Dìdi (弟弟)

Dìdi (弟弟)

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Didi 2024 1080p BluRay DDP5 1 x265 10bit-GalaxyRG265
Komentář od singoulo
Retail HMAX. Resync buat rilisan GalaxyRG265 Bluray 1080p x265. Durasi 1:33:44. Buat rilisan lain belum dicoba. Thanks to @Coffee_Prison.

Tagy

bluray
Zveřejněno: 2025-03-25
Stažení: 135
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

- Astaga, Bung! - Astaga!

Apa yang kalian lakukan?

Akan kucabut kepala kalian!

Kembali ke sini!

Unggah sebagai: vivifyyy

Semalam aku hampir terbakar. Kentutku wangi bunga.

Unggah

JULI 2008

Vivian!

Cuci tanganmu dan makan malam.

Baik, Ibu!

Keluar dari kamarku, Jalang!

Adik, makanlah lebih banyak.

Aku tidak lapar.

Nenek, aku tidak mau...

Anak laki-laki harus makan banyak

supaya berotot

Agar bisa jadi pria kuat.

Nenek, tidak perlu diambilkan.

Dia bisa ambil sendiri.

Lihat betapa kurusnya dia!

Jika tidak diambilkan

nanti dia hanya tinggal tulang.

Tinggal satu bulan

sebelum putri Ibu pergi...

Ya.

Jangan lupa makan buah.

Untuk sistem pencernaanmu...

Agar BABmu tidak terlalu keras.

Oke.

Pakai benang gigi.

Tidak ada waktu

ke dokter gigi saat kuliah.

Apa Ayah akan pulang sebelum aku pergi?

Dia belum tahu.

Alasan klasik.

Adik.

Saat kuliah, jangan terlalu jauh.

Masuk Stanford saja.

Kau bisa tinggal di rumah

dan Nenek bisa masak untukmu

setiap hari

jika belum mati.

Nek, jangan bicara seperti itu.

Masuk Stanford. Seolah dia akan bertahan di SMA.

- Berhenti memakai bajuku. - "Berhenti memakai bajuku."

Kuda bodoh.

Kau panggil aku apa?

Vivian, jangan berisik.

Dia menyebutku jalang!

Aku menyebutmu kuda, seperti zodiakmu.

- Kau harap bisa jadi jalang. - Ibu!

Adik, minta maaf.

Bukan, tapi kadal berkulit eksim bersisik...

- Kau tahu itu? - Begitu? Masa bodoh, Jerawatan.

Kadal jalang, kau mengotori sweterku.

- Ya, itu sweterku! - Vivian!

- Dia menyebutku jalang! - Jalang.

- Apa itu jalang? - Jangan bicara kasar!

Kau lahir karena aku ingin adik dan kuharap kau mati dalam rahim.

Kau lahir karena kondom rusak.

Kau tidak tahu fungsi kondom dan tidak akan pernah tahu.

Diamlah, oke? Percakapan selesai. Aku menang.

Kau tidak bisa memutuskan menang!

- Aku memutuskan... - Bukan begitu caranya...

- Banyak omong. - Dasar bodoh!

- Berhenti berteriak! - Kau bicara seperti bayi.

Lihat, ibu macam apa yang membiarkan

anaknya bersikap seperti ini?

Mereka saling berteriak

bahkan di meja makan.

Tidak tahu sopan santun.

Kau merasa sangat keren...

Padahal tidak.

Tidak ada yang menyukaimu.

- Kembali kau. - Vivian, piring.

- Aku tidak sabar pindah! - Adik!

Kembali.

Berhenti kabur!

Kau belum selesai makan.

Cepat kembali ke sini.

LOSION PERAWATAN KULIT

Baiklah.

Ini akibatnya.

Lurus.

Sial!

Ya!

Jangan olahraga setelah makan.

Buruk untuk perutmu.

Ibu.

Ibu merusak klipku.

Jangan taruh kamera di lantai.

Sudutnya buruk.

Komposisimu akan jelek.

LALALALA TERIMA KASIH

fahadtheg0d: Cek situs gim keren yang baru kutemukan

bigwang510: Enyahlah

fahadtheg0d: Sial

fahadtheg0d: Kau datang ke pesta besok?

