Prvních 200 řádků.
=Buka pintunya!=
= Episode 11 =-
Anda mau ke Guui-dong ya?
Benar, bisa tolong cepat?
Baik.
Masih mau berapa lama lagi?
Anu, itu...
Pelan-pelan saja, pelan-pelan.
Oh, baik.
Bagaimana ya?
Kyeong Seon datang?
Bukan, si Seung Chul. Dia kalau mabuk kadang suka ke sini.
Aku coba suruh dia pergi. Kau jangan keluar ya.
Jangan keluar ya!
Buka pintunya!
Maaf.
Masih tidak mau dibuka pintunya?
Tidak akan saya buka. Maaf.
Saya akan menyuruhnya pulang. Begitu masuk ke dalam saya akan menyuruhnya segera pulang.
Nuna dia... Kuharap Anda jangan ikut campur.
Apa? Jangan ikut campur?
Omoya, konyol sekali kau!
Kau melindungi putriku di hadapanku.
Kau kira aku akan berlutut dan memberimu hadiah besar?
Minggir!
Saya bisa bertindak kasar.
Orang yang bersalah adalah saya. Semua ini adalah salahku.
Karena itu jika Anda marah, lampiaskan saja padaku.
Jika dia melihat Eomonim sekarang, dia akan merasa tersiksa.
Bukan demi saya, tapi lakukanlah demi anakmu. Bersabarlah.
Untuk kali ini saja. Anggap saja Anda tidak tahu apa-apa.
Saya akan menyuruhnya segera pulang. Kumohon.
Untunglah kau posturnya kecil.
Bagaimana? Sudah pergi dia?
Tidak, dia malah bawa beberapa teman-temannya mengacau ke sini.
Terus gimana?
Aku suruh dia beli bir ke toserba. Jadi hari ini...
Baiklah, aku segera pulang saja.
Aigoo, masih ada waktu buat beginian?
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn! Super Sub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ to to ro ~
Aku pulang dulu ya!
Maaf.
Cuma segini saja.
Hati-hati di jalan ya? Begitu sampai rumah...
Aku tidak akan telepon.
Kirim SMS saja juga boleh.
Jangan mentang-mentang bisa nyetir, tancap gas sesukamu.
Iya.
Sampai jumpa!
Mau kutuangkan secangkir teh?
Tidak usah!
Joon Hee, bagaimana aku memperlakukan kalian berdua kakak beradik...
Seberapa sayangnya aku pada kalian berdua tanpa harus aku ngomong kau juga sudah tahu, 'kan?
Iya.
Kalau sudah tahu kenapa masih saja kau lakukan perbuatan seperti ini?
Aigoo, iya... iya... Siapa juga pasti ada saatnya berbuat kesalahan.
Di dunia ini mana mungkin ada orang yang tidak pernah berbuat salah, ya 'kan?
Berhubungan dengan Jin Ah Nuna... bukanlah sebuah kesalahan.
Tentu, tentu. Sekarang ini sudah tentu kau akan berpikiran seperti ini sehingga bisa seperti ini hari ini.
Tapi Joon Hee... Kita fokus ke yang lebih jauh lagi.
Jin Ah dan kau memiliki masa depan yang begitu cemerlang.
Waktu yang sedemikian berharga masa mau dibuang secara sia-sia?
Kata-kataku... Mungkin akan membuatmu kesal.
Mana mungkin aku tidak tahu itu?
Tapi dari sudut pandangku, aku harus berbuat seperti ini, bukankah begitu?
Kita... Kita sudah tidak ada bedanya lagi dengan keluarga.
Dengan hubungan yang seperti ini... Ini...ini... mana boleh sampai ada kejadian seperti ini?
Kami berdua... Hanyalah sepasang pria dan wanita yang sedang menjalin hubungan.
Tidak bisakah Anda memahaminya seperti ini?
Bisakah kau menutup sebelah mata... Dan mencoba untuk mengerti aku?
Aku... Aku... Aku memohon padamu.
Joon Hee, kumohon... Aku mohon padamu.
