Prvních 200 řádků.
SEBELUMNYA...
Di kaki Gunung Fuji,
di Fuji-Asada, Yamanashi, Kiyomi Endou
dan teman masa kecilnya, Hazuki
dan Minami, mengetahui sebuah rahasia
rekan kerja Kiyomi, Kousuke Takahashi.
- Pak Takahashi, kudengar kau alien! - Ya.
Itu benar. Tolong jaga rahasia ini.
Trio ini meminta Takahashi menggunakan kemampuannya
untuk menyelesaikan masalah kecil sehari-hari mereka.
Kau akan baik-baik saja?
Aku akan pulih jika berendam di sumber air panas hotel.
Mineral di sumber air panas hotel kita cukup unik.
Itu bisa menyembuhkan tubuh kami.
Kehidupan sehari-hari mereka, yang sudah mulai berubah,
mulai berlanjut lagi hari ini.
Aku mencalonkan diri sebagai wali kota di kota Fuji-Asada.
Namaku Masako Umemoto.
Aku mau memperkuat komunitas kita demi masa depan cerah.
Aku Masako Umemoto, mohon dukungan kalian.
HOTEL LAKE
Tagihan sudah terbayar. Lapor keluar selesai.
- Semoga menginap di sini lagi. - Semoga menginap di sini lagi.
- Selamat pagi. - Aku pulang sekarang.
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Omong-omong,
17 lapor keluar saldo nol. Rekor baru!
Apa? Hebat!
Benar, 'kan?
Lapor keluar saldo nol berarti tak ada tagihan tambahan
dan tamu hanya perlu mengembalikan kunci mereka saat lapor keluar.
Saat pagi hari yang sibuk di resepsionis,
itu sangat membantu.
Berapa rekor terbaik terakhir?
Seingatku 11.
Kemajuan bagus.
Membuatku mau mencapai 20.
Ya.
Karena itu soal keberuntungan, sebenarnya target itu mustahil.
RUANG GANTI
Sampai jumpa.
- Terima kasih atas kerja kerasmu. - Terima kasih atas kerja kerasmu.
Onodera cepat sekali, ya?
Ya.
Apa dia ganti baju secepat kilat?
Bukankah dasi dan kancing di seragamnya susah dilepas?
Mungkin dia mulai melepasnya saat masuk tadi.
Mungkin benar.
Jika tidak, bagaimana mungkin secepat itu.
Atau mungkin saja Onodera alien.
Onodera, benarkah?
Dia tertutup, bukan?
Benar. Kehidupan pribadinya misteri.
- Dia tak boleh bercerita. - Karena dia alien?
Ya.
Aku tak yakin Onodera alien atau bukan,
tapi alien yang kukenal menunggu lama sebelum pulang
dan terbuka soal kehidupan pribadinya.
Tagihan sudah terbayar dan lapor keluar sudah selesai.
- Ini tanda terimanya. - Tagihan terbayar. Selesai.
- Terima kasih. - Ini tanda terimanya.
Semoga menginap di sini lagi.
Berarti 19 lapor keluar saldo nol.
PENERIMA TAMU
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Selamat pagi.
- Lapor keluar? - Ya.
Ini.
Tunggu sebentar untuk verifikasi.
Bu Matsuda. Ada tagihan tambahan sarapan.
- Mohon untuk dibayarkan dulu. - Baik.
Totalnya 950 yen.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Terima kasih.
Semoga menginap di sini lagi.
Gagal.
Tidak apa-apa. Mari kita lanjutkan.
Karena itu soal keberuntungan,
tak ada gunanya, "Tidak apa-apa," atau, "Mari kita lanjutkan."
SATU PESAN BELUM TERBACA DARI MINAMI
KALIAN BERDUA LIBUR SABTU INI?
YA!
AKU BEKERJA PAGI,
TAPI SIANG SUDAH PULANG.
MAU MAKAN SIANG?
MAU!
Grup yang sudah lama tak aktif ini
mulai ramai lagi belakangan.
YA!
OKE.
Semoga menikmati.
- Kubantu bawakan. - Terima kasih.
Liftnya lewat sini.
