Prvních 200 řádků.
Sebelumnya, di Halo…
Namun, perang bukan jawabannya.
Vinsher bodoh.
Jin Ha, katakan pada anak muda ini,
apakah Madrigal merdeka atau tidak.
Ayah!
Tidak!
Pasukan Covenant di Madrigal dilumpuhkan.
Satu penyintas.
Jaga dia. Berjanjilah.
Aku berjanji.
Kau semestinya tak kembali.
Vinsher izinkan jenazah diambil,
tapi revolusi sudah usai.
DENGAN IMBALAN
Kwan Ha, provokator, aku mau dia mati.
Ayahmu menemui grup di gurun.
- Mystic. - Apa kata mereka?
Alasan utama kita berada di Madrigal.
Di mana para Mystic ini?
Kita akan dikejar seluruh pasukan Vinsher.
Ayo pergi!
Kau berutang satu kapal
dan banyak uang deuterium.
Kau harus terima kenyataan.
Kau bukan pejuang lagi.
Tak ada yang berani.
Tak ada pahlawan lagi.
Kwan, bagaimana caranya?
Aku tak akan bilang.
Enam meter ke dalam sumur
dia ingat bawa obor.
Astaga!
Dia hampir meledakkan dirinya.
DUA TAHUN LALU
- Mangkokku. - Lalu apa?
Lalu? Aku bisa apa?
Kusuruh kerja siang.
Aku tak paham.
Tak butuh obor saat siang.
Profesor, makananmu dingin.
Maaf kepada koki.
Kutemukan dia seperti anak anjing tersesat.
Jenderal Ha, maaf sedang makan.
- Aku… - Tak apa. Ayo.
Sepertinya kau lapar.
Kau baik sekali.
- Kau baru bergabung, bukan? - Ya.
Namaku Ruben. Aku dari Castra.
Selamat bergabung, Nak.
Terima kasih, Jenderal.
Duduklah.
Biarkan orang dewasa bicara.
Tunjukkan triknya lagi, Kwan.
- Nanti. Pergi. - Ada kabar dari kota.
Dua divisi Marinir pergi,
mereka terburu-buru.
Mereka akan kirim lagi. Selalu begitu.
Kudengar itu terjadi di semua koloni luar.
KAPBB makin sedikit. Mereka kabur.
Kemunduran itu peluang untuk maju.
Namun, Agatha benar.
Hargai semuanya.
Kau tampan.
Senang bertemu.
- Aku Ruben… - Ruben dari Castra.
Aku dengar.
Ajak dia jalan-jalan setelah makan.
Seperti hewan di kebun binatang.
- Namun, tak dilempari kacang. - Apa?
Maaf. Aku tak paham…
Katakan, Ruben dari Castra,
kau mau apa seusai perang?
Setelah perang?
Entahlah.
Kuduga dulu kau bekerja di kilang air berat.
Kau akan kembali?
Kurasa begitu.
Maka tak ada yang berubah.
Kwan, sudahlah.
- Apa maksudmu? - Maksudku,
walau kita menang melawan KAPBB dan kau selamat,
kau masih akan memompa bahan bakar seperti kami.
- Aku mau Madrigal merdeka. - Ibuku juga.
Cukup!
Jika Ayah mau memberi makan…
jangan beri kebohongan.
Kau mau ke mana?
- Ke mana pun asalkan bukan di sini. - Kwan!
Siapa di sana?
Burung.
Kalian percaya?
Sekawanan rangmejo terisap katup isapku
sekitar 300 meter di atas Madrigal.
Astaga! Apa yang kau lakukan?
Seperti biasanya.
Aku ikuti pelatihanku.
Aku cari gundukan pasir
dan menurunkannya sambil berputar
sejauh 2,4 km.
Luar biasa! Cerita yang luar biasa.
Benar, 'kan?
- Bersulang untukmu. - Ya.
Bersulang untukku.
Sial. Ayo pulang.
- Squirrel. - Mereka bukan orang-orangku.
Kau rekan Soren, kau harus mulai bersikap seperti itu.
Ambilkan aku minum, sebelum aku cari pria lain.
Aku menembak dua Broadsword KAPBB dengan satu tembakan,
seperti bola boling.
Namun, ketua regunya masih mengikuti,
jadi aku meliuk-liuk,
saat tiba-tiba aku menghantam para rangmejo.
- Tidak! - Kapalku mulai hancur.
Tiba-tiba, aku meluncur ke bawah dengan cepat.
- Wah! - Lalu kulihat.
- Brankas curianku… - Ayo!
…penuh uang, terbang melewatiku
dan keluar lewat jendela, sungguh.
Untung kena kapal belakang.
Dalam sepuluh detik, aku akan mati.
Tiba-tiba…
aku berkhayal.
Aku melihat istriku.
Aku melihat putraku yang tampan.
Aku melihat semua dengan jelas.
Itu…
Itu sangat indah.
Sangat indah.
- Bersulang. - Bagaimana gadis itu?
Gadis pemberontak dari Madrigal dengan imbalan atas kepalanya.
Imbalan besar.
Soren bersamanya di Rubble.
Apa dia berbagi dengan rekannya?
Tidak.
Dia pergi bersamanya untuk dapat uang itu sendiri.
Tiba-tiba, dia kembali.
Tanpa gadis itu, uang, dan kapal.
- Apa yang terjadi? - Apa ada masalah?
Kami punya rencana, Trokan dan aku.
Hasilnya besar.
Kita semua dapat bagian.
Kau tak mau dengar.
Aku jalankan bisnisku dengan caraku.
Jadi, kami harus lapar.
Kau tampaknya makan cukup baik.
Orang-orang bergosip.
Benarkah?
Apa kata mereka?
Katakan.
Seperti…
mungkin Soren tak sehebat dulu lagi.
Benarkah?
Soren, Sayang, lupakan itu.
Tidak.
Aku mau dengar katanya.
Squirrel kecil akhirnya bernyali.
Jadi,
beri tahu aku.
Apa aku tak sehebat dulu?
Ayo pergi.
Dia kebanyakan minum.
Ayo, Sayang.
Ini pesta.
Ya.
Mari berpesta.
Jangan pegang itu.
- Jangan pegang! - Kwan Ha.
Tahu dari mana namaku?
Hei!
Kau wanita yang mau ditemui ayahku,
benar, 'kan?
Aku Desiderata.
Ayahku sudah mati.
Dia mati membela Madrigal…
karena sesuatu yang kau katakan.
Tempat ini mengubahnya.
Aku mau tahu ucapanmu kepadanya.
- Kenapa harus kubilang? - Karena…
akan kutuntaskan yang dia mulai.
Bukan ayahmu yang memulainya.
Ada orang lain di keluargamu.
Hanya aku yang tersisa dari keluargaku.
Yang lain mati, jadi…
katakan apa yang kau ucapkan.
Kumohon.
Kau belum siap.
Aku bukan anak kecil. Aku…
Aku datang sendiri ke sini.
Aku ambil risiko mencarimu!
Kau belum siap.
Aku bisa kalahkan pria besar.
Akan kulawan kalian jika perlu!
Amarahmu membutakanmu akan kebenaran.
Hanya amarah…
yang masih kumiliki.
Madrigal.
Di sini aku dilempar, terbakar,
dari langit yang indah
dengan reruntuhan dan pembakaran yang buruk
No comments yet. Be the first to leave one.