Prvních 200 řádků.
[Diadaptasi dari novel "Tuan Putri Pertama", karya Mo Shubai]
Kami ingin bertemu dengan Kaisar.
Aku adalah Permaisuri Istana Utama,
ibu kandung dari Putra Mahkota.
Mengapa Kaisar menolak menemuiku?
Permasuri, mohon ampun.
Perdana Menteri Pei memberi perintah, sebelum dia datang,
siapa pun dilarang memasuki Istana Hanqiu selangkah pun.
Regu Tun.
Tidak peduli perubahan apa pun yang terjadi di ibu kota,
kalian dilarang meninggalkan tugas tanpa izin.
Regu Kun.
Mulai saat ini,
tidak ada lagi yang boleh keluar masuk Istana Terlarang.
Yang membantah akan dipenggal.
Regu Meng,
ikut aku ke Istana Hanqiu.
Perdana Menteri Pei tiba.
[Pei Wenxuan, Sekretaris Agung Dinasti Xia]
Perdana Menteri Pei.
Permaisuri membawa para menteri penting
datang ke Istana Hanqiu di tengah malam,
apakah untuk memaksa Kaisar turun takhta?
Perdana Menteri Pei,
Kaisar sudah lama menunggu.
Silakan.
Semuanya bubar.
Segera kirimkan pesan kepada Tuan Muda ke-2,
minta dia untuk bersiap setiap saat.
Baik.
Tuan Putri sudah bangun?
Ini sup pir yang baru dimasak.
Minum sedikit dulu
untuk melegakan tenggorokan.
Baik.
Kau sudah datang.
Kaisar,
apakah Kaisar ada pesan?
Cabut posisi Putra Mahkota Li Xin,
Pangeran Pertama Li Ping yang akan mewarisi takhta.
Aku sudah menyiapkannya
dalam perjalanan kemari.
Sejak berdirinya Dinasti Xia,
kekuasaan sudah berada di tangan keluarga bangsawan.
Meskipun keluarga Li adalah keluarga kekaisaran,
tapi kami hanyalah boneka bagi keluarga bangsawan.
Ketika sudah dekat dengan kematian, aku baru menyadari
bahwa kakak tertuaku,
Tuan Putri Pertama Li Rong,
dialah yang merupakan keluarga bangsawan terbesar.
Setelah aku mati,
jika Tuan Putri Pertama memberontak,
kau sebagai suaminya yang sudah berbeda pendapat dengannya
dan sebagai Perdana Menteri Pei yang mewakili seluruh kaum fakir,
apa yang akan kau lakukan?
Dunia ini milik bersama.
Selama aku masih hidup,
kaum fakir
tidak akan terpuruk.
Bagaimana masalah penerus takhta?
Perdana Menteri Pei tidak mau menyerah
dan bersikeras menuruti keinginan Kaisar
untuk menobatkan Pangeran Pertama Li Ping
sebagai Putra Mahkota.
Pei Wenxuan ingin menobatkan Li Ping,
maka keluarga bangsawan kita adalah hambatan terbesar bagi mereka.
Jadi, sebelum dia bertindak...
Sebelum Pei Wenxuan bertindak...
Tuan Putri tenang saja.
Semuanya sudah diatur dengan baik.
Baguslah.
Jika aku mati,
Pei Wenxuan akan menguasai segalanya.
Jika kau mati,
dia juga tidak akan hidup.
Aku akan membunuhnya
untuk dimakamkan bersamamu.
Bisa-bisanya aku tidak tahu
bahwa Tuan Muda Su yang tampak lembut ini
ternyata juga ada kalanya bisa marah.
Aku juga lumayan sering marah.
Misalnya...
Tuan Putri, Perdana Menteri Pei ingin bertemu.
Jika Tuan Putri tidak ingin menemuinya,
aku akan mengusirnya.
Bagaimanapun kami adalah suami istri.
Lagi pula, sampai sekarang kami juga belum bercerai.
Lebih baik aku menemuinya.
Mungkin saja,
ini adalah pertemuan terakhir.
Keluarlah.
Suruh dia keluar.
Rongqing.
Bisakah kau seduhkan segelas teh untukku?
Kalau begitu, perhatikan kesehatanmu.
Aku janji tidak akan emosi.
Apakah ada urusan?
Hari ini aku datang
untuk mendiskusikan penobatan Putra Mahkota denganmu.
