Jeon Woo Chi ( 전우치 )

Jeon Woo Chi ( 전우치 )

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

Jeon Woo Chi (2012) Ep 17 HANrel by Darksmurfsubs Indonesia
Komentář od DSS_Indo
For more subtitles, visit https://www.box.com/s/09d0d5e2109d2535ae5d Facebook: https://www.facebook.com/DarkSmurfSubIndo

Tagy

other
Zveřejněno: 2013-02-06
Stažení: 20
Pro sluchově postižené: Yes

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Jangan salahkan saya.

Saya hanya mengikuti perintah Kanselir.

Ayo! Cepat minum! Cepat!

Cepat... minum.

Dasar bajingan.

Beraninya kau melakukan kekerasan di sini!

Kekerasan? Baik.

Karena kau begitu ingin beliau meminumnya, kau harus minum juga.

Jangan. Kau tak boleh membunuh.

Kalau kau begitu, kau tak ada bedanya seperti mereka.

Tolong hentikan.

Tidak, mereka bukan manusia.

Meski saya biarkan mereka hidup, mereka akan terus menyakiti orang lain!

Saya harus melenyapkan mereka! Tolong Minggir.

Ayo minum! Minum....minum!

Minum! Cepat minum! Minum!

Hentikan!

Tolong jangan bunuh saya.

Kau masih menghargai hidupmu?

Orang sepertimu pantas mati.

Kubilang hentikan!

Tolong lepaskan saya.

Kalau dia dibiarkan tetap hidup, dia akan mencelakai Ratu lagi!

Hentikan! Aku bilang hentikan!

Yang Mulia, tolong... tolong jangan bunuh saya.

Tolong ampuni saya, Yang Mulia.

Aku juga ingin membunuh mereka.

Ratu itu istriku, belahan hatiku.

Bukan hanya kau, aku juga ingin membunuh mereka. Kemarahanku lebih darimu.

Tapi kau tak boleh membunuh orang hanya karena terbakar amarah.

Tak ada gunanya membunuh orang.

Yang Mulia.

Ini Perintah Raja, kau harus melaksanakannya.

Tak peduli betapa jahatnya mereka, mereka adalah rakyatku yang harus kulindungi.

Cepat berlutut.

Woo Chi!

Ada apa?

Aku dengar, Dayang Istana datang.

Apa terjadi sesuatu?

Bagaimana Ratu?

Apa benar itu perintah Kanselir?

Iya.

Lakukan dihadapanku. Racuni Ratu dihadapanku!

Yang Mulia, hamba tak berani. Ampuni aku.

Kau tahu kan, kau tak boleh melakukan hal ini?

Tak tahukah kau bahwa nyawa orang lain sama pentingnya dengan nyawamu sendiri?

Iya... iya, Yang Mulia.

Kau sudah tenang sekarang?

Belum, kemarahan dalam diri saya tak dapat hilang.

Meskipun kita memaafkan orang jahat, apa gunanya?

Kalau manusia semudah itu bisa berubah, maka takkan ada yang jahat di dunia ini.

Namun, jika kita memperlakukan orang dengan tulus, sejalan dengan waktu apa yang takkan mungkin bisa?

Mereka ingin membunuh Ratu.

Mereka telah membunuh Bu Won Gun.

Aku tahu, itu sebabnya kukatakan kita tak boleh seperti mereka.

Anda telah banyak menderita karena ketidakadilan, kenapa Paduka masih sajatak mengerti?

Mereka takkan pernah berubah.

Meski mereka telah memohon ampun di depan Baginda, mereka akan mencoba membunuh Baginda dari belakang.

Maaf atas kelancangan hamba tadi.

Karena saya begitu marah, jadi saya...

Benar tidak apa-apa membiarkan Kepala Dayang kembali begitu saja?

Meski kau tak bisa mempercayai mereka, tapi aku percaya pada mereka.

Hari ini mereka telah mendapat satu pelajaran,

jadi mungkin mereka takkan memberitahukan apa yang terjadi hari ini.

Yang Mulia, Anda terlalu baik.

Karena mereka takut pada Kanselir, itu sebabnya mereka mendengarkan perintahnya.

Tetap saja mereka adalah rakyatku.

Kebencian hanya akan membawa kebencian yang lebih besar.

Meskipun kau punya penilaian sendiri,

Aku harus merangkul semua rakyatku.

Meski begitu, kita takkan tahu apa lagi yang akan dilakukan Kanselir,

Saya akan membawa Ratu ke tempat yang lebih aman.

Apa semuanya lancar?

Iya, semua telah selesai.

Saya juga telah mengamankan mayatnya.

Bagus.

Ada hal lain yang terjadi?

Tidak.

Lantas, kenapa wajahmu pucat begitu?

Saya juga manusia biasa.

Saya tahu yang saya lakukan bukan hal baik, jadi wajar saja saya begini.

Ada yang harus saya kerjakan, saya pamit dulu.

Baiklah, silahkan.

Iya.

Bagaimana putri Kanselir?

Mohon tunggu sebentar.

Jumlah pengawal telah saya kurangi, Jeon Woo Chi pasti akan beraksi.

Lalu, apa Tuan telah mempersiapkan semuanya?

Kenapa kau tanyakan?

Kalau putri Kanselir tak datang, maka putriku yang akan menjadi Ratu.

Ya sudah, pergilah.

Baik, saya akan segera kembali.

Apa maksudmu "segera kembali"?

Begitu kau terpilih jadi Ratu, kau akan tinggal di istana, kenapa kau bilang akan segera kembali?