- Eomonim, tolong jangan begitu. - Aku mohon.
Eomoni...
Duduklah dengan lebih nyaman.
Kata-kataku... bisa kau mengerti, 'kan?
Tidak.
Saya tahu saya masih punya banyak sekali kekurangan.
Dan karena saya sadar akan itu...
Baik itu terhadap Jin Ah Nuna,
ataupun terhadap kedua orang-tuanya, saya akan memperlihatkan sisi yang lebih baik lagi.
Tolong percayalah padaku dan berilah sebuah kesempatan bagiku.
Iya juga.
Kau juga bukan orang luar.
Untuk apa aku menyembunyikannya darimu?
Kau tahu aku punya persyaratan seperti apa terhadap standar hidup, 'kan?
Kau tidak sanggup memenuhi persyaratan tersebut.
Orang-orang biasanya akan melabel mereka yang pemilih itu materialistis.
Yang lebih keterlaluan lagi...
Kau akan menganggap aku menjual anak perempuanku, 'kan?
Aku tidak peduli.
Kenapa?
Karena dia adalah putriku.
Orang-tua mana di dunia ini yang akan memilih yang lebih jelek jika bisa mendapatkan yang lebih baik untuk anaknya?
Kalau tidak mau berarti dia tidak sanggup.
Tapi sengaja melepaskan yang baik, kurasa di seluruh Korea tidak akan ada satu pun orang yang seperti itu.
Jika ayah Jin Ah belum pensiun,
aku akan menggantungkan standarku jauh lebih tinggi lagi.
Kau kira aku berbuat seperti ini karena ini balik modal telah membesarkan anak?
Sama sekali bukan.
Tidak saja demi Jin Ah dan Seung Ho,
Tapi demi supaya anak cucu mereka juga bisa mendapatkan hidup yang lebih layak.
Ini adalah dunia di mana hanya mereka yang memiliki kemampuan yang sanggup bertahan.
Apa kekuatan dari masyarakat kapitalis?
Dari mana asal kekuatan itu?
Saya masih... masih sangat muda.
Kelak...
Sungguh pintar.
Maksudku...
Aku tahu kau mengerti semua yang barusan kukatakan.
Aku mengatakan semua itu bukan untuk meyakinkanmu.
Jadi jangan buang-buang waktu.
Eomonim sungguh maaf, tapi...
Saya tidak sanggup melepaskan Nuna.
Tidak peduli apa yang Anda katakan, saya tidak sanggup.
Saya tidak akan pernah melepaskannya.
Kita jangan saling bertutur kata tajam dan mengakhirinya dengan suasana hati yang buruk.
Aku juga tidak jauh lebih baik darimu.
Suasana hatiku juga sedang kacau.
Mari kita berdua selesaikan masalah ini secepat mungkin.
Ke depannya kembali hidup dengan rukun seperti sebelumnya.
Maaf.
Saya tidak sanggup melakukannya seperti yang Anda mau.
Kau berencana untuk menentangku sampai akhir?
Jika Anda merasa seperti itu, berarti memang seperti itu.
Kau...
Aku terlalu menganggapmu remeh.
Anggap remeh.
Maaf.
Saya tidak bisa menyerah.
Saya tidak sanggup tanpa Nuna.
Kenapa bohong?
- Kenapa mau bohong? Kenapa? - Nuna.
Berisik!
Keluar kau!
Cuma segini kemampuanmu?
Seperti ini standarmu, Eomma?
Perbuatan benar apa yang sudah kau lakukan?
Apa salahku?
Apa salahku?
Apa?
Kau tidak bersalah?
Tidak!
Kau ini sungguh...
Ngapain saja kalian berdua di sini tadi?
Ngapain kalian?
Persis seperti yang kau bayangkan.
Kenapa?
Mau aku mendeskripsikannya dengan lebih detail lagi?
Kau...
Minggir! Minggir kau!
Kusuruh kau minggir!
Minggir! Minggir!
Jangan begitu!
Minggir!
Jangan begitu!
No comments yet. Be the first to leave one.