar dari Khan,

untuk hari ketika Hussayn akan mengklaim haknya atas tahta.

AHLI WARIS TAHTA

Atas nama raja masa depan kami,

kami melindungi jalan,

menjaga garis pertahanan sampai ketertiban pulih.

Mereka mengejar bubuk mesiu hitam.

Itu sedang dalam perjalanan ke China.

Tidak ada yang lebih berbahaya dari senjata yang tidak bisa dikendalikan.

Aku bilang: itu penyihir Zoroaster, yang terkenal di daerah ini.

Karena tidak ada wanita biasa yang bisa mengalahkanku.

Jangan terlalu yakin, saudara.

Kita masih bisa menangkap lebih banyak dari mereka.

Kita bisa mencegat mereka di perhentian berikutnya.

Kau ingin aku menyerang seorang wanita yang mundur?

Ya, aku lupa kau adalah pria terhormat.

Hukum Yassa ini akan membunuhmu suatu hari nanti.

Para penyusup ini akan menyerang lagi begitu kita membelakangi mereka.

Dan baghatur akan di sini untuk melindungi Jalur Sutra.

Seperti yang kita janjikan.

Janji-janji itu tidak akan berguna jika jalannya diserang, Timur!

Putra Taragai?

Timur Barlas...

dari Kesh?

Ya.

Elchi!

Bantu para pelancong ini mengumpulkan barang-barang mereka.

Mereka akan berkemah dengan kita malam ini.

Diselamatkan oleh Timur yang legendaris, kebanggaan kota kita yang adil.

Aku merasa terhormat.

Kau melebih-lebihkan.

Benarkah

bahwa kau pernah melawan serigala untuk membela ibumu?

Aku pasti masih sangat muda.

Itulah yang diceritakan dalam kisah.

Aku hanyalah pria biasa dari Barlas, sepertimu.

Tidak ada yang biasa dari apa yang kau lakukan hari ini.

Kakekku menerima ini dari Kubilai Khan yang Agung.

Sebuah janji jalan aman melalui Jalur Sutra.

Dia bilang cahayanya sendiri akan mengusir para perampok.

Sekarang, itu tampaknya menjadi undangan, bahkan sebelum kematian kakekmu, rajaku.

Dan aku pikir kau hanya kenal Timur yang legendaris.

Kazkhan adalah pemimpin besar,

dan klien yang baik.

Tugluk Khan dan bangsa Mongol dari Jetteh adalah satu-satunya kesempatan kita

untuk memulihkan ketertiban di Jalur Sutra.

Dan, ketika mereka menyerahkan tahta kepadaku,

aku akan membawa perdamaian bagi bangsaku,

dari satu ujung ke ujung lainnya dari Jalur Sutra.

Kau tidak mampu kehilangan salah satu orang terkuatmu.

Ambil beberapa hari,

pulihkan dirimu.

Aljai, mengapa mundur?

Mengapa kau berpura-pura tahu seluk-beluk permainan ini?

Apakah adikmu pernah mundur dari apapun?

Ini jebakan untuk teman baru kita.

PUTRA KHAN

Timur, sudah lama.

Pangeran Ilias.

Apa yang membawamu ke sini?

Ayahku ingin menemuimu di Samarkanda segera.

Segera setelah aku mengurus anak buahku.

Serangan-serangan ini semakin sering terjadi,

dan beberapa baghatur butuh waktu untuk menyembuhkan luka mereka.

Khan-mu tidak memanggil orang-orangmu, Amir Timur.

- Kau tampak baik-baik saja untuk berkuda. - Tentu saja dia baik-baik saja.

Dia tidak akan mengecewakan Khan ataupun utusannya.

Sebuah permainan strategi.

Ayo, teman-temanku.

Ayo kumpulkan beberapa rampasan untuk dibawa pulang bersama Timur.

Mungkin saja dia menerima sebuah permainan di Samarkanda.

Mengapa mereka memanggilmu dan bukan Hussayn?

- Aku tidak percaya Ilias. - Aku percaya ayahnya.

Tugluk akan menyerahkan tahta kepada Hussayn.

Apa yang akan dipikirkan orang ketika melihatmu

berkuda ke Samarkanda bukannya Hussayn?

Aku bukan ancaman bagi mereka.

Ada desas-desus, Timur.

Desas-desus tentang penglihatan ayahmu.

Aku bukan ayahku.

Dan aku bukan apa yang dia lihat.

Rakyat tidak melihat pria yang aku lihat.

Bukan tipe ayah

yang akan segera kau jadi.

Ayah?

Cintaku!

Apa kita akan memanggilnya?

Dia?

Atau dia.

Sesuatu yang mulia,

sepertimu.

Tekina,

untuk menghormati ibumu.

Untuk seorang putra,

Jahangir.

Raja dunia?

Saudaramu tidak akan suka.

Aljai...

aku berjanji, sebelum putra kita melihat dunia ini,

aku akan memulihkan tempat keluarga kita di Samarkanda.

Semuanya akan seperti dulu.

Mudah-mudahan.

Apa kau yakin tidak ingin aku menemanimu?

Di masa yang tidak pasti ini, aku tidak akan mempertaruhkan istriku yang cantik.

Kau akan lebih aman bersama saudaramu.

Hanya berjanji padaku bahwa kau akan hati-hati.

Dengan bangsa Mongol dari Jetteh, tidak ada yang gratis.

Aku akan membuatmu bangga, ratuku.

Buat kami bangga.

Pamanmu sudah mati.

Kau hanya melakukan apa yang perlu dilakukan.

Aku akan menjadikan putraku raja Samarkanda.

Timur,

aku tahu tidak ada cinta

antara dirimu dan putraku,

tapi aku membutuhkanmu di sini di Samarkanda

sebagai penasihat utamaku.

Aku mengerti, Khanku...

- Tapi... - Kemarilah.

Sejak zaman kakekku, Jenghis Khan yang Agung,

keluargaku telah mengawasi Jalur Sutra.

Itu adalah jalur penghidupan kita.

Dan itu harus dilindungi agar bisa makmur!

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left