Prvních 158 řádků.
Ini pasti akan bagus.
Lalu, ini pasti begini.
Hah?
Bos, Bos.
Apa.. Aku sedang sibuk.
Maukah kau memanggil Muraki dengan keras?
Kenapa? Dia sedang tidur siang.
Ini hukuman karena tidur di siang hari.
Kau tahu, dia bekerja di sini dengan kondisi kurang tidur
jadi biarkanlah dia tidur sesukanya ketika tidak sibuk.
Jika tidak begitu,
tidak mungkin dia menerima pekerjaan dengan gaji kecil
tanpa mengeluh.
Sudahlah, sudahlah, bangunkan dia.
Hei, Muraki!
Iya... Iya...
Apa itu?
Menarik.
Aku bekerja di bar Bunny Girls malam ini.
Bos, bagaimana kalau kau?
Tidak terima kasih.
Kenapa? Pasti imut sekali.
Sudah kuduga imut sekali, aku akan memfotomu.
Tolong ke sini.
Imut!
Kau terlihat ramah.
Terlihat apa?
Tolong berpose.
Imutnya!
Sekarang tolong mendekat.
Imut!
Oh ya pakai ekornya juga.
Apa?
Tolong berbalik.
Imutnya. Biar ku foto.
Siap.
Apa kau ingin sesuatu?
Aku melihat tanda papan 'Agen Detektif' dan...
River's Edge, Ookawabata Detective Agency
Original Work: "River's Edge, Ookawabata Tantei-sha" Author: Hijikita Yuho / Art: Tanaka Akio
Opening Song: by EGO-WRAPPIN'
'Muraki' ODAGIRI JOE
'Director' ISHIBASHI RENJI
'Megumi' KOIZUMI MAYA
RYU SUWARU
Music: MORI MASAKI
Cinematography: MIYAMOTO WATARU Lighting: TOMIKAWA HIDENOBU
English sub by arakira @d-addicts
Content Producer: GOKA KIMITAKA Producers: ASANO DAI / SUGIHARA NAMI
Chief Producer: NAKAGAWA JUNPEI
Director: ONE HITOSHI
File 0.1.: Kontes Wajah Menyeramkan
Kita tadi hanya bermain-main...
Jadi apa permintaanmu?
Aku ingin bertanya terus terang padamu,
aku menurutmu bagaimana?
Apa maksudmu?
Kesan pertama padaku.
Kesan pertama?
Jika kau bertanya begitu...
Wajahku menyeramkan kan?
Menyeramkan kan?
Tidak...tapi..
jika ada seseorang yang mengatakan kalau kau jujur dan terhormat.
Kau tidak seperti Yakuza yang menggunakan
wajah seramnya untuk mengancam seseorang.
Maaf, apa pekerjaanmu?
Sejujurnya, aku mempunyai toko roti tradisional.
Roti?!
Aku juga mempunyai istri dan lima anak.
Lima anak?
Tolong lanjutkan.
Sejak kecil wajahku sudah bermasalah.
Saat di TK mereka memanggilku Anak Iblis.
Nama panggilanku saat SD Gargoyle.
Di SMP meskipun aku tidak nakal,
aku dijadikan pimpinan anak-anak nakal.
Saat aku masuk SMA, pemimpin Yakuza dan geng
datang ke sekolah untuk merekutku.
Saat dewasa aku selalu ditanyai polisi hampir setiap hari.
Mereka ingin aku menunjukan apa yang ada di dalam tasku
atau menunjukkan pasporku.
Pernah juga terjadi ada polisi muda yang tiba-tiba menghadapkan pistolnya ke arahku.
Sekarang kamera digital memiliki fitur pengenalan wajah, tapi
wajahku tidak bisa dikenali sama sekali.
Meski demikian, aku akan tetap hidup dengan tekun
dengan melakukan apa yang aku sukai, yaitu menjual roti yang kubuat sendiri.
Aku yakin rasanya enak, tapi
hampir tidak ada yang datang membeli.
Kenapa bisa begitu?
Suatu hari ada beberapa ibu-ibu berada di depan toko.
Itu enak sekali.
Tapi kau tahu... wajah pemilik tokonya...
Kok bisa ya roti seenak itu dibuat oleh orang yang berwajah menyeramkan...
Benar juga.
Benar, bukankah dia mirip...
yang dari Timur Tengah, apa sebutannya?
Itu, ter... ter.. tero...
Teroris!
Toko roti teroris!
Kau percaya itu? Toko roti teroris?!
Benar juga!
Bukan lawakan yang baik.
Meskipun wajahku gelap,
tapi mengapa harus teroris?!
Teroris itu perumpamaan yang kasar.
Baiklah... kau tahu...
bagaimana mengatakannya... mereka hanya bercanda... tapi...
sekarang banyak wanita yang bercanda tentang apapun.
Benar,
aku tahu mereka tidak mempunyai niat buruk.
Tapi,
jika aku memikirkan istri dan anak-anakku
hal itu membuat hatiku sedih.
Jika saja aku tidak punya wajah seperti ini!
Jadi, apa yang bisa kita bantu?
Kontes wajah menyeramkan.
Kontes wajah menyeramkan?
Aku tahu gosip tentang itu.
Orang-orang yang berwajah menyeramkan berkumpul
dan mengadakan perlombaan wajah siapa yang paling menakutkan.
Aku tidak pernah mendengar hal-hal seperti itu.
Aku juga.
Tapi kenapa kau ingin mengikuti perlombaan itu?
Beberapa hari yang lalu aku pergi ke kuil di Senso-ji.
Di sana aku seperti mendapatkan ilham.
Semenjak aku tidak bisa melakukan apa-apa dengan wajahku yang seperti ini,
aku menyerah menjual roti lagi
dan mencoba berbisnis di mana wajahku bisa menjadi aset.
Dengan penampilanku yang seperti ini aku bisa saja menjadi Yakuza.
Aku akan memenangkan di kontes wajah terseram.
Wajah ini...
yang membuat orang-orang ketakutan, akan lebih baik jika
mengganti pekerjaanku menjadi sesuatu yang lebih berguna.
Dia memang mempunyai wajah yang tidak biasa.
Dan juga cerita yang menyentuh.
Tapi ketika melihat wajahnya itu memang cerita persuasif.
Megumi kalau kau?
Aku tidak yakin.
Tapi jujur, jika dia menjalankan bisnis roti dengan wajah seperti itu
aku tidak akan membelinya.
Jadi laki-laki hanya dinilai dari wajahnya.
Aku bukan tipe orang yang
tertarik dengan penampilan fisik saja, tapi
yang terpenting adalah saat pandangan pertama.
90% orang-orang hanya melihat penampilannya saja.
Kita tidak boleh sombong.
Maksudku pandangan pertama.
Benar juga.
Kita juga kurang berbaur di masyarakat.
Aku juga?
Kau tidak tampak sebagai wanita dari keluarga baik-baik kan?
Itulah.
Mungkin aku seperti pelacur, tapi
kau tahu, aku mempunyai kesan yang baik.
Contohnya, kau berpikir kalau aku pelacur,
tapi jika kau jalan-jalan denganku, mungkin kau akan tahu kalau aku pintar memasak,
senang dengan pekerjaan rumah, atau jika aku hanya memakai celana dalam putih.
No comments yet. Be the first to leave one.