Xin'er adalah anak kandung Shangguan Ya dari Istana Utama.
Dia lembut, sopan dan layak menjadi penerus.
Apa lagi yang perlu didiskusikan?
Pangeran ke-3 Li Xin bertemperamen arogan,
dia memang tidak cocok menjadi penerus takhta.
Ibunya, Permaisuri Shangguan terlalu makmur.
Andaikan kelak terjadi sesuatu pada kita berdua...
Mengapa dia juga memakai kantong wewangian?
Aromanya bahkan begitu kuat.
Kau berbicara dengan penuh wibawa,
kau sendiri tahu jelas
apa tujuanmu.
Apakah kau bersikeras ingin membiarkan Li Xin naik takhta?
Xin'er adalah putra sah dari Istana Utama.
Apakah dia harus mengalah
dan menyerahkan takhta kepada seorang anak selir?
Kau masih menyimpan dendam terhadap Zhenzhen?
Bisakah kau memanggilnya Selir Agung Qin?
Apakah kau pantas memanggil nama Zhenzhen begitu saja?
Kau jangan lupa,
Qin Zhenzhen yang ada di hatimu itu,
dia adalah
mendiang selir dari adikku, Li Chuan yang menjadi Kaisar saat ini.
Anaknya, Li Ping tidak bisa menjadi penerus takhta.
Kau masih sanggup berbicara sebanyak ini denganku,
tampaknya kesehatanmu
juga tidak selemah yang dirumorkan.
Tidak masalah jika kau tidak setuju.
Ke depannya, kita punya cara masing-masing.
Namun, jangan salahkan aku tidak mengingatkanmu.
Aku sungguh ingin tahu
cara seperti apa yang kau maksud.
Kau bebas melakukan apa pun.
Apakah mungkin kau bisa membunuhku?
Apakah kau kira aku tidak berani?
Pei Wenxuan.
Apakah kau sungguh ingin mengorbankan kesejahteraan
semua orang di dunia demi keinginan egoismu?
Kemampuan apa yang kumiliki
sampai bisa mengendalikan dunia?
Namun, orang yang Tuan Putri sukai
juga belum tentu merupakan orang yang baik.
Seorang yang pernah dihukum kebiri,
untuk apa lagi dia berusaha melayanimu di sini?
Kau bilang apa?
Pei Wenxuan.
Pei Wenxuan,
aku melarangmu menghina Rongqing sedikit pun.
Kau sudah janji untuk tidak akan emosi.
Mengapa kau marah sampai seperti ini lagi?
Ambilkan obat untuk Tuan Putri.
- Baik. - Baik.
Dia datang mencarimu pasti bukan untuk hal baik.
Kau sedang sakit, untuk apa lagi menemuinya?
Aku tidak apa-apa.
Ada apa?
Tabib Istana, cepat panggil Tabib Istana!
Ini Racun Dupa Kecantikan.
Pei Wenxuan.
Pei Wenxuan.
Ada kantong wewangian di tubuhnya.
Rong, jangan bicara lagi.
Simpan tenagamu.
Maaf.
Aku yang tidak melindungimu dengan baik.
Pada akhirnya, dia tetap menyerangku.
Sebarkan perintah.
Jika aku mati,
Pei Wenxuan
tidak boleh hidup.
Tuan Muda, menurutku, ada yang agak aneh.
Apakah Kediaman Tuan Putri
mengirim orang untuk membuntuti kita?
Tidak perlu diladeni.
Mengapa pula tidak perlu diladeni?
Palingan dia hanya ingin menggertakku.
Dia juga tidak akan benar-benar membunuhku.
Siapa yang memberi kalian perintah?
Tuan Putri Pertama memberikan perintah
untuk membunuhmu tanpa ampun.
Tidak kusangka,
pada akhirnya, kau tetap membunuhku.
Kau adalah satu-satunya berkah dan petaka yang tidak bisa kuhindari
dalam hidup ini.
Bagaimana dengan orang itu?
Sudah diatasi.
Aku dan dia
sudah saling menjerat selama 20 tahun.
Tidak kusangka,
ternyata kami akan berakhir seperti ini.
Hubunganmu dengannya sudah berlalu.
Kami semualah
yang tidak layak untuk Tuan Putri.
Penyesalan terbesarku
dalam hidup ini
adalah
melewatkanmu.
Andaikan bisa
bermimpi
dan semuanya
terulang lagi dari awal.
No comments yet. Be the first to leave one.