Prvních 200 řádků.
Sangjun.
Kenapa kau melakukan itu?
"Untuk cintaku tersayang, Jaeeun."
Aku sangat mencintaimu.
Dua, tiga.
Itu yang seharusnya kau tulis!
Jaeeun, kau tak bisa begini. Jangan lakukan ini.
Tunggu!
Tidak, astaga.
Kau milikku.
Kau milikku.
Baiklah.
Siapa kau?
Hei! / - Astaga!
Cari dia sekarang juga!
Hei! Sangjun, apa itu kau?
Seunggu, lari!
Apa? Baiklah.
Ada apa?
Dengarkan ini.
Penguntit Sangjun muncul,
membuat keributan, dan ditangkap.
Apa?
Apa Sangjun terluka?
Kurasa tidak.
Dia tidak terluka.
Pengawal yang menyamar mengamankan dia.
Tidak mungkin.
Apa dia akan jatuh cinta dengan pengawal itu?
Bukankah pengawal biasanya pria?
Apa itu penting?
Terutama di zaman sekarang.
Aku lapar. Ayo makan malam.
Tentu. Mau makan apa?
Di depan. / - Ya?
Terima kasih sudah menyelamatkanku, Taeju.
Aku banyak memikirkanmu.
Kenapa kau kemari? / - Kenapa kau merilisnya?
Jika kau mencari "pacar Lee Sangjun" di internet,
foto dengan mataku tertutup masih muncul.
Pantai dan kenangan yang kau buat?
Kenapa menulis tentang hal itu?
Karena itu kenangan yang kuhargai.
Kenangan yang kau hargai?
Kenapa kita tidak...
Tunggu sebentar.
Ini sudah pukul 01.30.
Bukankah kau ada syuting besok?
Kalau begitu, lima menit lagi.
Andai waktu bisa berhenti.
Aku juga tidak mau masuk kelas.
Bagaimana jika kita berwisata?
Berwisata?
Aku ingin bersamamu seharian dan semalaman.
Astaga. Sungguh?
Apa yang kau pikirkan?
Aku hanya ingin bersamamu, itu saja.
Hentikan! Astaga.
Jangan berpikiran kotor!
Apa yang kau pikirkan? / - Hei!
Apa maksudmu? / - Pelankan suaramu.
Film apa yang kau tonton di rumah?
Chastity adalah sesuatu yang kuhargai.
Pemesanannya atas namamu
dan dibayar di muka.
Kau bisa mendaftarkan kita lebih dahulu.
Aku pasti membuatmu menunggu.
Tidak juga.
Ada yang melihatmu? Tidak.
Misinya sukses!
Sangjun, pemandangannya luar biasa.
Aku sudah memastikannya.
Aku belum pernah ke tempat sebagus ini.
Aku senang tinggal di sini saat syuting film,
jadi, aku ingin mengajakmu ke sini.
Apa?
Siapa yang menelepon?
Entahlah.
Halo?
Apa ini Bu Kim Taeju?
Ada apa?
Siapa yang menelepon?
Kau bersama Lee Sangjun, bukan?
Aku Cho Gyujin dari Sports and Entertainment.
Aku yakin dia bersamamu di ruangan itu.
Bukankah dia tepat di sampingmu?
Apa yang kau bicarakan?
Sekarang bagaimana?
Tunggu.
Koridornya aman.
Sangjun, pergilah dan menjauh dari reporter.
Aku akan kembali ke Seoul. / - Tapi...
Cepat.
Pergilah. Jangan membuang waktu.
Ini. Hati-hati.
Baik.
Astaga.
Kau Kim Taeju, bukan?
Apa hubunganmu dengan Lee Sangjun?
Aku... / - Tolong katakan sesuatu.
Pak Lee, kami tahu kau di dalam!
Bersedia wawancara singkat?
Pak Lee, artikelku akan bagus untukmu.
Bicaralah. / - Bersembunyi akan sia-sia.
Jawab saja beberapa pertanyaan.
