Prvních 200 řádků.
TOKOH, TEMPAT, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
THE WORST OF EVIL
DUA TAHUN LALU, 1994 SEOUL, KOREA SELATAN
- Hai. - Hai.
Astaga.
Kau kasihan lagi pada pedagang kaki lima?
Bukan itu. Kubeli karena enak.
- Memang enak. - Ya.
Kenapa pakai seragam?
Kubilang aku pindah ke divisi keamanan.
Itu hari ini?
Ayo makan.
Dia pindah ke divisi keamanan,
menandai awal resmi dari jalur karier elitenya.
Kau tahu itu, bukan?
Ya, tentu.
Itu patut dirayakan
dengan seluruh keluarga.
Maksudku, istrimu ditunjuk ke Seoul
atas promosinya sebagai asisten inspektur.
Kau berkomunikasi dengan ayahmu akhir-akhir ini?
Tidak.
Dia makin tua.
Dia harus mengendalikan diri
dan berusaha tetap sehat.
Ya.
Baiklah.
Bagaimana persiapan untuk ujian promosinya?
Aku harus bersiap, tetapi sulit mencari waktu untuk itu.
Sempatkan.
Istrimu perwira elite.
Kau hanya detektif berpangkat rendah di kampung.
- Apa? - Bisa berhenti bicara omong kosong?
Omong kosong?
Berhenti merendahkan seolah kau jauh lebih tua.
Jabatan eksekutif baru bukan berarti kau dewasa.
Seperti kataku,
jika KNPU menerima wanita saat aku mendaftar ke universitas,
aku juga eksekutif sekarang.
Cukup.
Nikmati minumanmu
dan tinggal selama kau mau.
Aku mau ke rumah sakit menjenguk ibumu.
- Biar kuantar. - Tak usah.
Menutup kasus tak memberimu apa-apa.
Jika mau pindah ke Seoul, kau harus datang
ke upacara pensiun,
bergaul dengan yang lain...
Saudara-saudaraku berengsek, ya?
Kita tak perlu datang lagi.
Lebih suka menjenguk ibuku daripada kemari.
Bagaimana ibumu? Dia baik-baik saja?
Ya, dia baik-baik saja.
Lupakan saja ucapan ayahku soal ayahmu.
Aku juga sudah melupakannya.
Itu dari gerejaku saat SMA.
Sebaiknya kubawa pulang.
GANGNAM, KOREA SELATAN
Datanglah ke kelab kami!
Datanglah ke All Night Club! Bir gratis untuk wanita.
Berhenti. Sial.
Jalang!
Kenapa kalian tak bekerja? Kemari.
- Halo. - Ini mengesalkan.
Semuanya, yang benar "Silakan datang ke All Night Club".
Paham?
Serius, kalian sedang apa?
Mau membuat Kicheol mengamuk?
DJ CHEOLI
Hei, Superstar Lee!
Hai, apa kabar?
Apa kabar?
- Baik? - Gadisnya sangat seksi hari ini.
Lihatlah.
- Hei! - Dia tampan sekali!
Dia tepat di depan kita!
Dia menginjakku lebih dulu!
Hei.
Jika mau pamer kekuatan, lakukan di kota asalmu.
Di Gangnam, diam saja dan minum.
Jika tak mau mati.
Mari ganti suasananya dengan musik yang lembut.
Baik, ayo kita bawa mereka ini keluar.
Minuman berikutnya.
Ada rumor
kau lahir dan besar di sini,
punya banyak koneksi, dan bisa berkelahi.
Jadi, kenapa menjadi disjoki?
Ayo kerja sama.
Aku mau bekerja dengan warga asli Gangnam.
Kenapa menjadi disjoki kelab malam
padahal bisa punya sendiri?
Aku bisa mewujudkannya.
Itu sungguhan?
Kapan kau akan menjadikanku pemilik?
- Apa? Kau terburu-buru? - Aku mau cepat menghasilkan uang.
Kau miskin?
Kau pikir semua orang di Gangnam kaya?
Bajingan.
Jaga bicaramu.
Jung Kicheol.
Jika kau bawa semua temanmu bekerja di sini,
kau akan kujadikan pemilik.
Bagus, bukan?
Kau janji?
Janji?
Kau mau ini?
Begitu?
SATU TAHUN KEMUDIAN, 1995 GANGNAM, KOREA SELATAN
- Halo, Pak. - Halo.
- Nikmatilah. - Ya, Pak.
Halo, Bos.
Kau menemukannya?
Itu Profesor Yoon.
Kudengar dia yang terbaik.
Kau bertemu dia?
Ya, tetapi kudengar dia sudah pensiun.
Hei, uang bisa menyelesaikan apa saja.
Teruslah berkomunikasi dengannya.
Ya, Bos.
Kicheol!
Kau dibutuhkan di bawah.
Ada apa?
Maaf, tolong ke bawah.
Berdiri, Jalang.
- Hei. - Serius, berhenti!
Tunggu...
Dasar kau...
Lepaskan aku!
Jalang menyebalkan.
Kubilang tuangkan minumannya!
Tidak, jangan.
Dia dari keluarga kaya.
Pukul aku.
Ayo pukul aku, Bajingan.
Si bodoh ini bahkan tak bisa memukulku.
Siapa para pecundang ini?
Kurang ajar!
Hei.
Kau tahu siapa aku?
Ambil ini dan enyah.
Enyah.
Omong kosong, Bodoh.
Kau pikir bos kami menerimamu agar kau bisa melakukan ini?
Kau disjoki tak berguna.
Nyalakan rokokku.
Ada apa denganmu?
Apa kau Generasi X?
Kau dan gaya bodohmu.
Kau tak akan dianggap serius jika berbusana begitu.
Kicheol.
Kau harus lebih baik.
Begini...
Bajingan...
Tampaknya pecundang juga pemarah.
Sudah setahun. Bisa tepati janjimu sekarang?
Sial.
Sabarlah, Jalang Miskin.
Jika sulit, setidaknya biarkan aku menghasilkan uang dengan caraku.
Aku tahu cara
untuk mendapat banyak uang bagi kita semua.
Cara apa itu?
Pergi.
Aku pernah dalam bisnis kehidupan malam dan aku tahu
siapa pengedar ganja dan sabu-sabu.
Jika kita basmi kelas teri
dan mengambil alih distribusi,
kita akan meraup banyak uang.
Jika kau mendanai rencana ini,
akan kupersiapkan semuanya.
Kau menyuruhku
menjadi pemadat?
Kita hanya menjualnya.
Kita hanya perlu mencegah anggota kita memakai narkoba.
Benar.
Begitu rupanya.
Kau bajingan.
Kau sudah gila.
Aku tangan kanan Song Donghyuk, bos terbesar Korea.
Kau menyuruhku menjual narkoba?
Kau pikir aku preman rendahan?
Aku Sersan Jang,
bukan pengedar narkoba.
Aku presiden Gangnam, Sersan Jang, Bodoh.
Kau cari mati, ya?
Hei, Kau.
Jaga mulut bodohmu itu.
Kuperingatkan kau.
Dasar menyebalkan.
Jang, bajingan itu.
Dia menjanjikan kita Mercedes.
Sial!
Kita bodoh, jadi bisa dia anggap sampah.
Namun, dia tak bisa perlakukan Kicheol begitu.
Kita semua di sini karena Kicheol.
Namun, bajingan itu tak menghormatinya.
Wajahmu baik-baik saja?
Kalian baik-baik saja?
Hidup begini, maksudku.
Kami baik-baik saja.
No comments yet. Be the first to leave one.