Aku tidak bisa

fahadtheg0d: Kudengar Madi akan datang

Bung, aku tidak peduli

Entri Blog Terbaru madiiiicakes

Komentar Teman madiiiicakes

Hei, kau mau ke mal besok... Kita bisa menonton bioskop

FOTO

HARI PANTAI MUSIM PANAS 07!

HANYA ISENG

fahadtheg0d: Mungkin kau bisa lepas sebelum kuliah

bigwang510: Lepas?

Fahadtheg0d: Lepas perjaka

fahadtheg0d: Musim panas 2008

fahadtheg0d: Tapi sungguh, ajak dia bicara, dia suka orang Asia

fahadtheg0d: WANGLEPASPERJAKA

Status Hubungan: Lajang

Ya, terlihat bagus.

Merah muda terang.

Baiklah.

Biru muda.

Bukan? Itu warna terbaik.

Hijau?

Indigo?

- Ya, Pak. - Bung!

Bung, Madi akan menggosok lidahnya di sana.

Kawat gigi indigo.

Semoga kau bawa lilin.

Lilin untuk apa?

Fahad!

- Fahad! - Apa?

Apa yang kau kenakan?

Ini pakaian normalku.

Bung, celana pendek kamuflase itu homo!

Bung, ibumu yang homo.

Ibuku kena kanker, berengsek.

Bung, apa-apaan?

Aku lupa, Bung.

Tapi, bisa saja kena kanker dan jadi homo.

Kurasa, bukan begitu caranya.

- Bung, apa kabar? - Apa kabar?

- Masa bodoh ucapanmu. - Hei, apa kabar?

- Apa kabar, Lil Wang? - Senang melihatmu lagi.

- Bung. Apa? - Wang-Wang.

Lil Wang-Wang datang.

- Kau tahu itu. - Diamlah.

Sungguh, Lil Wayne selalu mengenakan celana pendek kamuflase.

Baiklah, berarti dia homo.

Bung, semua orang mengenakannya.

Jadi, berarti semua orang homo.

Tidak mungkin kalian kalah dari Niles.

Ya, Bung.

Anak berjanggut itu menabrak Ryan di inning keempat, seperti...

Kenny Meksiko?

Kurasa dia orang Filipina.

Tidak, dia lancar bahasa Meksiko.

Apa maksudmu?

Dia memanggilku "ese" dan sebagainya.

Sumpah, dia pandai soal slang Meksiko, entahlah.

Aneh sekali. Tapi, tunggu.

Sudah kuberi tahu soal Rishi?

- Siapa Rishi? - Hanya seputar bisbol.

- Jangan dipikirkan. - Ya.

- Kenapa dia? - Dia BAB di celana saat latihan.

Dia bilang, "Ibuku menjahiliku".

- "Menaruh kotoran di celanaku lagi". - Apa maksudmu "lagi"?

Bung! Dari mana saja kau?

Aku terlalu banyak membicarakanmu, Bung.

Apa kabar, Hardeep?

Apa kabar, Perjaka?

Kau bukan perjaka?

Tidak, aku meniduri ibumu.

- Tidak, Bung. - Apa?

Ibunya terkena kanker.

Salahku. Apa dia baik-baik saja?

Tidak, dia kena kanker.

Aku turut berduka atas kehilanganmu.

- Jade! - Dia masih hidup.

Jade, ini temanku yang kuceritakan.

Dia orang Pakistan paling segar dan terkeren di seluruh Fremont.

- Dia Jade, teman tepercaya. - Hei, apa kabar?

- Lalu dia Ellie. - Hai.

Dia jalang bodoh.

- Tunggu, siapa namamu? - Fahad.

- Keparat. - Bung, diamlah.

Ini teman-temanku. Ada Wang-Wang.

- Soup. - Namamu Soup?

Nama asliku Jimmy, tapi semua memanggilku Soup.

- Kenapa? - Rumahnya selalu beraroma sup.

Ya, ibuku memasak banyak semur kimci.

Sup lobak, sup tulang sapi. Makanan klasik Korea.

Keren sekali.

Kudengar kau punya cerita yang sangat bagus.

Ya, itu lumayan.

- Tidak, itu sangat lucu. - Hentikan.

Dia bisa jadi pemenang EGOT kulit cokelat pertama...

Dengan acara gelar wicaranya.

Ibuku suka David Letterman.

Bisa kau telepon aku sebentar lagi?

Bung, kenapa?

Telepon saja.

Baiklah, terserah.

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left