Begitu ya?

Meski proses pemilihannya hanya formalitas, kau juga harus tetap memperhatikan.

Iya, ayah.

Jeon Woo Chi telah membuat kegemparan belakangan ini, apa tidak masalah?

Apa tak seharusnya Gang Rim mengawalnya?

Gang Rim punya kerjaan lain.

Sudah ada pengawal yang menjaganya, kau tak perlu khawatir.

Tuan, mereka telah berangkat. Kita pergi sekarang?

Tuan, harusnya Anda bereaksi apalah.

Kenapa malah diam saja?

Saat tandu itu memasuki istana, dia akan menjadi ratu.

Diamlah.

Aku punya rencana.

Baiklah, kenapa Anda ragu-ragu?

Saya tak melihat Gang Rim.

Dia selalu mengawal sebelumnya. Kenapa aku tak lihat dia sama sekali hari ini?

Benar juga... aneh sekali.

Kita benar-benar tak lihat Gang Rim hari ini. Iya kan?

Apa? Anda takut?

Tuan.

Apa yang kalian lakukan? Kenapa tandunya goyang?

Mereka takkan dengar, aku menyumpal telinga mereka.

Kau... siapa kau?

Aku? Aku Jeon Woo Chi.

Ampun, sempitnya... sebentar ya.

Berhenti! Cepat berhenti!

Jeon Woo Chi... Jeon Woo Chi...

Agassi, wajah anda...

Ya ampun...

Sudah lewat waktu untuk masuk ke istana, kenapa putri Kanselir belum datang juga?

Iya benar.

Waktu seleksi akan segera mulai, kita masuk dulu saja.

Mana boleh begitu? Kita tunggu sebentar lagi.

Bukankah kau sendiri bilang tak ada waktu? Tak ada waktu. Ayo masuk.

Ayah.

Apa dia sudah sampai?

Bukan begitu, sesuatu telah terjadi.

Jeon Woo Chi tiba-tiba muncul, dan wajahnya Mang Nae...

Kenapa wajahnya Mang Nae?

Anu... seluruh wajahnya...

Ada apa, Tuan?

Seleksi akan segera mulai.

Tidak, seleksi hari ini ditunda.

Apa yang Anda katakan?

Seleksi adalah peristiwa besar kerajaan.

Itu sebabnya, kita harus cermat mempersiapkannya.

Yang Mulia tak senang kalau persiapannya buru-buru.

Jadi seleksi hari ini kita tunda.

Mana mungkin buru-buru? Seleksinya sudah tahap ketiga.

Seleksi Ratu adalah peristiwa besar. Tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.

Karenanya aku minta maaf padamu dan Kepala Sarjana,

kalian berdua bawa saja putri kalian pulang.

Kanselir!

Kau tak dengar yang kukatakan?

Cepat bawa mereka pulang!

Acara ini paling ditunggu-tunggu...

Peristiwa penting kerajaan.

Mana bisa Kanselir main tunda, hanya karena dia bilang begitu?

Memangnya yang punya kerajaan ini si Kanselir apa?

Ya ampun... Sekretaris, pelankan suaramu.

Dinding di sini punya telinga.

Memangnya perkataanku salah?

Tak peduli betapa arogannya mendiang Raja, beliau saja tak pernah begitu.

Yang pasti, aku harus cepat menyuruh putriku pulang.

Cepat bawa Agassi pulang.

Baik.

Kanselir menunda seleksi?

Iya, Yang Mulia.

Tampaknya, Jeon Woo Chi telah menggunakan sihir Tao-nya pada putri Kanselir.

Begitukah?

Sebenarnya, sihir apa yang digunakannya pada putri Kanselir,

hingga Kanselir menyerah pada pernikahan kerajaan begitu mudahnya?

Hamba belum tahu pasti.

Sedikit melegakan...

namun apa yang dilakukan Jeon Woo Chi membuatku khawatir.

Sulit diperkirakan apa yang bakal dia lakukan.

Apa sebenarnya yang dilakukannya...

Wajahnya... apa yang akan dilakukannya...

Ada apa sih?

Bagaimana mungkin kau membuat wajah putri Kanselir begitu?

Bagi wanita, wajah sangatlah penting.

Kau tak boleh begitu.

Lantas, kami harus bagaimana?

Apa kita harus diam saja melihat putri Kanselir jadi Ratu?

Kau mau bilang begitu? Begitu?

Apapun itu,

memangnya putri Kanselir salah apa?

Yang salah itu kanselir.

Kau akan bertindak semaumu, hanya karena kau bisa sihir Tao?

Ada apa denganmu?

Lalu, kau mau aku bagaimana?

Kau mau aku diam saja membiarkannya jadi ratu yang baru?

Tuan! Tuan...

Ya ampun... kau makin keterlaluan.

Wartawan Lee takut kalau putri Kanselir yang jadi Ratu,

makanya dia begitu. Apa kau tak tahu?

Jadi bukannya kau yang keterlaluan?

Yang dikatakan Hye Ryeong benar.

Cepat pergilah, kembalikan wajah putri Kanselir seperti semula.

Wajah sangat berpengaruh pada hidup seorang wanita.

Jangan khawatir.

Setelah beberapa hari, dia akan normal lagi.

Aku ingin wajahnya berbintik merah selamanya.

tapi harus kutahan.

Aku tahu kau akan begitu.

Maaf karena telah membentakmu.

Jeon Woo Chi ( 전우치 ) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Jeon Woo Chi ( 전우치 )

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left