Prvních 200 řádků.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
STUDIO FILM JOFA BERLIN - 1921
Sineas brilian Friedrich W. Murnau tak diijinkan pihak Bram Stoker...
untuk memfilemkan novel Dracula.
Murnau mengubah nama dengan menyebut vampirnya Count Orlock dan filmnya...
NOSFERATU
Dia lalu menciptakan film vampir paling realistis yang pernah ada...
dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu sutradara terhebat sepanjang masa
Putar kamera...
Dan... mulai.
Kucing cantik.
Kucing cantik.
Meong.
Kamu sangat senang saat ini, kan Ellen?
Tinggal di rumah bagus... memakai pakaian cantik.
Dan kamu menikah dengan pria baik hati yang berjanji mencintaimu selamanya.
Kamu tak tahu apa yang ada di bawah kotak bunga.
Tidak ada rasa ingin tahu.
Bahkan tak terpikir akan kematian.
Dan...
sudah. Bagus.
Wolf, kita mendapatkan momen kesedihannya?
Sempurna, Tuan. Dan dalam sekali take.
Baiklah, segera kembangkan filmnya.
Aku harus bertemu wartawan besok sebelum kereta besok pagi.
Albin?
Ya, Friedrich?
Cepat bereskan set-nya, seperti katamu
ini merugikan investor kita setiap harinya.
Pengambilan gambar di luar studio akan lebih merugikan, Friedrich.
Tapi itulah harga kejeniusan.
Syukurlah, akhir dari set buatan ini.
Bagus sekali, Greta.
Kamu berkembang dengan amat meyakinkan.
Aku bahkan melihat siratan kejahatan ada di wajahmu.
Tidak heran dengan semua hal seram yang kamu katakan padaku.
Itu penting untuk efek realistis.
Tapi kenapa harus meninggalkan Berlin sekarang, saat lagi musim teater?
Albin, orangmu sudah siapkan gerbongnya? / Ya, dua.
Apa kamu tahu bayaran yang ditawarkan padaku?
Apa itu akan cukup?
Harusnya, hanya itu gerbong yang ada di wilayah sini.
Tuan Dokter, kamu mengabaikanku.
Sebelumnya kamu tidak mengabaikanku.
Kenapa kamu ingin bermain teater kalau bisa bermain film?
Penonton teater memberiku kehidupan, sementara
benda ini merenggutnya dariku.
Greta...
Ellen adalah wanita yang menemukan...
ekspresi cinta yang paling utama...
dalam rasa sakit paling indah.
Apa itu terdengar familier?
Ini adalah peran yang sangat menuntut.
Peran itulah yang akan menjadikanmu hebat sebagai seorang aktris.
Anggap itu pengorbanan untuk senimu.
Kerja yang cepat, semuanya, kita harus mengejar kereta!
Hans...
Albin, kamu kasih apa kucing itu? / Alkohol.
Alkohol.
Sulit membuatnya tetap jinak di bawah sorot lampu. Apa kentara?
Kelihatan agak teler.
Tidak seteler Greta.
Tampaknya segala sesuatunya berjalan lancar.
Friedrich.
Friedrich.
Friedrich, kita harus membicarakan vampirnya.
Jangan sekarang, Albin, sudah hampir gelap.
Bereskan semuanya,
pastikan si bodoh Gustav tidak ketinggalan kereta.
Dan sampai ketemu besok pagi.
Tapi pakaian macam apa yang mesti kusiapkan? Riasan macam apa?
Seberapa tinggi dia? Tolong beritahu, Friedrich?
Ada yang tahu pergi kemana dia?
Mungkin dia punya wanita.
Atau lelaki.
Kita melintasi perbatasan ke Cekoslowakia beberapa jam dalam perjalanan kita.
Ternyata Tuan Dokter sudah memfilmkan beberapa spot luar ruangan di sana.
Sungguh?
Kamu tak tahu?
Tidak.
Aneh. Bisa dibilang kita akan merekam semua adegan Hutter di sana.
Adegan antara dia dan si vampir.
Kupikir Drakula tinggal di Transylvania.
Sebenarnya, ini bukan Drakula.
Janda penulis tidak mau kita memfilemkan novelnya.
Jadi siapa yang berperan sebagai Count Dracula? Maksudku, Orlock?
Namanya Schreck.
Max Schreck.
Dia berada di Perusahaan Reinhardt saat Murnau (Tuan Dokter) jadi sutradara.
Schreck? Kamu yakin itu namanya?
Dia adalah aktor karakter.
Siapa yang memberitahumu dia berperan sebagai vampirnya?
Tuan Dokter memberitahuku.
Tak pernah dengar ada Max Schreck di Perusahaan Reinhardt.
Tuan Doctor memberitahuku dia belajar bersama Stanislavsky di Moskow.
Oh, sekolah Rusia itu.
Sebagai persiapan, dia menenggelamkan diri ke dalam karakter yang dimainkannya.
Makannya dia tak bepergian bersama kita.
Tuan Dokter memberitahu kalau Max pergi ke Cekoslowakia beberapa minggu lalu.
Untuk menyerap cita rasa tempat itu, kurasa.