Keluarlah untuk wawancara!
Bisakah kau menjemput Taeju?
Ada yang mau kusampaikan. / - Kau gila?
Kami hampir tidak bisa menutup artikelnya.
Kami memberi tahu semua orang
bahwa kau bertemu teman masa kecil.
Jika kalian berkencan, itu berakhir di sini.
Itu pilihan terbaik untuk kalian berdua.
Perusahaan memintamu membayar denda
karena melanggar kontrak mengenai iklan.
Perasaan mereka lebih penting daripada uang.
Jangan biarkan itu merusak hubunganmu.
Masalahnya bukan uang.
Jika orang tahu dia punya pacar yang serius,
kariernya akan berakhir.
Tak ada yang menginginkannya sebagai aktor.
Terkadang orang bisa sangat kejam.
Kenapa mereka menyerang
dua anak muda yang jatuh cinta?
Sulit dipercaya!
Aku tidak percaya padamu.
Kenapa kau menyukai gadis jelek itu?
Putuskan dia sekarang juga!
Hei.
Sangjun.
Taeju sedang melalui banyak hal.
Kurasa kau tidak perlu menemuinya lagi.
Pak, kumohon.
Matamu mengatakan
bahwa kau benar-benar
peduli pada Taeju, Sangjun.
Kau tahu?
Aku pria kuno yang percaya pada belahan jiwa.
Jika kalian berdua ditakdirkan bersama,
kau akan bertemu dengannya lagi di waktu tepat.
Untuk saat ini,
kau harus mencoba memendam perasaanmu.
Mungkin itu yang terbaik.
Kurasa aku pantas menerima kompensasi
atas penghinaan yang kuterima.
Taeju, aku sungguh minta maaf.
Aku tidak butuh permintaan maafmu.
Aku sering memikirkanmu.
Aku merindukanmu. / - Aku ingin memukulimu.
Pukul aku sampai kau merasa lebih baik.
Satu babak hidupku hancur karenamu,
tapi itu hanya kenangan indah untukmu, bukan?
Aku akan memikirkan
apa yang bisa kulakukan untuk menebus semua.
Cetak bukumu lagi tanpa foto laut
dan hal-hal tentang kenangan.
Aku akan menyingkirkannya untuk cetakan kedua.
Sebaiknya kau menepati janjimu.
Apa kau sudah menikah?
Kau sudah menikah?
Kenapa kau bertanya?
Hei, Sangjun.
Astaga. Bagaimana jika seseorang memotretmu?
Ayo pergi saja. Ayolah.
Cepat.
Sial.
Itu tak membuatku merasa lebih baik.
Apa?
Ponselku.
Baiklah. Terima kasih. Sampai jumpa.
Penguntit itu ditangkap polisi.
Pak Oh akan menyerahkan
surat ancaman sebagai bukti.
Para penjaga tidak terluka parah.
Astaga, aku lega mendengarnya.
Seunggu, Taeju menyelamatkan hidupku tadi.
Bukankah Taeju yang dibawa penjaga tadi?
Para pengawal keliru.
Taeju tak menua. Dia sama sekali belum berubah.
Hari itu, dia tampak cukup tua.
Astaga.
Kurasa dia belum menikah.
Ponselmu berbunyi.
Itu bukan milikku.
Itu juga bukan milikku.
Geonu?
Taeju, di mana kau?
Kau di mana?
Siapa ini?
Astaga.
Kau masih punya wajah masa kecilmu.
Tapi kau terlihat lebih baik sekarang.
Kau mungkin terlihat normal,
tapi kau tidak bertanggung jawab dan arogan.
Banyak yang ingin kukatakan, tapi aku diam saja.
Kenapa ponsel Taeju ada padamu? Kau mencuri?
Kau masih sangat lucu. Ambilkan saja aku air.
Air.
Jadi, ini swalayan. Begitu, ya. Terima kasih.
Aku akan menuangkan segelas untukku.
No comments yet. Be the first to leave one.