Silakan.
Saat tamu memakai lift, kita menahan pintu dengan tangan.
Tapi itu tak ada gunanya, bukan?
Apa maksudmu?
Pintunya tak akan langsung menutup.
Maksudku, ada tombol "buka".
Ya, tinggal tekan tombol itu.
Jika kita tekan, pintunya tak akan menutup.
Memegang pintu malah membuat pintunya menutup.
Kita malah seperti sengaja menutupnya.
- Mencari masalah sendiri. - Benar, 'kan?
Sebenarnya, apa gunanya itu?
Untuk menunjukkan?
Maksudmu?
Ketimbang menekan tombol buka, kita menahan pintu dengan tangan
agar terlihat ikut berusaha.
Kita terlihat membantu daripada menekan tombol dan menunggu.
Ya, terkesan,
"Jangan pikirkan aku, masuk saja!"
Citra rela berkorban, ya.
"Jangan pikirkan tanganku!"
Basa-basi.
Benar.
Tapi sungguh tak berguna.
Benar.
Sungguh tak berguna.
- Pagi. - Pagi.
Kami tetap menahan pintu karena itu tugas kami.
Jadi, obrolan inilah yang tak berguna.
Itu saja dariku.
Maaf.
Aku pulang sekarang.
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Biar kuambilkan cadangan.
- Baik. - Ya.
Kau akan memakai pemandian air panas?
Tentu saja.
Pasti sulit, ya.
Nyaman rasanya
dan berendam tidaklah sulit sama sekali.
Begitu, ya.
Pemandian air panas memang menenangkan.
Ya.
Dibandingkan pengalaman orang lain saat berendam di pemandian air panas,
itu amat nyaman buatku.
Benarkah?
Kami merasa itu menenangkan.
Aku yakin itu,
tapi levelnya berbeda buatku.
Aku merasakan kehangatan terbaik di pemandian air panas.
Itu sudah pasti.
Di pengalamanku, tubuhku pulih penuh.
Saat berendam di pemandian air panas, rasanya seperti dibangkitkan.
Ya, tapi itu metafora.
Aku benar-benar pulih.
Aku serius, seperti dihidupkan kembali.
Perdebatan kami ini
mungkin lebih tak berguna ketimbang soal lift.
Tubuhku sungguh pulih.
RUANG GANTI
Sampai jumpa.
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Omong-omong, Yumi paling cepat kalau soal pulang kerja.
Apa kau tahu
Yumi curiga bahwa kau alien?
Bagaimana bisa?
Karena kau tak menceritakan kehidupan pribadimu.
Apa?
Tapi kemudian,
dia juga curiga pada Onodera dengan alasan sama.
Kurasa kau aman saja.
- Kau tak memberitahunya, 'kan? - Tidak.
Yang tahu hanya Minapuu dan Hacchi.
Baiklah.
Omong-omong, aku makan siang dengan mereka lagi Sabtu ini.
- Ya? Kalian sering bertemu, ya? - Ya!
Kami bertemu sepekan sekali belakangan.
Terkadang, dua kali sepekan.
Kalian bertiga dekat.
Aku juga punya sahabat di kampung halamanku,
tapi kami jarang bertemu.
Tapi kaulah yang memicu
kami mulai bertemu lagi.
- Benarkah? - Ya.
Mau ikut?
- Aku? - Ya. Kalau kau mau saja.
Nanti kukabari.
Baik.
Jangan dipaksakan, ya?
Ya. Kuusahakan.
"Kuusahakan,"
adalah ucapan klise saat orang tak niat datang.
Kuusahakan.
Tapi saat Takahashi bilang itu, yakinlah dia akan datang.
Kau ada sif hari Sabtu?
Tidak.
Tapi sepertinya aku tak ada agenda.
Ada rencana?
Entahlah, kucek dulu. Nanti kukabari.
Yamanashi adalah rumah banyak tokoh istimewa.
- Tokoh tersohor. - Apa?
Uang makan siangmu ada di meja.
Terima kasih, Bu.
Kapan pulang?
- Malam sekali. - Baik.
- Makan malam? - Aku akan pulang.
Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.