Tuan Dokter juga memberitahuku...
kalau ketika kita sampai di sana dan memulai syuting...
...Max Schreck hanya akan muncul di hadapan kita dengan riasan dan kostum lengkap...
sebagai vampir. Dan lebih jauh lagi...
kita hanya akan memfilmkannya di malam hari.
Dan kenapa aku tidak diberitahu soal itu? Aku produsernya.
Dia memberitahuku.
Katakan kamu tak kelewat tampan untuk bekerja untukku?
Ya, pak.
Aku suka bioskop.
Friedrich, aku baru sadar pagi ini,
investor kita, mereka tak tahu film apa yang kamu buat.
Para kru tak tahu film apa yang kamu buat.
Para pemain tak tahu film apa yang kamu buat.
Dan sekarang aku tak tahu film apa yang kamu buat. Apa kamu senang?
Albin... aku tahu, jangan beritahu mereka apa pun.
Ah, ya, itu dia. / Itu dia, naik kereta.
Tuan-tuan, saya Albin Grau, produser dan penata seni film ini.
Benarkah Murnau sedang syuting Drakula-nya Stoker?
Friedrich Wilhelm Murnau adalah sineas terhebat Jerman.
Sekelas dengan para master seperti Griffith dan Eisenstein.
Saat ini dia sedang mengawasi setiap detail lokasi unik dalam ekspedisi ini.
Pemeran utamanya, siapa yang memerankan? / Terima kasih, tuan-tuan.
Apa anda akan syuting di Jerman? / Terima kasih, tuan-tuan.
Paul, Paul.
Pertarungan kita, perjuangan kita,
adalah untuk menciptakan seni.
Senjata kita adalah gambar bergerak.
Karena kita punya gambar bergeraknya...
lukisan-lukisan kita akan tumbuh dan surut.
Puisi kita akan menjadi bayangan yang memanjang dan menutupi.
Lampu kita akan menyinari wajah-wajah hidup...
yang tertawa dan meringis.
Dan musik kita akan bertahan dan akhirnya menguasai...
karena akan memiliki konteks. Sepasti kuburan.
Kita adalah para ilmuwan yang terlibat dalam penciptaan ingatan.
Tapi ingatan kita tidak akan kabur... atau memudar.
Apa ini?
Terlihat seperti... darah.
Selamat petang.
Tuan Dokter...
kami sudah menunggumu.
Kereta iring-iringannya telah tiba. / Dan inilah keledai utamanya.
Sungguh perjalanan mengerikan tadi itu.
Sudah berapa lama kamu di sini? / Tidak lama.
Jangan bilang besok kita punya jadwal sibuk?
Tidak. Syuting eksterior penginapan. Beberapa di sini. Kedatangan kereta Hutter.
Selamat datang.
Selamat datang.
Friedrich, aku ingin merencanakan adegan-adegan malamnya. Kapan difilmkan?
Segera difilmkan. Itu tidak memerlukan...
banyak perencanaan.
Tapi aku butuh bantuan ekstra untuk mengatur lampu.
Tentunya kamu bisa memberitahu agar aku bisa bersiap?
Tuan Dokter, dimana para figuran?
Kamu sedang melihat mereka.
Tuan Dokter, orang-orang ini tak bisa akting.
Mereka tak perlu berakting. Mereka perlu begitu saja.
Wolf?
Tuan Muller?
Maaf, Wolf.
Baik, Hutter*, ini malam menggelisahkan tapi kamu bangun dengan segar...
*Hutter: Karakter yang dimainkan Gustav
bersemangat untuk melanjutkan perjalananmu ke kastil bangsawan...
yang mungkin akan menjadikanmu kaya.
Tunggu, Gustav. Apa itu di sampingmu?
Ya, ambillah.
Itu buku... tentang vampir.
Ah iya...
Sekarang kamu ingat.
Itu ditaruh di situ tadi malam oleh para petani yang percaya takhayul
yang memperingatkanmu untuk tidak memasuki kastil Orlock.
Yang memperingatkanmu agar jangan berani menyebut namanya...
Nosferatu.
Yang kotor, mayat hidup...
setidaknya yang kamu bangunkan makhluk itu sendiri.
Bagus sekali, Gustav.
Tuan Dokter...
Albin...
Maaf, Tuan Dokter, tapi... / Albin!
Sudah.
Albin, seorang pribumi masuk ke dalam frame-ku!
Wolf.
Wolf!
Ada apa dengan orang-orang?
Dia takkan ijinkan kita lanjutkan syuting, kecuali kita memasang lagi salibnya.
Aku serius harus terganggu dengan hal ini?
Tuan Dokter, saya sudah memperingatkan anda.
Anda harus lebih memperhatikan hal-hal ini.
Salib bukan sekedar hiasan.
Kami akan mengembalikannya.
Itu hanya membuat komposisi kita rusak.
Albin, kameranya.
Lampu utama harusnya cukup. / Henrik, adegan nomor berapa ini?
Dua puluh tiga.
Cepat.
Ya... Albin, tak apa-apa, dia akan urus.
Masuklah, Henrik.
Nanti kamu membuka pintunya ketika aku memberimu isyarat.
No comments yet. Be the first to leave one.